Peradangan Kulit: Dermatitis Stasis, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Stasis Dermatitis? Ini adalah penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem peredaran darah, khususnya pembuluh darah vena pada bagian bawah tungkai kaki. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan yang turut menurunkan kualitas hidup pasien. Pembuluh darah vena normal akan bekerja dengan mengembalikan aliran darah menuju jantung, namun karena terjadi gangguan atau penyumbatan ini menyebabkan menghitamnya kulit pada area yang bermasalah.

Penyebab Dermatitis Stasis

Stasis Dermatitis hanyalah salah satu dampak dari gangguan pembuluh darah vena seperti; varises dan gagal jantung kongestif. Kekuatan pembuluh vena dapat melemah seraya bertambahnya usia, selain itu penyebab lain yang turut menghasilkan stasis dermatitis adalah pembekuan darah pada kaki.

Penyakit ini lebih beresiko pada seorang wanita yang usianya mencapai 50 tahun, sedang hamil, mengidap hipertensi, varises vena, gagal ginjal, dan insufisiensi vena kronis.

Gejala Dermatitis Stasis

Selain muncul bercak warna hitam-kebiruan pada tungkai kaki, pasien juga merasakan nyeri pada betis atau seperti ditekan, rasa nyeri ini akan semakin menjadi saat Anda mencoba untuk berdiri disertai dengan pembengkakan dan gatal pada area yang terinfeksi.

Jika Anda mencoba menggaruknya, permukaan kulit akan tampak retak dan keluar cairan dari bekas luka yang dihasilkan. Kulit Anda lama kelamaan akan menghitam, tebal, dan mengeras (lipodermatosclerosis). Pada tahap akhir kulit akan rusak dan menghasilkan borok terutama pada pergelangan kaki bagian dalam.

Rasa pegal dan nyeri ini seringkali memancing keinginan untuk memijatnya, hanya saja ini malah menimbulkan kerusakan lebih lanjut seperti pecahnya pembuluh darah. Untuk mendapatkan bantuan medis yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter ketika gejala ini timbul.

Pengobatan Dermatitis Stasis

Anda tidak dapat menganggap bahwa penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, jika kondisi medis ini tidak segera diobati dampaknya dapat lebih parah, misalnya; borok kronis pada kaki, infeksi tulang (osteomyelitis), infeksi kulit karena bakteri, dan bekas luka yang sifatnya permanen.

Maka pengobatan dapat berupa pemberian obat antihistamin sebagai pereda rasa gatal dan antibiotik guna menghambat terjadinya peradangan tahap lanjutan. Beberapa krim atau kompres dengan cairan khusus yang mengandung larutan asam borat 3% (harus berdasarkan anjuran dokter) juga dapat dilakukan pada luka basah. Jika luka sudah mengering dapat menggunakan salep kortikosteroid (harus sesuai dengan petunjuk penggunaan), karena memiliki efek samping.

Pencegahan Dermatitis Stasis

Hal ini dapat dicegah dengan cara menghindari tekanan berlebih pada tungkai kaki yang memaksa kaki untuk bekerja terlalu keras, sehingga timbul pembengkakan. Hindari berdiri terlalu lama dan berat badan berlebih yang menyebabkan nyeri. Hindari aktivitas apapun yang dapat memicu pembengkakan kaki.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}