Daging Tumbuh: Info Penting Seputar Pertumbuhan di Kulit


By Cindy Wijaya

Apakah Anda punya daging tumbuh di bagian tubuh tertentu? Ciri-ciri daging tumbuh biasanya berupa tonjolan kecil yang menggantung di kulit. Ada orang yang memiliki beberapa tonjolan semacam itu di kulitnya. Jika Anda juga memilikinya, mungkin Anda penasaran apa penyebab daging tumbuh dan bagaimana cara menghilangkan daging tumbuh itu.

Dalam artikel ini akan dibahas info-info penting seputar daging tumbuh: ciri-ciri, penyebab, dan cara menghilangkan daging tumbuh. Di bagian akhir, jangan lewatkan ulasan tentang herbal dan bahan alami yang efektif untuk menghilangkan daging tumbuh.

Apa Itu Daging Tumbuh?

Daging tumbuh, atau skin tag, adalah tonjolan di kulit yang tidak bersifat kanker. Tonjolan ini terbuat dari pembuluh-pembuluh darah dan kolagen, yang dilapisi oleh lapisan luar kulit. Skin tag menempel ke kulit dengan semacam tangkai kecil yang disebut peduncle.

Skin tag biasanya muncul di leher dan tempat-tempat lain dimana ada lipatan kulit. Contohnya di ketiak, selangkangan, paha, kelopak mata, dan area di bawah payudara.

Mereka yang sudah berusia lanjut biasanya lebih banyak memiliki daging tumbuh di kulit. Beruntung, tonjolan-tonjolan ini gampang dihilangkan. Jika Anda meminta dokter untuk menghilangkannya, biasanya hanya butuh satu kali operasi kecil.

Mitos Seputar Skin Tag

  • Skin tag bisa berubah jadi kanker: Tonjolan-tonjolan kecil ini hampir tidak pernah berubah jadi kanker dan tidak perlu dihilangkan. Faktanya, mereka hampir tidak pernah menimbulkan bahaya.
  • Menghilangkan satu skin tag akan memunculkan yang lain: Satu tonjolan tidak berhubungan dengan tonjolan yang lain. Memang ada kemungkinan skin tag muncul lagi setelah dihilangkan, tapi dokter bisa membantu Anda mencegahnya.
  • Skin tag tidak bisa dicegah: Sebenarnya, tonjolan-tonjolan daging kecil ini sering dimiliki oleh orang yang gemuk dan juga pada penderita diabetes. Pada dasarnya, skin tag bisa dicegah bila mengupayakan gaya hidup dan pola makan sehat.
  • Skin tag bisa menular: Skin tag tidak menular. Anda tidak akan terkena masalah kulit ini hanya karena pernah bersentuhan dengan orang yang punya skin tag.

Bagaimana Ciri-Ciri Daging Tumbuh?

Ciri-ciri daging tumbuh yang utama adalah peduncle­-nya. Itu adalah semacam tangkai kecil yang menempelkan skin tag ke kulit.

ciri-ciri daging tumbuh - penyebab daging tumbuh - cara menghilangkan daging tumbuh

Dari segi ukuran, ciri-ciri daging tumbuh berukuran kecil, biasanya kurang dari 2 mm. Kadang ada yang bisa terus tumbuh hingga beberapa cm.

Ketika disentuh tonjolan ini akan terasa lunak. Teksturnya mungkin terasa halus dan bentuknya bulat, atau mungkin berkerut dan bentuknya tidak beraturan. Ada skin tag yang bentuknya mirip butiran beras.

Dari segi warna, ciri-ciri daging tumbuh yaitu berwarna seperti daging. Warnanya mungkin terlihat lebih gelap dari kulit sekitarnya akibat hiperpigmentasi. Jika skin tag terpelintir, itu bisa berubah jadi hitam karena kekurangan aliran darah.

Baca Juga:  Peradangan Kulit: Dermatitis Stasis, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Apa Penyebab Daging Tumbuh?

Masih belum jelas apa penyebab daging tumbuh yang sebenarnya. Namun diduga bahwa gesekkan antar kulit menjadi salah satu pemicunya, sebab mereka banyak muncul di lipatan-lipatan kulit. Skin tag terbuat dari pembuluh-pembuluh darah dan kolagen yang dilapisi oleh lapisan kulit.

Berdasarkan sebuah jurnal penelitian berjudul Human papillomavirus and skin tags: Is there any association? (sumber: ijdvl.com) kemungkinan salah satu penyebab daging tumbuh adalah human papillomavirus (HPV). Penelitian itu menganalisa 37 buah skin tag dari berbagai lokasi di tubuh. Hasilnya menunjukkan bahwa DNA HPV ada di hampir 50% dari skin tag yang diperiksa.

Penelitian lain menunjukkan bahwa masalah resistensi insulin, yang memicu diabetes, juga menjadi penyebab daging tumbuh. Orang yang memiliki resistensi insulin tidak sanggup menyerap glukosa dari aliran darahnya dengan baik. Dalam jurnal penelitian itu, yang berjudul Association between skin tags and insulin resistance (sumber: scielo.br), kemunculan skin tag berkaitan dengan resistensi insulin.

Selain itu, masa kehamilan juga bisa menjadi pemicu skin tag. Itu mungkin disebabkan oleh perubahan hormon dan kenaikan berat badan selama kehamilan. Pada kasus-kasus yang jarang, kemunculan beberapa skin tag mungkin adalah tanda ketidakseimbangan hormon atau gangguan endokrin.

Daging tumbuh, atau skin tag, tidak menular. Kemungkinan ada faktor genetik yang menjadi penyebab daging tumbuh. Tidak jarang dalam satu keluarga ada beberapa orang yang sama-sama memiliki skin tag.

Periksa ke Dokter Jika…

Ada kondisi kulit lain seperti kutil dan tahi lalat yang mirip skin tag. Ada jenis-jenis tahi lalat yang bisa jadi tanda-tanda kanker kulit, jadi sebaiknya Anda lebih waspada jika memilikinya. Anda bisa memeriksakan skin tag yang mencurigakan ke dokter kulit untuk dipastikan apakah itu berbahaya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Daging Tumbuh?

Menghilangkan skin tag hanya perlu jika itu sudah mengganggu. Secara medis, cara menghilangkan daging tumbuh yaitu dengan operasi bedah kecil. Dokter akan memotong skin tag menggunakan pisau atau gunting khusus, membekukannya dengan nitrogen cair, atau menggunakan electrocautery (dibakar).

Bius lokal (misalnya dengan suntikan atau lidocaine atau krim anestesi topikal) dapat diberikan sebelum operasi menghilangkan skin tag yang berukuran cukup besar. Skin tag yang kecil biasanya dapat dioperasi tanpa obat bius.

Cara Menghilangkan Daging Tumbuh secara Alami

Ada orang-orang yang tidak ingin melakukan operasi untuk menghilangkan skin tag mereka. Sebenarnya ada alternatifnya, yaitu menggunakan bahan-bahan alami untuk mengatasinya. Namun pastikan Anda sudah membersihkan kulit di sekitar skin tag dengan sabun dan air hangat sebelum melakukan cara-cara di bawah ini.

Baca Juga:  Peradangan Kulit: Nummular Neurodermatitis, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Cuka Apel

Cuka apel dianggap sebagai bahan alami terbaik untuk obat daging tumbuh. Sifat asam yang dimilikinya dapat merusak sel-sel berlebih di skin tag dan membantu menghilangkannya. Berikut adalah cara menghilangkan daging tumbuh dengan cuka apel:

ciri-ciri daging tumbuh - penyebab daging tumbuh - cara menghilangkan daging tumbuh

  • Celupkan bola kapas ke cuka apel dan tempelkan langsung ke skin tag. Akan muncul rasa menyengat selama beberapa menit sampai rasa itu hilang.
  • Terus tempelkan bola kapas selama 3 – 4 jam, lalu lepaskan dan bilas dengan air hangat.
  • Lakukan cara ini setidaknya 3 kali sehari selama 2 – 4 minggu.

Catatan: Jika Anda punya kulit sensitif, encerkan dulu cuka apel dengan sedikit air. Untuk mencegah timbul bekas luka, oleskanlah minyak zaitun atau minyak vitamin E ke kulit secara teratur.

Minyak Jarak

Minyak jarak membantu menghancurkan dan menghilangkan skin tag tanpa meninggalkan bekas luka. Minyak ini juga mengandung banyak nutrisi bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.

ciri-ciri daging tumbuh - penyebab daging tumbuh - cara menghilangkan daging tumbuh

  • Buatlah salep dengan mencampurkan minyak jarak dan baking soda dengan perbandingan 2 : 1.
  • Anda boleh menambahkan beberapa tetes minyak lemon atau peppermint ke campuran salep itu.
  • Oleskan salep buatan ke skin tag.
  • Tutupi dengan perban dan biarkan sepanjang malam.
  • Di pagi hari, lepaskan perban dan bilas kulit dengan air hangat.
  • Lakukan cara ini setiap hari selama 2 minggu atau sampai skin tag hilang.

Bawang Putih

Bawang putih dapat membantu aneka jenis masalah kulit, termasuk skin tag. Diyakini bahwa kandungan enzim-enzim di dalamnya lah yang mampu menyusutkan ukuran skin tag. Berikut cara menghilangkan daging tumbuh menggunakan bawang putih:

ciri-ciri daging tumbuh - penyebab daging tumbuh - cara menghilangkan daging tumbuh

  • Tumbuk beberapa siung bawang putih sampai halus
  • Oleskan ke skin tag
  • Tutupi dengan perban dan biarkan semalaman
  • Di pagi hari, lepas perban dan bilas dengan air hangat
  • Lakukan ini setiap hari selama beberapa hari sampai skin tag hilang

Bila Anda memutuskan mengikuti cara alternatif seperti di atas, pastikan Anda tidak menarik-narik skin tag dengan jari tangan. Itu hanya akan menimbulkan luka dan bisa menyebabkan infeksi. Selain itu, bila tonjolan di kulit jadi berdarah, terasa gatal, atau berubah warna, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan apakah itu berbahaya.

Kesimpulan

Daging tumbuh, atau skin tag, adalah tonjolan di kulit yang tidak terasa sakit dan tidak bersifat kanker. Tonjolan di kulit itu berisi pembuluh-pembuluh darah dan kolagen, yang dilapisi dengan lapisan luar kulit. Skin tag menempel ke kulit dengan menggantung pada semacam tangkai kecil bernama peduncle.

Disamping itu, ciri-ciri daging tumbuh yang lain yaitu ukurannya kecil dan terasa lunak ketika disentuh. Teksturnya bisa terasa halus dan bentuknya bulat, atau terasa berkerut dan bentuknya tidak beraturan. Biasanya skin tag muncul di daerah lipatan kulit, seperti di ketiak, selangkangan, paha, kelopak mata, dan di bawah payudara.

Meskipun penyebab daging tumbuh masih belum diketahui, namun ada dugaan bahwa itu dipicu oleh kondisi diabetes, kegemukan, masa kehamilan, infeksi human papilomavirus (HPV), atau faktor genetik. Dan karena seringnya muncul di daerah lipatan kulit, maka kemungkinan itu juga disebabkan oleh gesekan antar kulit.

Untuk cara menghilangkan daging tumbuh, dokter biasanya akan melakukan operasi bedah kecil. Sebenarnya skin tag tidak perlu dioperasi jika itu tidak mengganggu Anda atau penampilan Anda, karena tonjolan itu tidak berbahaya. Dan Anda pun bisa mencoba menghilangkannya sendiri dengan bahan-bahan alami, seperti menggunakan bawang putih, cuka apel, atau minyak jarak.

Demikianlah ulasan info penting tentang daging tumbuh. Semoga Anda jadi tidak terlalu khawatir dengan kondisi di kulit ini. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan herbal hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}