Keracunan: Saat Anda Sakit karena Makan Ikan!


By Fery Irawan

Anda mungkin heran jika mendengar seseorang jatuh sakit karena makan ikan (keracunan). Sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini? Bagaimana Anda dapat mengatasinya? Jenis ikan apa saja yang menyebabkan sakit? Mari kita bahas satu persatu dalam artikel berikut!

Fakta yang mengejutkan!

Keracunan ikan bisa terjadi jika Anda mengonsumsi ikan yang telah terkontaminasi dengan mikroorganisme bernama dinoflagellata. Mikroba ini dapat ditemukan pada alga (sejenis rumput laut) dan terumbu karang yang mati. Saat ikan-ikan kecil memakan alga, mikroba beracun yang menempel pada permukaaan rumput laut ini ikut termakan.

Walau demikian ikan-ikan kecil ini tidak mengalami keracunan, namun tubuh ikan sudah terkontaminasi oleh mikroba berbahaya ini. Ikan kecil ini kemudian dimakan oleh ikan yang lebih besar, lalu ditangkap oleh nelayan dan dikonsumsi manusia.

Jenis ikan yang memiliki potensi meracuni adalah barakuda, kerapu, tenggiri, kakap merah, kakap putih, belut laut dan masih banyak jenis ikan laut lainnya. Keracunan ikan juga disebut Ciguatera Fish Poisoning (CFS), racun alami ini hampir tidak terdeteksi.

Bentuk fisik ikan tampak biasa saja, begitu juga dengan bau dan rasanya. Namun zat beracun ini tidak akan sirna walau sudah dimasak, dikeringkan, digarami, diasapi atau dibumbui. Lalu bagaimana Anda dapat menghindari bahayanya?

Apa gejala yang dirasa jika Anda mengalami keracunan ikan? Biasanya ada gangguan pada pencernaan Anda, mual, diare, muntah, dan keram perut. Anda juga perlu berhati-hati sewaktu merasa menggigil, pusing, sakit kepala, gatal, dan berkeringat.

Gejala lainnya dapat berupa mati rasa dan kesemutan pada mulut, kaki, serta tangan. Otot anda terasa nyeri dan denyut jantung melemah. Keracunan ikan juga menyebabkan tekanan darah rendah, kelelahan, dan perubahan pada indera perasa (seperti, dingin menjadi panas).

  • Walau tidak ada metode yang pasti untuk mencegah sakit karena makan ikan, setidaknya Anda dapat mengurangi resiko keracunan dengan mencari informasi lebih banyak kepada departemen perikanan mengenai ikan beracun yang ada disekitar Anda.
  • Cara tersebut memang tampak merepotkan, namun tak ada salahnya mencoba jika Anda ragu sewaktu mengonsumsi jenis ikan tertentu. Selain itu, bila Anda pernah mendengar kasus keracunan ikan di daerah tertentu sebaiknya hindari makan ikan dari tempat itu.
  • Sewaktu memilih ikan, pastikan juga untuk memilih ukuran yang tidak besar dan tua. Jangan pernah tergoda untuk makan kepala ataupun organ dalam ikan. Lebih aman jika Anda mengonsumsi ikan laut yang tidak memangsa ikan karang.

Bagaimana jika Anda sakit karena makan ikan? Sebaiknya segera periksakan keadaan Anda pada dokter, karena jika gejala ini dibiarkan saja dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, gagal pernapasan dan dehidrasi. Setelah Anda menjalani perawatan yang dianjurkan dokter pastikan agar Anda tidak mengonsumsi ikan selama 6 bulan.

Jadi apakah Anda harus menghindari semua jenis ikan agar tidak keracunan? Tentu tidak demikian, Anda hanya perlu berhati-hati memilih jenis ikan yang tepat bagi Anda.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}