Adakah Makanan Pantangan Saat Minum Antibiotik?


By Cindy Wijaya

Saat Anda terkena penyakit infeksi bakteri, misalnya demam tifoid (tipes) atau infeksi saluran kemih, Anda biasanya akan diresepkan dokter obat antibiotik untuk dihabiskan. Antibiotik adalah jenis obat yang kuat untuk melawan infeksi bakteri. Tapi kadang bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit perut dan hilang selera makan.

Untuk membantu mengurangi efek samping dan untuk menambah keefektifan dari fungsi obat ini, ada beberapa makanan yang baik saat minum antibiotik. Di sisi lain, ada juga makanan yang tidak boleh dimakan saat minum antibiotik.

Garis Besar Pembahasan:

  • Apa saja makanan yang baik saat minum antibiotik?
  • Apa saja makanan pantangan saat minum antibiotik?
  • Bagaimana cara minum antibiotik yang benar?

Apa Saja Makanan yang Baik Saat Minum Antibiotik?

Setiap orang punya triliunan bakteri dan mikroorganisme lain yang hidup di ususnya. Dalam bahasa medis mereka disebut sebagai mikrobioma usus. (Sumber: Medical News Today)

Antibiotik berfungsi melawan bakteri, sehingga dapat mengganggu keseimbangan bakteri dalam mikrobioma tersebut.

Mikrobioma usus bertugas menjaga sistem pencernaan tetap berfungsi dan membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus.

Apabila antibiotik mengganggu keseimbangan bakteri, Anda bisa mengalami efek samping seperti mual atau diare. Untuk meminimalkan efek samping itu, Anda bisa mengonsumsi probiotik dan prebiotik selama dan setelah minum antibiotik guna memulihkan keseimbangan bakteri di usus.

Makanan Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang umumnya disebut “bakteri sehat” atau “bakteri baik”. Mereka termasuk makanan yang baik saat minum antibiotik karena bantu mengurangi sebagian efek samping antibiotik, seperti perut kembung dan diare.

Meski penelitian seputar hubungan antara probiotik dan antibiotik masih belum cukup, namun bukti yang ada menunjukkan bahwa mengonsumsi probiotik adalah cara aman untuk mencegah diare akibat antibiotik. (Sumber: World Journal of Gastroenterology Vol. 20 No. 47)

Antibiotik bisa membunuh bakteri baik dalam probiotik, karena itu disarankan untuk memberi jarak beberapa jam antara konsumsi probiotik dan antibiotik.

Setelah menghabiskan seluruh antibiotik, mengonsumsi campuran probiotik juga dapat membantu mengembalikan keseimbangan mikrobioma.

Ilustrasi makanan yang baik saat minum antibiotik
Ilustrasi Makanan Probiotik (Photo by ninafirsova via Canva)

Prebiotik

Prebiotik adalah makanan bagi bakteri baik yang hidup dalam mikrobioma usus.

Memberi makan bakteri-bakteri baik sebelum dan setelah minum antibiotik bisa membantu mengembalikan keseimbangan dalam usus.

Beberapa makanan yang mengandung prebiotik dalam jumlah rendah antara lain:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Daun bawang
  • Asparagus

Produsen makanan juga kadang menambahkan prebiotik ke dalam produk makanan mereka, antara lain:

  • Yogurt
  • Susu formula bayi
  • Sereal
  • Roti

Dalam label kemasan makanan, kandungan prebiotik mungkin ditulis sebagai:

  • Galactooligosaccharide, atau GOS
  • Fructooligosaccharide, atau FOS
  • Oligofructose, atau OF
  • Chicory fiber
  • Inulin

Sebagian besar prebiotik merupakan jenis serat pangan. Karena itu kalau dikonsumsi dalam jumlah besar, bisa menyebabkan perut kembang atau gas berlebihan.

Kalau Anda ingin menambahkan prebiotik ke dalam menu makanan sehari-hari, ada baiknya lakukan secara perlahan agar perut punya waktu untuk beradaptasi.

Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi juga sumber bakteri baik, sehingga menjadi makanan yang baik saat minum antibiotik.

Semua makanan fermentasi mengandung mikroorganisme, tapi proses pemanasan atau penyaringan bisa membunuh bakteri baik.

Beberapa makanan fermentasi antara lain:

  • Tempe
  • Kimchi
  • Miso
  • Yogurt
  • Salami tradisional
  • Beberapa jenis keju
  • Acar timun asam segar

Sayur yang difermentasi, misalnya acar dalam stoples dan disimpan pada suhu ruangan, tidak mengandung kultur (bakteri) hidup.

Mikroorganisme tidak bisa bertahan hidup dalam proses pemanggangan apapun, jadi mereka tidak akan ada dalam makanan seperti roti sourdough.

Makanan yang mengandung organisme ini sering kali dituliskan memiliki “kultur hidup dan aktif” (live and active cultures) pada label kemasannya.

Serat

Serat bisa merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Tapi Anda sebaiknya menghindari makanan tinggi serat selama antibiotik belum habis, karena mereka bisa memengaruhi cara lambugn menyerap obat.

Setelah antibiotik habis, Anda bisa mengonsumsi serat untuk membantu mengembalikan bakteri-bakteri baik dan pencernaan yang sehat.

Makanan-makanan yang mengandung banyak serat antara lain:

  • Pisang
  • Buah beri
  • Kacang-kacangan
  • Polong-polongan
  • Biji-bijian
  • Brokoli
  • Buah-buahan
  • Sayuran

Meski makanan tinggi serat dianjurkan dihindari selama minum antibiotik, tapi Anda tetap boleh mengonsumsi makanan-makanan sehat seperti di atas. Hanya saja, atur waktu konsumsinya menjadi beberapa jam sebelum atau sesudah minum antibiotik.

Apa Saja Makanan Pantangan Saat Minum Antibiotik?

Di sisi lain ada makanan yang tidak boleh dimakan saat minum antibiotik, karena bisa mengganggu kerja dari obat tersebut. Makanan-makanan tersebut dapat memengaruhi caranya tubuh memecah antibiotik, memperlambat penyerapannya dalam tubuh, atau bahkan sepenuhnya menghalangi penyerapannya.

Limau Gedang (Grapefruit)

Buah limau gedang dan olahan jusnya menjadi makanan yang tidak boleh dimakan saat minum antibiotik. Artikel ulasan dalam Canadian Medical Association Journal Vol. 185 No. 4 menjelaskan bahwa buah ini dapat mengganggu proses pemecehan dan penyerapan antibiotik dalam tubuh dengan benar.

Dan sebenarnya, limau gedang dapat berinteraksi dengan banyak jenis obat, bukan hanya antibiotik. Jadi jika Anda sedang minum obat apapun, ada baiknya hindari dulu konsumsi limau gedang. Atau sebaiknya tanyakan pada dokter atau apoteker mengenai apakah boleh mengonsumsi limau gedang bersamaan dengan minum obat tertentu.

Ilustrasi makanan yang tidak boleh dimakan saat minum antibiotik
Buah Limau Gedang atau Grapefruit (Photo by margouillatphotos from Getty Images via Canva)

Makanan Tinggi Kalsium

Makanan yang mengandung banyak kalsium seperti susu dan olahannya, minuman atau makanan yang diperkaya kalsium, dan suplemen kalsium, sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan antibiotik.

Jika mengonsumsi kalsium bersamaan dengan antibiotik seperti tetracycline atau fluoroquinolone, obat tersebut dapat mengikat kalsium sehingga menghalanginya diserap oleh tubuh.

Ada baiknya beri jarak konsumsi setidaknya dua jam setelah minum antibiotik dan enam jam sebelum dosis berikutnya. Jadi makanan tinggi kalsium tidak benar-benar menjadi pantangan saat minum antibiotik, hanya saja harus diberi cukup jeda waktu antara konsumsinya.

Alkohol

Pada umumnya alkohol adalah pantangan saat minum obat apapun, bukan hanya saat minum antibiotik. Alkohol bisa memperburuk efek samping obat.

Dokter mungkin menyarankan untuk tidak minum alkohol jika mengonsumsi antibiotik metronidazole dan tinidazole.

Minum alkohol saat mengonsumsi obat tersebut dapat menyebabkan reaksi serius dan gejala-gejala seperti: mual, sakit perut, badan terasa panas, detak jantung cepat atau tidak teratur, sakit kepala, pusing, dan kantuk.

Anda sebaiknya menghindari alkohol selama 48 jam setelah menghabiskan semua dosis metronidazole dan selama 72 jam setelah menghabiskan tinidazole.

Bagaimana Cara Minum Antibiotik yang Benar?

Penggunaan antibotik yang benar dapat membantu Anda cepat pulih dari infeksi dan melindungi Anda dari risiko resistensi (kebal) terhadap antibiotik. Berikut adalah cara minum antibiotik yang benar saran dari lembaga kesehatan CDC.

Hanya Minum Antibiotik Jika Perlu

Antibiotik hanya bisa mengobati infeksi bakteri (seperti radang tenggorokan, batuk rejan dan infeksi saluran kemih), dan tidak bisa mengobati infeksi virus (seperti batuk-pilek, sakit tenggorokan biasa, flu, dan sebagian besar kasus bronkitis). Antibiotik

Antibiotik juga tidak diperlukan untuk beberapa jenis infeksi bakteri yang umum, seperti banyak jenis infeksi sinus dan sebagian infeksi telinga.

Dokter Anda seharusnya tahu pengobatan yang terbaik dan tepat sesuai penyakit Anda. Jangan memaksa mereka untuk meresepkan antibiotik kepada Anda.

Minum Antibiotik Sesuai Resep

Jika dokter meresepkan antibiotik, minumlah sesuai dengan resep dan petunjuk dokter. Jangan bagi obat ini dengan orang lain.

Jangan simpan untuk lain kali Anda terkena penyakit. Dan mintalah saran pada apoteker cara aman membuang antibiotik yang mungkin tersisa.

Jangan minum antibiotik berdasarkan resep orang lain. Ini bisa membuat Anda terlambat mendapat pengobatan yang tepat, yang bisa membuat kondisi Anda lebih parah atau menyebabkan efek samping serius.

Beritahukan Dokter Jika Ada Efek Samping atau Reaksi Alergi

Efek sampingnya bisa bervariasi dari yang ringan hingga berat, antara lain: ruam kulit, mual, diare, dan infeksi jamur. Sedangkan efek samping yang lebih serius antara lain: infeksi C. diff yang menyebabkan diare dan memicu kerusakan usus yang berat; reaksi alergi yang serius; dan infeksi akibat resistensi antibiotik.

Tanyakan Alternatifnya Jika Anda Tidak Butuh Antibiotik

Antibiotik bukan satu-satunya obat untuk penyakit. Kadang, pengobatan terbaik yang Anda butuhkan hanyalah obat-obatan biasa yang bisa dibeli tanpa resep. Tanyakanlah pada dokter atau apoteker tentang tips-tips yang bisa dilakukan agar lebih cepat pulih dan membantu tubuh melawan infeksi.

Kesimpulan

Apa saja makanan yang baik saat minum antibiotik? Makanan-makanan seperti probiotik, prebiotik, makanan fermentasi dan serat dapat memulihkan keseimbangan bakteri dalam usus setelah minum antibiotik. Probiotik dan prebiotik juga bantu mengurangi efek samping obat.

Apa saja makanan yang tidak boleh dimakan saat minum antibiotik? Makanan seperti buah limau gedang dan makanan tinggi kalsium sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik, karena bisa membuatnya kurang efektif. Juga sebaiknya hindari alkohol karena bisa menimbulkan reaksi serius.

Bagaimana cara minum antibiotik yang benar? Jika dokter meresepkan antibiotik, minumlah sesuai resep dan petunjuk dokter. Jangan pernah minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain dan jangan berbagi antibiotik Anda dengan orang lain.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang makanan yang boleh & makanan yang tidak boleh dimakan saat minum antibiotik. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}