Peradangan Kulit: Dermatitis Kontak, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Dermatitis Kontak? Ini adalah penyakit kulit yang terjadi karena bersentuhan dengan sesuatu yang mengandung zat pemicu alergi (alergen) misalnya, karena menyentuh tanaman beracun (Toxicodendron radicans) yang mengandung urushiol. Penyakit ini tidak membahayakan jiwa dan tidak menular—hanya saja menimbulkan dampak yang tidak nyaman saat sedang beraktivitas.

Penyebab Dermatitis Kontak

Bicara soal penyebab Contact Dermatitis, tampaknya cukup kompleks bergantung jenisnya misalnya:

Irritant contact dermatitis seringkali disebabkan oleh kontak dengan larutan pembersih, alkohol, pemutih, produk kosmetik, sabun, deodoran, serbuk kayu, atau tanaman Burdock.

Allergic contact dermatitis yang terjadi karena zat yang masuk kedalam tubuh seperti makanan, zat perasa, dan obat-obatan. Beberapa perhiasan dari nikel, pewarna rambut, dan tato kulit juga dapat menimbulkan reaksi alergi.

Systemic contact dermatitis yang terjadi karena obat-obatan ataupun prosedur perawatan gigi.

Photoallergic contact dermatitis timbul karena produk tabir surya yang bereaksi saat terkena sinar matahari.

Beberapa jenis pekerjaan seperti; pengrajin logam, pekerja konstruksi, penata rambut, petugas kesehatan, tukang kebun, koki, dan penyelam beresiko mengalami alergi yang disebut juga Occupational contact dermatitis.

Gejala Dermatitis Kontak

Bila Anda merasa gatal, muncul lepuhan yang menimbulkan kerak dan terasa panas seperti terbakar disertai nyeri, lalu membengkak. Kulit tampak tebal, kering, dan bersisik. Ini terjadi pada area tubuh yang terkena langsung oleh pemicu alergi dan sifatnya lokal. Ruam yang timbul biasanya mulai dalam beberapa menit atau jam dan berlangsung antara 2 sampai 4 minggu—ini bergantung pada seberapa kuat dan lamanya kontak dengan alergen.

Segera bawa pasien ke dokter jika keluar nanah yang menandakan terjadinya infeksi pada luka yang disertai demam. Selain itu waspadalah jika ruam mulai merusak selaput lendir pada mulut dan saluran pencernaan; juga timbul rasa sakit atau radang pada mata, hidung, dan paru-paru.

Baca Juga:  Peradangan Kulit: Dermatitis Stasis, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Pengobatan Dermatitis Kontak

Hal ini dilakukan dengan penggunaan krim steroid yang harus diperoleh berdasarkan resep dokter. Adapula obat yang disebut dengan inhibitor kalsineurin yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan hanya digunakan saat pengobatan lain tidak berhasil mengatasi penyakit ini, karena dapat menimbulkan efek samping. Food and Drug Administration telah memberikan peringatan terhadap penggunaan obat tersebut karena dicurigai sebagai salah satu penyebab kanker kulit.

Antibiotik yang diminum untuk mengurangi infeksi bakteri pada kulit. Obat antihistamin yang diminum juga membantu mengatasi gatal. Sedangkan obat kortikosteroid yang diminum diberikan guna mengurangi peradangan, namun tidak dapat digunakan dalam jangka panjang karena efek samping yang serius.

Pencegahan Dermatitis Kontak

Hindari pemicu iritasi dan alergi, jika Anda telah terkena zat tersebut cobalah untuk mencucinya dengan sabun yang tidak mengandung pewangi, lalu bilas hingga tuntas. Cuci seluruh pakaian ataupun barang-barang yang dicurigai ikut terkena alergen. Waspadalah terhadap binatang peliharaan yang dibiarkan berkeliaran, karena turut membawa alergen.

Gunakan sarung tangan pelindung dan perlengkapan keselamatan sewaktu berurusan dengan zat kimia, sekalipun itu produk pembersih rumah tangga. Gunakan krim pelindung yang mengandung Bentoquatam (IvyBlock) dan pelembab sebagai perlindungan tambahan bagi kulit Anda.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}