10 Indikasi Gangguan Terkait Sistem Pencernaan

517
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Pencernaan yang sehat adalah kunci untuk menjaga tubuh dan pikiran yang sehat. Sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik sangatlah penting bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Waspadailah 10 indikasi gangguan terkait sistem pencernaan berikut ini. Nantikan juga info seputar jenis gangguan terkait sistem pencernaan pada kesempatan lainnya. Sekarang, mari kita perhatikan ulasan selengkapnya!

Waspadai 10 Indikasi Gangguan Terkait Sistem Pencernaan

Saluran gastrointestinal yang berhubungan dengan lambung serta usus, dilapisi oleh bakteri yang membantu melaksanakan berbagai fungsi penting.

Bakteri-bakteri baik ini antara lain membantu mengoptimalkan kekebalan tubuh, memproduksi zat kimia otak serotonin, mengubah makanan menjadi energi, juga membuang zat-zat asing serta racun dari dalam tubuh.

Namun jika bakteri baik di saluran gastrointestinal dikalahkan oleh bakteri jahat, semuanya akan kacau. Ketidakseimbangan pada bakteri-bakteri di sistem pencernaan juga bisa berdampak pada seberapa baik fungsi-fungsi dari organ-organ serta sistem tubuh lainnya.

Faktanya, ketidakseimbangan pada pencernaan tersebut telah dikaitkan dengan masalah hormon, penyakit autoimun, diabetes, kelelahan kronis, fibromialgia, kecemasan, depresi, eksem, rosacea, dan berbagai masalah kesehatan kronis lainnya.

Kebanyakan orang bahkan tidak menyadari ada yang salah dengan bakteri di dalam pencernaan mereka, sehingga masalah ini sering tidak ditangani. Karena itu jika Anda tahu tanda-tanda sistem pencernaan tidak sehat, Anda jadi mampu mengenali problem ini sejak awal dan bisa segera mengatasinya.

1. Autoimun

Kesehatan sistem pencernaan juga berhubungan dengan penyakit autoimun seperti artritis rematoid, penyakit Crohn, dan lupus. Ketidakseimbangan pada bakteri pencernaan mungkin dapat memicu respon autoimun yang akhirnya menimbulkan inflamasi pada orang-orang yang mengidap penyakit autoimun.

Penelitian tahun 2013 yang dipublikasikan oleh eLife mendapati bahwa orang-orang penderita artritis rematoid lebih sering memiliki bakteri Prevotella copri (P. copri) di dalam usus mereka dibandingkan dengan orang-orang yang sehat.

Diungkapkan juga bahwa keberadaan P.copri tersebut berkaitan dengan gangguan keseimbangan bakteri sehat dalam pencernaan. Masalah ketidakseimbangan ini mungkin juga menimbulkan keluhan-keluhan atau masalah kesehatan berkaitan lainnya.

2. Diabetes

Ada kaitan erat antara bakteri di usus besar dengan kemunculan atau potensi berkembangnya diabetes tipe 2. Bakteri-bakteri pencernaan pada pasien diabetes tipe 2 mencakup banyak bakteri tak bersahabat yang tidak bermanfaat bagi pencernaan.

Suatu penelitian tahun 2016 yang dipublikasikan Nature mengungkapkan bahwa bakteri tak bersahabat tersebut mungkin akan menjadi sasaran dari terapi pengobatan pada orang-orang yang rentan mengembangkan diabetes.

Disebutkan bahwa adanya senyawa asam amino branched-chain di dalam komposisi bakteri pencernaan pada akhirnya dapat menyebabkan resistensi insulin. Penelitian ini juga mendapati bahwa pergerakan bakteri berbahaya di pencernaan bisa menimbulkan resistensi insulin—yang merupakan tanda-tanda pendahulu dari diabetes.

3. Halitosis

Bau mulut, atau “halitosis”, adalah masalah mulut yang memalukan dan merupakan tanda Anda mungkin memiliki sistem pencernaan tidak sehat.

Ketidakseimbangan mikroba di pencernaan bisa memicu pertumbuhan bakteri berbahaya dalam mulut, sehingga muncul aroma tak sedap. Jika masalah-nya bermula dari pencernaan, biasanya tidak akan hilang meski sudah berkumur moutwash atau sudah menjaga kebersihan mulut.

Selain itu, ketidakseimbangan tersebut juga membuat tubuh lebih rentan terhadap masalah-masalah kesehatan seperti penyakit ginjal atau diabetes yang juga menimbulkan bau mulut.

Baca juga:  Karakteristik Sistem Pencernaan: Asia versus Eropa

4. Insomnia

Bisa jadi masalah susah tidur yang Anda alami belakangan ini adalah tanda pencernaan yang tidak sehat. Sistem pencernaan menyimpan dan mengatur produksi serotonin—neurotransmiter yang berperan penting untuk merangsang serta mengatur pola tidur.

Jadi kalau pencernaan terganggu, maka kadar serotonin jadi tidak seimbang dan bisa menyebabkan susah tidur. Ditambah lagi, jika terus-terusan kurang tidur, kesehatan dan keragaman mikroba dalam pencernaan sehingga masalah sulit tidur akan semakin sulit diatasi.

Jadi bagaimana cara untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan pada bakteri pencernaan? Yang harus Anda lakukan adalah berusaha menciptakan sistem pencernaan yang sehat dan terus menjaganya.

Cara utama adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi yang memberikan gizi-gizi yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Hindari konsumsi gula secara berlebihan, karena dapat merangsang pertumbuhan bakteri tak sehat di pencernaan.

5. Kelelahan

Kalau Anda kerap merasa kelelahan padahal sudah cukup tidur dan konsumsi makanan sehat, itu bisa jadi tanda sistem pencernaan tidak sehat.

Metabolisme adalah proses rumit yang membutuhkan bahan bakar dari pemecahan kimiawi dari makanan, yang dilakukan oleh bakteri-bakteri pada pencernaan. Karena itu, masalah ketidakseimbangan bakteri bisa menghalangi tubuh Anda untuk menyerap nutrisi-nutrisi yang diperlukannya dari makanan, dan akhirnya Anda jadi kekurangan energi sepanjang hari.

Ditambah lagi, gangguan pada bakteri pencernaan dapat memicu meningkatnya kadar senyawa inflamasi yang disebut “sitokin”—senyawa ini berkaitan langsung dengan kelelahan.

Penelitian tahun 2012 yang dimuat dalam jurnal di Nutrition in Clinical Practice menekankan peran penting serta dampak dari bakteri pencernaan terhadap penyerapan dan pengaturan energi tubuh. Penelitian lain di tahun 2016 yang dimuat Mircrobiome juga mengidentifikasi tanda biologis dari sindrom kelelahan kronis pada bakteri pencernaan serta agen mikroba inflamasi dalam darah.

6. Malnutrisi

Peran utama dari sistem pencernaan adalah untuk mencerna makanan yang diasup serta memasok nutrisi-nutrisi darinya ke seluruh sel-sel tubuh. Nutrisi tersebut akan digunakan oleh sel-sel untuk bertumbuh, memperbaiki diri, dan sebagai tenaga.

Apabila proses mencerna makanan tidak berjalan dengan semestinya akibat ketidakseimbangan bakteri, maka proses penyerapan nutrisi-nutrisi juga akan terganggung. Jika hal ini terus berlangsung, lama-kelamaan terjadilah masalah kekurangan vitamin dan mineral.

Yang paling sering terjadi karena pencernaan tidak sehat adalah masalah kekurangan vitamin D, K, B12, B7, serta magnesium. Coba periksa ke dokter untuk memastikan apakah Anda mengalami kekurangan nutrisi tertentu dan apa penyebab dibaliknya.

7. Mood

Suasana hati atau mood yang cenderung tidak stabil atau mudah berubah, juga perasaan gampang tersinggung, cemas, stres, dan depresi juga dihubungkan dengan masalah pencernaan tidak sehat.

Bakteri berbahaya di saluran pencernaan memproduksi racun-racun yang dapat bergerak menuju otak melalui aliran darah. Racun ini bisa mengganggu produksi serotonin serta neurotransmiter otak lain yang akan berdampak buruk pada mood.

Diketahui sekitar 70 persen atau lebih dari serotonin dalam tubuh berasal dari pencernaan, dan para peneliti mendapati bahwa bakteri pencernaan bisa memegaruhi kadar serotonin juga kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Baca juga:  10 Jenis Gangguan Terkait Sistem Pencernaan

Pada tahun 2013, jurnal penelitian oleh Cell melaporkan bahwa uji coba penggantian bakteri pencernaan dari tikus percobaan yang terlihat cemas dengan bakteri dari tikus yang tampak tenang bisa membuat tikus yang cemas menjadi lebih tenang dan lebih membaur dengan tikus-tikus lain.

Karena itu disimpulkan bahwa bakteri pencernaan memang bisa memengaruhi kadar serotonin dalam otak serta pencernaan, mengubah suasana hati, perilaku, dan kesehatan mental, juga berefek pada sistem pencernaan serta kesehatan fisik maupun kognitif lainnya.

8. Obesitas

Jika Anda sulit menurunkan berat badan padahal sudah berupaya keras, mungkin masalahnya ada pada sistem pencernaan yang tidak sehat.

Orang-orang yang kegemukan atau obesitas punya keseimbangan bakteri pencernaan yang berbeda jika dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Bahkan para ahli yakin bahwa keseimbangan mikroba sewaktu Anda lahir akan menentukan berat badan Anda seumur hidup.

Banyaknya mikroba-mikroba tak sehat di dalam usus-usus halus dapat menghalangi penyerapan lemak, mineral, serta vitamin. Kalau tubuh Anda tidak mampu mencerna dan menyerap lemak dengan semestinya, tak heran jika berat badan pun bertambah.

9. Gangguan Kulit

Masalah kulit seperti jerawat, eksem, atau kulit mengelupas mungkin saja disebabkan oleh sistem pencernaan tidak sehat. Para ahli pun sudah mengidentifikasi adanya keterkaitan yang menjelaskan bagaimana kesehatan pencernaan berdampak pada inflamasi di seluruh tubuh, termasuk di kulit. Inflamasi dikaitkan dengan banyak masalah kulit, terutama jerawat dan psoriasis.

Penelitian tahun 2011 yang dimuat Gut Pathogens menyimpulkan bahwa bakteri-bakteri pencernaan, serta kualitas dari saluran gastrointestinal itu sendiri, adalah faktor-faktor pemicu yang membentuk jerawat.

Mikroba (atau mikroorganisme) adalah organisme berukuran sangat kecil yang baru bisa dilihat menggunakan mikroskop. Sedangkan bakteri adalah salah satu mikroba yang bisa ditemukan dimana-mana, termasuk di dalam tubuh manusia.

Jadi kalau Anda akhir-akhir ini mengalami masalah inflamasi pada kulit seperti jerawatan, psoriasis, dermatitis, atau eksem, bisa jadi akar masalahnya ada di sistem pencernaan.

10. Gangguan Pencernaan

Kembung, gas, diare, atau BAB tidak teratur adalah tanda-tanda jelas adanya ketidakseimbangan bakteri pencernaan. Seraya bakteri-bakteri bekerja untuk mencerna serta menghancurkan makanan, adalah hal normal jika gas dilepaskan dalam prosesnya. Tetapi kalau gasnya terlalu banyak, sehingga menyebabkan kembung atau sendawa, bisa jadi problemnya berakar pada sistem pencernaan yang tidak sehat.

Karena makanan-makanan tidak tercerna dengan baik, kelebihan gas dapat menumpuk di saluran gastrointestinal. Masalah pencernaan yang timbul terutama sangat terasa setelah mengonsumsi makanan penuh karbohidrat.

Ketidaknyamanan akibat naiknya asam lamung, penyakit radang usus, penyakit iritasi usus, dan kolitis, semuanya terkait dengan ketidakseimbangan bakteri pencernaan. Jadi biasanya masalah-masalah pencernaan akan membaik setelah mengatasi ketidakseimbangan pada sistem pencernaan.

Bahkan hal sederhana seperti kebiasaan mengunyah secara perlahan dan menyeluruh, juga cukup minum air dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Anda. Dan bila perlu, Anda bisa mengonsumsi makanan atau suplemen probiotik untuk memulihkan keseimbangan bakteri di pencernaan sebagai perawatan gangguan terkait sistem pencernaan.

Advertisement
Alinesia