Memahamai Kaitan Senyawa Keton pada Diabetes


By Cindy Wijaya

Banyak orang awam tak mengenal mengenai apa itu senyawa keton apalagi kaitan senyawa keton pada diabetes. Tetapi perlu diketahui keberadaan senyawa keton dalam darah merupakan salah satu sinyal akan kondisi diabetes yang semakin memburuk.

Ditemukannya darah dengan kandungan keton pada diabetes merupakan tanda bahwa insulin mulai mengalami penurunan fungsi sama sekali sehingga sel kekurangan asupan glukosa. Juga sebagai tanda bahwa kini darah sudah terkontaminasi keton yang mampu bersifat sebagai toksin dalam tubuh. Kasus kadar keton yang tinggi bisa menyebabkan koma dan kematian atau dalam bahasa medis dikenal sebagai kondisi diabetes ketoacidosis.

Apa Sebenarnya Keton?

Keton sebenarnya sebuah senyawa asam yang dilepas tubuh ketika tubuh mulai membentuk energi dengan memaksimalkan pembakaran lemak ketimbang karbohidrat. Karbohidrat dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa dan menjadi bahan utama pembentuk energi.

Mekanismenya, glukosa yang larut dalam darah akan disalurkan menuju sel-sel tubuh oleh hormon insulin. Inilah peran besar insulin menghantarkan glukosa menuju sel sehingga sel dapat membentuk energi yang mencukupi kebutuhan tubuh.

Pada pengidap diabetes, insulin tidak diproduksi dalam kadar yang seharusnya, atau terjadi insulin yang tidak berfungsi sehingga akhirnya glukosa tidak dapat dihantarkan dengan optimal menuju sel-sel tubuh. Akhirnya sel-sel ini kekurangan asupan glukosa sebagai sumber utama energi.

Demi bisa memenuhi kebutuhan energi, kemudian sel mulai membakar lemak dan memaksimalkan produksi energi dari proses pembakaran lemak. Di satu sisi, pembakaran lemak ini akan membuat pasien menjadi lebih kurus.

Tetapi proses pembakaran lemak ini memberi efek samping berupa senyawa residu bersifat asam bernama keton. Pada kondisi normal ketika Anda mulai menjalankan diet rendah karbohidrat sekedar demi menurunkan berat badan, peningkatan kadar keton dalam darah sebagai efek pembakaran lemak dianggap wajar. Meski tetap ada risiko sebagaimana diketahui setiap residu proses metabolisme selalu memberi efek toksin dalam tubuh.

Baca Juga:  Herbal Tropis: Manfaatnya untuk Pengobatan Diabetes

Keton pada Diabetes

Pada pengidap diabetes, keberadaan kandungan keton pada diabetes bisa menjadi alarm bahaya bagi Anda. Keberadaan keton yang tinggi dalam darah bisa menjadi tanda bahwa pankreas Anda sudah tidak lagi memproduksi insulin atau memproduksi insulin dalam kadar yang sangat minimal, sehingga glukosa sama sekali tidak terhantar ke dalam sel-sel tubuh.

Semakin tinggi kadar keton pada diabetes, semakin tinggi kemungkinan terjadi masalah serius dengan suplai insulin dalam tubuh pasien. Karena juga menjadi penanda semakin besar kebutuhan energi yang diperoleh dari proses pembakaran lemak. Juga sebagai penanda bahwa kadar glukosa dalam darah Anda pasti sudah sangat tinggi seperti melebihi ambang batas toleransi di atas 300 mg.

Keton sendiri sebenarnya senyawa yang mudah dikenali, terutama bila dalam darah pasien sudah terdapat sejumlah besar keton. Keton tersebut mengeluarkan aroma khas menyerupai aroma kuteks. Aroma ini kadang tercium pada nafas dan keringat pasien yang memiliki kasus kadar keton tinggi.

Yang menjadi masalah, keton merupakan residu dari proses metabolisme lemak sehingga sifatnya bisa menjadi toksin dalam tubuh bila terlalu banyak. Ada sejumlah efek samping dari kasus tingginya kadar keton pada diabetes, yang menyebabkan pasien mengalami keluhan kebingungan, sakit perut akut, mual berat, kelemahan otot dan rentan terhadap segala jenis infeksi.

Dan pada kasus yang lebih serius, pasien bisa mengalami kelumpuhan saraf, otot dan koma akibat serangan pada beberapa bagian saraf pusat yang tidak mendapat asupan darah sebagaimana mestinya. Dan pada kasus serius keton pada diabetes akan berkembang menjadi diabetes ketoacidosis yang membawa lemah otot dan memicu kematian.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}