Peradangan Kulit: Seborrheic Dermatitis, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?


By Fery Irawan

Apa itu Seborrheic Dermatitis? Ini adalah penyakit kulit yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala atau disebut juga ketombe dan sering menimpa orang yang memiliki kulit dan rambut berminyak. Penyakit ini juga dapat menjangkiti area tubuh selain kepala, seperti: wajah, dada bagian atas, dan punggung.

Penyakit ini tidak selalu menandakan kurangnya kebersihan pribadi pada penderitanya, mengingat gejalanya cenderung kambuh-sembuh maka pengobatannya-pun bersifat jangka panjang dan rutin. Perlu diingat Seborrheic Dermatitis bukan penyakit menular, bila ini dialami oleh bayi atau anak-anak disebut juga Cradle cap.

Penyebab Seborrheic Dermatitis

Setidaknya ada tiga hal yang turut menciptakan kehadiran Seborrheic Dermatitis, yaitu; keberadaan jamur malassezia yang berkembang pada permukaan kulit berminyak, reaksi peradangan yang berkaitan dengan psoriasis (penyakit autoimun yang menyerang kulit), dan pengaruh pergantian musim atau cuaca.

Gejala Seborrheic Dermatitis

Bila Anda merasa gatal, muncul serpihan kulit atau ketombe yang menimbulkan kerak berwarna putih-keperakan hingga kuning-keemasan pada area yang meradang, dan kulit disekitarnya berwarna merah muda—ini merupakan ciri utama dari Seborrheic Dermatitis.

Rasa gatal yang menyengat ini terdapat pada kulit kepala. Pada kelopak mata juga dapat timbul pengerasan lapisan kulit yang disebut Blepharitis. Hubungi dokter jika beragam cara yang Anda coba tidak dapat menghentikan tumbuhnya ketombe atau bahkan rasa gatal dan serpihan ketombe semakin parah.

Pengobatan Seborrheic Dermatitis

Untuk mengatasi gangguan ketombe ada beberapa cara yang tentu harus Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis, misalnya: penggunaan salep, krim, atau sampo yang memiliki kandungan kortikosteroid. Hanya saja kandungan tersebut tidak dapat digunakan dalam jangka panjang, karena dapat menyebabkan penipisan kulit dan timbul bekas berupa garis-garis.

Baca Juga:  Peradangan Kulit: Dermatitis Kontak, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

Namun tidak hanya sampo dengan kandungan zat tersebut saja yang mampu mengatasi ketombe, sampo yang memiliki kandungan anti jamur seperti Ketoconazole juga cukup membantu. Selain itu obat inhibitor kalsineurin yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh juga digunakan sebagai alternatif terakhir, karena dicurigai dapat menimbulkan kanker.

Untuk pertolongan pertama tahap lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan krim anti-bakteri Metronidazole, sekali atau dua kali pakai dan lihat perkembangan sebelum melanjutkan pemakaiannya. Beberapa orang juga menerapkan metode terapi cahaya yang disertai dengan obat-obatan. Sekali lagi, artikel ini hanya menyajikan informasi dan tidak mempromosikan produk kesehatan manapun, sekalipun itu tertera dalam artikel ini.

Pencegahan Seborrheic Dermatitis

Menjaga kondisi kepala dan rambut tetap bersih adalah hal utama guna mengontrol perkembangan ketombe. Untuk dapat mencegah terjadinya kambuh-sembuh dari serangan jamur Malassezia, Anda perlu mendapatkan sinar matahari yang cukup dan penggunaan sampo yang tepat (sesuai dengan penyebab ketombe). Tentu saja tanpa kehadiran ketombe, Anda dapat lebih percaya diri.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}