Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu: Bagian 1

484

Diedit:

Penyakit usus buntu sebenarnya adalah kondisi yang merujuk pada istilah appendicitis. Yakni peradangan yang terjadi pada organ kecil di sisi kanan bawah usus besar yang secara medis disebut dengan istilah apendiks sedang secara umum lebih dikenal dengan sebutan usus buntu.

Keberadaannya yang berujung buntu di sudut kanan bawah perut membuatnya disebut sebagai usus buntu. Pada pandangan medis lawas, organ ini dianggap tidak penting, namun rupanya organ kecil ini memiliki peran terhadap sistem imunitas, bahkan juga memiliki fungsi organ limfatik yang artinya memiliki peran besar dalam produksi sistem kekebalan tubuh.

Riset lain oleh Duke University Medical School menunjukan adanya peran usus buntu sebagai lokasi reproduksi bakteri baik dalam usus. Beberapa fungsi lain diungkap mengenai usus buntu dan kami akan mencoba mengulasnya pada kesempatan yang lain.

Terlepas dari fungsinya, usus buntu sendiri rentan mengalami infeksi dan peradangan. Bentuknya yang buntu membuat kadang makanan terjebak masuk ke dalam lubang usus dan membusuk di dalamnya. Kondisi ini menyebabkan usus buntu menampung makanan busuk dalam jangka panjang dan akhirnya mengalami infeksi. Selain itu, bentuk buntunya juga kerap menyebabkan sejumlah bakteri dan virus terjebak di dalamnya bereproduksi berlebihan dan akhirnya menginfeksi jaringan usus buntu.

Pada umumnya, penyakit usus buntu akan diatasi dengan terapi antibiotik yang bertujuan mengatasi infeksi dengan obat oral. Namun pada tahap lebih serius, peradangan tidak akan bisa diatasi cukup dengan pengobatan oral. Kondisi kerusakan pada jaringan usus buntu sudah cukup serius dan di dalamnya sudah tersimpan himpunan bakteri, kotoran dan nanah yang bila tersebar akan meracuni jaringan lainnya, sehingga solusi terbaik hanya dengan pengangkatan atau operasi.

Namun sebenarnya, sejumlah terapi pengobatan rumahan juga bisa Anda tempuh untuk membantu meredakan masalah penyakit usus buntu. Apa saja, langkah tradisional yang bisa Anda tempuh untuk membantu penanganan penyakit usus buntu? Berikut beberapa di antaranya.

Baca juga:  Operasi Usus Buntu: Apakah Aman Dilakukan?

1. Bawang Putih

Sifat anti inflamasi dari bawang putih memang relatif sangat aktif. Bawang putih sudh lama dikenal sebagai agen anti inflamasi yang efektif mengatasi sejumlah keluhan inflamasi seperti gejala arthritis dan peradangan pada lambung.

Hal ini juga ditegaskan dalam jurnal Anti Cancer Agents in Medical Chemistry tahun 2014 dengan tajuk “The Immunomodulation and Anti-Inflammatory Effects of Garlic Organosulfur Compounds in Cancer Chemoprevention”.

Menurut sumber 10homeremedies, disarankan pengidap penyakit usus buntu untuk mengonsumsi bawang putih mentah setidaknya 2 sampai 3 siung setiap harinya. Anda bisa mengonsumsinya utuh, dalam bentuk acar mentah atau menghaluskannya terlebih dulu. Menggunakannya sebagai bumbu juga dipercaya membantu penyembuhan radang.

2. Lemon

Selama ini lemon dikenal sebagai sumber vitamin C dalam dosis tinggi. Kadar vitamin C di dalamnya diketahui berperan besar dalam proses peningkatan sistem imun, meningkatkan daya lawan tubuh terhadap infeksi dan menstimulasi tubuh membentuk gluthatione dan kolagen yang berperan membantu percepatan regenerasi sel rusak termasuk pada peradangan.

Selain itu, dalam jurnal Immunopharmacology and Immunotoxicology tahun 2005 diungkap bahwa air jeruk lemon mengandung anti inflamasi, memiliki sifat pereda nyeri, membantu memperbaiki fungsi pencernaan yang kesemuanya akan bekerja pada kondisi radang dalam usus buntu.

3. Minyak Jarak

Tak banyak orang yang memanfaatkan minyak jarak di dalam pengobatan lokal sebagaimana kini terjadi di dunia barat. Ini karena di dunia sudah banyak riset yang membuktikan minyak jarak memiliki kemampuan sebagai anti inflamasi, pereda nyeri, anti piretik, membantu regenerasi sel dan juga membantu memperbaiki pergerakan dalam usus besar. Kesemuanya jelas menunjukan minyak jarak bermanfaat besar untuk pencernaan.

Hal ini dijelaskan dengan lebih mendetil dalam laman Naturopathic Doctor News and Review pada tahun 2014 dalam ulasannya bertajuk “An Age Old Remedy Provides Powerful Pain Relief”.

Baca juga:  Apa Sebenarnya Fungsi Usus Buntu?

Anda bisa manfaatkan minyak jarak sebagai kompress pada area perut kanan bawah untuk meredakan nyeri. Juga bisa Anda konsumsi setidaknya 2 sendok makan setiap hari untuk membantu pengobatan secara oral.

4. Jahe

Menurut 10Homeremedies, dijelaskan jahe juga berperan besar membantu mengatasi keluhan penyakit usus buntu. Dalam catatan Journal of Medicinal Food tahun 2005 diungkap betapa tingginya manfaat anti inflamasi dalam jahe. Selain itu dalam catatan University of Maryland Medical Center juga diungkap bahwa jahe bekerja mengatasi efek kembung, perut nyeri, mual dan dorongan muntah yang kerap muncul pada pengidap penyakit usus buntu.

Anda bisa mendapatkan manfaat jahe dalam membantu mengatasi penyakit usus buntu dengan mengonsumsi teh jahe setidaknya 1 – 2 kali sehari setiap hari. Cara menggunakan minyak jahe sebagai kompress pada area perut juga bisa Anda jajal.

Dengan terapi rumahan ini, Anda bisa meredakan rasa nyeri hebat yang muncul bersamaan dengan kambuhnya peradangan pada usus buntu. Membantu mengatasi kondisi yang berasal dari peradangan seperti efek mual, demam dan keluhan sembelit. Selain juga membantu mengatasi peradangan itu sendiri, meningkatkan perlawanan tubuh terhadap serangan bakteri dengan memperbaiki imunitas serta menstimulasi regenerasi sel pada jaringan usus buntu yang rusak.

Masih ingin mendapatkan terapi-terapi lain ala rumahan untuk membantu Anda mengatasi penyakit usus buntu? Anda bisa mendapatkan informasi lanjutan mengenai pengobatan tradisional penyakit usus buntu ini di artikel selanjutnya: Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu—Bagian 2.

Advertisement
Alinesia