3 Obat Asam Lambung di Apotik yang Bisa Dibeli Tanpa Resep


By Cindy Wijaya

Banyak orang mencari obat asam lambung di apotik yang tanpa resep dokter. Dan memang kenyataannya obat-obatan tanpa resep cukup baik untuk menjadi pengobatan pertama untuk gejala-gejala penyakit asam lambung (GERD), seperti rasa tidak nyaman di dada dan rasa asam/pahit di mulut.

Adakalanya gejala-gejala GERD dapat diatasi dengan menyesuaikan gaya hidup, misalnya dengan mengonsumsi lebih sedikit makanan yang berlemak dan pedas. Tetapi tidak semua berhasil mengatasi gejala asam lambung hanya dengan perubahan gaya hidup.

Apabila Anda sudah mengubah gaya hidup namun gejala asam lambung tetap tidak membaik dalam beberapa minggu terakhir, mungkin Anda bisa memanfaatkan obat asam lambung di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik-apotik lain.

Namun ada baiknya Anda konsultasi dulu dengan dokter sebelum mencoba obat jenis apapun, agar memastikan obat yang dibeli dan dikonsumsi tepat untuk kondisi Anda.

3 Obat Asam Lambung di Apotik Tanpa Resep Dokter

Terdapat setidaknya 3 jenis obat tanpa resep dokter yang dapat membantu mengendalikan gejala-gejala GERD atau asam lambung, yaitu: antacid, H2 blocker, dan proton pump inhibitor (PPI). Mari perhatikan penjelasan masing-masing jenis obat ini.

Obat Antacid

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menimbulkan gejala heartburn, yaitu rasa panas atau tidak nyaman di sekitar dada.

Dokter sering menyarankan untuk mengonsumsi obat antacid (antasida) sebagai pengobatan pertama untuk heartburn yang ringan. Jenis obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam di lambung. Antacid biasanya akan bekerja dalam hitungan menit setelah diminum, sehingga seringnya memberikan efek lebih langsung dibandingkan jenis obat lain.

Obat antacid mengandung aluminium, magnesium, kalsium, atau gabungan beberapa kandungan itu. Umumnya obat ini dalam bentuk tablet kunyah atau tablet yang dilarutkan. Beberapa merek obat juga ada dalam bentuk cair atau permen obat.

Untuk jenis antacid (antasida), berikut beberapa daftar obat asam lambung di apotik dan harganya yang kami periksa di apotik K24:

  • Antasida Doen Trifa Chew Tab 100S, dengan kisaran harga Rp 2.685,- per strip.
  • Antasida Doen Triman Chew Tab 100S, dengan kisaran harga Rp 1.575,- per strip.
  • Gastrinal Susp 120 ml, dengan kisaran harga Rp 33.862,- per botol.
  • Mylanta cair 150 ml, dengan kisaran harga Rp 43.785,- per botol.

Perlu diketahui bahwa kadang obat antasida bisa menimbulkan efek samping seperti diare dan sembelit. Biasanya muncul jika antasida digunakan terlalu sering. Jadi pastikan Anda mengikuti petunjuk dosis yang ada di kemasan obat tersebut.

Obat H2 Blocker

H2 blocker bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung, sehingga dapat mencegah heartburn. Biasanya obat jenis ini bekerja dalam waktu 1 jam setelah diminum. Jadi efeknya lebih lama dibandingkan antasida. Namun efeknya bertahan lebih lama, bisa sampai 8 – 12 jam.

Untuk jenis H2 blocker, ada obat yang bisa dibeli bebas dan ada juga yang perlu resep dokter. Untuk obat bebas, berikut beberapa obat asam lambung di apotik dan harganya di apotik K24:

  • Cimetidine FM 200 mg Tab 100S, dengan kisaran harga Rp 616,- per tablet.
  • Famocid (famotidine) 20 mg Tab 30S, dengan kisaran harga Rp 4.998,- per tablet.
  • Axid (nizatidine) 150mg Tab 28S.

Perlu diketahui bahwa H2 blocker dapat menimbulkan sejumlah efek samping seperti sakit kepala, sembelit, diare, mual, dan muntah. Jadi selalu ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasannya, atau konsultasikanlah dengan dokter mengenai dosisnya.

Obat Proton Pump Inhibitor

Proton pump inhibitor sering disingkat PPI. Obat PPI bekerja dengan cara menghambat produksi asam di lambung. Ini merupakan jenis obat paling keras untuk mengurangi produksi asam dan mungkin cocok untuk orang yang sering mengalami heartburn. PPI biasanya merupakan obat paling ampuh untuk GERD.

PPI tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet. Banyak jenis obat ini hanya bisa dibeli dengan resep dokter, namun ada juga yang bisa dibeli tanpa resep.

Untuk obat tanpa resep, berikut beberapa daftar obat asam lambung di apotik dan harganya di apotik K24:

  • Lansoprazole Nufarindo 30 mg Cap 20S, dengan kisaran harga Rp 1.387,- per tablet.
  • Omeprazole Ifars 20 mg Cap 30S, dengan kisaran harga Rp 666,- per tablet.
  • Nezium (Esomeprazole) 20 mg Tab, dengan kisaran harga Rp 25.324,- per tablet.

Perlu diketahui bahwa obat PPI dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan sakit kepala.

Ada juga efek samping yang lebih serius namun jarang terjadi, termasuk peningkatan risiko pneumonia, retak tulang, dan lebih jarang lagi, hipomagnesemia (kadar magnesium rendah) yang dapat berakibat fatal.

Sebuah penelitian tahun 2016 mendapati adanya kemungkinan hubungan antara demensia dan penggunaan PPI pada lansia di atas 75 tahun. Namun, review dari penelitian itu menegaskan bahwa saat ini tidak ditemukan adanya penyebab langsung.

Mengingat efek sampingnya yang bisa cukup serius, ada baiknya Anda bertanya dulu pada dokter mengenai dosis penggunaan obat jenis PPI.

Menggabungkan Beberapa Obat Sekaligus?

Beberapa orang mungkin menggabungkan obat antasida, H2 blocker, dan PPI untuk mengatasi gejala asam lambung. Namun, menggabungkan obat itu kadang dapat menimbulkan efek samping seperti diare atau sembelit.

Jadi sekali lagi, pastikan untuk konsultasi dulu dengan dokter sebelum menggabungkan beberapa jenis obat asam lambung di apotik.

Kapan Perlu Beralih ke Obat Asam Lambung di Apotik dengan Resep Dokter?

Anda mungkin bertanya-tanya apakah obat resep akan lebih ampuh mengatasi gejala GERD daripada obat bebas. Sebenarnya itu tergantung pada seberapa sering dan seberapa parah gejala-gejala yang Anda alami.

Bila gejala-gejalanya tidak terlalu sering kambuh atau tidak parah, maka obat bebas biasanya sudah cukup baik. Untuk jenis H2 blocker dan PPI, obat asam lambung di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik-apotik lain yang dijual bebas punya dosis lebih rendah daripada obat resep. Jadi mereka diperbolehkan untuk solusi jangka pendek dari gejala-gejala ringan.

Jika Anda perlu minum obat bebas lebih dari 2 kali dalam seminggu untuk GERD, atau jika gejala-gejalanya tidak kunjung membaik, disarankan untuk konsultasi dengan dokter.

Beda kasusnya dengan GERD yang sering kambuh dan gejala-gejalanya parah. Itu bisa jadi pertanda masalah yang lebih serius. Dan bisa jadi akan lebih parah bila tidak ditangani secara medis. Pada kasus ini, Anda mungkin butuh obat resep dokter.

Obat resep dapat memberikan efek yang lebih kuat untuk mengatasi gejala-gejala GERD. Sejumlah jenis obat keras dengan resep dokter, misalnya obat PPI resep, juga dapat membantu memulihkan kerusakan pada kerongkongan akibat kenaikan asam lambung.

Rekomendasi Obat Asam Lambung Herbal di Apotik

Selain tiga jenis obat bebas yang telah dibahas di atas, ada juga jenis obat asam lambung di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik lain yang bisa dibeli tanpa resep, yaitu obat herbal. Obas asam lambung herbal terbuat dari bahan alam sehingga relatif bebas efek samping berbahaya, meskipun diminum dalam jangka panjang.

Di samping dianggap aman dari efek samping, banyak dari produk obat herbal di apotik juga diklaim sebagai yang paling ampuh untuk mengatasi GERD atau asam lambung. Namun Anda harus hati-hati, jangan langsung percaya pada klaim berani tersebut. Mengingat tidak semuanya didukung oleh cukup bukti.

Supaya pantas disebut “ampuh”, produk itu haruslah telah diuji secara ilmiah, bukan hanya berdasarkan pengalaman penggunanya saja. Nah, apa obat asam lambung herbal yang telah diuji secara ilmiah?

Salah satunya adalah Noni juice, yang dibuat dari sari buah Noni (Morinda citrifolia). Produk Noni juice banyak dijual di apotik-apotik umum seperti K24, namun yang terutama direkomendasikan adalah yang 100% dibuat dari sari buah Noni, tanpa tambahan apapun.

Credit Photo: Bigbubblebee99 – Shuterstock

Pada tahun 2011, ekstrak cair buah Noni telah diteliti manfaatnya terhadap model peradangan pada lapisan kerongkongan yang menyerupai peradangan lapisan kerongkongan atau tukak lambung pada manusia.

Hasilnya didapati bahwa pemberian ekstrak cair buah Noni sebanyak 0,63 – 2,50 g/kg secara signifikan mencegah pembentukan peradangan akibat kenaikan asam lambung, mengurangi pembentukan luka lambung, menghambat perkembangan luka lambung, dan mempercepat penyembuhan tukak lambung kronis pada model penelitian. Ekstrak cair itu juga secara signifikan menghambat pengeluaran asam lambung.

Jadi sederhananya, Noni bisa membantu menghambat produksi asam lambung, mencegah terjadinya kerusakan pada kerongkongan akibat kenaikan asam lambung, mencegah luka di lambung, serta membantu memulihkan luka di lambung.

Noni juice dapat diminum 2 kali sehari, masing-masing sebanyak kurang-lebih 50 ml atau 1/4 gelas belimbing.

Teliti Sebelum Membeli Obat Asam Lambung di Apotik

Apa saja obat asam lambung di apotik dan harganya di apotik Kimia Farma, K24, atau apotik lain? Tiga jenis obat yang umumnya dijual bebas untuk mengobati gejala asam lambung antara lain: Obat antacid, H2 Blocker, dan proton pump inhibitor (PPI). Kisaran harganya bervariasi mulai dari Rp 600-an per tablet hingga Rp 40.000-an per botol, tergantung pada merek obatnya.

Sebelum membeli obat di apotik, ingatlah bahwa obat medis sebaiknya dibeli dan dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Jika tidak konsultasi dulu dengan dokter, bisa jadi obat itu tidak cocok untuk Anda dan bahkan ditakutkan bisa memperparah gejala yang sudah ada.

Apabila Anda ingin membeli obat asam lambung di apotik tanpa resep dokter, mungkin lebih baik memilih produk herbal. Salah satu produk herbal yang bagus untuk membantu mengatasi masalah asam lambung ialah Noni juice, karena telah diuji secara ilmiah.

Namun pastikan Anda memilih produk Noni juice yang 100% dibuat dari sari buah Noni, tanpa tambahan apapun. Karena dengan begitu Anda bisa yakin mendapat 100% manfaat dari buah Noni untuk mengatasi asam lambung.

Sumber

Sumber Referensi:

Healthline. OTC GERD Treatments: A Look at the Options. URL: https://www.healthline.com/health/gerd/over-the-counter

Mahattanadul S, Ridtitid W, Nima S, Phdoongsombut N, Ratanasuwon P, Kasiwong S. Effects of Morinda citrifolia aqueous fruit extract and its biomarker scopoletin on reflux esophagitis and gastric ulcer in rats. Journal of Ethnopharmacology. 2011 Mar 24;134(2):243-50. doi: 10.1016/j.jep.2010.12.004

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>