Pentingnya Sarapan Pagi: Bolehkah Kita Melewatkan Sarapan?


By Cindy Wijaya

Ada yang bilang sarapan itu adalah waktu makan yang paling penting dalam satu hari. Apa benar begitu? Pada praktiknya, banyak orang yang biasa tidak sarapan ternyata sehat-sehat saja, dan banyak yang biasa sarapan tapi tidak terlalu sehat. Jadi sebenarnya seberapa pentingnya sarapan pagi itu? Adakah akibat tidak sarapan pagi? Dan apa manfaat sarapan pagi teratur?

Orang-orang sudah dari dulu menganggap sarapan pagi itu sangat penting, dan berbagai lembaga kesehatan pun merekomendasikan agar kita sarapan. Dikatakan bahwa sarapan membantu kita menurunkan berat badan, dan melewatkannya dapat meningkatkan risiko obesitas.

Namun, bukti dari penelitian-penelitian terbaru mulai mempertanyakan rekomendasi umum itu. Jadi dalam artikel ini mari kita cari tahu tentang pentingnya sarapan pagi. Apakah akibat tidak sarapan pagi bisa bikin kita gemuk, atau bikin kita lebih tidak sehat daripada yang terbiasa sarapan?

Terbiasa Sarapan Bantu Kita Punya Kebiasaan Hidup yang Baik

Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang biasa sarapan pagi cenderung lebih sehat. Contohnya, banyak dari mereka tidak sampai kegemukan atau obesitas, dan punya risiko lebih rendah untuk menderita penyakit kronis. Karena itulah banyak ahli mengklaim pentingnya sarapan pagi untuk kita.

Namun penelitian-penelitian itu tidak membuktikan bahwa penyebab orang yang sarapan cenderung lebih sehat apakah benar-benar dari sarapannya. Ada kemungkinan mereka sebenarnya punya kebiasaan gaya hidup sehat lain yang membuat mereka lebih sehat.

Misalnya, orang yang sarapan juga cenderung mengonsumsi makanan yang lebih sehat, yang mengandung banyak serat dan zat gizi mikro.

Di sisi lain, orang yang tidak sarapan cenderung lebih banyak merokok, minum lebih banyak kopi, dan lebih sedikit berolahraga.

Mungkin inilah penyebab kenapa orang yang sarapan rata-rata lebih sehat. Dan sayangnya, mungkin tidak ada hubungannya dengan sarapan itu sendiri.

Pada kenyataannya, penelitian-penelitian yang berkualitas lebih tinggi (disebut uji coba terkontrol secara acak) memperlihatkan bahwa tidak jadi masalah apakah kita sarapan atau melewatkan sarapan.

Pentingnya sarapan pagi adalah karena itu cenderung membuat kita punya kebiasaan-kebiasaan sehat lain, bukan karena sarapan itu sendiri.

Sarapan Tidak Bikin Kita Punya Metabolisme Tinggi

Beberapa orang mengklaim bahwa sarapan “mendongkrak” laju metabolisme tubuh, tapi ini hanya anggapan tanpa dasar.

Mereka mungkin mengacu pada efek termal dari makanan, yaitu peningkatan kalori yang terbakar yang terjadi setelah kita makan.

Namun, yang penting bagi metabolisme adalah jumlah total makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Tidak ada bedanya kapan, atau seberapa sering, kita makan.

Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada kalori yang terbakar dalam waktu 24 jam di antara orang yang sarapan atau yang tidak sarapan.

Anggapan pentingnya sarapan pagi untuk meningkatkan laju metabolisme tidaklah benar. Tidak ada bedanya pada jumlah kalori yang dibakar tubuh kita sepanjang hari jika kita sarapan atau tidak sarapan.

Kenaikan Berat Badan Bukanlah Akibat Tidak Sarapan Pagi

Seperti sudah disinggung, orang yang tidak sarapan dikatakan cenderung lebih gemuk daripada yang biasa sarapan.

Ini kedengarannya aneh, karena kenapa tidak makan malah membuat berat badan bertambah? Nah, ada yang mengklaim bahwa melewatkan sarapan menyebabkan kita menjadi sangat lapar sehingga kita makan berlebihan di waktu makan selanjutnya.

Meski tampaknya masuk akal, tapi ini tidak didukung oleh bukti. Memang benar akibat tidak sarapan pagi membuat kita jadilebih lapar dan makan lebih banyak saat makan siang. Tetapi biasanya tidak sampai mengimbangi jumlah makanan yang dilewatkan saat sarapan.

Faktanya, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa melewatkan sarapan justru mengurangi asupan kalori secara keseluruhan hingga 400 kalori per hari.

Bukti penelitian itu lebih masuk akal, sebab kita secara sepenuhnya melewatkan satu kali waktu makan setiap hari.

Dan telah dilakukan uji coba terkontrol secara acak melalui penelitian berkualitas tinggi. Penelitian dilakukan selama 4 bulan yang membandingkan antara kelompok sarapan dan kelompok tidak sarapan pada 309 pria dan wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Hasilnya setelah 4 bulan, tidak ada perbedaan berat badan di antara dua kelompok itu. Jadi pentingnya sarapan pagi tidak akan membuat kita lebih langsing, dan tidak sarapan pagi tidak membuat kita lebih gemuk.

Hasil ini juga didukung penelitian-penelitian lain mengenai efek kebiasaan sarapan pada penurunan badan. Melewatkan waktu sarapan tidak memiliki efek yang terlihat pada berat badan.

Penelitian-penelitian yang dilakukan dengan baik menunjukkan bahwa kenaikan berat badan bukanlah akibat tidak sarapan. Memang tidak sarapan membuat kita makan lebih banyak di jam makan siang, tetapi biasanya tidak sampai mengimbangi jumlah makanan yang dilewatkan waktu sarapan.

Ada Manfaat Sarapan Pagi Teratur

Rekomendasi umum tentang pentingnya sarapan pagi ada benarnya juga. Berdasarkan penelitian-penelitian observasional, berikut adalah sejumlah manfaat sarapan pagi yang paling teratas:

  • Membantu untuk punya lebih banyak energi sejak pagi hari.
  • Makan pagi yang mengandung serat membantu untuk menambah asupan serat harian, yang akan menurunkan kadar kolesterol.
  • Membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
  • Membantu untuk menjadi lebih waspada, lebih fokus, dan lebih merasa senang.

Akan tetapi perlu diingat bahwa manfaat sarapan pagi teratur dapat berbeda-beda pada setiap orang. Tidak setiap orang yang sarapan mendapat manfaat tersebut, mungkin karena tergantung pada kebiasaan gaya hidup lain yang dilakukan orang tersebut.

Dan yang tidak kalah penting adalah jenis sarapan yang kita makan. Tidak usah sampai makan yang banyak, porsi kecil saja asalkan itu bergizi seimbang sudah cukup. Jangan sarapan biskuit, kue, donat atau makanan tidak sehat lainnya. Pilihlah menu sarapan yang punya karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.

Karbohidrat memberi kita energi langsung dan protein akan memberikan energi untuk waktu selanjutnya. Serat membuat kita merasa kenyang lebih lama. Beberapa pilihan sarapan sehat yang bisa dipertimbangkan: oatmeal, telur, susu, buah-buahan, dan biji-bijian (serealia) utuh.

Ada beberapa manfaat sarapan pagi teratur, misalnya kita mungkin jadi punya lebih banyak energi sejak pagi, punya kadar kolesterol yang lebih stabil, dan jadi lebih konsentrasi. Tetapi jenis sarapan yang dimakan haruslah yang bergizi seimbang.

Ada Juga Manfaat dari Tidak Sarapan

Kita sudah sering mendengar bahwa ada manfaat sarapan pagi teratur. Tapi pernahkah Anda mendengar manfaat dari tidak sarapan?

Melewatkan sarapan adalah bagian umum dari metode puasa kesehatan yang selang-seling (intermittent). Salah satunya metode 16/8, yang terdiri dari puasa semalaman selama 16 jam diikuti dengan jeda makan 8 jam.

Jeda makan ini biasanya berkisar dari jam makan siang hingga makan malam, yang berarti melewatkan waktu sarapan setiap hari.

Puasa selang-seling telah dibuktikan efektif untuk mengurangi asupan kalori, meningkatkan penurunan berat badan, dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

Namun, penting untuk dicatat bahwa puasa selang-seling dan/atau melewatkan sarapan tidaklah cocok untuk semua orang. Sebab efeknya bervariasi pada masing-masing orang.

Beberapa orang mungkin mengalami manfaat dari tidak sarapan pagi secara teratur, sedangkan orang-orang lain mungkin mengalami sakit kepala, gula darah turun, kurang konsentrasi, bahkan pingsan.

Melewatkan sarapan adalah bagian dari metode puasa kesehatan yang selang-seling (intermittent), contohnya metode puasa 16/8. Jadi ada manfaat dari tidak sarapan, sama seperti ada manfaat sarapan pagi teratur.

Kesimpulan: Pentingnya Sarapan Pagi Adalah Pilihan Pribadi

Rupanya tidak ada yang “spesial” dari pentingnya sarapan pagi. Kemungkinan tidak jadi soal apakah kita sarapan atau tidak, selama kita terus makan dengan sehat di waktu-waktu makan berikutnya.

Sarapan tidak “mendongkrak” laju metabolisme dan melewatkannya tidak otomatis bikin kita lebih banyak makan dan menjadi lebih gemuk.

Itu hanyalah anggapan-anggapan umum yang sudah ditunjukkan tidak benar oleh penelitian-penelitian uji coba yang terkontrol dan secara acak.

Jadi jika ditanya apakah kita harus sarapan pagi? Berdasarkan bukti ilmiah yang terbaru, sarapan pagi adalah soal pilihan pribadi. Ada manfaat sarapan pagi teratur, tetapi ada juga manfaat tidak sarapan pagi.

Jika sarapan bermanfaat bagi Anda, maka silakan terus lanjutkan kebiasaan itu dan juga kebiasaan-kebiasaan sehat lainnya. Tetapi jika Anda sudah terbiasa tidak sarapan dan merasa sehat-sehat saja, maka tidak apa-apa untuk melewatkan sarapan.

Yang terpenting adalah kita masing-masing perlu membiasakan diri untuk punya gaya hidup sehat, yang utamanya terdiri dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, teratur berolahraga atau beraktivitas fisik, dan cukup tidur malam setiap hari.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang seberapa pentingnya sarapan pagi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan informatif lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Healthline. Is Skipping Breakfast Bad for You? The Surprising Truth. URL: https://www.healthline.com/nutrition/is-skipping-breakfast-bad

WebMD. Breakfast: Is It the Most Important Meal?. URL: https://www.webmd.com/food-recipes/breakfast-lose-weight

Cleveland Clinic. Do You Really Need to Eat Breakfast?. URL: https://health.clevelandclinic.org/do-you-really-need-to-eat-breakfast/

Insider. A good breakfast may boost weight loss and energy, but it’s not the most important meal of the day. URL: https://www.insider.com/is-breakfast-important

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>