Ramuan Herbal untuk Hipertensi Bantu Pemulihan Diri

359
Bahan, Cara Membuat, Dosis Penggunaan, dan Efek Samping Ramuan Herbal untuk Hipertensi
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Adakah cara sederhana untuk memulihkan diri dari serangan hipertensi? Apa saja bahan dan bagaimana cara membuat ramuan herbal untuk hipertensi? Seberapa banyak dosis penggunaan dan adakah efek samping ramuan untuk hipertensi?

Dalam artikel berikut, Anda akan memperoleh ulasan lengkap berupa kumpulan ramuan herbal anti hipertensi yang berasal dari alam. Keberadaan ramuan herbal untuk hipertensi telah digunakan oleh nenek moyang tempo dulu. Bahkan, sewaktu pengobatan medis belum selengkap dan secanggih saat ini. Berikut warisan nenek moyang yang pernah unggul dalam memulihkan kondisi penderita hipertensi.

Ramuan Herbal Hipertensi—Warisan Leluhur Atasi Hipertensi

Penasaran dengan info lengkap seputar ramuan herbal untuk hipertensi yang sempat populer “tempo dulu”? Pemanfaatan herbal bukanlah hal baru, pengobatan herbal hipertensi telah dilakukan sejak lama. Bahkan tak jarang banyak tenaga medis yang mengombinasikan pengobatan medis dengan racikan jamu ataupun herbal untuk pasien mereka.

Herbal memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengobati penyakit. Jika pengobatan konvensional bertujuan untuk mengobati penyakit dengan cara yang spesifik, peranan herbal khususnya diperlukan dalam proses pemulihan tubuh. Herbal hasil produksi di Indonesia tidak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi herbal, misalnya; bagi ibu hamil dan menyusui, bagi orang yang menjalani operasi, sedang mengonsumsi obat medis tertentu, atau penyakit lain yang menyebabkan kontra indikasi terhadap komponen herbal. Kriteria orang yang disebutkan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi herbal.

10 Jenis Ramuan Herbal Alami Bagi Penderita Hipertensi

Herbal berasal dari tanaman maupun hasil ekstraksi tanaman guna memulihkan diri dari serangan penyakit atau menjaga kesehatan dalam kondisi maksimal. Herbal seringkali dihasilkan dari daun, bunga, batang, akar, buah, bahkan biji tanaman. Lalu, bahan herba ini diproses yang kemudian dikemas dalam bentuk kapsul, tablet, minyak, salep, atau minuman berbentuk teh. Nah, apa saja 10 jenis bahan dan cara membuat ramuan herbal untuk hipertensi, beserta dengan dosis penggunaan maupun efek samping penggunaan ramuan herbal hipertensi.

Buah Mengkudu

Bahan Ramuan Mengkudu untuk Hipertensi:

  • Buah Mengkudu (Pilih yang besar dan benar-benar matang, buah mengkudu yang matang berwarna kuning hingga “putih keperakan”) sebanyak 2 buah.
  • Air sebanyak 2 gelas.
  • Madu atau tambahan buah maupun rempah lainnya (untuk menghilangkan aroma tajam dan meningkatkan rasa nikmat) secukupnya.

Cara Membuat Ramuan Mengkudu untuk Hipertensi: Potong-potong buah mengkudu yang sudah matang (hilangkan bijinya jika Anda tidak menyukai rasa pahit). Campurkan ketiga bahan dalam “blender”, lumatkan hingga halus. Saring hingga Anda memperoleh sari buah mengkudu tanpa daging buahnya (Anda juga dapat mengonsumsi jus mengkudu tanpa penyaringan).

Dosis Penggunaan Ramuan Mengkudu untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 1 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Mengkudu untuk Hipertensi: Proses penyaringan buah mengkudu untuk hipertensi seringkali sulit untuk dilakukan, hasil penyaringan ramuan herbal hipertensi menghasilkan sedikit senyawa alami dan dikhawatirkan adanya kontaminasi jika alat yang digunakan tidak steril. Berbeda dengan olahan yang sudah melalui proses pasteurisasi oleh produsen Noni Juice.

Daun Alpukat

Bahan Ramuan Alpukat untuk Hipertensi:

  • Daun Alpukat sebanyak 3 lembar (Pilih yang masih segar, cuci bersih).
  • Air “Panas” sebanyak 1 gelas.

Cara Membuat Ramuan Alpukat untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam cangkir “tahan panas”, tutup rapat. Diamkan hingga dingin, tunggu hingga air seduhan tercampur dengan daun alpukat.

Dosis Penggunaan Ramuan Alpukat untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 1 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Mengkudu untuk Hipertensi: Tidak dianjurkan bagi penderita penyakit ginjal, pembengkakan pada dosis yang terlalu tinggi, ada potensi ramuan herbal hipertensi menyebabkan keracunan (penelitian perlu dilakukan untuk membuktikan kebenarannya), mual, mutah, sakit kepala dan reaksi alergi.

Daun Belimbing Wuluh

Bahan Ramuan Belimbing Wuluh untuk Hipertensi:

  • Daun Belimbing Wuluh sebanyak 7 lembar (Pilih yang tidak terlalu muda ataupun tua, cuci bersih).
  • Air sebanyak 5 gelas.

Cara Membuat Ramuan Belimbing Wuluh untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 3 gelas saja. Matikan”api”, aduk air rebusan Belimbing Wuluh dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Belimbing Wuluh (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Baca juga:  Waspadai Dampak Hipertensi Pada Kehamilan

Dosis Penggunaan Ramuan Belimbing Wuluh untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 3 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Belimbing Wuluh untuk Hipertensi: Menimbulkan reaski diuretik atau peningkatan frekuensi buang air kecil, namun ini bukan efek yang membahayakan. Pengaruh ramuan herbal hipertensi lain yang bisa terjadi ialah peningkatan HDL (High Density Lipid) atau kolesterol baik.

Daun Ciplukan

Bahan Ramuan Ciplukan untuk Hipertensi:

  • Daun Ciplukan sebanyak 10 gram (Pilih yang tidak terlalu muda ataupun tua, cuci bersih).
  • Air sebanyak 4 gelas.

Cara Membuat Ramuan Ciplukan untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih dengan “api sedang”. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 2 gelas saja. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Matikan”api”, aduk air rebusan Ciplukan dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Ciplukan (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Dosis Penggunaan Ramuan Ciplukan untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 2 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Ciplukan untuk Hipertensi: Hingga kini, belum ada laporan sehubungan dengan pengaruh baik maupun buruk dari penggunaan ciplukan. Penelitian masih perlu dilakukan untuk menelaah efek samping ramuan herbal hipertensi bagi tubuh manusia.

Daun Kumis Kucing

Bahan Ramuan Kumis Kucing untuk Hipertensi:

  • Daun Kumis Kucing sebanyak 50 gram (Pilih yang tidak terlalu muda ataupun tua, cuci bersih).
  • Air sebanyak 2 gelas.

Cara Membuat Ramuan Kumis Kucing untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 1 gelas saja. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Matikan”api”, aduk air rebusan Kumis Kucing dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Kumis Kucing (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Dosis Penggunaan Ramuan Kumis Kucing untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 1 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Kumis Kucing untuk Hipertensi: Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, juga mereka yang mudah mengalami alergi. Efek samping ramuan herbal hipertensi lainnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Daun Meniran

Bahan Ramuan Meniran untuk Hipertensi:

  • Daun Meniran sebanyak 50 gram (Pilih yang tidak terlalu muda ataupun tua, cuci bersih).
  • Air sebanyak 4 gelas.

Cara Membuat Ramuan Meniran untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 3 gelas saja. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Matikan”api”, aduk air rebusan Meniran dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Meniran (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Dosis Penggunaan Ramuan Meniran untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 3 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Meniran untuk Hipertensi: Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, penderita penyakit ginjal, memengaruhi tingkat “kesuburan” sehingga tidak produktif, dan gangguan metabolisme tubuh. Efek samping ramuan herbal hipertensi lainnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Daun Salam

Bahan Ramuan Salam untuk Hipertensi:

  • Daun Salam sebanyak 10 lembar (Pilih yang tidak terlalu muda ataupun tua, cuci bersih).
  • Air sebanyak 3 gelas.

Cara Membuat Ramuan Salam untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 1 gelas saja. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Matikan”api”, aduk air rebusan Salam dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Salam (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Baca juga:  Hubungan Hipertensi dengan Riwayat Keluarga

Dosis Penggunaan Ramuan Salam untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 1 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Salam untuk Hipertensi: gangguan saluran pencernaan, radang akut pada saluran pencernaan, reaksi alergi, infeksi kulit, asma, hingga sesak napas. Efek samping ramuan herbal hipertensi lainnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Daun Seledri

Bahan Ramuan Seledri untuk Hipertensi:

  • Daun Seledri (Pilih yang besar dan masih segar, cuci bersih) sebanyak 2 tangkai.
  • Air sebanyak 2 gelas.
  • Mentimun atau tambahan buah maupun rempah lainnya (untuk meningkatkan rasa nikmat) secukupnya.

Cara Membuat Ramuan Seledri untuk Hipertensi: Potong-potong daun seledri. Campurkan ketiga bahan dalam “blender”, lumatkan hingga halus. Anda tak perlu menyaringnya, namun jika tidak menyukai sensasi tidak menyenangkan dari “ampas” jus Anda bisa menyaringnya.

Dosis Penggunaan Ramuan Seledri untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 1 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Seledri untuk Hipertensi: konsumsi daun seledri “mentah” dalam jumlah besar berisiko menyebabkan gangguan tiroid, ruam kulit, hingga paparan pestisida beracun jika ramuan herbal hipertensi tidak dibersihkan dengan baik.

Daun Sirsak

Bahan Ramuan Sirsak untuk Hipertensi:

  • Daun Sirsak sebanyak 10 lembar (Pilih yang tidak terlalu muda ataupun tua, cuci bersih).
  • Air sebanyak 2 gelas.

Cara Membuat Ramuan Sirsak untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 1 gelas saja. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Matikan”api”, aduk air rebusan Sirsak dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Sirsak (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Dosis Penggunaan Ramuan Sirsak untuk Hipertensi: Pencegahan/Pengobatan 3 kali seminggu, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Sirsak untuk Hipertensi: konsumsi dalam jangka pnjang dan jumlah besar dapat menyebabkan mual, muntah, diare, keringat berlebih, kontraksi rahim, gangguan neurologis, gangguan jantung, dan timbulnya endapan kristal pada ginjal. Efek samping ramuan herbal hipertensi lainnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Umbi Sarang Semut

Bahan Ramuan Sarang Semut untuk Hipertensi:

  • Umbi Sarang Semut (keringkan dan haluskan hingga menjadi serbuk halus) sebanyak 3 sendok makan.
  • Air sebanyak 6 gelas.

Cara Membuat Ramuan Sarang Semut untuk Hipertensi: Campurkan kedua bahan dalam panci yang terbuat dari tanah liat atau stainless steel (bahan Aluminium tidak dianjurkan). Rebus hingga air rebusan tampak seperti teh atau mendidih. Setelah mendidih, kecilkan “api”, aduk air rebusan. Diamkan selama 15 menit, tunggu hingga air rebusan tersisa 3 gelas saja. Matikan”api”, aduk air rebusan Sarang Semut dan dinginkan. Saring air rebusan dan sajikan ramuan Sarang Semut (pastikan air rebusan selalu “fresh”, bukan hasil “semalam”).

Dosis Penggunaan Ramuan Sarang Semut untuk Hipertensi: Pencegahan; 3 kali sehari, 1 gelas. Pengobatan; 3 – 8 kali sehari, 1 gelas. Efek Samping Penggunaan Ramuan Sarang Semut untuk Hipertensi: Penggunaan “air rebusan Sarang Semut” seringkali tidak begitu efektif. Mengingat kandungan aktif dalam Sarang Semut yang dihasilkan air rebusan tidak sebesar “ekstraksi” Sarang Semut, sehingga dosis pemakaian ramuan herbal hipertensi seringkali tidak tepat.

Itulah 10 jenis bahan dan cara membuat ramuan herbal untuk hipertensi, beserta dengan dosis penggunaan maupun efek samping ramuan untuk hipertensi. Masih banyak jenis ramuan lainnya yang bisa Anda temukan. Informasi ini bukanlah saran medis ataupun anjuran untuk mengatasi hipertensi, hanya dokter yang berhak memberikan rekomendasi obat yang dibutuhkan pasien sakit.


dr. Kevin Adrian. Mengonsumsi Obat Herbal dengan Aman. 4 Januari 2018. URL: https://www.alodokter.com/panduan-mengonsumsi-obat-herbal

Michael Putra. 10 Manfaat Sarang Semut Untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya. 25 Mei 2016. BLOG motivasi Sayanda.

Silmi Alimatul Ukhti dan Samuel Febrianto. Menyediakan 5 Buah dan Sayur Ini Untuk Mengatasi Hipertensi. 20 September 2017. SITUS berita TRIBUNnews.

Admin2. Ramuan Herbal untuk Menurunkan Darah Tinggi. 2 Juni 2017. SITUS informasi Herbal.


Advertisement
Alinesia