Kanker serviks sering kali dapat dideteksi dini, dan kadang bahkan bisa dicegah sepenuhnya, yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan Pap secara teratur. Jika berhasil dideteksi dini, maka penyakit ini adalah salah satu jenis kanker yang paling sukses pengobatannya.

Penyakit kanker ini dimulai dari sel-sel yang menyelubungi serviks—bagian bawah rahim. Kadang-kadang bagian rahim ini disebut juga serviks uterus. Sedangkan bagian atas rahim adalah tempat pertumbuhan janin. Serviks menghubungkan badan rahim ke vagina sebagai jalan lahir.

Awal Pertumbuhan Kanker Serviks

Bagian ini didasarkan atas keterangan dari American Cancer Society. Serviks memiliki dua bagian terpisah dan masing-masing diselubungi oleh dua jenis sel yang juga berbeda.

  • Bagian serviks yang terdekat dengan badan rahim disebut endoserviks dan diselubungi oleh sel-sel glandular.
  • Bagian serviks di sebelah vagina disebut eksoserviks (atau ektoserviks) dan diselubungi oleh sel-sel skuamosa.

Kedua jenis sel ini saling bertemu di area bernama zona transformasi. Lokasi dari zona ini terus berubah seraya Anda bertambah usia dan jika melahirkan.

Sebagian besar kasus kanker serviks mulai berkembang pada sel-sel yang berada di zona transformasi. Sel-sel ini tidak tiba-tiba berubah menjadi kanker. Sebaliknya, sel-sel serviks yang normal awalnya secara bertahap berkembang menjadi sel-sel pra kanker yang akan berubah menjadi kanker.

Ada beberapa istilah dokter untuk mendeskripsikan perubahan pra kanker tersebut, misalnya cervical intraepithelial neoplasia (CIN), squamous intraepithelial lesion (SIL), dan displasia. Perubahan-perubahan tersebut dapat dideteksi melalui pemeriksaan Pap sehingga bisa ditangani sebelum menjadi kanker.

Pemeriksaan Pap Smear

Setiap wanita mulai usia 21 tahun dianjurkan untuk mulai rutin melakukan pemeriksaan Pap smear setiap 3 tahun sekali untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Walaupun kanker dimulai dari sel-sel yang mengalami perubahan pra kanker, tapi sebenarnya tidak semua wanita yang memiliki kondisi pra kanker akan mengidap kanker ini. Biasanya butuh bertahun-tahun bagi pra kanker untuk berkembang menjadi kanker. Namun adakalanya perkembangan itu hanya perlu waktu kurang dari setahun.

Pada sebagian besar wanita, sel-sel pra kanker tersebut akan hilang meskipun tidak menjalani pengobatan apa pun. Tapi sayangnya, ada sejumlah wanita yang kondisi pra kanker-nya terus berkembang menjadi kanker sebenarnya yang bersifat invasif.

Baca juga  Penyebab Kanker Serviks

Karena itu cara terbaik untuk mencegah hampir semua jenis kanker serviks adalah dengan menangani kondisi pra kanker pada serviks.

Jenis-Jenis Utama Kanker Serviks

Kanker serviks dan kondisi pra kanker dikelompokkan berdasarkan bagaimana penampakan mereka jika dilihat di bawah mikroskop. Jenis utama kanker ini adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.

  • Sebagian besar (hingga 9 dari 10) kanker serviks merupakan jenis karsinoma sel skuamosa. Kanker ini berkembang dari sel-sel di eksoserviks dan sel-sel kanker tersebut memiliki karakteristik dari sel-sel skuamosa dilihat di bawah mikroskop. Karsinoma sel skuamosa paling sering diawali di zona transformasi (dimana eksoserviks bergabung dengan endoserviks).
  • Sebagian besar jenis kanker serviks lainnya adalah adenokarsinoma. Adenokarsinoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel kelenjar. Jenis ini berkembang dari sel-sel kelenjar yang memproduksi lendir dari endoserviks. Adenokarsinoma serviks tampaknya menjadi lebih sering terjadi selama 20 – 30 tahun terakhir.
  • Jenis kanker serviks yang lebih jarang, memiliki karakteristik gabungan antara karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Jenis ini dinamakan karsinoma adenoskuamosa atau karsinoma campuran.

Walaupun hampir semua jenis kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa atau adenokarsinoma, tetapi jenis kanker lain juga dapat berkembang di serviks. Jenis-jenis tersebut antara lain: melanoma, sarkoma, dan limfoma—yang adalah jenis kanker yang lebih sering terjadi di bagian tubuh lain.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks adalah perubahan-perubahan abnormal yang parah pada sel-sel yang ada di serviks. Sebagian besar perubahan sel dengan kondisi pra kanker (atau sudah bersifat kanker) terjadi di zona transformasi pada serviks, karena sel-sel di sini secara normal terus mengalami perubahan. Selama proses alami ini, sejumlah sel bisa menjadi abnormal jika Anda terinfeksi oleh jenis HPV yang berisiko tinggi.

HPV (human papillomavirus) sebenarnya sangatlah umum, dan kebanyakan wanita yang memiliki virus ini tidak pernah mengembangkan kanker ini. Ini artinya faktor-faktor selain infeksi HPV—misalnya faktor lingkungan atau pilihan gaya hidup—juga menentukan seberapa riskan Anda untuk menderita penyakit ini.

Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai


Faktor-faktor yang memperbesar risiko seseorang terkena penyakit kanker disebut sebagai faktor risiko. Berikut adalah beberapa faktor risiko penyakit ini:

  • Punya Banyak Pasangan Seks: Semakin sering Anda berganti pasangan seks—dan semakin banyak jumlah pasangan seks Anda—maka semakin besar juga kemungkinan Anda untuk terinfeksi HPV.
  • Aktivitas Seksual Usia Dini: Menjadi aktif secara seksual di usia dini meningkatkan risiko Anda terkena HPV.
  • Penyakit Menular Seksual Lain: Memiliki penyakit menular seksual lain—misalnya klamidia, gonorea, sifilis, dan HIV/AIDS—memperbesar risiko HPV Anda.
  • Sistem Kekebalan yang Lemah: Anda lebih mungkin mengembangkan kanker serviks jika sistem kekebalan Anda dilemahkan oleh masalah kesehatan lain, sekaligus memiliki HPV.
  • Merokok: Merokok dikaitkan dengan sel kanker serviks jenis skuamosa.

Penyebab kanker serviks memang belum secara jelas diketahui. Tetapi sudah dipastikan bahwa yang turut berperan adalah HPV. Anda bisa mengurangi risiko untuk terkena kanker dengan secara teratur melakukan pemeriksaan skrining dan menerima vaksin yang melindungi diri terhadap infeksi HPV.

Baca juga  Diagnosis Kanker Serviks

Pencegahan Kanker Serviks

Pencegahan kanker serviks berfokus pada upaya-upaya untuk mengurangi risiko kanker ini. Di bawah ini adalah sejumlah tips yang bisa diupayakan:

  • Mendapat Vaksin terhadap HPV: Vaksinasi tersedia bagi anak-anak perempuan dan wanita dewasa berusia 9 – 26 tahun.
  • Rutin Melakukan Pemeriksaan Pap: Tes Pap dapat mendeteksi kondisi-kondisi pra kanker, jadi mereka bisa dipantau atau ditangani agar tidak berkembang menjadi kanker.
  • Hubungan Seks yang Wajar: Tidak berhubungan seksual sebelum menikah, setia kepada satu pasangan, dan menggunakan kondom sebagai pengaman adalah cara mencegah kanker serviks yang cukup ampuh.
  • Tidak/Berhenti Merokok: Karena merokok dikaitkan dengan sel skuamosa pada kanker serviks, maka berhenti merokok adalah salah satu upaya terbaik bagi para perokok untuk mencegah kanker serviks.

Upayakanlah cara mencegah kanker serviks dengan menghindari atau mengubah faktor-faktor risiko yang bisa diubah (misalnya merokok dan infeksi HPV).

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Ciri-ciri kanker serviks cenderung sulit dideteksi jika masih dalam tahap awal perkembangannya. Gejala-gejala sering kali tidak muncul hingga kanker menjadi invasif dan bertumbuh ke jaringan terdekat. Ketika ini sudah terjadi, maka keluhan-keluhan yang paling umum dirasakan adalah:

  • Perdarahan Vagina yang Tidak Normal: Seperti perdarahan setelah berhubungan seks, pendarahan setelah melewati menopause, pendarahan dan bercak darah di luar waktu menstruasi, dan menstruasi yang lebih lama atau lebih berat daripada biasanya. Perdarahan setelah pemeriksaan panggul juga dapat terjadi.
  • Keluar Cairan yang Tidak Normal dari Vagina: Cairan tersebut mungkin mengandung darah dan dapat terjadi di luar waktu menstruasi atau setelah melewati menopause.
  • Rasa Sakit saat Berhubungan Seks.

Ingat Ini!

Ingatlah ciri-ciri kanker serviks itu juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan selain kanker. Sebagai contoh, infeksi juga bisa menimbulkan rasa sakit atau perdarahan. Meski begitu, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksa ke dokter untuk memastikannya terlebih dulu.

Bila dokter menemukan adanya tanda-tanda kanker pada tes awal, atau jika keluhan-keluhan yang Anda alami dikhawatirkan sebagai gejala kanker, Anda mungkin diminta menjalankan lebih banyak tes sebelum dokter memberikan diagnosis kanker serviks.

Stadium Kanker Serviks


Stadium kanker serviks perlu dicari tahu agar dokter tahu apakah kanker sudah menyebar, dan jika sudah, seberapa jauh penyebarannya. Informasi ini juga membantu dokter memutuskan saran pengobatan yang terbaik bagi Anda.

Kanker ini biasanya dikelompokkan menjadi stadium 1 – 4, dengan stadium 1 menunjukkan bahwa kanker masih ada di dalam lokasi awal kemunculannya. Dan stadium 4 menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Baca artikel-artikel berikut yang membahas mengenai apa yang akan dihadapi seseorang ketika divonis menderita kanker serviks pada stadium 1 – 4:

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks pada masing-masing pasien terutama bergantung pada stadium dari penyakit kanker ini. Pengobatan juga disesuaikan berdasarkan faktor lain, yang antara lain terdiri dari faktor kondisi kesehatan pasien dan pilihan pribadi mereka.

Baca juga  5 Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Paling Mudah Dikenali

Pilihan pengobatan secara medis yang umumnya tersedia adalah operasi, radiasi, kemoterapi, atau kombinasi dari ketiganya.

  • Operasi pengangkatan kanker. Metodenya bergantung pada lokasi dan sudah seberapa jauh perkembangan kanker, juga pada apakah masih ingin punya anak atau tidak.
  • Terapi radiasi menggunakan sinar-X dosis tinggi atau penanaman implan di rongga vagina untuk membunuh sel kanker. Terapi ini digunakan untuk beberapa stadium kanker tertentu.
  • Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Mungkin disarankan dokter untuk pengobatan kanker serviks stadium lanjut.

Sebelum menjalankan pengobatan kanker serviks, dianjurkan berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai semua pilihan yang ada. Bicarakan juga apa tujuan pengobatan itu dan apa efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Jangan ragu-ragu untuk bertanya jika ada yang tidak dipahami dari pengobatan itu.

Pengobatan Kanker Serviks secara Alami

Anda mungkin mendengar tentang metode alternatif atau tambahan untuk mengatasi kanker atau meringankan gejala-gejalanya yang belum pernah diceritakan oleh dokter Anda. Metode ini biasanya termasuk penggunaan herbal, vitamin, dan diet khusus, atau metode-metode lain yang dianggap lebih alami.

Salah satu herbal yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan kanker serviks adalah Sarang Semut Papua. Hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, polifenol, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker yang terbukti efektif menumpas berbagai jenis tumor dan kanker baik jinak ataupun ganas.

Bukti dari Manfaat Sarang Semut


Hendro Saputro seorang herbalis yang tinggal di Papua, yang pertama-tama telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas. Ia juga kemudian menambahkan bahwa “Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang dalam 3 hari sudah terlihat hasilnya”.

Faktor kecepatan inilah yang membuat mengapat Sarang Semut disebut sebagai herbal terbaik untuk membantu pemulihan penderita kanker, umumnya dalam waktu 1 – 3 bulan pertama setelah mengonsumsi Sarang Semut. Seorang penderita kanker sudah mendapat tanda-tanda kesembuhan, bahkan tidak sedikit yang sudah merasa pulih dalam tiga bulan pertama tersebut.

Namun pastikan Anda bicara dengan tim dokter yang menangani Anda jika sedang mempertimbangkan menggunakan alternatif obat kanker serviks alami. Mereka diharapkan bisa membantu Anda mengerti lebih banyak mengenai pengobatan tersebut, sehingga membantu Anda untuk membuat keputusan bijak.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, sudah dimengerti bahwa kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di sel-sel pada serviks—bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina. Sedangkan penyebab kanker serviks terutama berkaitan dengan infeksi HPV tertentu yang turut memicu perubahan sel-sel normal serviks menjadi sel-sel kanker.

Anda bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks dengan cara melakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi benih-benih kanker, dan juga menerima vaksin yang melindungi Anda dari infeksi HPV. Semoga dengan adanya artikel ini Anda jadi lebih sadar terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga tercinta Anda.

😡
☹️
😐
☺️
😍
5/5😍1