Share:

Apakah makanan rendah mineral adalah diet untuk penyakit ginjal yang tepat? Mineral adalah nutrisi mikro yang dibutuhkan tubuh. Sejumlah fungsi tubuh akan terganggu ketika kita tidak mendapatkan cukup asupan mineral. Karena ada peran besar mineral dalam menjalankan roda kerja setiap organ dan hormonal dalam tubuh manusia.

Akan tetapi, tubuh hanya membutuhkan mineral dalam kadar yang relatif kecil. Secara umum kadar mineral dalam tubuh tak boleh lebih dari 10% dari seluruh berat badan. Bahkan dalam kadar moderat setiap jenis mineral akan dibutuhkan tubuh hanya dalam kisaran 0, 3% sampai 1,5 % saja dari berat badan.

Itu sebabnya konsumsi berlebihan juga tidak disarankan. Anda juga diharapkan berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen yang mengandung kadar mineral tinggi. Tetapi bukan hanya itu yang perlu menjadi perhatian Anda.

Mengapa Harus Makanan Rendah Mineral?

Pada mereka pengidap masalah ginjal, masalah kelebihan mineral atau kelebihan elemen elektrolit adalah hal yang sangat lazim terjadi. Ini karena seharusnya ginjal bertugas membantu menjaga kadar normal mineral dalam tubuh manusia. Membuang elemen mineral yang berlebih melalui mekanisme pembuangan urin.

Ketika fungsi ginjal tidak berjalan normal, maka fungsi pembuangan ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kemampuan ginjal membuang kelebihan mineral ini tidak optimal dan menyisakan mineral dalam kadar tinggi pada darah.

Kelebihan mineral tidak lebih baik dari kekurangan mineral. Bahkan beberapa kondisi bisa merujuk pada kondisi yang cukup serius dan berakibat cukup fatal bagi tubuh Anda. Karenanya penting bagi pasien ginjal untuk mengatur ulang asupan mereka dengan menjalankan diet rendah mineral.

Ini akan membantu mengurangi asupan mineral ke dalam tubuh hingga tidak meningkatkan komposisi mineral dalam darah. Bagian penting dari diet rendah mineral tentu saja dengan memfokuskan menu Anda pada pilihan makanan yang memiliki kandungan mineral lebih rendah. Apa saja yang termasuk makanan rendah mineral? Berikut diantaranya.

Madu

Meski dikatakan sebagai salah satu makanan yang mengandung nutrisi tinggi, tetapi rupanya madu justru tidak memiliki kandungan mineral yang berlebihan. Ini menjadikannya sangat aman disertakan dalam diet untuk penyakit ginjal.

Sebagaimana diulas dalam MyFoodData, dalam satu sendok makan madu hanya mengandung natrium sekitar 1mg, kalium 11mg, magnesium di bawah 1 mg, kalsium dan fosfor sekitar 1mg.

Minyak Flaxseed

Ada banyak minyak yang diperoleh dari proses penyulingan beragam jenis produk nabati, termasuk di dalamnya minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak biji matahari. Tetapi untuk Anda yang perlu diet rendah mineral, minyak dari flaxseed akan menjadi pilihan lebih tepat.

Ini karena kandungan mineral dari minyak hasil penyulingan flaxseed ini mengandung kadar mineral rendah. Dan semakin sehat untuk ginjal karena mengandung HDL kolesterol tinggi serta kaya asam lemak omega 3 yang baik sebagai anti inflamasi pada ginjal.

Baca juga  Kenali Gangguan yang Seringkali Berkaitan dengan Sistem Ekskresi

Sedangkan dalam satu sendok makan minyak flaxseed ini sama sekali tidak terdapat komponen mineral natrium, kalium dan magnesium. Juga hanya mengandung fosfor dan kalsium di bawah 1 mg.

Minyak Zaitun

Satu lagi jenis minyak-minyakan yang bisa Anda andalkan sebagai pengganti minyak kepala sawit. Jenis satu ini sudah lebih mudah Anda temukan dibandingkan jenis minyak flaxseed.

Minyak zaitun mengandung banyak sekali vitamin, kaya akan lemak sehat dan mengandung komponen asam lemak omega 3, 6 dan 9 yang cukup seimbang untuk membantu Anda memelihara kesehatan sel serta mengatasi inflamasi.

Tetapi kandungan mineral di dalamnya relatif minim. Tidak ada kandungan fosfor didalamnya, dengan komposisi natrium dan magnesium hanya sekitar 1 mg untuk setiap 1 sendok makannya.

Kubis dan Sawi Putih

Selain punya banyak manfaat kesehatan, kubis dan sawi putih termasuk salah satu makanan rendah mineral yang cocok dimasukkan dalam diet untuk penyakit ginjal.

Dalam 1 mangkuk kecil kubis atau sawi putih sebagaimana lazimnya porsi kubis yang kita konsumsi sekali makan terkandung natrium sekitar 6 mg, magnesium sekitar 60 mg dan kandungan fosfor sekitar 9 mg.

Justru kandungan anti oksidan tinggi dalam kubis dan sawi putih disertai komponen vitamin C serta vitamin K di dalamnya akan membantu menurunkan inflamasi, mengatasi pembengkakan ginjal dan meningkatkan kemampuan tubuh mengatasi radikal bebas.

Meski sama-sama berasal dari jenis brasika, kadar mineral dalam kale, brokoli dan kembang kol sedikit lebih tinggi dari kubis dan sawi putih. Anda perlu mengendalikan asupan dari jenis sayuran brasika lain untuk mengendalikan kadar mineral dalam tubuh.

Putih Telur

Putih telur adalah sumber protein yang relatif ringan sehingga cocok disertakan dalam diet untuk penyakit ginjal. Apalagi kandungan mineral di dalamnya relatif rendah dibandingkan sumber protein lainnya.

Dalam setiap porsi putih telur terkandung natrium hingga 55 mg. Tetapi hanya mengandung potasium 52 mg, magnesium 4 mg, kalsium 2 mg dan fosfor yang hanya sebesar 5 mg.

Bagaimanapun konsumsi putih telur ini dengan moderat mengingat banyak pasien penyaki ginjal juga akan cenderung sensitif terhadap asupan makanan protein secara berlebihan.

Bawang Putih

Jenis bumbu-bumbuan ini masih sangat aman untuk dikonsumsi oleh pengidap masalah jantung. Setidaknya Anda masih bisa menikmati makanan dengan rasa yang menggugah selera bukan?

Apalagi justru dalam bawang putih terkandung allisin dan sulfur alami yang membantu mengatasi inflamasi. Sedang di dalam bawang putih hanya terkandung komponen mineral dalam kadar kecil.

Anda hanya menemukan 1 mg natrium, 12 mg kalium dan 4 mg fosfor dalam 1 siung bawang putih. Kadar kalsium dalam 1 siung bawang putih hanya sekitar 18 mg, sementara kadar magnesium sekitar 25 mg.

Bawang Merah

Dalam bawang merah memang terkandung kalium dalam kadar yang tinggi hingga 100 mg. Tetapi kadar fosfor di dalamnya hanya 3 mg dan kadar natrium juga hanya 1 m untuk tiap siungnya.

Baca juga  Kesehatan Ginjal: 7 Rahasia Paling Penting untuk Menjaganya

Komponen sulfur yang tinggi dengan kadar antosianin di dalamnya justru baik untuk pemulihan inflamasi. Dan dalam bawang merah terkandung senyawa kromium yang membantu metabolisme protein. Ini baik bagi pengidap masalah ginjal yang biasanya mengalami perlambatan fungsi metabolisme.

Nasi Putih

Anda yang memiliki masalah dengan ginjal rupanya masih relatif aman untuk tetap mengonsumsi nasi putih. Karena melalui proses penggilingan, nasi putih jadi salah satu makanan yang rendah mineral. Ini berbeda dengan nasi cokelat atau jenis nasi warna lain seperti nasi hitam dan nasi merah.

Dalam satu porsi nasi putih hanya terkandung 48 mg kalium dan 61 mg fosfor. Sedang komponen mineral lain seperti natrium mendekati 0 mg, kadar magnesium hanya 15 mg dan  kalsium hanya 2 mg.

Apel

Buah satu ini kerap dianggap sebagai salah satu buah yang paling sehat. Buah apel memang kaya akan vitamin dan mengandung komponen fitokimia yang baik untuk tubuh. Tetapi justru apel adalah makanan rendah mineral. Dan ini membuatnya masih bersahabat untuk dikonsumsi pasien ginjal.

Dalam satu buah apel hanya terkandung sodium 2 mg. Kandungan magnesium hanya 9 mg, kalsium hanya 11mg dan fosfor hanya 20 mg. Namun kadar potasium di dalamnya cukup tinggi mencapai 195 mg.

Jamur Shitake

Jenis jamur yang lazim dihidangkan dalam sup dan tumisan khas dari kawasan Asia Timur seperti Korea dan Jepang ini juga ternyata memiliki kandungan mineral yang relatif rendah. Kandungan protein dan komposisi vitamin serta fitokimia yang menonjol justru menjadikannya sehat untuk pasien ginjal.

Dalam satu porsi 150 gram jamur shitake ini Anda akan mendapatkan asupan natrium 6 mg dan kalsium 4 mg. Kadar potasium atau kaliumnya sedikit tinggi hingga 170 mg, dengan kandungan fosfor hanya 40 mg dan magnesium 20 mg.

Berry

Semua jenis buah berry-berryan memang aman dikonsumsi sebagai diet untuk penyakit ginjal. Kandungan mineral di dalamnya relatif aman. Hanya kandungan kaliumnya saja yang relatif tinggi sekitar 114 mg. Itupun hanya berarti 3% dari kebutuhan tubuh normal, jauh masih dibawah garis bahaya.

Sedang komponen mineral lain untuk tiap 150 gram seperti natrium hanya sekitar 1 mg, magnesium sekitar 9 mg, kalsium 9 mg dan fosfor 18 mg. Relatif rendah dan masih sangat aman masuk daftar menu diet rendah mineral.

Justru komponen vitamin dan fitokimia yang sangat tinggi termasuk vitamin C, flavonoid dan antosianin dalam jenis buah berry-berryan demikian tinggi hingga baik melawan radikal bebas yang membebani kerja ginjal.

Demikianlah beberapa contoh makanan rendah mineral yang bisa Anda masukkan dengan aman dalam diet untuk penyakit ginjal. Anda bisa menambahkan beberapa pilihan seperti cabai dan paprika. Nantikan juga artikel-artikel menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan alami hanya di Deherba.com.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.