Menentukan Jenis Kelamin Bayi: Apa Bisa?


By Cindy Wijaya

Apa yang sebenarnya menentukan jenis kelamin bayi? Ada yang bilang bahwa sang ayah lah yang lebih berperan dalam memengaruhi jenis kelamin dari janin yang dikandung. Tapi apakah benar demikian?

Sebenarnya kedua pihak orang tua, baik itu ayah maupun ibu, sama-sama tidak berdaya dalam menentukan jenis kelamin bayi. Hampir semua pasangan memiliki sekitar 50 persen peluang memiliki bayi laki-laki dan 50 persen peluang memiliki bayi perempuan.

Memang benar bahwa sperma dari pihak bapak yang menentukan apakah si bayi berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Sekitar setengah dari seluruh sperma merupakan sperma “laki-laki” dan setengahnya lagi sperma “perempuan”. Jenis kelamin bayi bergantung pada sperma mana yang paling pertama sampai ke sel telur.

Secara teori, kedua jenis sperma ini memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menjadi yang paling pertama mencapai sel telur. Dan setelah sel telur dibuahi, setiap jenis sel telur akan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sepenuhnya menjadi bayi.

Tetapi dalam kenyataannya, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi hal tersebut. Faktor-faktor tertentu bisa memengaruhi jenis kelamin dari si bayi.

Dari contoh kasus nyata, ada lebih banyak bayi laki-laki yang dilahirkan setiap tahunnya di seluruh dunia. Satu teori menyingkapkan bahwa ini ada hubungannya dengan bentuk kromosom seks Y (laki-laki) yang jauh lebih kecil daripada kromosom X (perempuan). Gagasan dari teori tersebut adalah bahwa sperma yang membawa kromosom Y mampu bergerak sedikit lebih cepat dan sedikit lebih berpeluang untuk lebih dulu mencapai sel telur.

Gaya hidup dari ibu atau bapak juga dapat memengaruhi jenis kelamin anak mereka. Sejumlah studi telah memperlihatkan bahwa faktor-faktor seperti nutrisi, ekonomi, dan bahkan tempat tinggal orang tua bisa menentukan peluang jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Namun tidak ada satupun dari faktor tadi yang pengaruhnya besar.

Sebagai contoh, ibu yang sarapan sereal setiap pagi memiliki peluang 59% hamil bayi laki-laki, sedangkan ibu yang jarang sarapan sereal hanya berpeluang 49% memiliki bayi laki-laki. Meski begitu, hal ini tidak serta-merta memaksudkan Anda harus mengganti kebiasaan makan agar bisa menentukan jenis kelamin bayi.

Tidak diketahui apakah benar sereal merupakan penyebab perbedaan peluang tersebut. Mungkin saja wanita yang biasa sarapan sereal mempunyai kebiasaan atau faktor lain dan itulah yang berpengaruh pada peluang jenis kelamin janin. Seperti yang sudah dijelaskan, faktor apapun itu pengaruhnya hanya sedikit.

Mari kita lihat lebih dekat bagaimana kromosom X dan Y bisa menentukan jenis kelamin bayi. Kemudian lihat juga alasan dibalik kenapa ada perbedaan jumlah anak perempuan dan anak laki-laki di keluarga-keluarga.

Penentu Jenis Kelamin: Kromosom X dan Y

Baik pria maupun wanita memiliki kromosom-kromosom seks. Pria normalnya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY), sedangkan wanita normalnya memiliki dua kromosom X (XX).

Ketika sel telur atau sperma dibuat, itu hanya mendapatkan satu kromosom dari orang tua. Ini artinya wanita hanya bisa membuat sel telur dengan kromosom X. Tetapi pria bisa membuat sperma berkromosom X maupun Y.

Selama proses pembuahan, sel-sel sperma berlomba menuju sel telur. Jika sperma dengan kromosom Y memenangkan perlombaan, maka janin akan memiliki kromosom XY dan jadilah dia menjadi anak laki-laki.

Apabila sperma dengan kromosom X yang sanggup mengalahkan sel-sel sperma lainnya, maka janin akan berkromosom XX. Ini artinya Anda akan menjadi orang tua dari bayi perempuan.

Hampir semua orang memiliki peluang sekitar 50% memiliki bayi laki-laki dan 50% memiliki bayi perempuan. Namun, kenapa ada keluarga yang semua anaknya perempuan (atau laki-laki)?

Terlalu Banyak Anak Laki-Laki (atau Perempuan)?

Memiliki anak-anak yang semuanya laki-laki (atau perempuan) hampir selalu karena sebuah kebetulan semata. Jarang sekali ada alasan biologis yang mendasari penentuan jenis kelamin bayi yang dikandung.

Pernahkah Anda melemparkan koin 500 rupiah untuk membuat keputusan diantara dua pilihan? Ketika melemparnya, Anda punya peluang 50% koin jatuh menghadap angka dan 50% menghadap burung garuda. Peluang yang sama juga berlaku pada jenis kelamin bayi.

Tapi, bagaimana jika Anda melempar koin 10 kali dan semuanya jatuh menghadap angka? Seberapa besar peluang koin jatuh menghadap angka di pelemparan berikutnya? Tetap 50%. Peluang koin menghadap angka atau burung tidak terpengaruh pada hasil pelemparan sebelumnya. Koin tidak bisa ingat apa yang terjadi sebelumnya.

Sama seperti proses pembuahan dan kehamilan. Tubuh ibu tidak bisa ingat apa jenis kelamin anak yang sebelumnya. Jadi, peluang jenis kelamin laki-laki atau perempuan tetap sama pada setiap proses pembuahan.

Masalah menentukan jenis kelamin bayi hanyalah bergantung pada sperma jenis apa yang paling pertama mencapai sel telur. Pada keluarga yang semua anaknya berjenis kelamin sama, itu kemungkinan besar cuman masalah kebetulan semata. Dan jika mereka memutuskan untuk mencoba memiliki anak lagi, peluang ibu untuk hamil anak perempuan vs anak laki-laki tetaplah 50-50.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}