Inilah 6 Gejala Asam Lambung yang Paling Mudah Dikenali!

633
Shutterstock

Diedit:

Bagian pembukaan menuju lambung Anda adalah katup, yang merupakan cincin otot bernama sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter – LES). Seharusnya LES langsung menutup begitu makanan masuk melaluinya. Jika LES tidak langsung menutup atau jika terlalu sering buka, maka asam dari lambung bisa naik ke esofagus (kerongkongan). Inilah yang menyebabkan gejala-gejala asam lambung.

Jika gejala asam lambung terjadi lebih dari dua kali dalam waktu seminggu, kemungkinan Anda mengidap penyakit asam lambung, yang juga dikenal sebagai penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD).

Apa Penyebab Penyakit Asam Lambung?

Salah satu penyebab umum penyakit asam lambung adalah kelainan perut yang disebut hiatal hernia. Ini terjadi ketika bagian atas perut dan LES bergerak di atas diafragma—otot yang memisahkan bagian perut dengan dada.

Seharusnya diafragma membantu menjaga asam tetap berada di dalam lambung. Tapi jika Anda memiliki kelainan hiatal hernia, asam bisa bergerak ke atas menuju kerongkongan lalu menimbulkan gejala-gejala asam lambung.

Ada beberapa faktor penyebab penyakit asam lambung lain, antara lain:

  • Makan sekaligus dalam jumlah besar atau langsung berbaring setelah makan besar
  • Terlalu gemuk atau obesitas
  • Makan menjelang waktu tidur
  • Makan jenis-jenis makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang merah, bawang putih, atau makanan yang pedas atau berlemak
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, atau teh
  • Merokok
  • Sedang hamil
  • Mengonsumsi obat aspirin, ibuprofen, atau obat darah tinggi

Meskipun penyakit ini tidak berbahaya, tetapi bila dibiarkan dapat mengarah pada berbagai komplikasi berbahaya. Maka penting untuk mengenali apa saja gejala-gejalanya agar bisa ditangani secepatnya.

Seperti Apa Gejala-Gejala Asam Lambung?

Ketika asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan, hal tersebut bisa menyebabkan berbagai keluhan berbeda. Keluhan itu bergantung pada organ mana yang dipengaruhi oleh asam lambung. Tidak semua penderita asam lambung akan mengalami gejala yang sama.

Akan tetapi gejala-gejala asam lambung biasanya akan dialami jika penderitanya sedang berbaring atau membungkuk, setelah makan besar, dan setelah makan yang berlemak atau pedas.

Baca juga:  Coba Cermati Gejala Penyakit Asam Lambung Berikut Ini!

Kenaikan asam lambung bisa terjadi kapan pun, namun kebanyakan orang cenderung mengalami keluhannya di malam hari. Ini karena posisi tubuh berbaring mempermudah asam untuk bergerak ke atas menuju area dada. Berikut adalah beberapa gejala umum asam lambung.

Heartburn

Heartburn adalah gejala asam lambung yang paling sering dialami. Lambung Anda dilindungi dari efek korosif (mengikis) asam lambung. Jika LES tidak sanggup mencegah asam lambung agar tidak keluar dari lambung ke kerongkongan, Anda bisa merasakan sakit seperti terbakar di bagian dada—disebut heartburn.

Tingkat keparahan gejala heartburn bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman ringan sampai menyakitkan. Akan tetapi tingkat keparahan tersebut tidak selalu menandakan seberapa parah dampaknya pada kerongkongan.

Rasa Asam

Jika asam lambung naik sampai ke belakang tenggorokan atau mulut Anda, itu bisa menyebabakn rasa asam atau pahit di mulut. Anda mungkin juga merasakan seperti terbakar di tenggorokan atau mulut.

Rasa Ingin Muntah (Regurgitasi)

Beberapa orang merasakan regurgitasi—perasaan seperti ada cairan atau makanan yang naik ke tenggorokan, bukannya turun ke bawah. Dalam beberapa kasus, perasaan ini bahkan memicu muntah. Tetapi pada orang dewasa regurgitasi jarang berakhir ke muntah.

Penderita GERD yang masih bayi dan anak-anak mungkin berkali-kali mengalami regurgitasi, atau lebih dikenal dengan istilah ‘gumoh’. Hal ini tidak berbahaya dan biasa dialami bayi di bawah usia 18 bulan. Menurut lembaga National Digestive Information Clearinghouse, ada sekitar setengah dari seluruh bayi mengalami kenaikan asam lambung selama 3 bulan pertama kehidupan mereka.

Dispepsia

Dispepsia adalah perasaan seperti terbakar dan ketidaknyamanan di bagian tengah perut. Salah satu keluhan dispepsia adalah heartburn. Seseorang yang mengalami gejala sam lambung berupa dispepsia mungkin akan:

  • Merasa kembung
  • Mengalami heartburn
  • Merasa sangat penuh
  • Mual
  • Sakit perut
  • Muntah atau sering bersendawa
Baca juga:  Atasilah Penyebab-Penyebab Asam Lambung Naik

Keluhan-keluhan di atas harus ditangani dengan serius. Ada kemungkinan mereka sebenarnya adalah pertanda keberadaan penyakit tukak lambung. Penyakit ini menyebabkan gejala kronis dan kadang menimbulkan pendarahan. Jika tidak diobati, adakalanya tukak lambung dapat melubangi lambung dan menyebabkan perforasi.

Susah Menelan

Gejala susah menelan, atau disfagia, dialami oleh setidaknya 1 dari 25 orang dewasa setiap tahun. Ada banyak penyebab disfagia selain karena kenaikan asam lambung, misalnya karena stroke, multiple sklerosis, Parkinson, dan kanker.

Sakit Tenggorokan

Kenaikan asam lambung bisa mengiritasi tenggorokan sehingga menimbulkan gejala-gejala: sakit tenggorokan, suara parau (serak), atau terasa seperti ada benjolan di tenggorokan.

Gejala-Gejala Asam Lambung Lainnya

Ada beberapa orang dewasa dan sebagian besar anak-anak di bawah 12 tahun penderita asam lambung yang tidak mengalami heartburn, gejala asam lambung yang paling umum. Akan tetapi mereka mengalami keluhan-keluhan lain yang berkaitan, antara lain:

Batuk Kering

Batuk kering adalah gejala asam lambung yang biasa dialami anak-anak dan orang dewasa. Orang dewasa mungkin juga merasakan seperti ada benjolan di tenggorokan. Mereka mungkin merasa harus terus batuk untuk membersihkan tenggorokan mereka.

Gejala Asma

Kenaikan asam lambung sering memperparah gejala asma pada anak-anak dan orang dewasa. Keluhan seperti bengek diperparah oleh asam lambung yang mengganggu saluran pernapasan.

Gejala Asam Lambung Kategori Gawat Darurat

Berdasarkan lembaga American College of Gastroenterology, penyakit GERD menyumbang sekitar 22 hingga 66 persen kunjungan pasien ke ruang gawat darurat karena nyeri dada non-kardiak (bukan karena sakit jantung). Tetapi karena kemiripan gejala serangan jantung dengan asam lambung, banyak yang keliru menganggap gejala yang mereka alami hanyalah asam lambung, tanpa memastikannya ke dokter.

Untuk menghindari kekeliruan yang membahayakan seperti itu, kenalilah keluhan-keluhan yang termasuk kategori gawat darurat:

  • Heartburn yang terasa berbeda atau lebih parah dari biasanya
  • Nyeri dada yang parah
  • Rasa sakit di dada seperti diremas, ditekan, atau diremukkan

Perawatan medis darurat juga sangat penting jika gejala seperti di atas terjadi sewaktu beraktivitas fisik atau disertai dengan keluhan:

  • Sesak napas
  • Mual
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Rasa nyeri yang menyebar ke lengan kiri, bahu, punggung, leher, atau rahang

Selain mirip serangan jantung, gejala GERD juga dapat menyerupai gejala dari penyakit-penyakit serius lain. Segera periksa ke dokter jika tinja berwarna merah marun atau hitam atau Anda muntah berwarna hitam dan menyerupai bubuk kopi atau berdarah. Ini bisa jadi tanda-tanda pendarahan di perut, sering kali akibat penyakit tukak lambung.

Bila Anda selama ini sering menderita karena gejala asam lambung, cobalah lakukan langkah-langkah pencegahan. Cara terbaik untuk mencegah asam lambung naik adalah dengan menghindari makanan atau minuman yang memicu gejala-gejala.

Selain itu Anda juga dianjurkan makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering, berhenti atau jangan mulai merokok, tidur dengan bantal lebih tinggi, tidak makan 2 – 3 jam sebelum tidur, juga menurunkan berat badan jika terlalu gemuk. Baca juga artikel terkait mengenai obat asam lambung di sini: Apa Obat Asam Lambung Alami?