Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu: Bagian 2

503

Diedit:

Sebagaimana sudah dibahas dalam ulasan sebelumnya: “Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu—Bagian 1“, dijelaskan bahwa penyakit usus buntu ternyata tidak selalu harus diatasi dengan jalan operasi.

Secara medis, dokter akan membantu mengatasi peradangan secara oral terlebih dulu sebelum memutuskan penanganan melalui meja operasi. Bahkan beberapa pasien penyakit usus buntu mengaku mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun tanpa ada penanganan operasi.

Hanya saja untuk kasus semacam ini, pasien akan secara temporal mengalami serangan kambuhan seperti saat udara dingin atau saat pola makan cenderung tidak seimbang. Pada saat kambuh rasa nyerinya bisa cukup menyiksa bagi pasien.

Sebenarnya, Anda bisa membantu mengatasi penyakit ini menggunakan terapi rumahan. Terapi rumahan ini cenderung aman ketimbang harus mengonsumsi obat medis dalam jangka panjang. Dengan cara ini Anda bisa mencegah pasien mengalami serangan kambuhan sekaligus mengatasi kondisi peradangan dengan tuntas tanpa harus penanganan operasi.

Ini karena pada dasarnya, penyakit usus buntu bermula dari terjadinya penumpukan makanan busuk atau bakteri yang terjebak dalam liang buntu di ujung kanan bawah perut. Lokasinya yang melekat dengan usus besar membuat banyak sisa sari makanan yang tidak sengaja terjebak di dalamnya dan memicu infeksi dan peradangan.

Dengan terapi rumahan ini, Anda bisa meredakan rasa nyeri hebat yang muncul bersamaan dengan kambuhnya peradangan pada usus buntu. Membantu mengatasi kondisi yang berasal dari peradangan seperti efek mual, demam dan keluhan sembelit. Selain juga membantu mengatasi peradangan itu sendiri, meningkatkan perlawanan tubuh terhadap serangan bakteri dengan memperbaiki imunitas serta menstimulasi regenerasi sel pada jaringan usus buntu yang rusak.

Lalu apa saja terapi ala rumahan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu mengatasi penyakit usus buntu selain yang sudah kami ulas di sini.

1. Basil atau kemangi

Daun basil atau kemangi, baik itu dari jenis basil Eropa ataupun kemangi ala Asia dikenal memiliki kemampuan anti piretik. Anda bisa menemukan informasi seputar kemampuan anti piretik daun kemangi dalam catatan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2006 mengenai “Efek Antipiretik Ekstrak Daun Kemangi”.

Anda bisa mendapatkan manfaat daun basil atau daun kemangi ini dengan Anda konsumsi langsung, dihaluskan atau direbus. Tambahkan jahe pada air rebusan untuk membantu meningkatkan manfaatnya dalam mengatasi keluhan perut dan penyakit usus buntu.

Baca juga:  Penyebab Usus Buntu dan Pengobatannya

2. Noni

Berdasarkan riset yang diungkap dalam Journal of Natural Products pada tahun 2016 dengan tajuk “Anti-inflammatory and Quinone Reductase Inducing Compounds from Fermented Noni (Morinda citrifolia) Juice Exudates” membuktikan akan adanya kandungan anti inflamasi yang aktif dalam Noni, terutama untuk jenis yang telah diproses fermentasi.

Dijelaskan pula akan adanya manfaat Noni terhadap kesehatan sistem kerja usus termasuk membantu mendorong gerakan peristaltik pada usus untuk membantu melancarkan pembuangan.

Mengonsumsi rutin buah Noni atau Noni juice (sari buah Noni) yang sudah diproses fermentasi akan membantu mengatasi keluhan usus buntu, mengatasi peradangan yang terjadi, mempercepat perbaikan sel pada jaringan dinding usus dan menghentikan penyebab-penyebab penyakit usus buntu terjadi. Dengan terapi Noni juice yang rutin setidaknya 30 ml setiap harinya, Anda bisa mendapatkan manfaat penyembuhan penyakit usus buntu.

3. Ginseng

Dengan berdasarkan pada kemampuan anti inflamasi yang terkandung dalam ginseng, tanaman herbal yang sangat terkenal dari kawasan Asia Timur ini juga dikenal sangat cocok untuk membantu penyembuhan penyakit usus buntu. Hal ini telah dijelaskan dengan lengkap dalam The Journal of Nutrition tahun 2007 mengenai “Inflammation, Cancer, and Targets of Ginseng”.

Biasanya secara tradisional ginseng sebanyak 6 iris tipis akan direbus dalam kisaran 300 ml air dan disajikan sebagai teh ginseng dengan tambahan madu. Namun belakangan ekstrak ginseng sudah banyak dijual bebas, Anda hanya perlu berhati-hati memilih untuk menghindari dosis yang berlebihan.

4. Mint

Meski tradisi menggunakan herbal mint sebagai pengobatan bukan hal yang lazim di Indonesia, tetapi rupanya menghidangkan teh mint pada penderita penyakit usus buntu akan sangat membantu mengatasi keluhan. Sifatnya yang hangat membantu melegakan perut, meredakan rasa nyeri dan membantu mengatasi efek kembung serta perut tidak nyaman.

Dalam laman Medicalnewstoday.com juga diungkap bagaimana manfaat daun mint dan air rebusan daun mint sangat efektif bekerja saat Anda merasa tidak nyaman dengan perut Anda. Termasuk saat penyakit usus buntu Anda kambuh yang kerap kali juga menimbulkan efek kembung, sebah, mual dan sesak.

Baca juga:  Terapi Rumahan Untuk Meredakan Infeksi Usus Buntu

5. Kunyit

Siapa yang memungkiri akan adanya kandungan agen anti inflamasi dalam kunyit. Kadar curcuma dan turmerik di dalamnya menjadi kunci herbal tradisional yang juga lazim dimanfaatkan sebagai bumbu dapur masakan nusantara ini membantu Anda lebih nyaman saat penyakit usus buntu menyerang.

Dalam Riset yang diungkap pada Biological And Medical Central pada tahun 2014 dengan tajuk “Efficacy of turmeric in the treatment of digestive disorders: a systematic review and meta-analysis protocol” diungkap bahwa kunyit memang memiliki kemampuan lengkap dalam mengatasi sejumlah keluhan pada pencernaan, termasuk masalah kembung, iritasi dan infeksi, serta masalah enzim, termasuk membantu masalah sembelit.

Terapi dengan air perasan kunyit atau air rebusan kunyit setiap hari dalam beberapa pekan bukan hany efektif membantu mencegah penyakit usus buntu untuk kambuh, tetapi juga mengatasi peradangan pada usus buntu dengan mendalam.

6. Sayuran berserat tinggi

Dalam The International Journal of Food Sciences and Nutrition dijelaskan bahwa mengonsumsi makanan kaya serat akan sangat membantu menuntaskan masalah penyakit usus buntu.

Ini karena makanan kaya serat bekerja membantu melancarkan pencernaan, termasuk artinya menyerap kotoran yang terendap dalam usus untuk turut dibuang melalui proses BAB. Dari proses ini kotoran yang terendap dalam usus buntu sedikit demi sedikit akan terabsorpsi keluar dari liang usus buntu. Selain juga membantu menyerap toksin yang terendap di sana.

Serat juga baik menjaga keseimbangan bakteri dalam pencernaan. Sementara sejumlah pakar sepakat mengenai manfaat keseimbangan bakteri dalam pencernaan terhadap kesehatan dalam sistem daya tahan tubuh. Itu artinya dari proses beruntun ini, tubuh akan membentuk perlawanan alami terhadap serangan infeksi.

Ada banyak sumber makanan berserat tinggi yang bisa Anda manfaatkan mulai dari aneka sayuran, buah-buahan sampai jenis biji-bijian seperti kacang hijau, flax seed, biji bunga matahari dan masih banyak lagi.

Itulah tadi sejumlah wacana mengenai 6 macam terapi rumahan untuk mengatasi penyakit usus buntu. Untuk menyempurnakan informasi sebelumnya mengenai tema yang sama. Semoga dengan menjalankan terapi-terapi rumahan ini, Anda bisa menghindari dari penanganan penyakit usus buntu di atas meja operasi.