10 Makanan yang Harus Dihindari untuk Menghentikan Diare

598
Shutterstock

Diedit:

Diare adalah masalah pencernaan yang sangat menyusahkan, apalagi kalau itu terjadi di saat Anda berada jauh dari toilet. Gangguan pencernaan ini menyebabkan BAB Anda jadi lunak, berair, dan mungkin lebih sering.

Walaupun diare biasanya hanya sebentar, tapi gejala-gejalanya bisa bertahan dalam waktu lama dan bahkan kadang-kadang menjadi lebih buruk.

Hal-hal sehari-hari seperti makanan, obat-obatan, dan stres dapat memengaruhi bagaimana tubuh Anda pulih dari masalah kesehatan. Dalam kasus diare, makanan yang Anda makan sangat berpengaruh—entah mempercepat penyembuhan atau justru memperburuk diare.

Makanan-makanan yang menyebabkan diare biasanya mengandung banyak bahan kimia, minyak, rempah-rempah, atau zat stimulan seperti kafein. Berikut adalah jenis-jenis makanan yang harus Anda hindari agar secepatnya menghentikan diare.

Susu

Kandungan lakotsa di dalam susu dan produk susu lunak lainnya, misalnya keju cottage, keju krim, es krim, dan krim asam, adalah makanan yang tidak mampu ditangani oleh usus Anda jika sedang diare. Kalau Anda terlalu banyak mengonsumsi laktosa, itu akan masuk ke usus besar, lalu memperburuk masalahnya.

Akan tetapi, Anda bisa menenangkan sistem pencernaan Anda dengan mengonsumsi yogurt dan keju keras, karena mereka hanya sedikit atau sama sekali tidak mengandung laktosa.

Jika Anda memiliki intoleransi laktosa, memakan yang mengandung laktosa hampir pasti selalu membuat Anda diare. Gejala lain dari intoleransi laktosa antara lain kentut, kram, kembung, dan bau mulut. Untuk mengatasi diare akibat intoleransi laktosa, hindarilah susu dan semua produk susu lain.

Cabai

Makanan lain yang dapat memperparah diare adalah cabai. Senyawa capsaicin di dalamnya diketahui dapat menyebabkan diare.

Senyawa tersebut mengiritasi lapisan lambung selama proses pencernaan, yang berakibat pada diare dan juga gas berlebih, kembung, dan sensasi terbakar di perut Anda. Baik biji maupun kulit dari cabai dapat mengganggu sistem pencernaan Anda yang sedang lemah.

Sebuah penelitian tahun 2007 yang diterbitkan di Neurogastroenterology & Motility mendapati bahwa proses mencerna cabai menghasilkan lebih banyak rasa sakit dan sensasi terbakar di perut pada penderita diare akibat sindrom iritasi usus besar dibandingkan pada orang-orang yang sehat.

Kopi

Anda harus berhenti minum kopi selagi menderita diare. Kafein dalam kopi dapat mengencerkan BAB. Juga, kafein memiliki efek diuretik yang akan memperparah dehidrasi akibat diare.

Baca juga:  Obat Diare untuk Sembuhkan Diare Menyiksa

Sebagai penggantinya, Anda bisa coba minum teh herbal yang terbuat dari jahe atau peppermint. Teh herbal tanpa kafein tersebut sangat bagus untuk membantu menenangkan sistem pencernaan Anda yang sedang bermasalah.

Bukan cuman kopi, Anda juga perlu menghentikan sementara konsumsi apa pun yang mengandung kafein, seperti minuman soda, sampai masalah perut Anda sudah selesai. Kalau tidak, kafein akan mengiritasi saluran pencernaan lalu memperparah kehilangan cairan dan elektrolit.

Alkohol

Sewaktu menderita diare atau masalah perut lainnya, jangan coba-coba minum alkohol. Alkohol adalah racun bagi lapisan lambung dan juga dapat mengubah metabolisme hati Anda. Minum alkohol terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan pencernaan, yang tentunya menghambat penyembuhan diare.

Juga, alkohol menghambat proses rehidrasi dan memicu kehilangan cairan, yang pastinya memperparah masalah yang sudah ada. Selain itu, alkohol juga kadang-kadang mengganggu kinerja obat-obatan yagn Anda minum untuk menghentikan diare.

Polong-polongan

Dalam daftar makanan yang harus dihindari untuk menghentikan diare, Anda harus masukkan kacang polong. Entah Anda makan kacang kedelai, kacang lima, atau kacang polong, jenis polong-polongan ini akan berpindah ke usus kecil dan memasuki usus besar tanpa dicerna.

Polong yang belum dicerna adalah salah satu penyebab utama perut kembung maupun diare. Polong-polongan juga tinggi lektin, sejenis protein yang menyebabkan peningkatan inflamasi pada usus Anda.

Untuk menghentikan diare, sebaiknya jangan dulu makan polong-polongan. Tetapi jika diare sudah berhenti dan supaya tidak kambuh, Anda bisa memakan polong-polongan bersama dengan makanan lain yang mengandung banyak serat.

Pemanis Buatan

Makanan lain yang memicu diare adalah pemanis buatan seperti sorbitol, mannitol, dan xylitol, yang umum ditemukan pada permen, permen karet, dan obat tanpa gula.

Pemanis ini diserap lebih lambat daripada gula biasa. Mereka bisa mencapai usus besar tanpa dicerna, sehingga menyebabkan diare. Selain itu, bakteri pada lambung akan memakan pemanis tersebut dan menghasilkan lebih banyak gas.

Jika Anda sering mengalami masalah perut seperti diare, pastikan selalu baca dulu label nutrisi pada produk makanan sebelum membelinya untuk menghindari pemanis buatan.

Kacang-kacangan

Kacang dan buah yang dikeringkan kaya akan kandungan serat tak larut yang dapat memperburuk gejala-gejala diare.

Kacang-kacangan susah dicerna dan dapat mengiritasi lapisan usus Anda, terutama ketika Anda menderita sakit perut. Makanan tersebut juga bisa menyebabkan perut kembung.

Baca juga:  Kenapa Makanan Pedas Menyebabkan Anda Diare?

Untuk mengatasi diare, Anda bisa mengganti kacang dan buah kering bersama dengan camilan sehat lain, misalnya wortel atau pisang kukus, yang bisa menenangkan perut Anda.

Daging Merah

Daging merah adalah sumber nutrisi yang sangat baik, tapi butuh waktu lama untuk mencernanya. Konsumsi daging merah juga meningkatkan kadar protein C-reaktif dan ferritin, keduanya adalah zat kimia pemicu inflamasi. Inflamasi pada saluran pencernaan akan memperparah diare.

Di sisi lain, daging merah juga dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), kanker, dan diabetes, yang adalah penyakit yang dapat dipicu oleh inflamasi.

Jadi untuk menghentikan diare, hentikan dulu konsumsi daging merah dan cari pengganti makanan sumber protein lain.

Buah-buahan Citrus

Buah citrus termasuk jeruk, nanas, beri, kismis, dan anggur bisa menambah masalah saat sedang menderita diare.

Hal ini khususnya terjadi jika ada masalah penyerapan gula fruktosa dari buah, yang dapat menyebabkan BAB jadi lunak. Anda bisa mengganti dengan konsumsi buah lain, misalnya pisang.

Sayuran Kubis

Kalau Anda sedang diare, memakan sayuran kubis seperti brokoli, kembang kol, dan kubis dapat memperparah kondisi Anda.

Sayuran tersebut mengandung karbohidrat kompleks yang sulit untuk dicerna. Juga, mereka memiliki serat tak larut yang akan menyulitkan penyembuhan sistem pencernaan Anda.

Disamping sayuran kubis, Anda juga perlu membatasi konsumsi bawang, bawang merah, daun bawang, dan asparagus.

Tips Mengatasi Diare

Selain menghindari konsumsi makanan-makanan penyebab atau yang memperparah diare, Anda bisa mengatasi diare beserta gejala-gejalanya dengan beberapa tips sederhana berikut.

  • Makanlah makanan yang membantu mengurangi inflamasi dan mengembalikan lingkungan bakteri sehat di dalam saluran pencernaan, termasuk kentang, nasi putih, pasta, oatmeal, susu almond, telur, bubur sayuran, salmon, pisang, pepaya, ayam, alpukat, dan selada mentega.
  • Makanlah dalam porsi-porsi kecil setiap 3 – 4 jam sekali dan hindari makan porsi besar untuk membantu meringankan gejala-gejala diare.
  • Minumlah banyak air atau larutan oralit. Ketika menderita diare parah, Anda rentan mengalami dehidrasi.

Jika diare yang Anda alami masih belum parah, mungkin Anda tidak perlu minum obat apa pun. Atau mungkin Anda hanya perlu minum obat diare yang dijual bebas di toko-toko obat atau apotik, yang biasanya tersedia dalam bentuk sirup atau tablet. Pastikan selalu ikuti petunjuk pada label kemasan obat.

Karena terus-menerus BAB, area dubur Anda mungkin jadi terasa sakit. Dan bisa saja muncul keluhan gatal, perih, atau rasa sakit ketika BAB. Untuk mengatasinya, cobalah mandi air hangat. Setelah mandi, tepuk-tepuk area dubur dengan handuk bersih dan lembut. Bisa juga oleskan salep krim untuk wasir atau petroleum jelly ke area yang terasa sakit.

Selagi berupaya menghentikan diare, Anda juga perlu perhatikan bagaimana perkembangan gejala-gejalanya. Disarankan untuk segera periksa ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda seperti; darah atau warna kehitaman pada tinja, demam tinggi atau lebih dari 1 hari, diare lebih dari 2 hari, mual atau muntah parah sehingga Anda dehidrasi, dan sakit parah di perut atau dubur. Keluhan-keluhan tersebut harus ditangani oleh pihak medis agar tidak semakin memburuk.