Disfungsi Ereksi: Gangguan Seksual Pria

248
Disfungsi Ereksi
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Disfungsi Ereksi — Apakah Anda mengalaminya? Mengapa kondisi ini dapat Anda alami? Bagaimana cara mengatasi gangguan seksual tersebut?

Mari kita perhatikan ulasan selengkapnya seputar gangguan seksual pada pria dalam artikel berikut ini!

Disfungsi Ereksi — Penis Tak Bisa Menegang

Disfungsi ereksi merupakan permasalahan lain yang cukup serius bagi kaum pria, sama seperti ejakulasi dini. Apa sebenarnya disfungsi ereksi ini? Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria dalam mencapai atau mempertahankan ereksi selama melakukan hubungan intim (impotensi).

Ereksi merupakan respon normal dari organ seks pria yang menyebabkan organ vital membesar sehingga Anda siap berhubungan intim dengan pasangan. Membesarnya organ vital pria dikarenakan otak menerima sinyal rangsangan dan memicu darah mengalir keseluruh tubuh, khususnya organ seks.

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah keadaan organ kelamin pria yang tidak dapat mempertahankan “ketegangannya” dalam menerima rangsangan seksual. Pada kondisi yang ekstrem ada yang sama sekali tidak dapat bereaksi sekalipun sudah mendapatkan rangsangan seksual.

Kondisi “menegangnya” organ kelamin pria disebut dengan ereksi. Seiring dengan bertambahnya usia dan menurunnya kondisi kesehatan, disfungsi ereksi dapat menimpa setiap pria.

Untuk dapat memastikan fungsi seksual yang Anda alami dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis ke dokter urologi atau andrologi. Sehingga pengobatan yang tepat dapat dilakukan sesuai kondisi yang dialami oleh penderitanya.

Apa Indikasi Disfungsi Ereksi?

Seorang pria yang sehat tentu dapat mempertahankan ereksi, hingga ia dan pasangan dapat mencapai orgasme (klimaks/puncak dari hubungan seks). Mengapa masalah seksual menjadi hal yang serius? Beberapa orang bisa jadi beranggapan bahwa orang yang memikirkan seks adalah pribadi mesum.

Namun tidak demikian bagi ‘pasangan yang menikah’—hubungan seks bukan sesuatu yang tidak pantas. Ini dapat menjadi hubungan yang menyenangkan bagi mereka dalam berbagi perasaan cinta, bukan juga medan perang yang dapat merugikan salah satu pihak.

Baca juga:  Tongkat Ali sebagai Herbal Disfungsi Ereksi

Bagi Anda sendiri, ketidakmampuan dalam memuaskan pasangan sewaktu berhubungan intim dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri. Jika Anda terus-menerus merasa bersalah, justru gangguan seksual ini akan semakin parah.

Misalnya, beberapa orang mulai menghindari hubungan seks dengan pasangan mereka. Tentu saja, lama kelamaan Anda dan pasangan akan kehilangan kemesraan. Memang hubungan seks bukanlah satu-satunya cara untuk tetap mesra, tapi tak dapat di hindari ini adalah kebutuhan bagi setiap pasangan.

Apa Penyebab Disfungsi Ereksi?

Sebenarnya ada dua faktor yang menjadi penyebab, yaitu fisik dan psikologis. Dari segi fisik, bisa jadi Anda mengidap penyakit jantung, atherosclerosis, kolesterol, hipertensi, diabetes, obesitas, parkinson, multiple sclerosis, testosteron rendah, efek samping perawatan kanker prostat, cedera, atau operasi sumsum tulang belakang maupun pinggul.

Sedangkan dari segi psikologis bisa dibilang lebih kompleks, seperti; perasaan cemas, kondisi mental yang terganggu, hubungan sosial yang menyebabkan stres berat, komunikasi yang buruk dan masalah lainnya.

Berolahraga memang baik, misalnya bersepeda namun Anda perlu membatasi durasinya (karena dapat menyumbat pembuluh darah menuju organ vital sehingga terjadi disfungsi ereksi sementara). Disfungsi ereksi juga menyebabkan seorang pria kesulitan dalam memperoleh keturunan.

Lalu, siapa saja yang berisiko mengalami gangguan fungsi seksual tersebut? Semua pria berisiko mengalami kondisi ini, terutama saat memasuki usia 40 hingga 60 tahun. Namun tak sedikit pria mengalaminya di rentang usia 19 hingga 40 tahun.

Hal ini bisa dikarenakan beragam faktor, misalnya keberadaan penyakit terkait dengan kardiovaskular juga diabetes. Situasi lainnya berkaitan dengan fisik seseorang yang mengalami kelelahan dalam jangka waktu yang panjang.

Kondisi stres, depresi, ataupun perasaan cemas yag terjadi terus-menerus juga memicu terjadinya impotensi atau disfungsi ereksi. Adapula yang terjadi karena faktor kebiasan merokok, minum-minuman beralkohol dalam jumlah besar, ataupun penggunaan obat tertentu.

Baca juga:  Langkah Praktis Hindari Disfungsi Ereksi

Apa Pengobatan Disfungsi Ereksi?

Tentu saja ada, yaitu; penggunaan obat dengan kandungan sildenafil, tadalafil, vardenafil dipercaya mampu mengatasi gangguan fungsi seksual pada pria.

Hanya saja penggunaan obat ini tidak selalu dapat dikonsumsi oleh setiap pria, terutama jika mereka yang telah mengidap penyakit jantung. Pastikan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jenis obat tersebut!

Beberapa orang juga memilih alat bantu tertentu, bahkan melakukan operasi. Adapula yang mencoba konsultasi psikolog, apapun metode pengobatan yang Anda pilih, pastikan untuk memilih yang paling aman bagi kehidupan Anda.

Alternatif lainnya yaitu terapi menggunakan obat atau herbal yang dapat meningkatkan kadar testosteron, namun Anda harus bersabar mengingat efeknya ‘tidak sekejap’.

Beberapa cara pengobatan impotensi atau disfungsi ereksi dapat dilakukan dengan bantuan obat medis ataupun terapi. Namun, penggunaan obat seringkali memiliki efek samping bagi kesehatan jantung.

Maka tak heran jika tidak semua penderita boleh mengonsumsi obat. Selain itu, penggunaan obat tidak dianjurkan bagi mereka yang melakukan implan penis ataupun menggunakan alat pompa penis. Alternatif lainnya ialah konsumsi herbal anti impotensi. Misalnya konsumsi Tongkat Ali sebagai Herbal Disfungsi Ereksi.

Jika Anda mengalami gangguan ereksi, jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter yang siap membantu masalah kesehatan Anda.


Jennifer Robinson, MD. Slideshow: A Visual Guide to Erectile Dysfunction. July 31, 2018. URL: https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/ss/erectile-dysfunction#.