Peradangan Kulit: Dermatitis Perioral, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Perioral Dermatitis? Ini adalah penyakit kulit yang menyerang wajah, khususnya daerah sekitar bibir. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita dengan usia antara 20 hingga 45 tahun. Penyakit ini memiliki kecenderungan untuk kambuh kembali, namun tidak mengancam nyawa pasien yang mengalaminya. Pengobatan yang tidak tepat dapat memperparah keadaan pasien.

Penyebab Dermatitis Perioral

Ada banyak faktor yang turut menyebabkan dan memperparah kondisi pasien, misalnya; penyalahgunaan obat yang mengandung steroid topikal dalam jangka panjang, penggunaan kosmetik yang mengandung petrolatum (parafin) atau isopropil myristate, terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang cukup lama, kehadiran bakteri (spirilla fusiformis dan candidada spesies), serta faktor hormon pra-menstruasi. Bahkan sisa pasta gigi setelah berkumur juga dapat memicunya.

Gejala Dermatitis Perioral

Ciri utama penyakit ini ditandai dengan munculnya pustule atau papul merah dan vesikel, terasa gatal serta panas. Bintil tersebut umumnya kecil, berukuran 1 hingga 2 mm dan bermula pada bagian lipatan dagu atau bibir bagian atas. Lalu, muncul warna kemerahan yang menyebar ke alis dan glabella (di antara alis bagian tengah – di atas hidung). Jika kondisi ini tidak segera diobati akan meninggalkan bekas luka permanen.

Pengobatan Dermatitis Perioral

Jika Anda berusaha untuk mengatasi gangguan yang diakibatkan oleh Perioral Dermatitis, sebaiknya hentikan pemakaian obat-obatan kosmetik. Penggunaan obat-obatan berikut dapat membantu, hanya saja penggunaannya harus berdasarkan anjuran dokter, mengingat keterangan lebih lanjut mengenai efek samping dan pengaruhnya terhadap kesehatan Anda hanya dapat diperoleh melalui konsultasi langsung.

Pada tahap pertama dapat menggunakan obat metronidazole, tetracycline, doxycycline, dan minocycline. Tahap kedua dilanjutkan dengan clindamycin, sulphur, azelaic acid, dan erythromycin. Obat-obat yang disebutkan hanyalah sebagai informasi tambahan bagi penderita Perioral Dermatitis, karena tidak selalu cocok bagi anak-anak ataupun ibu hamil.

Walaupun krim hidrokortison seringkali digunakan dalam mengobati peradangan kulit, Anda perlu menanyakan langsung bahaya penggunaan jangka panjang atau dampaknya jika Anda menghentikan pemakaian obat tersebut.

Pencegahan Dermatitis Perioral

Menjaga kebersihan wajah memanglah cara utama dalam mencegah timbulnya peradangan kulit ini, namun jika ini sudah menjangkiti Anda dan sedang menjalani perawatan medis. Ada baiknya untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.

Selama terapi atau perawatan yang Anda jalani, hindarilah penggunaan produk sabun dengan kandungan keras yang dapat mengiritasi kulit wajah atau penggunaan moisterizer dan krim. Saat membersihkan wajah hindari menggosoknya terlalu kuat.

Ada baiknya untuk menghindari pemikiran negatif yang memicu stres, karena terlalu lama menunggu hilangnya bercak atau lesi. Stres seperti ini dapat memperparah kondisi kesehatan bahkan memancing keputusan yang keliru saat memilih atau menjalani pengobatan. Hindari kebiasaan menggaruk ketika merasa gatal, agar tidak meninggalkan bekas luka yang dalam.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.