Makanan untuk Kulit, Karena Cantik Berawal dari Mulut Kita


By Cindy Wijaya

Sebenarnya kulit yang sehat tak melulu hanya soal perawatan kulit yang ekstra dan memakan biaya. Rupanya pola makan kita juga berperan besar terhadap kesehatan kulit kita. Asupan nutrisi haruslah mencukupi agar kulit tetap dalam keadaan baik. Nutrisi tersebut bisa dipenuhi bila kita tahu makanan untuk kulit apa saja yang tepat.

Kulit sebagai lapisan terluar dari tubuh kerap kali menjadi korban pertama ketika tubuh kita tidak mendapatkan cukup nutrisi. Apa yang kita makan akan memengaruhi kondisi kulit, kelembapannya, pembentukan peradangan termasuk jerawat, hingga masalah kerutan. Kalau pola makan kita diperbaiki, itu akan membantu memaksimalkan perawatan kulit dengan cara yang lebih natural.

Makanan untuk Kulit yang Terbaik

Memperbaiki pola makan sendiri mencakup sangat banyak aspek. Mulai dari memperbaiki waktu makan hingga mengatur ulang menu makanan kita. Sejumlah jenis makanan diketahui tidak baik untuk kesehatan kulit, tetapi sebagian lain justru sangat bermanfaat. Sejumlah jenis makanan untuk kulit yang tepat dikonsumsi antara lain:

Berry

Ada banyak sekali alasan kenapa buah-buahan dari jenis berry memiliki manfaat besar untuk kulit. Karenanya menambahkan berry dalam menu harian kita adalah salah satu cara terbaik merawat kesehatan kulit. Mengingat buah ini juga baik untuk menurunkan kolesterol hingga mengendalikan diabetes.

Ini karena berry mengandung sangat banyak vitamin C. Secara umum, vitamin C dalam buah berry setidaknya 10 kali lipat dari buah jeruk. Bahkan beberapa jenis berry bisa mencapai lebih dari 30 kali lipat dari jumlah vitamin C dalam jeruk.

Di sisi lain kadar vitamin E dan antioksidan termasuk antosianin dalam jenis berry juga cenderung tinggi. Semua kandungan ini memiliki peran besar dalam membantu menjaga kecantikan kulit.

Ikan Laut

Semua jenis ikan laut semacam makerel (tenggiri & ikan kembung), salmon, sarden, dan banyak lagi mengandung berlimpah asam lemak omega 3. Sejumlah jenis ikan tawar semacam lele dan patin juga memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi.

Menurut Journal of Nutrition for Healthy Skin tahun 2010, asam lemak ini memiliki manfaat besar untuk membantu menjaga kelenturan, kekencangan, serta kelembapan kulit. Selain itu omega 3 dikenal memiliki efek anti inflamasi, sehingga juga baik untuk mengatasi jerawat, infeksi kulit, dan iritasi akibat sinar matahari.

Pada Journal of the America College of Nutrition tahun 2002 juga diungkap bahwa asam lemak omega 3 dapat membantu menekan kerusakan kulit akibat masalah autoimun, termasuk penyakit psoriasis serta lupus.

Dalam ikan-ikanan juga terkandung protein yang baik dalam menjaga kelenturan kulit wajah. Juga kaya akan vitamin E yang bekerja sama dengan vitamin C untuk mendorong produksi kolagen. Kolagen adalah bagian penting untuk menjaga keberlangsungan proses regenerasi kulit.

Brokoli

Brokoli sudah lama dikenal sebagai tanaman superfood. Bukan hanya karena brokoli merupakan salah satu dari jenis sayuran brasika yang memiliki banyak antioksidan, tetapi karena brokoli memang memiliki kekayaan nutrisi yang tersimpan didalamnya.

Makanan untuk kulit ini mengandung sejumlah nutrisi penting bagi kesehatan kulit termasuk zink, vitamin C, vitamin A, dan vitamin E. Tetapi bukan hanya itu, dalam brokoli tersimpan komponen anti oksidan tinggi termasuk lutein dan sulforaphane.

Menurut Pharmacological Research tahun 2013, sulfuraphane adalah antioksidan yang sangat efektif sebagai anti kanker termasuk mencegah kanker kulit. Juga diketahui bermanfaat untuk mengatasi kerusakan kulit akibat efek radikal bebas dan sinar UV. Juga memiliki pengaruh baik dalam meningkatkan produksi kolagen.

Kedelai

Bagian terpenting dari kedelai yang dianggap berperan besar dalam mengoptimalkan kesehatan kulit adalah isoflavon. Komponen senyawa nabati ini memiliki keunikan untuk meniru aktivitas estrogen dalam tubuh.

Estrogen sendiri berperan besar dalam kesehatan kulit. Berdasarkan pengungkapan Clinical Interventions in Aging tahun 2007, estrogen berperan dalam menjaga keberlangsungan proses regenerasi kulit. Ini membuat estrogen akan sangat membantu mencegah penuaan dini dan mempercepat penyembuhan peradangan dan iritasi pada kulit.

Dalam riset yang dilaporkan pada Journal of Nutritional Science and Vitaminology tahun 2007, wanita pada usia 30 dan 40-an yang rutin mengonsumsi kedelai selama 8 – 12 pekan akan menunjukan perbaikan kulit yang signifikan. Kulit terasa lebih kencang sekaligus lentur.

Teh Hijau

Satu lagi manfaat teh hjjau yang sangat sayang untuk Anda lewatkan adalah kemampuannya dalam merawat kesehatan kulit. Teh hijau kaya akan katekin dan ECGG, sejenis antioksidan yang bekerja melawan efek radikal bebas, meningkatkan kerja hati, dan bekerja sebagai anti inflamasi.

Menurut livestrong.com, teh hijau memiliki sederet manfaat untuk kesehatan kulit. Beberapa manfaat tersebut antara lain mencegah kanker kulit, meningkatkan imunitas pada permukaan kulit, sebagai anti alergi, anti inflamasi, anti jerawat, anti fungal, hingga melancarkan sirkulasi darah.

Mengonsumsi teh hijau bagi wanita selama 12 pekan dengan rutin akan menstimulasi perbaikan kulit hingga 25 %. Demikian menurut  laporan riset pada The Journal of Nutrition tahun 2011.

Minyak Zaitun

Minyak zaitun adalah salah satu makanan untuk kulit yang menyimpan asam lemak atau lemak tak jenuh. Orang-orang yang memiliki pola makan mediterania yang mencakup banyak minyak zaitun cenderung tampak lebih awet muda.

Hal tersebut diperjelas dalam sebuah riset yang diungkap dalam laporan Public Library of Science tahun 2012. Dijelaskan bahwa konsumsi minyak zaitun dalam dosis relatif tinggi, hingga 8, 4 gram per hari, akan menurunkan risiko penuaan dini sampai 31%.

Ini karena dalam minyak zaitun ditemukan komponen lemak tak jenuh yang tinggi. Komponen ini memiliki peran besar dalam membantu mengatasi kerusakan kulit dan mendorong proses regenerasi kulit.

Dalam minyak zaitun juga ditemukan kandungan vitamin E yang tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mengatasi kerusakan sel kulit akibat radikal bebas. Kandungan polifenol dalam zaitun memiliki peran besar dalam melindungi kesehatan kulit, sebagaimana dijelaskan dalam International Journal of Vitamin and Nutrition Research tahun 2009.

Tomat

Selain asam lemak, kulit juga membutuhkan vitamin dalam jumlah cukup untuk menjaga vitalitas dan kelenturannya. Dan dalam tomat kita akan memperoleh sejumlah nutrisi penting yang berperan dalam kesehatan kulit.

Tomat membantu kulit lebih tahan terhadap serangan bakteri, mencegah terbentuknya inflamasi, serta meningkatkan daya tahan dalam melawan proses peradangan. Tomat efektif untuk membantu mencegah dan mengatasi masalah jerawat dan kerusakan kulit akibat sinar UV.

Ini karena dalam tomat tersimpan likopen yang tinggi disertai kandungan vitamin C, A dan lutein yang akan berperan penting melindungi kulit. Kandungan itu akan memperlancar sirkulasi darah menuju kulit, membantu menstimulasi regenerasi kulit, dan meningkatkan daya tahan kulit.

Cokelat Hitam

Bila selama ini kita menganggap makan cokelat adalah cara untuk memperbaiki mood, maka kini bertambah satu lagi alasan untuk mengonsumsi cokelat lebih sering.

Hanya saja dengan catatan harus memilih jenis cokelat hitam atau dark chocolate yang mengandung lebih banyak antioksidan. Memilih jenis cokelat yang kaya lemak dan gula kadang akan membuat kita harus berhadapan dengan masalah jerawat.

Dalam cokelat terkandung flavanol, sejenis antioksidan yang berperan merawat kesehatan kulit. Flavonol ini yang akan membuat kulit kita jauh lebih elastis dan lebih cepat memudarkan kerusakan kulit.

Dalam riset yang dilaporkan tahun 2014 dalam Nutrition Journal diungkap bahwa wanita yang rutin mengonsumsi cokelat hitam yang kaya flavonol sebanyak 3,5 ons selama 12 pekan menunjukkan perbaikan kualitas kulit.

Kacang Almond & Kenari

Dari banyak jenis kacang yang tersedia di alam dan lazim dikonsumsi, jenis kacang almond dan kenari adalah yang paling disarankan menjadi makanan untuk kulit. Ini karena dalam kenari dan almond ditemukan kandungan asam lemak yang tinggi, termasuk di antaranya asam lemak omega 3.

Kandungan lemak sehat ini baik untuk mencegah inflamasi.  Kekurangan asam lemak omega 3 juga membuat kulit lebih mudah kering dan kadang meningkatkan reaksi kulit pecah-pecah.

Kemampuan anti inflamasi dan pelembap alami dari asam lemak omega 3 dijelaskan dalam sejumlah catatan ilmiah, termasuk dalam Lipids in Health and Disease tahun 2012. Dalam catatan tersebut dijelaskan bagaimana peran asam lemak omega 3 dalam mengatasi jerawat sekaligus mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV.

Alpukat

Menurut laman livestrong.com, jika Anda ingin mendapatkan kulit yang sehat tanpa banyak biaya, Anda perlu memasukkan alpukat dalam menu sehari-hari. Ini karena dalam alpukat tersimpan minyak tak jenuh yang tinggi dan asam lemak yang baik untuk kesehatan kulit.

Sebagaimana sudah dijelaskan, kandungan asam lemak memiliki manfaat dalam melindungi kecantikan kulit dari inflamasi dan kerusakan akibat paparan sinar UV. Tidak hanya itu, alpukat juga diketahui kaya akan vitamin E dan zat antioksidan seperti karetonoid dan fenolik yang dapat membantu menuntaskan masalah radikal bebas pada wajah.

Tiram

Meski kerap menjadi perdebatan karena dianggap telah banyak tercemari oleh racun dari limbah laut, tiram tetap dianggap sebagai asupan makanan untuk kulit yang patut dipertimbangkan.

Menurut livestrong.com, komponen zink dalam tiram demikian tinggi bahkan mencapai kisaran 150% sampai 200% kebutuhan tubuh. Hingga sangat efektif memenuhi kebutuhan zink tubuh.

Selain itu, senyawa mineral ini diketahui berperan besar dalam meningkatkan fungsi imunitas, regenerasi kulit, dan kesehatan kulit secara menyeluruh. Kekurangan zink akan meningkatkan risiko penuaan dini dan jerawat. Zink juga bekerja pada fungsi hormonal yang juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit.

Selain kaya akan zink, dalam tiram juga ditemukan kandungan selenium yang tinggi. Selenium sendiri memiliki sejumlah manfaat seperti melawan infeksi, memperbaiki fungsi regenerasi kulit dan membantu meningkatkan ketahanan kulit terhadap paparan sinar UV dan efek radikal bebas.

Sayuran Warna-Warni

Sayuran dalam berbagai warna, termasuk paprika, wortel, kubis ungu dan lain sebagainya, memiliki kandungan vitamin yang terbilang lengkap, juga mineral serta kandungan senyawa antioksidan yang tinggi.

Warna dalam sayuran tersebut diketahui menjadi penanda adanya kandungan antioksidan yang tinggi seperti antosianin, betakaroten, dan quercetin. Antioksidan ini akan membantu mendorong imunitas kulit, membantu meningkatkan ketahanan kulit terhadap paparan radikal bebas dan sinar UV.

Selain itu, sejumlah komponen fitokimia dalam sayuran akan membantu menormalkan kembali keseimbangan hormon. Dan ternyata sejumlah kasus kerusakan kulit  termasuk jerawat dan penuaan dini kerap kali dapat dikaitkan dengan gangguan keseimbangan hormon.

Itulah sejumlah asupan makanan untuk kulit yang akan membantu Anda merawat kesehatan kulit. Dengan memperbaiki pola makan kita dan meningkatkan kualitas menu harian, kita bisa mendapatkan kulit yang sehat & cantik tanpa perlu menguras kantung hanya untuk perawatan kulit.

Semoga dengan adanya artikel ini kita jadi lebih mengerti mengenai makanan-makanan yang tepat untuk kesehatan kita, serta memilih mana yang bermanfaat bagi kita sesuai kemampuan kita. Jangan lewatkan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, serta pengobatan alami hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}