Kanker Kepala dan Leher: Waspada Kanker di Hidung Sampai Tenggorokan!


By Cindy Wijaya

Penyakit kanker bisa muncul di hampir seluruh bagian tubuh, termasuk di kepala dan leher. Ada beragam jenis kanker yang dapat muncul di kepala dan leher, tergantung pada lokasi kemunculannya. Itu bisa di mulut, hidung, tenggorokan, laring (kotak suara), sinus, atau kelenjar ludah.

Apakah ada orang terdekat Anda yang didiagnosis kanker di kepala dan leher? Atau mungkin Anda sendiri yang terdiagnosis? Anda mungkin punya banyak pertanyaan soal apa yang sedang terjadi dan akan terjadi pada tubuh Anda. Artikel ini bisa menjelaskan tentang penyebab, gejala, dan pengobatan kanker kepala dan leher.

Apa Itu Kanker Kepala dan Leher?

Kanker di kepala dan leher biasanya bermula dari sel-sel skuamosa yang melapisi permukaan lembap, bernama mukosa, di dalam kepala dan leher. Contohnya permukaan di dalam mulut, hidung, dan tenggorokan. Kanker pada sel-sel skuamosa ini sering disebut sebagai karsinoma sel skuamosa kepala dan leher.

Kanker kepala dan leher juga dapat bermula dari kelenjar ludah, meski itu jarang terjadi. Kelenjar ludah memiliki banyak jenis sel berbeda yang dapat berubah menjadi sel kanker, sehingga kanker kelenjar ludah juga punya banyak jenis yang berbeda-beda.

Pada umumnya kanker di kepala dan leher dikategorikan berdasarkan lokasi awal kemunculan kanker tersebut. Berikut adalah 5 lokasi kemunculan kanker di kepala dan leher:

Rongga Mulut:

Termasuk di bibir, 2/3 bagian depan lidah, gusi, dinding bagian dalam pipi dan bibir, bagian bawah mulut di bawah lidah, langit-langit mulut yang keras dan bertulang, serta sebagian kecil gusi di belakang gigi bungsu.

Faring (Tenggorokan):

Faring adalah tabung kosong yang panjangnya sekitar 12 – 15 cm dari belakang hidung sampai ke esofagus. Faring punya tiga bagian: nasofaring (bagian atas faring, di belakang hidung), orofaring (bagian tengah faring [termasuk langit-langit lunak di belakang mulut], bagian dasar lidah, dan amandel), serta hipofaring (bagian bawah faring).

Laring (Kotak Suara):

Laring adalah saluran pendek terbentuk dari tulang rawan, berada tepat di bawah tenggorokan di leher. Laring berisi pita suara. Laring juga memiliki sepotong kecil jaringan, yang disebut epiglotis, yang akan bergerak menutupi laring untuk mencegah makanan memasuki saluran udara.

Rongga Hidung dan Sinus Paranasal:

Sinus paranasal adalah ruang-ruang kosong di tulang kepala yang ada di sekeliling hidung. Sedangkan rongga hidung adalah ruang kosong di belakang hidung.

Kelenjar Ludah (Air Liur):

Sebagian besar kelenjar ludah berada di dasar mulut dan di dekat tulang rahang. Kelenjar ludah berfungsi memproduksi ludah atau air liur.

anatomi hidung
Anatomi di Dalam Kepala dan Leher (Credit: drfarrahcancercenter.com)

Melihat kelima lokasi kemunculan kanker di atas, kita bisa tahu bahwa ada cukup banyak jenis kanker di kepala dan leher. Setiap lokasi tersebut terdiri dari bagian-bagian tersendiri yang dapat mengembangkan kankernya masing-masing. Meski begitu, ada jenis-jenis kanker yang lebih umum terjadi daripada yang lain. Berikut adalah beberapa diantaranya:

  • Kanker rongga mulut – bermula di mulut
  • Kanker orofaring – bermula di bagian tengah tenggorokan, di belakang mulut
  • Kanker rongga hidung – bermula di ruang kosong di belakang hidung
  • Kanker sinus paranasal – bermula di ruang-ruang kosong di tulang kepala yang ada pada sekeliling hidung
  • Kanker nasofaring – bermula pada bagian atas tenggorokan di belakang hidung
  • Kanker laring – bermula di kotak suara
  • Kanker hipofaring – bermula pada bagian bawah tenggorokan di samping dan belakang kotak suara
  • Kanker kelenjar ludah – bermula di kelenjar ludah

Menilik kasus kejadian kanker di Indonesia, kanker di kepala dan leher termasuk penyakit kanker yang paling banyak diderita masyarakat. Dalam daftar 35 penyakit kanker terbanyak di Indonesia terdapat 6 jenis kanker di kepala dan leher—yaitu kanker nasofaring, rongga mulut, laring, kelenjar ludah, orofaring, dan hipofaring—dengan total kasus 30.120 selama tahun 2018 (Sumber: Globocan 2018).

Apa yang Menyebabkan Kanker Kepala dan Leher?

Para ahli menyimpulkan bahwa ada dua faktor risiko utama untuk kanker ini yaitu konsumsi rokok/tembakau (termasuk konsumsi tembakau kunyah) dan konsumsi alkohol berlebihan. Dua faktor itu terutama meningkatkan risiko seseorang untuk menderita kanker rongga mulut, orofaring, hipofaring, dan laring.

Sekitar 85% kasus kanker ini dikaitkan dengan penggunaan rokok/tembakau (Sumber: Cancer.Net). Orang yang mengonsumsi tembakau sekaligus alkohol bahkan memiliki risiko lebih besar lagi untuk menderita kanker ini dibandingkan dengan orang yang hanya mengonsumsi tembakau atau alkohol. Namun tembakau dan allkohol bukanlah faktor risiko untuk kanker kelenjar ludah.

Selain itu ada juga faktor risiko lain yakni infeksi akibat virus HPV penyebab kanker, terutama HPV tipe 16. HPV tipe ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita beberapa jenis kanker di kepala dan leher, terutama kanker orofaring yang melibatkan amandel atau bagian dasar lidah.

Di samping konsumsi alkohol dan rokok serta infeksi HPV, ada juga sejumlah faktor risiko lain yang perlu diwaspadai. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Menginang:

Mengunyah sirih pinang atau menginang sudah menjadi semacam tradisi di Indonesia. Namun siapapun yang memiliki kebiasaan menginang harus waspada, karena kebiasaan ini sangat erat dikaitkan dengan besarnya risiko kanker mulut.

Konsumsi Makanan yang Diasinkan atau Diawetkan:

Mengonsumsi makanan yang diasinkan atau diawetkan selama masa kanak-kanak merupakan faktor risiko untuk kanker nasofaring.

Kurang Menjaga Kesehatan Mulut:

Kebersihan mulut dan gigi yang buruk dapat meningkatkan sedikit risiko seseorang untuk mengidap kanker rongga mulut. Penggunaan obat kumur (mouthwash) yang mengandung alkohol juga diduga bisa meningkatkan risiko kanker rongga mulut.

Paparan Bahan Kimia:

Terkena paparan debu kayu di tempat kerja merupakan faktor risiko untuk kanker nasofaring. Paparan-paparan lain di pabrik, misalnya asbes dan serat sintetis, juga dikaitkan dengan kejadian kanker laring meski belum terbukti.

Orang yang bekerja di tempat konstruksi, pabrik logam, tekstil, keramik, penebangan kayu, dan pabrik makanan mungkin memiliki risiko kanker laring yang lebih besar. Paparan terhadap debu kayu atau nikel atau formaldehida di tempat kerja juga adalah faktor risiko untuk kanker rongga hidung dan sinus paranasal.

Paparan Radiasi:

Terapi radiasi ke kepala dan leher, untuk pengobatan kanker atau penyakit lain, merupakan faktor risiko untuk kanker kelenjar ludah.

Infeksi Virus Epstein-Barr:

Infeksi virus Epstein-Barr merupakan faktor risiko untuk kanker nasofaring dan kanker di kelenjar ludah.

Anda bisa berupaya mencegah kanker di kepala dan leher dengan menghindari atau memperbaiki faktor-faktor risiko di atas. Yang terutama perlu adalah menghentikan konsumsi rokok/tembakau. Bahkan mereka yang sudah puluhan tahun merokok tetap dapat mengurangi risiko kanker mereka jika berhenti merokok sekarang.

Seperti Apa Gejala Kanker Kepala dan Leher?

Gejala kanker di kepala dan leher dapat berupa benjolan atau luka yang tidak kunjung hilang, sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh, kesulitan menelan, dan perubahan pada suara. Gejala-gejala ini juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan selain kanker.

Jadi Anda disarankan periksa ke dokter atau ke dokter gigi jika mulai mengalami keluhan-keluhan seperti di atas. Gejala-gejala penyakit kanker ini juga dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi kankernya. Berikut beberapa gejala khas kanker sesuai lokasinya:

Gejala Kanker Rongga Mulut:

Bercak putih atau merah di gusi, lidah, atau di dinding dalam mulut; pembengkakan di rahang yang membuat gigi palsu terasa tidak nyaman; dan pendarahan yang tidak biasa atau rasa sakit di mulut.

Gejala Kanker Faring:

Kesulitan bernapas atau berbicara; rasa sakit ketika menelan; rasa sakit di leher atau tenggorokan yang tidak kunjung sembuh; sering sakit kepala, telinga sakit atau telinga berdenging; atau kesulitan mendengar.

Gejala Kanker Laring:

Rasa sakit ketika menelan atau rasa sakit di telinga.

Gejala Kanker Rongga Hidung dan Sinus Paranasal:

Sinus tersumbat; infeksi sinus kronis yang tidak membaik meski diobati antibiotik; pendarahan dari hidung; sering sakit kepala, mata bengkak atau mengalami masalah lain; rasa sakit di gigi atas, atau masalah dengan gigi palsu.

Kanker Kelenjar Ludah:

Pembengkakan di bawah dagu atau di sekitar tulang rahang, mati rasa atau kelumpuhan otot-otot di wajah, atau rasa sakit di wajah, dagu, atau leher yang tidak kunjung sembuh.

Jika Anda merasa khawatir karena mengalami keluhan-keluhan seperti di atas, sebaiknya periksakan ke dokter. Dokter akan membantu mencari tahu penyebabnya, bila perlu menggunakan beberapa pemeriksaan lebih lanjut. Setelah mendapat diagnosis yang jelas, dokter kemudian akan membicarakan pengobatan dan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana Pengobatan Kanker Kepala dan Leher?

Dokter biasanya akan merencanakan pengobatan bagi pasiennya berdasarkan pada berbagai faktor, misalnya lokasi dan stadium kankernya, serta usia dan kondisi kesehatan dari pasiennya. Pengobatan untuk kanker di kepala dan leher yang dianjurkan biasanya adalah operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi tertarget, atau kombinasi dari beberapa perawatan tadi.

kemoterapi
Ilustrasi Pengobatan Kemoterapi di Rumah Sakit (Credit: Napocska / Shutterstock)

Pasien yang didiagnosis kanker orofaring dengan HPV-positif mungkin akan ditangani dengan cara berbeda dari kanker orofaring yang HPV-negatif. Penelitian baru-baru ini mendapati bahwa pasien kanker orofaring HPV-positif memiliki prognosis (kemungkinan sembuh) yang lebih besar dan dapat ditangani dengan baik menggunakan perawatan yang tidak terlalu intensif. Namun dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya.

Pasien bersama dengan dokter harus mempertimbangkan matang-matang metode pengobatan yang akan dipilih. Mereka perlu membicarakan setiap pilihan pengobatan dan bagaimana itu akan berpengaruh pada penampilan dan kemampuan bicara, makan, atau bernapas dari pasien. Cari tahu efek samping apa saja yang mungkin ditimbulkan dan bersiaplah dengan kemungkinan terburuknya.

Ayo Berjuang Lawan Kanker Kepala dan Leher!

Penyakit kanker ini paling sering diakibatkan oleh konsumsi rokok/tembakau dan alkohol. Jadi apabila Anda punya kebiasaan buruk merokok atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan, ada baiknya segera berhenti. Imbangi dengan mengupayakan gaya hidup sehat yang terdiri dari pola makan bergizi seimbang dan rutin olahraga. Juga hindari atau perbaiki faktor-faktor risiko lain dari kanker ini agar tidak sampai menderita penyakit ganas ini.

Tetapi bagaimana jika sudah terlanjur didiagnosis penyakit kanker ini? Diagnosis kanker bukanlah akhir dari segalanya. Ada banyak hal yang bisa Anda upayakan untuk memperbaiki masalahnya. Carilah perawatan dari rumah sakit dan dokter yang sudah berpengalaman menangani penyakit serupa.

Hentikan dan hindari faktor-faktor apapun yang mungkin menjadi penyebab penyakit ini. Tetap upayakan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang ditambah makanan-makanan anti-kanker. Tanyakan juga pada dokter olahraga apa yang cocok dan aman untuk Anda lakukan. Berusalaha untuk tetap semangat dan terimalah dukungan dari keluarga dan teman-teman yang peduli.

Demikianlah ulasan artikel ini mengenai kanker kepala dan leher. Semoga artikel ini membantu Anda untuk lebih memahami penyakit ini dan termotivasi untuk mengupayakan yang terbaik demi kesehatan. Temukan juga info-info penting lain seputar penyakit kanker dan informasi kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.

Sumber

Referensi Kanker Kepala dan Leher:

American Cancer Society. If You Have Head or Neck Cancer. URL: https://www.cancer.org/cancer/oral-cavity-and-oropharyngeal-cancer/if-you-have-head-or-neck-cancer.html. Accessed: 2019-04-01

National Cancer Institute. Head and Neck Cancers. URL: https://www.cancer.gov/types/head-and-neck/head-neck-fact-sheet. Accessed: 2019-04-01

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}