Obat Kesuburan Pria di Apotik, Apa Saja Pilihannya?


By Cindy Wijaya

Masalah kesuburan menjadi hal penting bagi pasangan yang menginginkan keturunan. Tidak hanya di pihak wanita, pria juga dapat mengalami masalah kesuburan. Bila Anda salah seorang yang mengalami masalah ini, Anda mungkin sedang mencari obat kesuburan pria di apotik yang efektif.

Obat kesuburan pria di apotik sering kali dapat membantu meningkatkan hormon testosteron dan meningkatkan produksi sperma. Meski begitu penggunaannya punya risikonya masing-masing. Jadi pastikan Anda sudah konsultasi dulu dengan dokter sebelum mencoba obat kesuburan apapun.

Apa Itu Kesuburan?

Kesuburan maksudnya adalah kemampuan untuk bereproduksi tanpa bantuan medis. Seorang pria termasuk tidak subur bila ia kesulitan untuk membuat pasangannya hamil. Biasanya kesuburan pria tergantung pada kualitas dari sperma yang dihasilkannya.

Apa bedanya dengan mandul? Mandul adalah kondisi pria tidak bisa menghasilkan anak, dimana sperma tidak dapat diproduksi sehingga pembuahan tidak mungkin terjadi. Berbeda dengan ketidaksuburan dimana sperma masih dihasilkan, sehingga masalah kesuburan masih bisa diatasi.

Kadang-kadang ketidaksuburan dikaitkan dengan fungsi seksual, atau kadang juga dikaitkan dengan kualitas semen (air mani). Berikut beberapa contoh dari masing-masing masalah kesuburan tersebut:

  • Libido: Atau disebut juga gairah seks. Libido memaksudkan hasrat seseorang untuk berhubungan seks. Makanan atau suplemen yang dapat meningkatkan libido disebut sebagai afrodisiak.
  • Disfungsi ereksi: Juga disebut impotensi. Disfungsi ereksi adalah ketika seorang pria tidak mampu memulai atau mempertahankan ereksi.
  • Jumlah sperma: Kualitas dari semen (air mani) tergantung dari jumlah atau kepekatan (konsentrasi) sel-sel sperma di dalamnya.
  • Motilitas sperma: Ini adalah fungsi penting sel sperma yang sehat, yaitu kemampuannya untuk bergerak atau berenang mencapai sel telur. Motilitas sperma diukur dari persentase sel-sel sperma yang bergerak dalam sampel air mani.
  • Kadar testosteron: Testosteron adalah hormon seks pria, yang jika kadarnya rendah dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pria.

Ketidaksuburan bisa disebabkan oleh banyak hal dan mungkin dipengaruhi oleh faktor genetik, kondisi kesehatan, kebugaran, penyakit, dan kontaminasi dari makanan. Selain itu pola makan dan pola hidup seorang pria juga memengaruhi kesuburannya.

Obat Kesuburan Pria di Apotik

Sayangnya seringkali penyebab ketidaksuburan pria tidak diketahui. Tapi meskipun tidak diketahui, dokter tetap dapat membantu untuk memberi rekomendasi obat atau perawatan untuk meningkatkan kesuburan Anda.

Dokter juga mungkin menyarankan untuk memeriksa kondisi kesuburan pasangan Anda. Kemungkinan ada obat atau perawatan yang efektif juga untuk meningkatkan kesuburan pasangan Anda.

Yang pasti, selalu konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mencoba obat kesuburan pria di apotik Kimia Farma atau di apotik-apotik lain.

Obat kesuburan pria dapat mengubah hormon pria (sistem endokrin) dalam banyak cara. Obat-obatan ini dapat mengembalikan kesuburan Anda dengan meningkatkan jumlah testosteron yang siap untuk digunakan tubuh (bioavailable) serta mengurangi jumlah estradiol (suatu jenis hormon estrogen).

Obat kesuburan pria di apotik yang digunakan untuk tujuan ini adalah sebagai berikut:

  • Clomiphene
  • Anastrazole
  • hCG (human chorionic gonadotropin) atau hMG (human menopausal gonadotropin)

Sebagian besar obat kesuburan ini dikonsumsi melalui mulut (oral), kecuali hCG dan hMG yang merupakan obat injeksi. Seperti halnya obat apa pun, obat kesuburan pria di apotik juga punya efek samping. Maka selalu konsultasikan dulu risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Apa Itu Clomiphene?

Clomiphene atau clomifene digunakan sebagai obat kesuburan wanita, namun dokter juga dapat meresepkannya untuk obat kesuburan pria. Biasanya diberikan kepada pria yang memiliki jumlah sperma rendah akibat kadar testosteron yang rendah.

Bagaimana cara kerja obat clomiphene? Kelenjar pituitari di otak Anda mengeluarkan hormon-hormon tertentu ke dalam aliran darah untuk membantu sistem reproduksi Anda. Clomiphene digunakan untuk meningkatkan hormon yang dilepaskan dari kelenjar tersebut, yang pada gilirannya, merangsang produksi testosteron dan sperma di dalam testis.

Peningkatan kadar hormon reproduksi ini akan mengurangi gejala-gejala hipoandrogenisme (testosteron rendah), meningkatkan jumlah sperma, dan berpotensi membantu memperbaiki azoospermia non-obstruktif, yaitu penyumbatan yang menghalangi sperma memasuki air mani.

Apakah clomiphene efektif untuk obat penyubur sperma atau kesuburan pria secara keseluruhan? Studi ilmiah skala besar telah mendapati peningkatan berkelanjutan pada testosteron dan kekuatan, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan fungsi ereksi di antara pria yang memiliki hipoandrogenisme.

Penelitian juga menunjukkan bahwa hingga 10 persen pria dengan azoospermia melihat kembalinya sperma ke ejakulasi setelah tiga bulan mengonsumsi clomiphene.

Efek Samping dari Clomiphene

Bila Anda memutuskan untuk mencoba obat kesuburan pria di apotik ini, ada kemungkinan akan mengalami beberapa efek samping berikut:

  • Perubahan libido (gairah seks)
  • Perubahan mood
  • Perubahan tingkat energi
  • Menjadi lebih agresif
  • Kebotakan pria
  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala
  • Peningkatan hemoglobin
  • Pembesaran kelenjar prostat
  • Dada (atau otot dada) menjadi lebih lembut
  • Jerawatan ringan
Untuk clomiphene, nama obat kesuburan pria di apotik Kimia Farma dan apotik-apotik lain di Indonesia antara lain Fertion, Pinfetil, Clomifil, Bifertil, Profertil, dan Blesifen.

Apa Itu Anastrozole?

Anastrozole awalnya dikembangkan sebagai obat kanker payudara, tetapi kini juga telah digunakan untuk obat kesuburan pria. Tidak seperti obat kesuburan pria di apotik lainnya, anastrozole bekerja dengan menghalangi enzim aromatase sehingga mencegah testosteron untuk berubah menjadi estradiol.

Karena cara kerja itulah obat ini mampu meningkatkan kadar testosteron dan menurunkan kadar estrogen. Namun penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter agar perbandingan kadar testsoteron dan estrogen terus dipantau dan dipastikan dalam rasio yang efektif.

Apakah anastrozole efektif untuk obat penyubur sperma atau obat kesuburan pria secara keseluruhan? Obat ini telah didapati mampu mengurangi gejala-gejala hipoandrogenisme seperti kekurangan energi, penurunan massa otot, libido rendah, dan disfungsi ereksi.

Obat ini juga telah ditunjukkan mampu memperbaiki produksi sperma dan tingkat pemulihan sperma pada pria dengan azoospermia atau yang memiliki jumlah sperma rendah.

Efek Samping dari Anastrozole

Anda mungkin akan mengalami beberapa efek samping berikut jika mengonsumsi obat anastrozole:

  • Mual
  • Insomnia
  • Sakit tulang
  • Batuk
  • Peningkatan jumlah sel darah merah
  • Peningkatan enzim hati

Dan ada efek samping serius namun jarang terjadi yang telah dilaporkan dari penggunaan anastrozole:

  • Gumpalan darah
  • Katarak
  • Sindrom Stevens-Johnson, ruam parah akibat intoleransi obat
Untuk anastrozole, nama obat kesuburan pria di apotik Kimia Farma dan apotik-apotik lain di Indonesia antara lain Anamidex, Anzonat, Aramidex, ATZ, Bracer, dan Brecazole.

Apa Itu Human Chorionic Gonadotropin (hCG)?

Human chorionic gonadotropin (hCG) adalah perawatan hormon yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar testosteron pada pria yang mengalami hipogonadisme (kekurangan testsoteron).

Obat ini biasanya menjadi pilihan terakhir karena harus disuntikkan 2 – 3 kali per minggu, yang enggan dilakukan kebanyakan pasien.

Bagaimana cara kerja hCG? Obat ini bekerja dengan secara langsung menstimulasi testis untuk membuat testosteronnya sendiri dan memperbaiki produksi sperma. Produksi testosteron alami tubuh di dalam testis penting untuk menjaga ukuran testis dan produksi sperma.

Jika jumlah sperma tidak membaik setelah 6 bulan perawatan hCG, dokter mungkin menyarankan untuk menambahkan injeksi hMG (human menopausal gonadotropin).

Menotropin seperti hMG adalah campuran dari hormon, yang secara alami diproduksi oleh kelenjar pituitari. Anda mungkin diminta menggunakan dua injeksi ini bersama-sama hingga 12 bulan berikutnya untuk melihat hasilnya.

Apakah hCG efektif sebagai obat penyubur sperma atau obat kesuburan pria secara keseluruhan? Penelitian mendapati bhwa hCG meningkatkan energi, libido, kekuatan, dan mood pada pria dengan hipogonadisme. Hal ini didapati pada pria yang hipogonadismenya tidak jelas penyebabnya maupun pada yang hipogonadismenya disebabkan oleh terapi pengganti testosteron jangka panjang.

Menurut penelitian lain, peningkatan produksi testosteron dari hCG juga dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengambilan sperma pada pria dengan azoospermia non-obstruktif.

Efek Samping dari hCG

Berikut adalah sejumlah efek samping yang mungkin timbul karena penggunaan injeksi hCG:

  • Rasa sakit di tempat suntikan
  • Perubahan libido
  • Perubahan mood
  • Perubahan tingkat energi
  • Berat badan naik
  • Peningkatan konsentrasi sel darah merah dan risiko penggumpalan darah
  • Pembesaran prostat
Untuk injeksi hCG, nama obat kesuburan pria di apotik Kimia Farma dan apotik-apotik lain di Indonesia antara lain Ovidrel dan Pregnyl.

Obat Kesuburan Pria Alami di Apotik

Tongkat Ali sudah sejak lama dikenal sebagai herbal afrodisiak, yang dapat meningkatkan libido atau gairah seks pria dewasa. Kini berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa herbal ini sebenarnya juga sangat baik untuk memperbaiki kesuburan pria.

Herbal ini dapat secara efektif meningkatkan kadar testosteron Anda, yang kemudian akan meningkatkan kesuburan pria. Para pakar mendapati bahwa testosteron rendah erat kaitannya dengan kesuburan yang rendah.

herbal terbaik untuk obat kesuburan pria di apotik

Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa herbal Tongkat Ali layak dipertimbangkan sebagai herbal untuk obat kesuburan pria paling ampuh: meningkatkan libido, meningkatkan kualitas ereksi, serta meningkatkan kesuburan dan produksi sperma. Ketiga khasiat tersebut telah dibuktikan oleh berbagai penelitian dan pengujian ilmiah.

Penggunaannya juga aman, relatif bebas efek samping meski dikonsumsi jangka panjang. Ini karena cara kerjanya sebagai pemulih dan pemelihara kadar testosteron. Yang memungkinkan kadar testosteron Anda yang tadinya rendah kembali naik ke kisaran yang optimal, sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Ini berbeda dengan testosteron buatan seperti steroid anabolik, dimana tubuh dipaksa menerima hormon dalam dosis yang “dikira-kira” mampu ditangani tubuh. Padahal mungkin tubuh tidak mampu, sehingga dapat menyebabkan efek samping bahkan risiko serius.

Kesimpulan: Bijaklah dalam Memilih Obat Kesuburan Pria di Apotik

Sebelum mencoba obat apapun, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu mencari tahu penyebab dari masalah kesuburan Anda dan memberikan rekomendasi obat atau perawatan yang sesuai kebutuhan Anda.

Bicarakan juga mengenai risiko dan manfaat dari setiap pilihan obat atau perawatan yang disarankan. Dan jangan pernah menggunakan suatu obat melebihi dosis atau jangka waktu yang ditetapkan dokter.

Bila Anda mencari alternatif yang lebih aman dan alami, pertimbangkanlah obat herbal seperti Tongkat Ali. Herbal Tongkat Ali telah dibuktikan sebagai peningkat testostern dan kesuburan pria yang aman dari efek samping berbahaya.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang obat kesuburan pria di apotik Kimia Farma dan apotik-apotik lainnya. Nantikan juga pembahasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

University of Utah Health. Male Fertility Drugs. https://healthcare.utah.edu/fertility/treatments/male-fertility-drugs.php

Healthline. 10 Ways to Boost Male Fertility and Increase Sperm Count. https://www.healthline.com/health/boost-male-fertility-sperm-count

Moskovic D, Katz D, Akhavan A, Park K, Mulhall J. Clomiphene citrate is safe and effective for long-term management of hypogonadism. BJU Internat. 2012 Nov; 110(10):1524-28.

Hussein A, Ozgok Y, Ross L, Niederberger C. Clomiphene administration for cases of nonobstructive azoospermia: a multicenter study. J Androl. 2005 Nov-Dec;26(6):787-91.

Kim E, Crosnoe L, Bar-Chama N, Khera M, Lipshultz L. The treatment of hypogonadism in men of reproductive age. Fertility and Sterility. 2012 Mar;99(3):678-79.

Kim E, Crosnoe L, Bar-Charma N, Khera M, Lipshultz L. The treatment of hypogonadism in men of reproductive age. Fertility and Sterility. 2013 Mar;99(3):718-24.

Shinjo E, Shiraishi K, Matsuyama H. The effect of human chorionic gonadotropin-based hormonal therapy on intratesticular testosterone levels and spermatogonial DNA synthesis in men with non-obstructive azospermia. Andrology. 2013 Aug;1(6):929-35.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>