Mengenali 6 Prosedur Pemeriksaan Jantung


By Cindy Wijaya

Ketika seorang pasien terdiagnosa mengalami masalah dengan penyakit jantung, beberapa prosedur operasi kadang diterapkan untuk mengatasi kondisi. Ini karena kebanyakan prosedur pengobatan berupa obat minum cenderung hanya mencegah serangan dan meredakan rasa nyeri serta rasa sesak yang biasa muncul. Tetapi tidak menuntaskan sumber masalah.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah pada penyakit jantung hingga ke akar masalah adalah dengan melakukan pembedahan dan beberapa pilihan prosedur operasi. Tetapi sebelum memastikan prosedur mana yang paling tepat untuk diterapkan pada seorang pasien penyakit jantung, maka pasien harus menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan jantung.

Fungsi pemeriksaan jantung ini adalah untuk menemukan akar masalah, tingkat keparahan, lokasi kerusakan atau masalah tersebut, indikasi-indikasi yang berkaitan dengan masalah serta beberapa komplikasi yang muncul menyertai kondisi utama.

Tidak setiap prosedur operasi sesuai untuk setiap jenis kondisi penyakit jantung. Dan dalam beberapa kondisi, tindakan tertentu juga bisa memberi risiko yang besar pada pasien. Apalagi bila kondisi kesehatan jantung yang menurun ini juga disertai komplikasi lain seperti diabetes, masalah dengan ginjal dan hati, keluhan hormonal, dan kolesterol tinggi.

Untuk memastikan kondisi akurat dari pasien dan menentukan prosedur mana yang paling cocok untuk dijalankan sebagai terapi, maka rangkaian pemeriksaaan jantung ini adalah jawaban terbaiknya. Adapun prosedur pemeriksaan jantung tersebut antara lain:

  • Pemeriksaan Fisik

    Biasanya pasien akan menjalani sesi wawancara untuk mendapatkan informasi jelas mengenai sejak kapan keluhan muncul, gejala-gejala apa yang dirasakan, sesering apa rasa nyeri dada dan sesak nafas ini muncul, tepat di mana rasa paling nyeri terasa dan lain sebagainya. Hasil wawancara ini akan membantu dokter menemukan riwayat penyakit dan memberikan beberapa asumsi kemungkinan.

  • Elektrokardiografi (EKG)

    Teknik pemeriksaan jantung satu ini memanfaatkan jaringan listrik kecil untuk melihat keteraturan detak jantung, kestabilan detak jantung, dan kekuatan dari detak jantung pasien. Prosedur pemeriksaan jantung ini menggunakan rangkaian alat tertentu bernama Elektrokardiogram dengan menyetrumkan aliran kecil listrik kepada pasien pada titik-titik tertentu. Di sini akan diketahui pula kondisi-kondisi sebelum dan sesudah serangan serta melihat riwayat kerusakan pada jantung.

  • Uji Jantung Aktif

    Prosedur ini juga dikenal dengan istilah prosedur pemerikasaan latih jantung. Disebut demikian karena pasien akan diminta menjalankan beberapa aktivitas terlebih dulu sampai detak jantung menjadi lebih cepat dan kuat. Pada fase ini, pasien akan diperiksa dengan perangkat rekam jantung atau dengan prosedur EKG untuk melihat kondisi jantung tahap lanjut. Pemeriksaan di saat jantung aktif dianggap memberikan data yang lebih akurat.

  • Ekokardiografi

    Dengan alat khusus yang menghasilkan sejenis suara Ultrasonik, maka akan diperoleh beberapa data terkait kondisi jantung pasien. Data yang diperoleh berasal dari hasil pengolahan informasi yang didapat dari sistem pantulan dari gelombang suara dalam jantung. Beberapa orang mengatakan prosedur ini tak ubahnya dengan sistem USG jantung. Prosedur pemeriksaan jantung ini akan menggambarkan bentuk jantung, beberapa ketidakwajaran yang muncul secara visual, kondisi aliran darah, jumlah darah, sumbatan dan kerusakan pada otot jantung serta pembuluh darah arteri.

  • Angiografi

    Prosedur pemeriksaan jantung satu ini terfokus pada munculnya penyumbatan pada pembuluh darah arteri jantung. Prosedur ini membutuhkan sedikit pembedahan kecil untuk memasukan kateter melalui pembuluh darah pada pergelangan tangan atau kaki. Setelah kateter mencapai area jantung, disuntikan sejenis pewarna khusus yang aman untuk membuat pembuluh darah dapat terbaca oleh pembacaan sinar X-ray. Dari sinilah nanti akan diketahui lokasi terjadinya penyumbatan pembuluh darah melalui hasil cetak foto sinar X-ray atau kerap dikenal dengan rontgen jantung.

  • Angioskopi

    Prosedur ini selintas memang menyerupai prosedur angiografi, karena juga menggunakan prosedur kateter yang dimasukan melalui pembuluh darah pada pergelangan tangan atau kaki. Bedanya, pada prosedur ini, di ujung kateter sengaja dipasangkan kamera mikro untuk merekam atau melihat langsung secara visual bentuk penyempitan pada pembuluh darah. Prosedur ini akan membantu merencanakan tindakan operasi dengan lebih optimal dan efektif.

Baca Juga:  Asupan Karbohidrat Berlebih Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Demikian tadi 6 prosedur pemeriksaan jantung yang biasa dilalui pasien sebelum proses tindakan operasi pembedahan. Hasil dari pemeriksaan jantung inilah nanti yang akan menjadi acuan dalam pengobatan pasien.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}