Bagikan Artikel Ini:

Diedit:

Penyebab utama lebih dari 90% kasus kanker serviks (kanker mulut rahim) adalah infeksi HPV jenis tertentu. Namun infeksi HPV bukanlah satu-satunya penyebab kanker ini, sebab ada faktor lain yang turut berpengaruh. Salah satu faktor yang dicurigai yaitu konsumsi makanan penyebab kanker serviks.

Apa hubungannya infeksi HPV dengan konsumsi makanan? Infeksi HPV pada mulut rahim (serviks) dapat menyebabkan sel-sel di sana tidak bekerja secara normal dan mengarah pada pertumbuhan kanker. Tetapi untuk virus HPV sampai bisa menginfeksi tubuh lalu menyebabkan kanker diperlukan sejumlah kondisi yang mendukung.

Nah, diduga pola makan kita menjadi salah satu yang bisa mendukung pertumbuhan kanker itu. Apa yang kita makan sehari-hari akan menentukan tingkat risiko terjadinya kanker mulut rahim. Karena itulah penting untuk mengetahui apa saja asupan yang digolongkan sebagai makanan penyebab kanker serviks. Dan sebaliknya, apa saja asupan yang bisa mencegah kanker ini.

Bagaimana Pengaruh Pola Makan pada Risiko Kanker Serviks?

Memahami cara kerja HPV adalah bagian penting yang perlu kita pahami ketika bicara mengenai kanker serviks. Sebagaimana virus pada umumnya, infeksi HPV yang menjadi cikal bakal kanker mulut rahim ini dapat dicegah dengan baik selama kekebalan (imunitas) tubuh berfungsi baik.

Dan untuk mempertahankan kondisi imunitas yang baik, tubuh perlu terbebas dari unsur toksin dan radikal bebas. Juga perlu bebas dari kondisi hiperglikemia (kelebihan gula darah), karena konsumsi gula yang berlebihan memiliki kaitan kuat dengan peradangan (inflamasi). Inflamasi kronis dalam tubuh dapat merongrong sistem imun Anda.

Selain itu, pola makan Anda juga akan memengaruhi berat badan Anda. Dan ternyata penyakit kanker mulut rahim juga punya kaitan dengan masalah berat badan, terutama jika sudah sampai kegemukan.  Sebenarnya, apa yang Anda makan dapat berpengaruh besar terhadap risiko kanker Anda, apapun itu jenis kankernya.

Apa Saja Makanan Penyebab Kanker Serviks?


Sebagaimana telah di jelaskan di atas, sejumlah makanan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi HPV. Sejumlah makanan juga dicurigai dapat memperbesar kemungkinannya bagi infeksi tersebut untuk menyebabkan kanker, seperti kanker mulut rahim. Berikut adalah beberapa makanan penyebab kanker serviks yang perlu dihindari:

makanan penyebab kanker mulut rahim

Ilustrasi Makanan Penyebab Kanker (Credit: margouillat photo / Shutterstock)

Makanan Olahan

Salah satu makanan penyebab kanker serviks adalah makanan olahan. Makanan olahan contohnya sosis, ham, nugget, bacon, dan daging asap pada dasarnya mengandung bahan yang bersifat karsinogen.

Karsinogen artinya memudahkan sel-sel di dalam tubuh, termasuk di area serviks, untuk mengalami mutasi DNA dan menjadi sel-sel kanker. Selain itu, sel-sel di serviks juga lebih mudah menjadi sel kanker setelah infeksi HPV terjadi.

Makanan olahan pada umumnya juga mengandung kadar lemak trans yang lebih tinggi, bahkan bisa jadi lebih tinggi dari daging merah segar. Lemak trans bisa memicu inflamasi dan mendorong sejumlah gangguan hormon yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Makanan olahan pada umumnya diolah dengan cara diasinkan, ditambah bumbu, dan difermentasi khusus yang pada akhirnya meningkatkan tingkat karsinogen pada makanan itu. Mengonsumsi makanan olahan akan meningkatkan risiko kanker setidaknya lebih dari 18%, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal The Lancet Oncology tahun 2015.

Alkohol

Sebenarnya mengonsumsi alkohol tidak 100% dilarang, tetapi menjadikan alkohol sebagai minuman rutin apalagi bila dikonsumsi berlebihan, itulah yang dilarang.

Alkohol termasuk makanan penyebab kanker serviks. Ini karena pada dasarnya alkohol meningkatkan risiko inflamasi pada sel-sel tubuh. Semakin rentan seseorang untuk mengalami inflamasi, semakin mudah virus HPV menyerang dan menyebabkan infeksi.

Alkohol juga meningkatkan risiko gangguan pada fungsi hati yang nantinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan kendali atas kadar toksin tubuh. Inilah yang membuat seorang pecandu alkohol berisiko tinggi mengidap kanker, termasuk kanker mulut rahim.

Gula

Ada sebagian ahli yang mengatakan gula adalah makanan sel kanker, sehingga diet gula penting untuk pengidap kanker. Tetapi sebenarnya pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Setiap sel tubuh membutuhkan gula, baik itu sel normal ataupun sel kanker. Mengurangi asupan gula tidak hanya membuat sel kanker kekurangan energi, tetapi juga sel normal.

Meski begitu, gula tetap berperan signifikan mendorong terbentuknya inflamasi dalam tubuh. Inilah kenapa gula termasuk makanan menyebab kanker serviks, khususnya jika dikonsumsi berlebihan. Seseorang yang banyak makan gula diketahui lebih rentan mengalami inflamasi dan infeksi, termasuk infeksi HPV.

Daging Merah Dipanaskan Suhu Tinggi

Pada dasarnya daging merah memang tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah besar. Karena daging merah itu sendiri, termasuk yang dalam kondisi segar, dapat meningkatkan risiko kanker.

Namun efek signifikan lebih banyak berkaitan dengan kanker pada pencernaan. Karena proses mencerna daging merah mendorong produksi enzim-enzim berlebihan yang ternyata dapat memicu kerusakan sel-sel di dinding usus.

Tetapi dalam daging merah juga terkandung nitrit tingkat tinggi yang dapat mendorong tubuh membentuk senyawa karsinogen. Ini yang diduga kuat meningkatkan risiko kanker jenis lain, termasuk kanker mulut rahim.

Reaksi karsinogen ini semakin menjadi ketika daging merah dipanaskan dalam suhu tinggi hingga terbentuk area gosong. Daging yang sudah gosong ini membentuk senyawa kimia karsinogen berat yang merusak DNA seperti heterocyclic amines dan polycylic aromatics hydrocarbons.

Makanan Asin

Anda tidak hanya disarankan untuk mengurangi atau menghindari makanan manis, tetapi juga untuk mengurangi makanan asin. Mengonsumsi makanan asin secara berlebihan memiliki kaitan dengan gangguan pada keseimbangan hormon. Dan sejumlah jenis kanker memiliki kaitan erat dengan fungsi hormon.

Fungsi hormon juga berkaitan dengan imunitas. Bahkan lebih dari itu, fungsi hormon juga berkaitan dengan tingkat kerentanan sel untuk mengalami kerusakan DNA. Jadi, mengendalikan asupan garam dan makanan asin akan membantu menurunkan kecenderungan terbentuknya kanker.

Makanan yang Diawetkan

Masalah kanker, termasuk pula kanker serviks, akan selalu dikaitkan dengan makanan yang mengandung karsinogen. Karsinogen menyebabkan fungsi hati menurun dan menyebabkan kadar toksin dalam tubuh menjadi tinggi. Sejumlah karsinogen juga secara langsung berimbas pada fungsi regenerasi sel dan kemurnian DNA.

Oleh sebab itu, terlalu banyak karsinogen akan meningkatkan risiko kerusakan DNA dan pembentukan kanker. Salah satu sumber asupan yang mengandung karsinogen adalah makanan yang telah ditambahkan bahan kimia pengawet. Beberapa jenis bahan pengawet sendiri juga merupakan karsinogen.

Apa Saja Makanan Pencegah Kanker Mulut Rahim?


Setelah membahas tentang makanan penyebab kanker serviks, sekarang saatnya untuk membahas tentang makanan yang dapat membantu pencegahan kanker ini. Untuk mencegah kanker, makanan yang paling disarankan adalah yang berasal dari sumber nabati (tumbuh-tumbuhan). Anda juga perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat secara seimbang, antara makanan nabati yang bersifat anti radikal bebas dengan makanan hewani yang juga dibutuhkan tubuh.

makanan pencegah kanker mulut rahim

Ilustrasi Makanan Pencegah Kanker Mulut Rahim (Credit: Jupiterimages / Getty Images)

Makanan yang Kaya Flavonoid

Flavonoid adalah senyawa yang berperan besar sebagai antioksidan, mengatasi karsinogen, dan mencegah kanker. Flavonoid punya sifat sitotoksin yang artinya dapat menghancurkan toksin (racun) dalam tubuh dan mengaktifkan kerja hati. Senyawa ini juga membantu membersihkan radikal bebas yang meningkatkan kerentanan sel untuk bermutasi. Flavonoid juga bersifat anti-inflamasi.

Hampir semua sayuran dan buah mengandung flavonoid. Mulai dari buah dan sayuran berwarna hingga sayuran dan buah tidak berwarna (putih). Sejumlah sayuran dan buah yang kaya flavonoid antara lain buah noni (mengkudu), anggur, apel, asparagus, brokoli, biji-bijian, kubis, berry, sawi, dan buah jeruk.

Makanan yang Kaya Folat

Pada laporan di European Journal of Clinical Nutrition tahun 2016 dijelaskan bahwa asupan folat memberi efek signifikan menurunkan risiko kanker serviks.  Asam folat sendiri adalah vitamin B9 yang sifatnya larut dalam air.

Sebagian ahli menduga bahwa wanita yang mengonsumsi kadar folat tinggi akan memiliki rahim yang lebih sehat. Jika benar maka efek ini juga secara langsung berpengaruh baik pada kesehatan area mulut rahim. Folat akan membantu sel-sel rahim bekerja secara normal dan aktif, membantu proses regenerasi sel rahim dengan efektif, dan membantu mencegah inflamasi pada area rahim.

Sejumlah asupan yang mengandung folat antara lain adalah alpukat, bayam, bit, kacang-kacangan, kacang lentil, serealia (biji-bijian utuh), sawi putih, kubis, buncis, daging ayam, selada, lobak, kembang kol, juga aneka buah beri.

Makanan yang Kaya Beta-Karoten

Makanan kaya beta-karoten juga baik untuk mencegah kanker mulut rahim. Beta-karoten adalah pro vitamin A yang didapat dari sumber nabati. Jadi dibutuhkan peran lemak untuk mengubah beta-karoten agar menjadi vitamin A yang siap diserap tubuh.

Dalam The Journal of Nutrition (Oxford Academy) tahun 1996 dijelaskan peran beta-karoten untuk menurunkan risiko kanker serviks. Beta-karoten membantu merangsang proses regenerasi sel pada rahim dan mulut rahim. Ini memungkinkan infeksi HPV bisa lebih cepat teratasi sebelum berkembang menjadi sel kanker.

Aneka buah dan sayuran yang kaya beta-karoten antara lain pepaya, wortel, tomat, ubi merah, melon kuning, aprikot, cabe merah, dan paprika.

Makanan yang Mengandung Anti-Inflamasi

Kanker mulut rahim dapat berkembang dari proses inflamasi akibat infeksi HPV, jadi jelas penting untuk mengonsumsi asupan anti-inflamasi. Ini mencegah infeksi berkembang menjadi serius dan mencegah sel rusak akibat infeksi tersebut.

Contoh asupan yang baik sebagai anti-inflamasi adalah makanan yang kaya vitamin C, E, dan asam lemak omega 3. Ketiga komponen ini sangat baik untuk mengatasi kerusakan sel akibat inflamasi, memperbaiki fungsi imunitas, dan merangsang proses perbaikan sel.

Untuk mendapat asupan anti-inflamasi disarankan mengonsumsi makanan seperti ikan-ikanan terutama ikan laut, aneka buah beri, flaxseed, biji chia, buah noni, anggur, zaitun, kacang-kacangan, brokoli, kale, dan kembang kol.

Bicara kanker serviks memang tidak lengkap hanya berbicara soal pola makan. Ada banyak lagi yang perlu diupayakan untuk menurunkan risiko kanker ini. Misalnya Anda perlu menghindari berhubungan seks jika bukan dengan suami/istri sendiri. Di samping itu juga dianjurkan untuk melakukan vaksin kanker serviks.

Tetapi dengan memahami apa saja makanan penyebab kanker serviks dan makanan yang dapat membantu mencegahnya, Anda jadi bisa pegang kendali terhadap risiko kanker Anda sendiri. Setidaknya risiko tersebut bisa diminimalkan, meski tidak bisa sepenuhnya dihilangkan.

Sumber Referensi:

Makanan Penyebab Kanker Serviks

Madeline R. Vann, MPH. Everydayhealth.com. Cervical Cancer Prevention and Your Diet. URL: https://www.everydayhealth.com/cervical-cancer/prevention.aspx. Accessed: 2019-03-07. (Archived by WebCite®)

Health.com. 5 Foods That Can Cause Cancer. URL: https://www.health.com/food/foods-cause-cancer. Accessed: 2019-03-07. (Archived by WebCite® )

Cancer Treatment Center of America. What foods and drinks are linked to cancer?. URL: https://www.cancercenter.com/community/blog/2017/10/what-foods-and-drinks-are-linked-to-cancer. Accessed: 2019-03-07. (Archived by WebCite® )