Kanker Kelamin: Risiko yang Dihadapi Pria dan Wanita

506
Kanker Kelamin pada pria dan wanita
Sumber Gambar: gettyimages

Diedit:

Kanker Kelamin — Tahukah Anda bahwa organ reproduksi Anda dapat mengalami serangan kanker? Apa saja jenis kanker kelamin pada pria dan wanita? Bagaimana Anda dapat menghadapi serangan kanker? Apa saja pemicu atau penyebab keberadaannya? Dibagian mana saja kanker dapat menyerang Anda? Bagaimana kanker memengaruhi kehidupan seks Anda?

Simak selengkapnya dalam keterangan berikut! Dengan demikian Anda dapat lebih siap sewaktu menghadapi serangan kanker. Namun, ingatlah jika Anda mengalami serangkaian keluhan medis ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan yang tepat. Informasi dalam artikel ini bukanlah pengganti saran medis yang seharusnya diberikan oleh dokter. Berikut ulasannya!

Kenali dan Kupas Tuntas Kanker Kelamin!

Di Amerika Serikat Insiden kanker kelamin pada pria meningkat pesat selama periode penelitian. Kanker prostat dengan jenis adenokarsinoma merupakan jenis kanker yang sebagian besar (sekitar 92%) terjadi dari semua kanker kelamin pria. Di antara remaja dan pria muda, kanker sel testis mendominasi, tetapi menurun dengan cepat setelah 40 tahun. Pada orang berkulit hitam terjadi peningkatan kasus kanker prostat yang lebih tinggi dibandingkan orang berkulit putih. Namun, situasinya justru sebaliknya untuk kanker testis.

Kanker vulva jarang terjadi di Amerika, terhitung 0,3% dari semua diagnosis kanker baru. Sebagian besar kasus kanker kelamin pada wanita ialah karsinoma sel skuamosa. Melanoma ganas merupakan tipe kedua yang paling umum. Kasus-kasus lain berhubungan dengan gangguan kulit inflamasi kronis seperti lichen sclerosus. Vulvar intraepithelial neoplasia (VIN) yakni prekursor kanker vulva sel skuamosa merupakan tipe yang biasa dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus (HPV), atau tipe terdiferensiasi yang sering dikaitkan dengan gangguan kulit kronis.

Jenis Kanker Pada Organ Seksual

Keberadaan kanker kelamin pada pria dan wanita sering disalahartikan. Penderitanya kerap kali digambarkan sebagai orang yang “gemar melakukan hubungan seksual”. Padahal keberadaan kanker kelamin dalam tubuh penderitanya bukan hanya karena hubungan seksual semata. Terkadang hubungan seksual memang dapat menjadi sarana penularan adanya penyakit tertentu.

Namun, pada kasus kanker kelamin seringkali disebabkan oleh keberadaan Human Papilloma Virus (HPV). Baik pria maupun wanita memiliki potensi terinfeksi virus tersebut. Maka itu, penting sekali untuk menjaga area kelamin tetap bersih dan tidak lembab. Mengingat kelembaban merupakan tempat yang cocok untuk pertumbuhan bakteri, virus, ataupun kuman penyebab penyakit. Sekarang mari kita perhatikan beberapa jenis kanker kelamin berikut!

Kanker Kelamin Pada Pria

Sekalipun pria dapat mengalami jenis kanker apapun, ada beberapa kanker yang hanya memengaruhi pria. Setidaknya ada 3 jenis kanker kelamin pada pria, yaitu; kanker penis, kanker prostat, dan kanker testis. Kanker penis adalah kanker pada penis, di bawah kulit khatan (khitan) atau di kepala penis (kelenjar). Kanker prostat adalah kanker yang dimulai pada kelenjar prostat. Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis. Berikut ulasan selengkapnya!

“Kanker Penis”

Kanker Penis — Kanker dapat berkembang di mana saja, termasuk pada penis. Umumnya kanker kelamin berkembang di bawah “kulit khatan” pria yang belum disunat, atau kepala atau ujung penis (glans). Sebagian besar pria yang terdiagnosis kanker penis biasanya berusia diatas 50 tahun dan jarang sekali menimpa pria dibawah usia 40 tahun.
Sekalipun penyebab pasti kanker penis tidak diketahui tetapi ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan mengalami serangan kanker penis, termasuk: human palliloma virus (HPV) dan rokok.

Bagaimana dengan kelangsungan hidup penderita kanker penis? Hal ini bergantung pada banyak faktor, misalnya; kondisi pribadi Anda, jenis kanker, perawatan dan tingkat kebugaran. Statistik untuk kanker ini lebih sulit diperkirakan daripada kanker lainnya yang lebih umum.

Perubahan fisik yang Anda miliki dapat memengaruhi hubungan dan kehidupan seks Anda. Efek kanker penis pada kehidupan seks Anda dan seksualitas tergantung pada perawatan yang Anda jalani. Sebagian besar perawatan kanker penis tidak memengaruhi hubungan seks. Dokter akan berusaha memberi perawatan guna mempertahankan semaksimal mungkin fungsi penis Anda.

Banyak pria yang menderita kanker penis khawatir bahwa mereka menjadi kurang menarik bagi pasangan mereka. Ini bisa berdampak pada menurunnya harga diri Anda. Perasaan ini biasa terjadi. Mungkin bermanfaat untuk diingat bahwa orang-orang terdekat Anda tidak akan menganggap Anda berbeda dari sebelumnya. Sekalipun Anda mengalami kanker kelamin.

“Kanker Prostat”

Kanker Prostat — Sebagian besar kanker prostat dimulai di sel-sel kelenjar luar prostat dan dikenal sebagai adenokarsinoma asinar. Banyak dari kanker kelamin ini tumbuh sangat lambat dan tidak mungkin menyebar, tetapi beberapa bisa tumbuh lebih cepat. Kanker prostat paling umum terjadi pada pria usia lanjut, khususnya mereka yang berusia 75 tahun ke atas.

Senyawa kadmium dan kadmium adalah salah satu kemungkinan penyebab kanker prostat. Senyawa tersebut ada dalam kebanyakan jenis rokok dan dapat ditemukan pada makanan tertentu. Selain itu, kadar hormon mungkin juga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat.

Kelangsungan hidup tergantung pada banyak faktor, misalnya; kondisi pribadi Anda, jenis kanker, perawatan dan tingkat kebugaran. Jadi tidak ada yang bisa memberi tahu Anda dengan tepat berapa lama Anda akan hidup.

Perlu diketahui bahwa perawatan kanker prostat dapat memengaruhi kemampuan ereksi Anda. Beberapa perawatan kanker prostat bahkan memiliki efek pada orgasme dan ejakulasi. Perawatannya dapat menyebabkan hilangnya gairah untuk berhubungan seks. Kemungkinan terburuknya ialah Anda mungkin tidak dapat memiliki anak setelah perawatan kanker prostat.

Anda mungkin lebih dapat mengatasi dan mengambil keputusan jika Anda memiliki informasi tentang jenis kanker kelamin dan perawatannya. Memperoleh informasi yang tepat akan membantu Anda mengetahui apa yang harus dilakukan. Cobalah untuk membuat daftar pertanyaan sebelum Anda menemui dokter, bawalah seseorang untuk mengingatkan Anda.

“Kanker Testis”

Kanker Testis — Kanker testis merupakan kanker yang berkembang di testis, yaitu bagian dari sistem reproduksi pria. Jenis kanker kelamin yang Anda miliki tergantung pada dimana jenis sel kanker berawal. Sebagian besar kanker testis berkembang pada sel yang menghasilkan sperma, sering disebut sel “germ” atau sel benih.

2 jenis utama kanker yang dimulai pada sel-sel benih adalah: seminoma dan non seminoma (beberapa dokter menyebutnya teratoma). Kanker testis lebih sering dialami oleh pria yang berusia lebih. Pria berusia awal 30-an merupakan yang paling mungkin untuk mengalaminya. Namun seraya bertambahusia, risiko serangan kanker testis semakin menurun.

Karena kanker testis jarang terjadi, risiko mengalaminya kecil bahkan jika Anda memang memiliki faktor risiko tersebut. Salah satu yang bisa mengarah pada kasus kanker testis ialah karsinoma in situ (CIS) yaitu adanya sel-sel abnormal di dalam testis. Kondisi ini bukan kanker, tidak tampak gejala atau benjolan.

Kelangsungan hidup untuk kanker testis sangat tinggi. Hampir semua pria selamat dari penyakit tersebut. Kadang-kadang kanker testis dapat datang kembali (kambuh) setelah perawatan dan biasanya masih bisa disembuhkan. Risiko kanker muncul kembali tergantung pada jenis dan stadiumnya. Perbandingannya berkisar antara 13 per 100 (13%) hingga 1 banding 2 (50%).

Jika kanker muncul kembali, kemungkinan besar ini terjadi dalam waktu 2 tahun setelah menyelesaikan perawatan Anda. Kurang dari 1 dalam 20 kasus kanker yang kambuh terjadi lebih lambat dari itu. Anda biasanya memiliki lebih banyak perawatan jika kanker Anda muncul kembali.

Itulah beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan organ kelamin pria. Keberadaan kanker kelamin pada pria sering membuat penderitanya merasa “rendah diri”, khawatir dan trauma. Maka diperlukan banyak dukungan dari pasangan dan keluarga. Jika mengalaminya jangan segan mengunjungi dokter. Bagaimana dengan wanita? Apa saja risiko kanker kelamin pada wanita?

Kanker Kelamin Pada Wanita

Bagian mana saja yang sering menjadi incaran kanker? Beberapa jenis kanker kelamin pada wanita ialah kanker ovarium (kanker indung telur), kanker serviks (kanker rahim), dan kanker vulva (kanker vagina). Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang menyerang indung telur. Berikut ulasan selengkapnya!

“Kanker Ovarium”

Kanker Ovarium — Seringkali disebut kanker indung telur. Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel abnormal dalam ovarium mulai tumbuh dan membelah dengan cara yang tidak terkontrol, dan akhirnya membentuk pertumbuhan (tumor). Risiko Anda terkena kanker kelamin tergantung pada banyak hal termasuk faktor usia, genetika, gaya hidup, dan lingkungan.

Ada berbagai jenis kanker ovarium, hal ini bergantung pada dimana serangan sel kanker terjadi. Sebagian besar kasus kanker ovarium ialah kanker epitel yang dimulai dalam sel-sel penutup ovarium atau saluran tuba. Sebagian besar kanker epitel terjadi dalam sel di ujung tuba fallopi daripada indung telur.

Risiko terkena kanker ovarium meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kasus kanker ovarium epitel terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Perubahan fisik dan perasaan emosional yang Anda miliki dapat memengaruhi hubungan dan kehidupan seks Anda. Terkadang pada kanker stadium lanjut dokter mungkin masih bisa memulihkan kondisi penderita.

Tapi ini tidak selalu terjadi, mengingat sebagian besar kasus kanker bergantung pada stadium pasti kanker ovarium yang Anda alami. Juga bergantung pada perawatan apa yang Anda jalani dan seberapa efektif kinerja perawatan tersebut. Selain itu, pada kasus kanker yang telah muncul kembali biasanya sulit untuk disembuhkan.

Perawatan yang diberikan seringkali bersifat mengendalikan dan meringankan gejala kanker kelamin. Hal ini bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tergantung pada situasi. Dokter dan perawat akan membantu Anda memanfaatkan hidup sebaik-baiknya dan membuat Anda merasa sebaik dan selama mungkin.

“Kanker Serviks”

Kanker Serviks — Seringkali disebut kanker leher rahim. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal di lapisan leher rahim tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol. Leher rahim adalah bagian dari sistem reproduksi wanita dan berada di bagian bawah rahim. Ini adalah lubang perantara vagina dan rahim. Gejala utama kanker kelamin adalah pendarahan yang tidak biasa (bukan menstruasi) dari vagina.

Leher rahim ditutupi dengan lapisan sel mirip kulit yang disebut ectocervix di permukaan luarnya. Di dalam serviks, ada sel-sel kelenjar yang menghasilkan lendir. Ini disebut endocervix. Sel-sel mirip kulit ectocervix dapat menjadi kanker serviks sel skuamosa. Sel-sel kelenjar endoserviks juga bisa menjadi kanker adenokarsinoma serviks.

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi jangka panjang (persisten) dari beberapa jenis human papilloma virus (HPV). HPV merupakan virus yang pada kebanyakan kasus dapat dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh tanpa masalah. Keberadaan vaksin untuk virus ini dirasa mampu mencegah serangan kanker serviks.

Bagaimana dengan hubungan intim dengan pasangan? Anda mungkin merasa gugup sewaktu hendak memulai hubungan seks setelah menjalani perawatan, cobalah untuk tidak khawatir. Anda mungkin, hanya perlu waktu untuk berdamai dengan diri Anda sehubungan dengan kanker kelamin yang ada dalam diri Anda.

Jika Anda khawatir, cemas atau tertekan, Anda tidak akan merasa ingin berhubungan seks. Beri diri Anda banyak waktu untuk menenangkan diri. Hal ini membantu Anda untuk membicarakan semuanya dengan pasangan guna menentukan yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Di luar Indonesia ada terapis seks (bukan pekerja seks komersial) yang bisa membantu Anda.

“Kanker Vulva”

Kanker Vulva — Kanker vulva merupakan salah satu jenis kanker langka yang dimulai di bagian mana saja dari organ seks eksternal wanita, yakni vulva. Perawatan yang Anda butuhkan tergantung pada seberapa besar kanker kelamin itu dan penyebarannya. Jika kanker berawal di organ seks internal disebut sebagai kanker vagina.

Kanker vulva terjadi ketika sel-sel abnormal dalam vulva mulai membelah dan tumbuh dengan cara yang tidak terkontrol. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa human papilloma virus (HPV) ditemukan pada 35 dari setiap 100 (35%) kasus kanker vulva. HPV juga ditemukan pada 80 dari 100 wanita (80%) yang mengalami neoplasia intraepitelial vulval.

Sehingga ada kemungkinan yang menunjukkan keterikatan antara HPV dengan kanker vulva. Kanker vulva paling sering memengaruhi labia majora atau labia minora. Sebagian besar kanker vulva tidak terbentuk dengan cepat. Biasanya, ada perubahan bertahap dalam sel. Pertama, sel normal menjadi tidak normal. Kemudian sel-sel abnormal ini terus berkembang menjadi kanker.

Itulah beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan organ kelamin wanita. Keberadaan kanker kelamin pada wanita sering membuat penderitanya merasa “rendah diri”, khawatir dan trauma. Maka diperlukan banyak dukungan dari pasangan dan keluarga. Jika mengalaminya jangan segan mengunjungi dokter.

Guna menghindari serangan kanker kelamin yang dapat terjadi pada pria dan wanita, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan medis sedini mungkin. Jika kanker ditemukan lebih awal, maka tindakan pengobatan dapat segera ditangani. Hal ini juga mencegah serangan kanker yang bertambah parah atau penyebaran kanker menuju organ lainnya.


Gilliland FD, and Key CR. Male genital cancers. Cancer. 1995 Jan 1;75(1 Suppl):295-315. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8001002.

Hill-Daniel J, Roett MA. Genital Cancers in Women: Vulvar Cancer. FP Essent. 2015 Nov;438:31-43; quiz 44-8. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26569049.


Advertisement
Alinesia