Henti Jantung Mendadak, Kenali dan Segera Berikan Pertolongan Pertama


By Cindy Wijaya

Henti jantung adalah keadaan darurat dimana jantung tiba-tiba berhenti mendadak. Jika tidak segera ditangani, keadaan ini bisa berakibat mematikan hanya dalam hitungan menit. Salah satu penanganan yang harus segera dilakukan adalah CPR atau resusitasi jantung paru, untuk mengembalikan fungsi jantung.

Apa yang sebenarnya terjadi saat henti jantung? Seperti apa gejala-gejalanya? Apa penyebab henti jantung mendadak? Apa perbedaan henti jantung dan serangan jantung? Dan bagaimana cara mengananinya? Simaklah jawabannya dalam artikel ini.

Apa Itu Henti Jantung Mendadak?

Henti jantung mendadak adalah kondisi berhentinya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung, yang mengganggu tindakan pemompaan jantung dan menghentikan aliran darah ke tubuh.

Henti jantung tidak sama dengan serangan jantung, yang terjadi ketika aliran darah ke bagian jantung tersumbat. Namun, serangan jantung kadang bisa memicu gangguan listrik yang menyebabkan henti jantung mendadak.

Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa di usia pertengahan 30-an hingga pertengahan 40-an. Lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. Dan kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak.

Apabila tidak segera ditangani, henti jantung mendadak bisa menyebabkan kematian. Seseorang yang mengalaminya harus segera mendapat perawatan medis yang cepat dan tepat. Melakukan CPR atau resusitasi jantung paru (RJP), menggunakan defibrilator—atau bahkan hanya memberikan tekanan ke dada—dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup sampai tenaga medis datang.

Bagaimana Gejala-Gejala Henti Jantung Mendadak?

Dalam lebih dari setengah dari semua kasusnya, henti jantung terjadi tanpa tanda-tanda awal. Sewaktu kondisi ini menunjukkan tanda-tanda awal, berikut adalah sejumlah gejala yang perlu diwaspadai:

  • Merasa lemas
  • Detak jantung cepat
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Prasinkop atau perasaan seperti akan pingsan
  • Sesak napas
  • Merasa mual dan ingin muntah

Mengalami gejala-gejala seperti di atas dapat menunjukkan bahwa kemungkinan ada masalah pada irama jantung, jadi segeralah cari pertolongan medis.

Namun henti jantung sering terjadi tanpa tanda-tanda peringatan awal. Sewaktu itu terjadi secara mendadak, gejala-gejala henti jantunng mendadak yang dialami adalah pingsan mendadak, denyut nadi berhenti, napas berhenti, dan hilang kesadaran.

Apa Penyebab Henti Jantung Mendadak?

Irama jantung yang tidak normal (disebut aritmia) adalah penyebab henti jantung mendadak yang paling sering.

Jenis aritmia yang paling umum menyebabkan kematian ialah fibrilasi ventrikel. Ini adalah penembakan impuls yang tidak menentu dan tidak teratur dari ventrikel (ruang bawah) jantung. Jika ini terjadi, jantung tidak dapat memompa darah. Dan tanpa perawatan, seseorang bisa meninggal dalam hitungan menit.

Ada juga berbagai penyebab henti jantung mendadak lainnya, antara lain: penyakit jantung koroner, kelainan jantung bawaan (sejak lahir), perubahan struktur jantung akibat penyakit atatu infeksi, serta aktivitas fisik atau kehilangan darah yang ekstrem.

Apa Penyebab Kematian Akibat Henti Jantung?

Penyakit koroner jantung menyebabkan sebagian besar kasus kematian dari kasus henti jantung, sekitar 80% dari semua kasus.

Pada orang yang lebih muda, kelainan jantung bawaan (sejak lahir) atau ketidaknormalan genetik pada sistem kelistrikan jantung mereka sering kali yang menyebabkan kematian. Namun pada orang berusia 35 tahun ke atas, penyebab kematiannya lebih sering berkaitan dengan penyakit koroner jantung.

Penyebab kematian akibat henti jantung lainnya adalah kardiomiopati yang dapat disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol, kegemukan, atau kelainan genetik pada otot jantung.

Apa Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung?

Serangan jantung sering keliru disamakan dengan henti jantung. Meski serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung, namun keduanya tidaklah sama.

Ada perbedaan henti jantung dan serangan jantung dari segi penyebabnya. Serangan jantung disebabkan oleh sumbatan yang menghentikan aliran darah ke jantung. Serangan jantung terjadi ketika ada kematian pada jaringan otot jantung akibat hilangnya suplai darah. Ini adalah masalah “sirkulasi”. Serangan jantung cukup serius dan kadang berakibat mematikan.

Sedangkan penyebab henti jantung mendadak adalah akibat masalah pada fungsi sistem kelistrikan jantung. Akibatnya detak jantung jadi tidak teratur (aritmia) dan tindakan pemompaan jantung terganggu. Jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ lainnya. Beberapa detik kemudian, orang tersebut hilang kesadaran dan tidak memiliki denyut nadi. Kematian terjadi dalam beberapa menit jika ia tidak menerima perawatan.

Henti jantung mendadak terjadi secara tiba-tiba dan seringkali tanpa tanda-tanda awal. Kondisi ini dapat ditangani jika dilakukan CPR dan menggunakan defibrillator untuk mengejutkan jantung dan mengembalikan irama jantung normal dalam beberapa menit.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Henti Jantung?

Ada banyak faktor yang bisa memperbesar risiko Anda untuk mengalami henti jantunng mendadak. Dua faktor risiko utama itu adalah:

  • Pernah mengalami serangan jantung: Risiko Anda untuk mengalami henti jantung lebih tinggi dalam 6 bulan pertama setelah mengalami serangan jantung.
  • Penyakit arteri koroner: Faktor risiko untuk penyakit arteri koroner termasuk merokok, riwayat keluarga penderita penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau pembengkakan jantung.

Terdapat juga faktor-faktor lain yang memperbesar risiko Anda untuk mengalami henti jantung mendadak:

  • Pernah mengalami henti jantung sebelumnya.
  • Riwayat keluarga yang mengalami henti jantung.
  • Riwayat pribadi atau keluarga penderita gangguan irama jantung.
  • Takikardia ventrikel atau fibrilasi ventrikel setelah serangan jantung.
  • Riwayat kelainan jantung atau kelainan pembuluh darah bawaan (sejak lahir).
  • Riwayat sinkop (pingsan tanpa sebab yang jelas).
  • Gagal jantung (kondisi dimana daya pemompaan jantung lebih lemah dari biasanya). Penderita gagal jantung 6 – 9 kali lebih mungkin mengalami aritmia ventrikel yang dapat menjadi penyebab henti jantung.
  • Kardiomiopati dilatasi (menyebabkan sekitar 10% kematian jantung mendadak). Jaringan parut dan kerusakan pada otot jantung Anda meningkatkan kemungkinan gangguan irama jantung, yang pada akhirnya menjadi penyebab henti jantung mendadak.
  • Kardiomiopati hipertrofik (penebalan otot jantung yang terutama memengaruhi ventrikel).
  • Perubahan signifikan pada kadar kalium dan magnesium dalam darah.
  • Kegemukan
  • Diabetes
  • Penggunaan narkoba
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko aritmia.

Apabila ada salah satu atau beberapa dari faktor risiko di atas yang Anda miliki, penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang caranya mengendalikan faktor tersebut sebelum terjadi kondisi yang bisa berakibat fatal.

Bagaimana Cara Menangani Henti Jantung Mendadak?

Kondisi henti jantung bisa diatasi dan dipulihkan dengan tindakan darurat segera. Kelangsungan hidup bisa mencapai 90% jika penanganan segera dimulai dalam beberapa menit pertama setelah henti jantung. Persentasinya menurun sekitar 10% setiap menit lebih lama.

Jika Anda melihat seseorang mengalami gejala-gejala henti jantung, segeralah lakukan pertolongan pertama berikut ini:

  • Segera hubungi ambulans atau bawa ke UGD terdekat.
  • Mulai CPR atau resusitasi jantung paru. Tindakan ini membuat darah dan oksigen tetap bersikulasi sampai pertolongan medis tiba.
  • Gunakan defibrillator jika tersedia. CPR yang disertai defibrillator dapat menyelamatkan nyawa.

Begitu pertolongan medis tiba, ia mungkin akan menggunakan defibrillator untuk membuat jantung kembali berfungsi. Defibrillator menyetrum jantung melalui alat yang diletakkan di dada. Petugas medis juga akan memberikan obat intravena yang disebut anti-aritmia yang berfungsi mengembalikan ritme listrik jantung.

Setelah defibrilasi berhasil, kebanyakan pasien harus dirawat di rumah sakit untuk pulih dari efek henti jantung mendadak, serta untuk mengatasi dan mencegah masalah jantung lebih lanjut.

Kesimpulan tentang Henti Jantung Mendadak

Apa itu henti jantung? Henti jantung adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara mendadak. Akibatnya bisa menyebabkan kurangnya aliran darah ke otak dan organ-organ lain, yang bisa membuat orang tersebut hilang kesadaran, lumpuh, atau meninggal jika tidak segera ditangani.

Bagaimana gejala-gejala henti jantung? Gejala-gejalanya terjadi secara mendadak dan drastis, termasuk pingsan tiba-tiba, denyut nadi berhenti, napas berhenti, dan hilang kesadaran.

Apa penyebab henti jantung mendadak? Terdapat tiga penyebab utama dari henti jantung, yaitu aritmia (terutama jenis fibrilasi ventrikel), pembengkakan jantung (kardiomiopati), dan penyakit jantung koroner.

Bagaimana cara menangani henti jantung? Segeralah cari pertolongan medis, lakukan CPR selagi menunggu pertolongan medis, dan gunakan alat defibrillator jika tersedia. Henti jantung bisa mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dalam hitungan menit.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang henti jantung mendadak. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan informatif lain seputar topik kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Mayo Clinic. Sudden cardiac arrest. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/symptoms-causes/syc-20350634

Cleveland Clinic. Sudden Cardiac Death (Sudden Cardiac Arrest). URL: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17522-sudden-cardiac-death-sudden-cardiac-arrest

Johns Hopkins Medicine. Cardiac Arrest. URL: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cardiac-arrest

American Heart Association. Heart Attack and Sudden Cardiac Arrest Differences. URL: https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different

American Heart Association. What is Cardiac Arrest?. URL: https://www.heart.org/en/health-topics/cardiac-arrest/about-cardiac-arrest

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}