Obat Keputihan di Apotik: Mana yang Paling Ampuh?


By Cindy Wijaya

Keputihan adalah hal normal yang dialami banyak wanita, biasanya bening atau putih dan tidak berbau menyengat. Tapi ada juga keputihan tidak normal, yang warna dan baunya aneh, dan ini mungkin tanda penyakit. Bila itu yang dialami, Anda mungkin akan mencari obat keputihan di apotik untuk mengatasinya. Tunggu dulu jangan cepat-cepat beli obat, karena ada macam-macam penyebab keputihan dan obatnya juga berbeda.

Dalam artikel ini akan dikupas daftar 5 obat keputihan di apotik berdasarkan penyebabnya, yaitu infeksi bakteri vagina, trikomoniasis, gonore, infeksi jamur vagina, dan penyakit radang panggul. Ada jenis obat tanpa resep dan ada yang harus dengan resep dokter. Anda bisa membeli obat keputihan di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik-apotik lainnya.

Obat Keputihan di Apotik untuk Infeksi Bakteri Vagina

Keputihan akibat infeksi bakteri vagina (dalam bahasa Inggris disebut bacterial vaginosis) dicirikan dengan gatal, keputihan, dan bau “amis” yang khas. Kebanyakan kasus infeksi ini dapat dengan baik diobati dengan obat antibiotik resep, yang diminum (oral) atau yang untuk penggunaan luar (topikal).

Infeksi bakteri vagina diketahui dapat kambuh-kambuhan, biasanya dalam 3 – 12 bulan, sehingga membutuhkan perawatan tambahan.

Perawatan juga dapat diresepkan selama kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi seperti berad badan lahir yang rendah dan ketuban pecah dini.

Berikut adalah daftar obat keputihan di apotik untuk infeksi bakteri vagina yang umum diresepkan oleh dokter.

Obat Utama

Ada tiga antibiotik utama yang direkomendasikan oleh lembaga Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang dianggap obat keputihan di apotik paling ampuh untuk infeksi bakteri vagina.

  • Metronidazole 500 miligram yang diminum (oral), biasanya diresepkan 2 kali sehari untuk 7 hari.
  • Gel metronidazole 0.75 persen, biasanya diresepkan untuk dioleskan 1 kali setiap hari selama 5 hari, menggunakan aplikator intravaginal 5.0 gram sekali pakai.
  • Krim clindamycin 2.0 persen, biasanya diresepkan untuk dioleskan 1 kali sebelum tidur selama 7 hari, menggunakan aplikator intravaginal.

Obat Alternatif

Ada sejumlah obat alternatif yang dapat diresepkan dokter apabila gejala-gejalanya kambuh atau jika pasiennya diketahui punya resistensi (kekebalan) terhadap antibiotik utama. Perawatan alternatif itu meliputi:

  • Clindamycin 300 miligram, mungkin diresepkan untuk diminum 2 kali sehari selama 7 hari.
  • Clindamycin suppositoria 100 miligram, mungkin diresepkan untuk digunakan sebelum tidur selama 3 hari.
  • Tinidazole 2.0 gram, mungkin diresepkan untuk diminum sekali sehari selama 2 hari.
  • Tinidazole 1.0 gram, mungkin diresepkan untuk diminum sekali sehari selama 5 hari.

Semua pilihan obat keputihan di apotik di atas adalah obat resep, jadi Anda harus menggunakannya sesuai resep dan petunjuk dokter. Jika tidak, Anda berisiko untuk mengembangkan resistensi (kekebalan) terhadap antibiotik tersebut.

Obat Keputihan di Apotik untuk Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang pada wanita dicirikan dengan keputihan berbau busuk, gatal pada vagina, dan rasa sakit saat buang air kecil. Penyakit ini biasanya dapat dengan baik diobati dengan obat resep, dan satu dosis pengobatan biasanya sudah efektif.

Ada juga pilihan obat keputihan di apotik tanpa resep dokter untuk trikomoniasis. Obat-obatan itu dapat membantu mengurangi gatal atau rasa sakit. Namun pastikan untuk tidak memasukkan obat tanpa resep apapun ke dalam vagina, karena dapat menyebabkan iritasi dan memperparah keadaan.

Biasanya dibutuhkan 1 minggu sampai infeksi trikomoniasis pulih setelah menyelesaikan pengobatan antibiotik.

Berikut adalah daftar obat keputihan di apotik untuk trikomoniasis.

Obat Losion dan Krim

Losion dan krim bisa meredakan gatal dan iritasi jika dioleskan pada permukaan kulit. Pastikan menggunakan produk yang tidak menimbulkan iritasi tambahan.

Ada banyak merek obat keputihan di apotik tanpa resep dokter, dengan macam-macam bahan kandungan, jadi sebaiknya konsultasikan pada dokter atau apoteker mengenai pilihan yang tepat untuk mengobati trikomoniasis.

Dan hanya gunakan obat losion atau krim yang boleh dipakai di area vagina, yang tidak menyebabkan reaksi alergi (hypoallergenic), dan tidak diberi tambahan aroma atau warna.

Obat Resep

Obat resep untuk trikomoniasis adalah kelompok obat yang bernama nitroimidazole, yang biasanya diminum (oral). Karena nitroimidazole dalam bentuk topikal (krim atau losion) tidak cukup mempan untuk mengobati infeksi trikomoniasis.

Berikut adalah contoh penggunaan obat trikomoniasis yang sesuai resep dokter.

  • Metronidazole 2 gram, umumnya diresepkan untuk diminum dalam dosis tunggal.
  • Tinidazole 2 gram, umumnya diresepkan untuk diminum dalam dosis tunggal.
  • Metronidazole 500 miligram, umumnya diresepkan untuk diminum 2 kali sehari selama 7 hari.

Karena obat resep harus diminum sesuai petunjuk dokter, maka Anda sebaiknya tidak membeli dan menggunakannya tanpa resep dokter.

Obat Keputihan di Apotik untuk Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual yang dicirikan dengan keputihan, rasa sakit atau perih saat buang air kecil, gatal di vagina, keluar darah di luar waktu menstruasi, sakit perut bawah, dan rasa sakit saat berhubungan seks.

Lembaga CDC merekomendasikan dosis tunggal obat ceftriaxone 500 mg intramuskular. Rekomendasi tersebut adalah pembaruan untuk rekomendasi obat azithromycin, yang sebelumnya merupakan bagian dari terapi pengobatan gonore. Karena banyak terjadi resistensi terhadap azithromycin, maka kini obat keputihan di apotik yang paling ampuh untuk gonore mungkin adalah ceftriaxone.

Obat antibiotik alternatif mungkin diresepkan oleh dokter, tapi hanya jika obat antibiotik utama tidak tersedia atau pasiennya punya alergi terhadap obat tersebut.

Namun yang pasti, Anda harus memeriksakan diri ke dokter jika mengalami ciri-ciri gonore. Dengan begitu dokter dapat memastikan apakah itu benar gonore, kemudian memberikan resep obat yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Obat Keputihan di Apotik untuk Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur vagina adalah masalah pada vagina yang dialami banyak wanita, setidaknya sekali seumur hidup. Infeksi jamur ini dicirikan dengan gatal atau nyeri pada vagina, nyeri saat berhubungan seks, perih atau sakit saat buang air kecil, dan keputihan.

Masalah infeksi jamur ini biasanya dapat dengan baik diobati menggunakan obat keputihan di apotik tanpa resep dokter. Tetapi untuk infeksi jamur yang parah atau yang kambuh-kambuhan, mungkin harus diobati dengan obat resep dokter.

Berikut adalah daftar obat keputihan di apotik untuk infeksi jamur vagina.

Obat Tanpa Resep

Obat tanpa resep yang dapat dengan baik mengobati infeksi jamur vagina umumnya punya salah satu dari empat bahan aktif ini: butoconazole, clotrimazole, miconazole, dan tioconazole. Obat-obatan ini termasuk dalam kelompok obat anti-fungi yang sama dan bekerja dengan cara serupa.

Sewaktu Anda pertama kali periksa ke dokter untuk masalah infeksi jamur vagina, tanyakanlah produk obat mana yang terbaik untuk Anda dan bicarakan manfaat dan risiko dari berbagai produk berikut: suppositoria vagina, tablet vagina, atau krim dengan aplikator khusus.

Setelah Anda mulai menggunakan obat keputihan di apotik tanpa resep dokter itu, gejala-gejala infeksi jamur mungkin akan mulai hilang dalam beberapa hari.

Obat Resep

Anda bisa minta resep dokter untuk obat fluconazole jika lebih suka minum obat oral dosis tunggal daripada menggunakan krim atau suppositoria vagina. Namun obat ini tidak boleh diminum jika sedang hamil, karena dapat menyebabkan cacat lahir.

Untuk infeksi jamur yang parah atau kambuh-kambuhan, dokter mungkin meresepkan 2 – 3 dosis fluconazole yang diberikan dalam selang waktu 72 jam. Obat oral lain yang mungkin diresepkan adalah ketoconazole, yang diminum selama 7 – 14 hari, 1 – 2 kali sehari, tergantung petunjuk dokter Anda.

Obat Keputihan di Apotik untuk Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi, yang terjadi jika bakteri bergerak melalui leher rahim (serviks) ke rahim dan saluran tuba falopi. Ciri paling umum dari penyakit ini adalah sakit panggul. Selain itu juga bisa dicirikan dengan sakit saat berhubungan seks, sakit punggung bawah, menstruasi tidak teratur, keputihan, dan gangguan buang air kecil.

Untuk mengobati infeksi penyebab penyakit radang panggul biasanya menggunakan antibiotik, yang diresepkan dokter untuk diminum selama 1 – 2 minggu. Karena sulit untuk memastikan jenis bakteri apa yang jadi penyebabnya, bisa saja dokter memberi resep 2 antibiotik atau lebih dalam waktu bersamaan.

Antibiotik yang diresepkan umumnya diminum (oral), tapi kadang-kadang juga antibiotik suntik (injeksi). Dokter juga dapat memberi resp obat pereda sakit untuk mengurangi rasa sakit.

Jenis obat antibiotik resep yang umum digunakan untuk penyakit radang panggul yaitu ofloxacin dan moxifloxacin.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang daftar obat keputihan di apotik K24, Kimia Farma, dan apotik-apotik lain. Sekarang banyak apotik yang menyediakan fasilitasi memesan dan membeli obat secara online, jadi Anda bisa membeli obat tersebut meski sedang di rumah saja.

Namun pastikan agar Anda selalu membeli obat yang sudah mendapat izin dari DINKES atau BPOM. Dan selalu pastikan Anda sudah konsultasi dengan dokter terlebih dulu dan menggunakan obat hanya sesuai petunjuk dokter.

Semoga informasi di artikel ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan informatif lain seputar solusi masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. How Bacterial Vaginosis Is Treated. URL: https://www.verywellhealth.com/how-is-bacterial-vaginosis-treated-3133254

Verywell Health. How Trichomoniasis Is Treated. URL: https://www.verywellhealth.com/how-is-trichomoniasis-treated-3133273

VeryWell Health. How Gonorrhea Is Treated. URL: https://www.verywellhealth.com/how-is-gonorrhea-treated-3133260

Verywell Health. How Vaginal Yeast Infection Is Treated. URL: https://www.verywellhealth.com/yeast-infections-treatment-3521199

Verywell Health. Treatment for Pelvic Inflammatory Disease. URL: https://www.verywellfamily.com/treating-pelvic-inflammatory-disease-pid-1960177

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>