Obat Hepatitis di Apotik untuk Tipe A, B, dan C


By Cindy Wijaya

Obat hepatitis di apotik harus disesuaikan dengan tipe infeksi hepatitis, apakah itu hepatitis A, B, atau C. Selain itu juga mempertimbangkan apakah infeksinya akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang). Dalam artikel ini akan dijelaskan secara garis besar bagaimana pengobatan yang biasa diberikan dokter untuk penderita hepatitis A, B, dan C.

Singkatnya, hepatitis A biasanya tidak membutuhkan obat hepatitis di apotik karena dapat pulih sendiri. Namun dokter dapat memberikan obat-obatan tertentu untuk membantu mengurangi gejala atau ketidaknyamanan yang dirasakan pasien.

Hepatitis B juga tidak membutuhkan obat khusus bila infeksinya akut, mungkin hanya obat-obatan untuk membantu meringankan gejala-gejalnaya. Namun infeksi hepatitis B yang kronis biasanya diobati dengan obat antivirus atau antiviral untuk membantu melawan virus di dalam tubuhnya.

Hepatitis C umumnya diobati dengan obat antivirus, baik infeksi akut maupun kronis. Infeksi yang kronis mungkin akan ditangani dengan kombinasi lebih dari satu jenis obat antivirus. Tujuannya untuk sebisa mungkin membersihkan virus dari dalam tubuh pasien.

Obat Hepatitis di Apotik untuk Tipe A

Untuk saat ini para dokter tidak memberikan obat khusus untuk kasus hepatitis A. Sebab tubuh Anda sanggup membersihkan sendiri virus hepatitis A. Sering kali organ hati dapat pulih sendiri dalam waktu 6 bulan, tanpa kerusakan jangka panjang.

Oleh sebab itu perawatan yang disarankan dokter bagi pasien hepatitis A biasanya bertujuan untuk membuat pasien senyaman mungkin dan untuk mengendalikan gejala-gejala yang dialaminya. Anda mungkin disarankan untuk:

  • Istirahat: Banyak penderita hepatitis A merasa lelah dan sakit dan hanya punya sedikit energi.
  • Mengatasi mual: Gejala mual bisa bikin susah makan. Cobalah untuk makan makan dalam porsi-porsi kecil, daripada porsi besar sekaligus. Untuk dapat cukup kalori, cobalah makan yang banyak karbohidrat. Contohnya minum jus buah atau susu sebaliknya daripada hanya minum air. Minum banyak cairan juga penting untuk mencegah dehidrasi jika Anda muntah-muntah.
  • Hindari alkohol: Hati Anda mungkin kesulitan untuk mengolah alkohol. Jangan sedikit pun minum alkohol jika sedang hepatitis, karena bisa menimbulkan lebih banyak kerusakan hati.
  • Minum obat pereda sakit: Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan gejala sakit atau nyeri di tubuh. Tapi selalu tanyakan dulu pada dokter sebelum minum obat apa pun, sebab kemungkinan saat ini hati Anda kesulitan untuk mengolah zat-zat obat.

Obat Hepatitis di Apotik untuk Tipe B

Pengobatan yang dilakukan dokter pada pasien hepatitis B tergantung pada seberapa lama pasien tersebut sudah terinfeksi virus ini.

Hepatitis B jangka pendek (akut) biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus, tetapi mungkin memerlukan pengobatan untuk meredakan gejalanya.

Hepatitis B jangka panjang (kronis) sering diobati dengan obat-obatan untuk menjaga agar virus tetap terkendali.

Perawatan darurat juga dapat diberikan segera setelah kemungkinan terpapar virus hepatitis B, untuk menghentikan perkembangan infeksi.

Pengobatan untuk Hepatitis B Akut

Bila Anda didiagnosis sudah memiliki hepatitis B, dokter biasanya akan merujuk pada seorang dokter spesialis, misalnya seorang ahli hepatologi (spesialis hati).

Kemungkinan Anda akan mengalami gejala-gejala yang tak mengenakkan. Untuk meringankannya cobalah ikuti tips-tips berikut:

  • Perbanyak istirahat.
  • Minum obat pereda rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi sakit perut.
  • Jika ada gejala gatal-gatal, jaga sirkulasi udara di ruangan tetap baik, kenakan pakaian yang longgar, dan jangan mandi air panas.
  • Minum obat seperti metoclopramide (Damaben, Opram, Sotatic) untuk mengurangi mual dan muntah, dan obat chlorpheniramine (Alermax, CTM, Orphen) untuk mengurangi gatal-gatal. Dokter bisa memberikan resep untuk membeli obat hepatitis di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik lainnya.

Kemungkinan besar Anda akan benar-benar pulih dalam waktu beberapa bulan. Namun Anda sebaiknya tetap melakukan tes darah secara rutin untuk memastikan bahwa Anda benar-benar sudah bebas virus dan tidak mengembangkan hepatitis B kronis.

Pengobatan untuk Hepatitis B Kronis

Kebanyakan orang yang didiagnosis hepatitis B kronis membutuhkan pengobatan seumur hidup. Tujuannya untuk membantu mengurangi risiko penyakit hati dan mencegahnya menularkan virus ke orang lain. Berikut adalah sejumlah pengobatan untuk hepatitis B kronis:

Obat Antivirus atau Antiviral

Beberapa obat antivirus dapat membantu melawan virus dan memperlambat kemampuannya untuk merusak hati. Obat-obatan ini diminum melalui mulut (oral). Anda harus memperoleh obat-obatan ini dengan resep dokter dan harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Untuk antivirus, contoh nama obat hepatitis di apotik K24, Kimia Farma, atau apotik lain yaitu: entecavir (Atevir, TKV, Baraclude), tenofovir (Tenofir, Ricovir, Hepamed), lamivudine (3TC, Heplav, LMV), adefovir (Hepsera), dan telbivudine (Sebivo).

Injeksi Interferon

Interferon alfa-2b (Intron A) adalah versi buatan dari zat yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan infeksi.

Zat buatan ini terutama digunakan untuk orang muda penderita hepatitis B yang ingin menghindari pengobatan jangka panjang atau wanita yang berencana hamil dalam beberapa tahun ke depan, setelah meyelesaikan terapi pengobatan terbatas.

Interferon tidak boleh digunakan selama kehamilan. Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaannya antara lain: mual, muntah, kesulitan bernapas, dan depresi.

Obat Hepatitis di Apotik untuk Tipe C

Hepatitis C sering kali bisa dengan baik ditangani dengan mengonsumsi obat hepatitis di apotik sesuai resep dan petunjuk dokter selama beberapa minggu.

Bila infeksi hepatitis C berhasil didiagnosis pada tahap awal, yang disebut hepatitis akut, maka pengobatan mungkin tidak perlu segera dimulai.

Sebagai gantinya, Anda mungkin perlu melakukan tes darah lagi setelah beberapa bulan untuk memastikan apakah tubuh Anda sanggup melawan sendiri virus itu.

Jika infeksi diketahui terus berlanjut hingga beberapa bulan, yang disebut sebagai hepatitis kronis, maka dokter biasanya akan menyarankan melakukan pengobatan.

Obat Antivirus atau Antiviral

Obat antivirus digunakan untuk membersihkan virus dari dalam tubuh Anda. Tujuannya untuk benar-benar menghilangkan virus yang terdeteksi di dalam tubuh Anda sedikitnya 12 minggu setelah Anda menyelesaikan pengobatan.

Antivirus yang dipakai untuk mengobati hepatitis C disebut sebagai tablet direct acting antiviral (DAA) atau antivirus kerja langsung. Tablet DAA merupakan obat hepatitis di apotik yang paling aman dan paling efektif untuk hepatitis C.

Lamanya waktu konsumsi obat ini bergantung pada jenis hepatitis C apa yang Anda miliki. Beberapa jenis hepatitis C dapat diobati menggunakan lebih dari 1 macam DAA.

Untuk tablet DAA, berikut sejumlah contoh obat hepatitis di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik lain: simeprevir (Suvesco, Ruvastin, Giventor), sofosbuvir (Epclusa, Sobuvir, Sofosvir), kombinasi ledipasvir-sofosbuvir, kombinasi ombitasvir-paritaprevir-ritonavir, kombinasi sofosbuvir-velpatasvir, kombinasi sofosbuvir-velpatasvir-voxilaprevir, kombinasi glecaprevir-pibrentasvir, dan ribavarin (Copegus, Rebetol).

Pengobatan dengan tablet DAA punya sangat sedikit efek samping. Anda mungkin akan merasa sedikit tidak enak badan dan susah tidur di awal, tapi biasanya akan membaik. Tetapi bagian sebagian kecil pasien, mereka mengalami efek samping lebih berat dari pengobatan hepatitis C seperti: depresi, iritasi kulit, kecemasan, insomnia, kelalahan, anoreksia, rambut rontok, dan perilaku agresif.

Tips-Tips untuk Membantu Pengobatan Hepatitis A, B, dan C

Seorang penderita hepatitis A, B, atau C perlu melakukan sejumlah penyesuaian dalam gaya hidup mereka. Ini penting untuk membantu pemulihan dan pengobatan, serta untuk mencegah agar virus tidak menular ke orang lain.

  • Berhenti minum alkohol: Alkohol dapat mempercepat perkembangan kerusakan atau penyakit pada hati.
  • Hindari obat-obatan apapun yang bisa merusak hati: Tanyakanlah pada dokter mengenai obat-obatan yang sedang diminum atau berencana diminum, termasuk suplemen dan herbal. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menghindari zat-zat tertentu.
  • Bantu orang lain agar tidak tertular virus Anda: Hindari aktivitas seksual apapun, selalu cuci tangan sampai bersih setelah menggunakan toilet, jangan persiapkan ataau masak makanan untuk orang lain, jangan berbagi penggunaan barang-barang pribadi, serta jaga agar orang lain tidak sampai kontak dengan darah Anda.
  • Sebisa mungkin jaga kebugaran tubuh: Makanlah makanan bergizi seimbang, perbanyak buah-buahan dan sayur-sayuran, olahraga secara teratur, dan tidur yang cukup setiap malam.
Credit Photo: Africa Studio/Shutterstock

Semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda untuk merasa lebih nyaman selagi menjalani pengobatan, baik dengan obat hepatitis di apotik sesuai resep atau dengan metode perawatan lain.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang obat hepatitis A, B, dan C di apotik Kimia Farma, K24, ataupun apotik-apotik lain. Temukan juga ulasan-ulasan bermanfaat lain seputar solusi kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Mayo Clinic. Hepatitis A. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/diagnosis-treatment/drc-20367055

Mayo Clinic. Hepatitis B. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/diagnosis-treatment/drc-20366821

Mayo Clinic. Hepatitis C. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-c/diagnosis-treatment/drc-20354284

NHS. Hepatitis A – Treatment. URL: https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-a/treatment/

NHS. Hepatitis B – Treatment. URL: https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-b/treatment/

NHS. Hepatitis C. URL: https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-c/treatment/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>