Mengapa Kolesterol Dapat Terjadi pada Anak?

425

Diedit:

Selain faktor genetik, kehidupan modern yang penuh dengan persaingan semakin membuat orang tua sibuk dengan pekerjaannya sehingga banyak kekurangan waktu untuk mempersiapkan dan mengontrol makanan yang dikonsumsi anak-anaknya.

Akibatnya, makanan cepat saji menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan anak sehari-hari. Makanan cepat saji memang praktis dan cepat memenuhi kebutuhan energi tubuh, tetapi sangat tidak sehat karena biasanya mengandung kadar protein dan lemak yang tinggi serta kurang mengandung serat dan vitamin.

Pada makanan cepat saji yang dikemas pun kurang baik bagi tubuh karena biasanya mengandung zat pengawet. Selain itu, minuman dingin bersoda dan yang bergula tinggi juga seringkali menemani.

Anak-anak semakin terbiasa dengan makanan praktis ini. Akhirnya, pola makan yang sehat pun tergantikan. Pola makan yang tidak sehat tersebut akan menimbulkan penumpukan lemak dan tingkat kolesterol yang tinggi pada anak.

Faktor penyebab lain, kesempatan bergerak anak-anak makin terbatas. kegiatan anak-anak banyak difokuskan untuk belajar dan duduk di balik meja demi prestasi yang memuaskan.

Selain itu, pengaruh hiburan seperti komputer, game elektronik, dan TV juga membuat anak-anak kurang beraktivitas. Pola makan yang tidak sehat, makan berlebih, dan kurangnya aktivitas pada anak akan menyebabkan ketidakseimbangan antara kalori atau energi yang masuk dan keluar. Energi berlebih yang tidak digunakan tubuh tersebut akan ditimbun dalam tubuh dalam bentuk jaringan lemak.

Maka, tidak sedikit anak yang kegemukan dan memiliki kadar kolesterol yang tinggi akibat pola hidup yang tidak sehat tersebut. Sama seperti orang dewasa, kolesterol yang berlebih dalam tubuh akan meningkatkan resiko anak terhadap stroke dan penyakit jantung.

Bagaimana Mengetahui Kadar Kolesterol Anak?

Sama seperti orang dewasa, kadar kolesterol anak dapat diketahui melalui pemeriksaan di laboratorium kesehatan. Pemeriksaan yang rutin terutama harus dilakukan pada anak dengan faktor resiko yang tinggi yakni yang memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol dan penyakit jantung, anak yang gemuk terutama, dan anak yang sering mengonsumsi junk-food. Kolesterol tidak hanya menghantui anak-anak yang gemuk saja tapi juga dapat terjadi pada anak yang kurus sekalipun.

Baca juga:  Apakah Omega 3 Itu Sebenarnya?

Anak dalam batas kolesterol normal bila total kolesterolnya kurang dari 170 mg/dL dan berada pada batas yang patut diperhatikan bila total kolesterolnya berada pada kadar 170-199 mg/dL. Pengobatan dan penanggulangan kolesterol harus dilakukan pada anak dengan total kolesterol lebih dari 200 mg/dL.

Bagaimana Cara Mengatasi Kegemukan Anak?

Kegemukan pada anak sangat beresiko pada kesehatan fisik dan kesehatan mental mereka. Karena itu, kegemukan pada anak harus segera diatasi dan dicegah sejak dini agar tubuh mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Anak-anak dalam masa pertumbuhan membutuhkan banyak zat gizi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, jika seorang anak memiliki kegemukan, maka harus dilakukan diet.

Diet di sini bukan berarti mengurangi makanan dan asupan gizinya. Yang dimaksud di sini adalah pengaturan pola makanan pada anak dengan mengatur agar asupan yang masuk dalam tubuhnya seimbang dengan energi yang dikeluarkan untuk mencegah penimbunan lemak dalam tubuh. Di sinilah pentingnya olahraga sebagai pelengkap program diet anak.

Bagaimana Pola Makan yang Baik bagi Anak?

Pola makan yang baik bagi anak bukan hanya mengajarkan anak untuk makan yang sehat dan diet yang tepat namun terutama adalah membentuk pola hidup yang sehat.

Pola hidup sehat yang terlatih dan terbiasa sejak kecil akan membantu anak tetap terbiasa dengan pola hidup tersebut sampai dewasa nanti yang bermanfaat bagi kesehatan fisik mereka. Biasakanlah untuk membentuk pola makan yang baik untuk anak. Berikut tips-tipsnya.

  • 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan. Makanan selingan bisa berupa sereal atau buah.
  • Waktu makan yang teratur. Dengan demikian, metabolisme tubuh anak akan bekerja dengan baik sehingga tubuh anak menjadi sehat dan kuat.
  • Penuhi makanan 4 sehat 5 sempurna setiap hari.
  • Kurangi makanan dengan lemak tinggi dan gula. Perbanyak serat dan vitamin lainnya dengan buah dan sayuran.
  • Ajarkan anak untuk makan dengan porsi pas dan tidak berlebihan.
  • Makanan yang bervariasi agar anak tidak bosan makan di rumah.
  • Olahraga agar kelebihan energi tidak menimbun dalam tubuh sebagai lemak.

Orang tua dapat menjadi teladan bagi anak dengan melakukan hal yang sama pada pola makannya. Orang tua juga dapat memotivasi anak untuk berolahraga dengan melakukannya bersama.

Baca juga:  Ternyata Kolesterol "Baik" Itu Tidak Selalu Baik Loh!

Bergerak bersama anak bukan hanya baik untuk kesehatan orang tua dan anak tetapi juga akan memperkuat ikatan batin yang erat dalam hubungan orang tua dan anak.

Advertisement
Alinesia