Tahukah Anda, Bagaimana Reaksi Obat Herbal Bekerja dalam Tubuh?


By Fery Irawan

Di zaman sekarang ada beragam penyakit bermunculan, sayangnya pengobatan medis semakin mahal. Ini salah satu sebab kenapa banyak orang beralih ke alternatif lain, dan obat herbal termasuk yang paling diminati.

Bukan hanya karena lebih terjangkau, obat herbal juga relatif minim efek samping dan bisa memberi manfaat serupa obat medis jika tepat pemanfaatannya. Dan karena kini obat-obatan herbal semakin mudah diperoleh, banyak orang yang menaruh harapan untuk pulih pada pengobatan alternatif ini.

Namun sebagian orang, terutama yang baru mengonsumsi herbal untuk pertama kalinya, mungkin agak bingung karena merasakan efek dan reaksi obat herbal yang kurang baik. Misalnya rasa tidak nyaman di perut dan pusing di awal konsumsi herbal. Akibatnya beberapa orang menyimpulkan bahwa mereka mengalami keracunan.

Pada kasus lainnya, sebagian orang merasa penggunaan obat herbal sia-sia, karena kondisi kesehatannya tidak kunjung menunjukkan perbaikan atau hanya sedikit membaik, padahal sudah mengonsumsinya selama beberapa waktu.

Artikel ini akan membantu Anda untuk memahami reaksi obat herbal seperti apa yang dimaksudkan di atas. Juga akan memberi penjelasan berapa lama reaksi kerja obat herbal membutuhkan waktu sampai menunjukkan efek positifnya bagi tubuh.

Reaksi Obat Herbal yang Sering Dikira Efek Negatif

Reaksi obat herbal yang dapat terjadi saat dikonsumsi biasanya akan muncul dalam bentuk yang berbeda-beda pada tiap orang. Terkadang, pada awal terapi herbal, beberapa orang mungkin merasakan perutnya seperti dikocok selama satu atau dua hari, pusing, mual, dan sakit perut mungkin menyertainya.

Jika Anda mengalaminya, jangan dulu merasa khawatir. Secara umum dikatakan bahwa reaksi obat herbal ini adalah efek penyesuaian tubuh. Maksudnya tubuh sedang menyesuaikan sistem metabolismenya untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan oleh herbal tersebut dan biasanya akan menghilang setelah beberapa hari.

Di samping efek penyesuaian tersebut, beberapa orang juga mungkin mengalami reaksi obat herbal lainnya yang disebutkan sebagai efek detoksifikasi. Ini adalah saat tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan.

Reaksi yang mungkin muncul dari efek detoksifikasi ini adalah batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar dan sekali lagi efek tersebut akan berbeda-beda pada tiap orang.

Jika Anda merasakan efek atau reaksi obat herbal yang kurang menyenangkan tersebut, ketika/setelah menggunakan obat herbal, sebaiknya jangan cepat-cepat menghentikan konsumsi, itu sama saja dengan menghentikan proses pengobatan dan pemulihan.

Kemungkinan yang perlu Anda lakukan hanya mengurangi dosis untuk meringankan efek tersebut dan memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan bekerjanya obat herbal. Jika Anda tidak yakin, konsultasikan dengan ahli herbal yang Anda percayai dan ikuti petunjuk yang ia berikan.

Berapa Lama Obat Herbal Membutuhkan Waktu untuk Memberi Efek Positif?

Seseorang yang memutuskan untuk menggunakan obat herbal sebagai pengobatan harus sabar menunggu hasilnya. Mengapa? Salah satu prinsip kerja herbal adalah reaksi obat herbal yang tergolong lambat.

Tidak seperti obat kimia yang bisa langsung bereaksi, reaksi obat herbal dan manfaatnya umumnya baru dapat dirasakan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan penggunaan.

Hal itu disebabkan, senyawa-senyawa berkhasiat di dalam obat herbal membutuhkan waktu untuk menyatu dalam metabolisme tubuh. Berbeda dengan obat kimia yang bekerja dengan cara meredam rasa sakit dan gejalanya,  obat herbal bekerja dengan berfokus pada sumber penyebabnya.

Artinya, reaksi obat herbal bekerja dengan cara membangun dan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh dengan memperbaiki sel dan organ-organ yang rusak.

Tak heran, dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia. Alasan lain, kebanyakan obat herbal yang beredar di pasaran bukan berupa senyawa aktif yang diperoleh dari proses ekstraksi melainkan berasal dari bagian tanaman obat yang diiris, dikeringkan, dan dihancurkan.

Artikel berikutnya, akan membantu Anda memahami kaitan antara bentuk sajian obat herbal dengan khasiat yang dihasilkannya. Silakan kunjungi halaman “Aneka Teknik Mengolah Herbal, Mana yang Tepat?” untuk mendapatkan informasi berguna yang Anda butuhkan. Artikel tersebut akan membantu Anda memilih bentuk sajian obat herbal secara bijak.

Mengupayakan Agar Reaksi Obat Herbal Bekerja Lebih Efektif

Banyak jenis masalah kesehatan sekarang dipicu oleh kebiasaan hidup yang buruk, misalnya merokok, kurang gerak, dan konsumsi makanan yang tidak sehat. Misalnya saja penyakit darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Jadi di samping mengonsumsi obat herbal, Anda juga sudah seharusnya berupaya memperbaiki kebiasaan hidup menjadi lebih sehat. Caranya adalah mengubah kebiasaan-kebiasaan makan dan gaya hidup yang Anda jalani sampai saat ini.

Salah satu yang paling disarankan oleh pakar kesehatan ialah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Perbanyak lah konsumsi makanan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, terdiri dari serealia seperti beras merah atau gandum utuh, polong-polongan, kacang-kacangan, sayur-sayuran serta umbi-umbian.

Buah-buahan segar juga sangat dianjurkan. Makanan dari sumber hewani sebaiknya secukupnya saja tidak berlebihan, misalnya dari ikan-ikanan, daging unggas, dan telur.

Di samping mengubah kebiasaan makan, Anda juga dapat membantu reaksi obat herbal bekerja lebih efektif dengan mengupayakan untuk lebih aktif secara fisik. Rencanakan untuk rutin berolahraga, pilihlah jenis olahraga yang sesuai usia dan keadaan tubuh Anda.

Pola makan dan gaya hidup sehat akan bekerja secara sinergis dengan pengobatan herbal yang Anda jalani, sehingga reaksi obat herbal diharapkan akan lebih baik, dan bisa saja menjadi lebih cepat dirasakan manfaatnya.

Bagaimana jika sudah lebih dari 2 bulan Anda tetap tidak mengalami perbaikan kondisi yang berarti? Apakah sudah saatnya untuk beralih ke pengobatan lain? Bacalah informasi yang berguna untuk Anda di artikel berikut “Yang Wajib Anda Lakukan bila Pengobatan Herbal Tampaknya Tidak Efektif”.

Kesimpulan tentang Reaksi Obat Herbal

Pada awal terapi herbal, sejumlah orang mungkin merasakan efek penyesuaian selama beberapa hari. Efek penyesuaian tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti rasa tidak nyaman di perut, pusing, dan mual. Selain itu beberapa orang juga mungkin mengalami efek detoksifikasi, misalnya batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, berkeringat, sering buang air kecil dan besar.

Bila Anda merasakan efek-efek tersebut, Anda bisa mencoba mengurangi dosis untuk meringankan efek itu dan memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan dirinya dengan reaksi kerja obat herbal. Jika Anda tidak yakin, konsultasikanlah dengan ahli herbal.

Berapa lama sampai obat herbal memberikan efek positif bagi tubuh? Umumnya perbaikan kondisi tubuh baru dapat dirasakan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan penggunaan. Ini karena obat herbal bekerja dengan cara membangun dan memperbaiki sistem tubuh secara keseluruhan, sehingga butuh waktu untuk sampai merasakan efek positinya.

Anda bisa membuat reaksi obat herbal bekerja lebih efektif dengan mengupayakan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat. Dengan begitu kondisi tubuh diharapkan bisa lebih cepat pulih.

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai reaksi obat herbal. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda dan keluarga yang sedang menjalani pengobatan herbal. Temukan informasi menarik lain seputar pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>