Penyebab dan Gejala Diare

478

Diedit:

Diare diketahui menjadi salah satu gangguan kesehatan yang minimal akan dialami satu kali oleh setiap anak setiap tahunnya. Namun, penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini juga tidak menutup kemungkinan bisa dialami oleh orang dewasa.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit diare. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Alergi pada Makanan

    Adanya alergi pada makanan dapat menyebabkan seseorang mengalami diare. Misalnya saja tidak tahan pada laktosa atau lainnya. Bila pada tubuh anak-anak tidak memiliki atau hanya sedikit memiliki enzim laktose bisa jadi anak tersebut menjadi intoleransi pada laktosa. Sementara enzim laktose dibutuhkan untuk mencerna lakosa yang terkandung pada susu sapi. Berbeda halnya dengan ASI. Di dalam ASI terkadung enzim laktose dan terjamin kebersihannya karena diberikan langsung kepada anak tanpa mesti melalui proses seperti susu formula atau botol. Untuk itu, bagi ibu menyusui dianjurkan memberikan ASI ekslusif kepada bayinya dibanding memberi susu formula.

  • Mengonsumsi Pemanis Buatan

    Beberapa pemanis buatan diketahui ditambahkan pada produk olahan makanan atau permen karet. Misalnya pemanis buatan manitol dan sorbitol. Pengonsumsian permen karet dengan kandungan pemanis buatan tersebut bisa menimbulkan diare.

  • Infeksi Virus, Parasit, atau Bakteri

    Adapun di Indonesia sebagian besar kasus diare pada anak disebabkan karena adanya infeksi rotavirus. Mikroorganisme tersebut dapat menghambat proses penyerapan makanan pada usus halus yang menyebabkan makanan langsung masuk ke usus besar tanpa dicerna lebih dulu. Padahal makanan yang tidak dicerna cenderung menarik air dari dinding usus. Proses transit yang cukup singkat dan kilat menyebabkan penyerapan air oleh usus besar tidak sempat terjadi. Inilah mengapa tinja yang keluar didapati cair atau berair.

  • Mengonsumsi Obat-Obat Tertentu

    Faktor penyebab berikutnya bisa jadi karena pengonsumsian obat-obatan tertentu seperti antibiotik. Lebih tepatnya diare merupakan efek samping pengonsumsian antibiotik. Namun, hal ini tidak terjadi pada semua orang tetapi hanya beberapa orang yang memang lebih sensitif pada penggunaan obat.

Baca juga:  Cara Mengobati Diare secara Alami

Sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab seperti sakit perut, minum minuman beralkohol, kesalahan minum obat stress, atau keracuan jamur jenis tertentu. Setelah mengetahui beberapa penyebab di atas, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari penyebabnya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Akan tetapi, bila memang sudah terlanjur terjadi tentu perlu mendapat pertolongan segera. Pasalnya diare juga disertai dengan sejumlah gejala yang mesti diwaspadai. Kira-kira apa saja gejala yang menyertai penyakit ini?

Apa Sajakah Gejala-Gejala Diare?

Gejala diare yang sering muncul yaitu rasa mulas berlebihan dan berkepanjangan. Adapun mulas bisa pula disertai dengan gejala mual dan muntah. Gejala mual dan muntah bisa terjadi sebelumnya sebagai pertanya penyakit disebabkan karena infeksi virus. Selain itu, masih ada pula beberapa gejala spesifik lain sebagai berikut:

  • pegal pada area punggung
  • perut sering berbunyi
  • kram pada perut
  • nyeri otot
  • kejang
  • sakit kepala
  • flu dan demam
  • tubuh merasa lelah akibat kehilangan banyak potasium
  • dehidrasi atau kehausan karena tubuh kehilangan cairan
  • bercak darah saat buang air besar
  • sering buang air besar dalam wujud cairan dengan warna kehijauan dan terang

Satu kondisi yang mesti diwaspadai yaitu saat penderita didapati tidak mau minum dan sering muntah. Bila kondisi tersebut terus berlanjut dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi karena tidak ada cairan masuk untuk menggantikan cairan yang keluar. Pasalnya penyakit ini juga bisa menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit seperti kalium dan natrium.

Dehidrasi yang terjadi bisa bervariasi tingkatan. Mulai dari dehidrasi ringan yang ditandai dengan bibir kering, dehidrasi sedang yang menyebabkan kulit menjadi kisut, mata serta ubun-ubun menjadi cekung. Sementara dehidrasi tingkatan berat bisa berakibat fatal yang tidak jarang menyebabkan syok. Bila hal tersebut benar terjadi, maka dianjurkan untuk segera membawa ke rumah sakit guna mendapat pertolongan tepat.

Baca juga:  10 Makanan yang Harus Dihindari untuk Menghentikan Diare

Bagaimana Upaya Penanganan Diare?

Upaya penanganan pertama yang dapat diberikan pada penderita diare yaitu dengan memberikan banyak minum air putih. Cairan tubuh akan keluar berbarengan dengan buang air besar yang dikeluarkan. Sehingga asupan air putih dibutuhkan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Air putih sebaiknya diberikan 2 jam sekali sebanyak 2 ons. Bila tidak tubuh dapat menjadi lesu dan lemas.

Dalam hal ini air putih dapat pula digantikan dengan memberikan campuran oralit atau campuran air dan garam. Pada saat sakit hindari mengonsumsi makanan padat dan berserat seperti buah-buahan. Hindari pula minum susu atau olahan susu lainnya. Karena malah akan membuat penyakit semakin parah. Bila memang ingin makan buah disarankan memilih buah salah yang berkhasiat membuat tinja tidak encer.

Selain itu, guna mengurangi beberapa gejala penyakit yang muncul Anda bisa mengonsumsi cuka apel. Cukup ambil beberapa tetes cuka apel lalu campurkan dalam air putih. Aduk rata lalu minum segera. Cuka apel menjadi salah satu ramuan herbal tradisional yang ampuh meredakan gejala. Bila penyakit dan gejala tidak kunjung reda segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan tepat.

Demikian ulasan tentang sakit diare, penyebab, dan gejalanya. Kenali dan waspadailah gejala diare. Pasalnya penyakit ini bisa menjadi penyakit serius terutama bila terjadi pada anak-anak usia balita. Oleh karena itu, ingat juga upaya penanganan yang sudah dibahas di artikel ini agar Anda mengerti caranya memberikan pertolongan pertama. Sekian dan semoga bermanfaat bagi Anda.

Advertisement
Alinesia