Kiat Membantu Anak yang Mengompol


By Cindy Wijaya

Bagi Anda yang memiliki anak yang masih kecil, khususnya yang berusia di bawah 7 tahun, pasti sudah tidak asing lagi dengan kasur basah akibat ompolan. Mengompol biasanya merupakan tahap perkembangan pada masa kanak-kanak. Walau demikian, Anda bisa membantu anak untuk mengatasi masalah mengompol di malam hari.

Anak mengompol sering kali karena alasan yang sederhana, misalnya karena lupa ke kamar mandi sebelum tidur atau takut pergi sendirian ke kamar mandi di tengah malam. Namun, terkadang ada penyebab lain yang tergolong lebih serius, seperti sembelit dan ketidakmampuan untuk merasakan ketika kandung kemih penuh.

Tahukah Anda?

  • Anak laki-laki lebih sering mengompol dibandingkan anak perempuan
  • Anak lebih cenderung mengompol jika kedua orangtua juga mengompol sewaktu masih anak-anak
  • Anak yang hiperaktif dan kurang perhatian lebih sering mengompol

Anda tidak perlu khawatir, berikut ini dijabarkan beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak agar tidak mengompol lagi. Ada baiknya agar Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter atau profesional lain untuk mengetahui cara terbaik bagi anak Anda dalam mengatasi mengompol.

  • Minta anak untuk tidak banyak minum pada malam hari sebelum tidur. Beberapa ahli berpendapat bahwa asupan cairan yang baik bagi anak adalah memberi 40% cairan antara jam 7 pagi hingga siang hari, 40% lagi antara siang hari sampai pukul 5 sore, dan 20% terakhir setelah jam 5 sore. Namun jangan batasi asupan cairan jika anak Anda banyak beraktivitas di malah hari.
  • Larang anak Anda untuk tidak minum atau makan yang berkafein di malam hari sebab kafein dapat meningkatkan pengeluaran urin. Pastikan agar Anda tidak memberikan anak minuman kola dan cemilan cokelat di malam hari.
  • Minta anak agar pergi ke kamar mandi sebelum tidur. Minta anak untuk dua kali pergi ke kamar mandi—pertama, setelah ganti baju tidur dan kedua, tepat sebelum tidur.
  • Ingatkan anak Anda agar tidak perlu takut pergi ke kamar mandi di tengah malam jika perlu. Supaya anak tidak takut, pasang lampu kecil di lorong yang menuju ke kamar mandi.
  • Anjurkan anak untuk rutin buang air kecil sepanjang hari. Misalnya sekali setiap dua jam atau jika anak sudah merasa ingin pipis.
  • Perhatikan makanan yang anak Anda konsumsi. Jika Anda mencurigai jenis makanan tertentu membuat anak menjadi sering buang air kecil, mungkin ia perlu menghindarinya untuk sementara waktu—khususnya di malam hari.
  • Berikan penangan yang tepat jika anak menderita sembelit. Jika obat warung tidak efektif mengatasi sembelit, segera periksa ke dokter untuk mencegah kemungkinan terburuk.

Upaya-upaya di atas dapat diterapkan guna membantu anak yang tidak memiliki masalah kesehatan berkaitan dengan kandung kemih. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika anak Anda mengalami gangguan kandung kemih atau jika anak terus mengompol padahal sudah berusia lebih dari 7 tahun.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}