Biang Keringat pada Orang Dewasa, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?


By Cindy Wijaya

Biang keringat adalah salah satu penyakit kulit yang banyak diderita orang Indonesia. Memang penyakit kulit ini tidak berbahaya, tapi gejala-gejalanya bisa sangat mengganggu. Tidak hanya bayi dan anak-anak, orang dewasa pun juga cukup sering mengalaminya.

Dalam artikel ini akan dikupas mengenai seperti apa gejala-gejalanya, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasi biang keringat pada orang dewasa.

Apa Itu Biang Keringat?

Biang keringat dalam bahasa kedokteran disebut sebagai miliaria. Ini adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh penyumbatan dan/atau peradangan pada saluran kelenjar keringat ekrin. Biang keringat sering terjadi pada iklim panas, lembap, atau tropis, pada pasien di rumah sakit, dan pada bayi baru lahir.

Berdasarkan tingkat penyumbatannya pada saluran kelenjar keringat, penyakit biang keringat dibagi menjadi tiga jenis:

Miliaria crystallina (sudamina) disebabkan oleh sumbatan pada saluran keringat yang dekat dengan permukaan kulit pada stratum korneum epidermis.

Miliaria rubra disebabkan oleh penyumbatan pada saluran keringat di lapisan kulit yang lebih dalam (mid-epidermis).

Miliaria profunda (anhidrosis tropis) disebabkan oleh keringat yang bocor dari kelenjar keringat ke lapisan tengah kulit (penyumbatan pada atau di bawah persimpangan dermoepidermal) setelah terjadinya miliaria rubra berulang kali.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Biang Keringat?

Memang biang keringat lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga dapat mengalaminya.

Jenis miliaria crystallina memengaruhi hingga 9% bayi baru lahir, dengan usia rata-rata 1 minggu. Jenis biang keringat ini juga dapat terjadi pada orang dewasa, disertai dengan demam.

Miliaria rubra adalah jenis biang keringat yang paling umum diderita. Ini terlihat pada anak-anak dan hingga 30% orang dewasa yang pindah ke lingkungan tropis atau tiba-tiba terpapar iklim panas dan lembap.

Meski biang keringat dapat berkembang dalam beberapa hari setelah tiba di daerah tropis, tapi sering kali butuh beberapa bulan untuk mencapai puncak gejala-gejalanya.

Jenis miliaria profunda jarang tejradi dan muncul pada pria dewasa.

Seperti Apa Gejala Biang Keringat pada Orang Dewasa?

Biang keringat pada orang dewasa biasanya terjadi di lipatan kulit dan di tempat pakaian bergesekan dengan kulit.

Gejala-gejala biang keringat pada orang dewasa dapat berbeda-beda tergantung pada jenis yang diderita. Berikut adalah gejala-gejalanya berdasarkan sumber Mayo Clinic:

Miliaria crystallina: Dicirikan dengan bentol-bentol kecil, bening, dan berisi cairan yang mudah pecah.

Miliaria rubra: Dicirikan dengan bentol-bentol kecil seperti lepuhan yang meradang dan terasa gatal atau menusuk pada area yang terkena. Kadang bentol-bentolnya berisi nanah.

Miliaria profunda: Dicirikan dengan bentol-bentol meradang yang keras, terasa sakit atau gatal yang tampak seperti kulit merinding dan bisa pecah.

Biang keringat pada orang dewasa biasanya bisa pulih sendiri dengan cara mendinginkan kulit dan menghindari panas yang menyebabkannya. Tapi sebaiknya periksa ke dokter jika gejala-gejalanya terus ada hingga berhari-hari, atau ruam di kulit terlihat bertambah parah.

Apa Penyebab Biang Keringat pada Orang Dewasa?

Penyebab biang keringat pada orang dewasa adalah tersumbatnya atau meradangnya saluran yang mengarah dari kelenjar keringat ke permukaan kulit. Hal ini lalu menghalangi pembukaan saluran keringat di permukaan kulit (pori-pori keringat).

Akibatnya keringat bukannya menguap, malah terperangkap di bawah kulit sehingga menimbulkan iritasi dan bentol-bentol di kulit.

Menurut DermNet ada beberapa faktor yang memperbesar risiko seseorang untuk mengalami biang keringat pada orang dewasa, yaitu:

  • Tinggal di lingkungan yang panas dan lembap
  • Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang intens
  • Mengalami demam
  • Memakai pakaian yang menyumbat pori-pori kulit
  • Berbaring di tempat tidur untuk waktu lama

Selain itu ada juga beberapa penyakit dan perawatan medis yang dikaitkan dengan penyakit biang keringat, antara lain:

  • Hiperhidrosis yang dipicu oleh obat
  • Reaksi negatif terhadap pengobatan seperti kemoterapi induksi
  • Sindrom Stevens-Johnson / nekrolisis epidermal toksik
  • Penyakit genetik (sindrom Morvan dan pseudohypoaldosteronism tipe 1)
  • Pengobatan radioterapi
Penyebab biang keringat pada orang dewasa adalah penyumbatan dan peradangan pada saluran kelenjar keringat, yang umumnya terjadi akibat udara panas dan lembap.

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Orang Dewasa

Cara mengatasi biang keringat pada orang dewasa biasanya cukup dengan menghindari panas dan lembap untuk mengurangi keringat dan iritasi pada kulit. Berikut tips-tips yang bisa dilakukan untuk menghindari keringat, menjaga kulit tetap dingin, dan mengurangi iritasi:

  • Mendinginkan diri di ruangan ber-AC selama beberapa jam.
  • Tidur di kamar tidur yang sejuk dan punya ventilasi yang baik.
  • Hindari iklim tropis atau cuaca lembap.
  • Tidak memakai pakaian yang berlebihan dan yang ketat.
  • Hindari penggunaan sabun yang berlebihan dan yang memicu iritasi.
  • Memakai kemeja dan blus yang terbuat dari kain atau katun sintetis, yang memungkinan kulit untuk ‘bernapas’.
  • Ganti pakaian yang basah atau lembap.
  • Kompres dengan air dingin dan mandi dengan air dingin.

Jika Anda periksa ke dokter, ia mungkin akan memberikan rekomendasi obat-obatan untuk cara mengatasi biang keringat pada orang dewasa. Obat-obatan itu mungkin terdiri dari: salep calamine, parasetamol (jika ada demam), salep steroid, dan antibiotik (jika terjadi infeksi).

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai biang keringat pada orang dewasa. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar topik kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}