Kenapa Perut Bunyi? Bagaimana Cara Menghentikannya?


By Cindy Wijaya

Perut yang bunyi sering dikira sebagai tanda sudah lapar, tapi sebenarnya tidak selalu karena lapar. Ada penyebab-penyebab lain yang membuat perut terus bunyi, dan beberapa karena masalah pada sistem pencernaan. Bahkan ada juga orang yang selalu mengalami gejala perut bunyi, entah apa sebabnya. Kenapa perut sering mengeluarkan bunyi?

Artikel ini akan membahas sejumlah penyebab umum dari bunyi perut, mulai dari yang wajar hingga yang menjadi indikasi adanya masalah pencernaan. Kemudian akan dibahas mengenai cara menghentikan atau mengurangi perut yang sering terus bunyi.

Kenapa Perut Mengeluarkan Bunyi?

Gejala perut bunyi (borborygmi) adalah gejala normal yang dapat dialami oleh siapa saja. Banyak orang selalu mengaitkan perut bunyi dengan rasa lapar, tapi sebenarnya tidak selalu. Bunyi perut juga berkaitan dengan proses pencernaan yang lambat atau belum rampung, atau dengan konsumsi jenis makanan tertentu.

Gejala ini dicirikan dengan suara kosong yang mirip dengan bunyi air mengalir melalui pipa. Meski sering kali ini adalah gejala normal, namun bunyi perut yang keras terus-menerus atau yang sama sekali tidak berbunyi dapat menjadi indikasi adanya masalah pada sistem pencernaan.

Penyebab Kenapa Perut Bunyi: Untuk Membantu Pencernaan

Saat makanan yang dikonsumsi mencapai usus kecil, tubuh melepaskan enzim-enzim yang membantu memecahkan makanan dan untuk memfasilitasi penyerapan nutrisi. Otot-otot akan berkontraksi dan bergerak seperti gelombang, disebut gerak peristalsis, untuk memindahkan makanan di sepanjang saluran pencernaan.

Proses-proses tersebut, yang melibatkan pergerakan gas dan makanan yang sebagian dicerna, turut menjadi penyebab munculnya bunyi perut yang menggeram dan bergemuruh.

Penyebab Kenapa Perut Bunyi: Untuk Memberi Sinyal Lapar

Meski tidak ada makanan yang dikonsumsi selama beberapa jam sebelumnya, tubuh tetap akan secara teratur melakukan gerak peristalsis. Lambung dan usus juga tetap melepaskan asam dan enzim untuk mempersiapkan asupan makanan.

Inilah penyebab kenapa ada bunyi keroncongan saat perut sedang kosong dan butuh asupan makanan. Perut bisa terus bunyi sampai 20 menit dan bisa berulang setiap jam sampai akhirnya makanan masuk ke dalam perut.

Penyebab Kenapa Perut Bunyi: Indikasi Adanya Masalah

Kadang-kadang, bunyi perut adalah indikasi adanya masalah kesehatan dibaliknya, terutama kalau gejala ini disertai dengan keluhan-keluhan lainnya seperti rasa sakit, sembelit, atau diare.

Baca Juga:  Karakteristik Sistem Pencernaan: Asia versus Eropa

Masalah-masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab perut bunyi antara lain: alergi makanan, intoleransi makanan, infeksi saluran cerna, penyumbatan usus, dan sindrom iritasi usus.

Bagaimana Cara Menghentikan Bunyi Perut?

Meski suara perut adalah bagian dari proses pencernaan yang normal, tapi bunyi itu bisa membuat kita malu jika terdengar orang lain dan mengira kita sedang lapar. Berikut adalah 8 cara alami untuk menghentikan perut yang terus bunyi.

Minum Air

Minumlah segelas air putih, terutama saat kita sedang belum bisa makan apa-apa tapi perut sudah keroncongan. Kenapa minum air membantu menghilangkan bunyi perut? Air membantu proses pencernaan sekaligus mengisi perut kita. Kedua hal ini setidaknya bisa meredam suara keroncongan di perut kita.

Untuk hasil terbaik, cobalah minum air perlahan di sepanjang hari. Minum air dalam jumlah banyak sekaligus malah akan menimbulkan suara berdeguk di dalam perut.

Makan Sesuatu

Jika perut sudah kosong dalam waktu cukup lama, maka perut akan mengeluarkan bunyi khasnya. Makanlah sedikit makanan atau camilan untuk sementara menghentikan suara itu.

Jika bunyi perut selalu muncul di waktu yang sama setiap hari, mungkin itu tandanya kita harus makan lebih teratur. Beberapa orang bisa jadi perlu makan 4 – 6 kali porsi kecil setiap hari, daripada makan langsung 3 kali porsi besar.

Kunyah Perlahan

Pencernaan dimulai dari mulut, melalui gerakan mengunyah. Bunyi perut yang menggeram ada kaitannya dengan masalah pencernaan yang sebenarnya bisa dicegah kalau kita mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh.

Mengunyah makanan dengan benar juga akan mengurangi jumlah udara yang tertelan, yang mencegah gas menumpuk dan mencegah gangguan pencernaan.

Kurangi Gula, Alkohol, dan Makanan Asam

Alkohol, gula, dan makanan asam dapat menjadi penyebab kenapa perut selalu bunyi setelah mengonsumsinya. Gula, misalnya gula fruktosa dan sorbitol, khususnya harus dikurangi. Makanan-makanan asam, termasuk buah jeruk dan kopi, juga dapat menjadi penyebab perut bunyi.

Alkohol mengiritasi saluran pencernaan serta menyebabkan perut mengeluarkan suara. Alkohol juga meningkatkan produksi asam dan mengakibatkan peradangan di dinding lambung. Dan alkohol dosis tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung dan menyebabkan sakit perut.

Hindari Makanan dan Minuman Penyebab Gas

Ada jenis makanan dan minuman yang menghasilkan lebih banyak gas daripada yang lainnya. Jika perut bunyi dikarenakan oleh kebanyakan gas yang ada dalam saluran pencernaan, coba hindari makanan dan minuman seperti berikut: kacang-kacangan, polong-polongan, brokoli, kubis, kembang kol, jamur, bawang, minuman soda, dan bir.

Baca Juga:  Karakteristik Sistem Pencernaan: Amerika versus Jepang
Ilustrasi Penyebab Perut Bunyi Tapi Tidak Lapar
Contoh Makanan Penyebab Gas Berlebih di Saluran Pencernaan (Credit Photo: monticello / Depositphotos)

Batasi Poris Makan

Gejala suara perut bisa jadi disebabkan oleh mengonsumsi makanan-makanan porsi besar, terutama makanan yang banyak mengandung lemak, gula, daging merah, dan makanan lain yang sulit dicerna. Cobalah makan dalam porsi-porsi kecil dan kunyah secara perlahan untuk mencegah makan dengan berlebihan.

Kenali Intoleransi Makanan

Intoleransi terhadap makanan tertentu dapat meningkatkan jumlah gas dalam saluran pencernaan dan menjadi penyebab kenapa perut bunyi. Contohnya, intoleransi laktosa membuat seseorang kesulitan mencerna laktosa, yang ada dalam susu dan kebanyakan produk olahannya. Cara terbaik untuk mengendalikan intoleransi makanan ialah dengan menghindari makanan-makanan yang menimbulkan masalah pencernaan.

Atasi Masalah Pencernaan

Ada penyebab perut bunyi yang cukup serius, seperti infeksi atau penyumbatan di usus. Selain itu sindrom iritasi usus juga sering menjadi penyebab kenapa perut bunyi.

Oleh sebab itu, jika gejala perut bunyi sudah cukup parah, ada baiknya segera temui dokter untuk mengetahui apa penyebabnya. Mengatasi masalah-masalah pencernaan mungkin satu-satunya cara untuk menghilangkan gejala perut yang selalu bunyi.

Walaupun gejala perut bunyi sering dikaitkan dengan rasa lapar, tapi sebenarnya tidak selalu. Perut juga akan mengeluarkan suara ketika sedang mencerna makanan yang dikonsumsi. Selain itu gejala perut bunyi juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan, misalnya alergi makanan, intoleransi makanan, infeksi saluran cerna, penyumbatan usus, dan sindrom iritasi usus.

Karena ada beberapa penyebabnya yang cukup serius, maka ada baiknya kita periksa ke dokter jika gejala perut bunyi terjadi terus-menerus, terutama jika disertai gejala-gejala lainnya.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang gejala perut bunyi. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk mengerti tentang keluhan yang biasa dialami sehari-hari ini. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Referensi Kenapa Perut Bunyi:

Leonard, Jayne. All you need to know about stomach growling. Reviewed: 2017-11-03. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/319901.php. Accessed: 2019-12-10

Moore, Kristeen & Cafasso, Jacquelyn. Abdominal (Bowel) Sounds. Reviewed: 2017-07-17. URL: https://www.healthline.com/health/abdominal-sounds. Accessed: 2019-12-10

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}