Kanker Penis, Kanker Langka yang Berisiko Amputasi

606
ilustrasi kanker penis
Ilustrasi Kanker Penis (Credit: Africa Studio / Shutterstock)

Diedit:

Kanker penis termasuk jenis kanker langka, jumlah kasusnya di Indonesia tercatat hanya 899 selama tahun 2018 (Sumber: Globocan 2018). Meski demikian sudah seharusnya pria tetap waspada terhadap penyakit ini, karena risikonya yang juga relatif tinggi.

Ini merupakan pembentukan sel kanker pada organ penis. Dan bila tidak terdeteksi sejak awal, pasien berisiko harus menjalankan amputasi penis atau penektomi. Artinya pasien akan sepenuhnya menjadi impoten.

Kali ini, kita akan mencoba membahas mengenai kanker di penis. Apa penyebabnya dan bagaimana gejala yang mudah dikenali. Termasuk sejumlah tindakan medis yang lazim direkomendasikan untuk penyakit kanker yang mempengaruhi kinerja sistem genital pria ini.

Apa Sebenarnya Penyakit Kanker Penis?

Sebagaimana dijelaskan, kanker penis merupakan pembentukan kanker yang terjadi pada penis. Termasuk jenis kanker langka, hanya mempengaruhi setidaknya 1% dari seluruh kasus kanker pada pria.

Penis sendiri merupakan organ khusus pada fungsi genital, seksual dan fungsi reproduksi pada pria. Pada penis terdapat sistem jaringan saraf dan jaringan pembuluh darah yang bekerja pada proses ereksi.

Organ ini memiliki fungsi sebagai pintu keluar dari proses pembuangan air kencing (urin) sekaligus pintu keluar cairan semen dan sperma. Organ ini secara langsung berkaitan dengan fungsi produksi semen dan sperma di prostat dan fungsi pembuangan urin dari kandung kemih.

Penis merupakan organ tanpa tulang, proses pengerasan yang terjadi ketika ereksi tidak berasal dari keberadaan tulang, melainkan karena tertahannya darah pada pembuluh darah didalam penis.

ilustrasi kanker penis
Ilustrasi Kanker Penis (focus/gettyimages)

Kanker dapat menyerang jaringan kulit di area penis termasuk pula jaringan lunak dan otot pembentuk penis. Karena berada pada organ yang berada di permukaan, keberadaan kanker ini sebenarnya lebih mudah dikenali. Dan pada stadium awal, juga akan lebih mudah diatasi.

Meski demikian, tidak lantas membuatnya bebas dari risiko kematian. Karena kanker di penis dapat menyebar ke organ dalam dan akhirnya berisiko tinggi menyebabkan kematian. Itu sebabnya mendeteksi dini adalah cara paling terbaik untuk mengatasi penyakit ini lebih tuntas dan efektif.

Kanker di penis terbentuk ketika sel sehat pada permukaan kulit dan jaringan lunak pembentuk penis mengalami gangguan regenerasi dan kerusakan DNA. Ini membentuk sel baru yang bekerja abnormal, membarui diri lebih cepat, masif, agresif hingga invasif.

Sel tumbuh tidak terkendali dan menyerang  sel sehat di sekitarnya. Sifat invasif dan agresif ini menyebabkan kanker rentan menyebar ke area pembuluh darah, jaringan limfosit hingga jaringan lunak organ lain yang berdekatan.

Apa Penyebab Kanker Penis?

Sampai saat ini dunia medis belum memahami dengan baik apa sebenarnya penyebab kanker penis. Perkembangan sel kanker pada penis dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas. Hanya saja sejumlah kondisi diduga kuat dapat menjadi awal mula dari terbentuknya kanker ini. Sejumlah kondisi tersebut antara lain adalah :

  • Terjebaknya kotoran, air atau radikal bebas pada kulit area penis
  • AIDS
  • Penis terinfeksi HPV (Human Papilloma Virus)

HPV dan Kanker Penis

Sebagian besar kanker kanker penis dapat dikaitkan dengan infeksi HPV pada batang penis. Jika selama ini kita lebih mengenal efek HPV pada wanita, termasuk sebagai penyebab kanker serviks. Ternyata virus ini juga dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi genital pria.

Menurut Translational Andrology and Urology tahun 2017 dijelaskan bahwa keberadaan HPV pada penis dapat menyebabkan terbentuknya kanker penis. Bahkan dijelaskan jenis kanker ini yang diawali dengan infeksi HPV cenderung lebih sulit diatasi dan memiliki ketahanan lebih baik terhadap obat dan terapi.

Virus HPV biasanya menyerang pria sebagai efek dari aktivitas seksual. Pria tertular oleh wanita yang di dalam organ genitalnya juga terinfeksi HPV. Sebagian besar HPV tidak berbahaya dan dapat dengan efektif diatasi oleh sistem imun tubuh tanpa menyisakan efek serius.

Tetapi beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker penis. Jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker ini juga merupakan jenis HPV yang sama yang mampu menyebabkan kanker serviks.

Sejumlah jenis virus HPV menimbulkan dua jenis lesi yang pada jangka panjang berkembang menjadi sel prakanker dan sel kanker. Lesi pertama adalah lesi dengan tumpukan kutil kecil yang rapat, kadang mengandung cairan dalam prosentasi kecil dan sedikit meradang. Sedang lesi kedua adalah luka dengan jaringan rusak yang basah atau kering.

Baca juga:  7 Penyebab Kanker Penis yang Sebenarnya Dapat Dicegah

Kedua kerusakan akibat infeksi HPV ini biasanya terjadi pada area sekitar kepala dari penis, karena pada umumnya virus berdiam di area ujung saluran sperma atau saluran kencing yang tepat berada di ujung dari kepala penis. Itu sebabnya kebanyakan kasus kanker ini bermula dari kepala penis.

Pencegahan Infeksi HPV pada Pria

Masih dari jurnal yang sama, dijelaskan bahwa ternyata terdapat sejumlah cara pencegahan terbaik terhadap efek HPV sebagai penyebab kanker penis pada pria. Di antaranya adalah dengan vaksin. Sementara kita banyak berasumsi bahwa vaksin HPV sangat disarankan untuk wanita, ternyata pria di usia praproduktif juga disarankan melakukan hal yang sama. Meski tingkat risiko dari kanker ini lebih rendah dari kanker serviks.

Tips lain untuk pencegahan adalah dengan menjalankan gaya hidup seksual yang sehat dan bersih. Tidak berganti-ganti pasangan, apalagi melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang berisiko tinggi terserang HPV. Selalu jaga kebersihan penis dengan rutin untuk mencegah HPV dapat berdiam di area penis.

Faktor Risiko Kanker Penis

Selain aspek penyebab, ternyata sejumlah kondisi lain dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker penis. Faktor risiko tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Pria yang merokok (terutama dengan intensitas tinggi)
  • Pria dengan usia 65 tahun
  • Tidak disunat
  • Berganti-ganti pasangan seksual

Seperti Apa Gejala Kanker Penis?

Keberadaan kanker di penis mungkin lebih mudah dikenali mengingat keberadaan organ ini di permukaan kulit. Tentu lebih mudah dibandingkan dengan kanker pada organ dalam seperti kanker prostat atau kanker hidung.

Akan tetapi, pada stadium awal keberadaan sel kanker bahkan sulit dikenali dengan kasat mata. Lesi yang muncul acapkali disalah artikan sebagai keluhan lain dan akhirnya mendapatkan terapi yang tidak tepat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah gejala kanker penis yang dapat cepat Anda kenali:

  • Munculnya benjolan pada permukaan kulit penis
  • Perubahan warna kulit pada batang penis atau pada ujung penis
  • Terbentuknya perubahan tekstur pada permukaan kulit penis
  • Muncul ruam pada permukaan kulit penis
  • Terbentuk luka pada permukaan penis yang sulit diatasi
  • Muncul benjolan kasar, kecil dan bertumpuk yang sebenarnya adalah kutil kecil bertumpuk
  • Perubahan bentuk seperti terbentuk cekungan
  • Muncul aroma tidak sedap
  • Muncul nanah di ujung kepala penis
  • Muncul perdarahan pada ujung kepala penis
  • Perdarahan di bawah permukaan kulit penis
  • Rona kecoklatan seperti lebam lama pada batang penis
  • Kepala penis membengkak

Apa Saja Stadium pada Kanker Penis?

Sejauh mana perkembangan kanker dapat diidentifikasi dengan tingkatan stadium. Ini membantu pihak medis menentukan langkah terapi yang tepat dan akurat sesuai dengan kondisi pasien. Dan pembagian stadium dalam kanker penis dapat dilihat sebagai berikut.

Stadium 0

Kanker baru terbentuk pada bagian luar dari permukaan kulit penis. Persebaran kanker belum mencapai bagian dalam dari batang penis, juga belum menyentuh area limfosit, aliran darah dan sistem saraf.

Stadium I

Pada stadium ini, kanker mulai masuk ke lapisan jaringan lunak di bawah kulit. Perubahan pada bentuk, tekstur dan tampilan penis akan mulai terlihat, meski kadang tidak terlalu jelas. Tetapi pada saat ini, kanker belum menginvasi jaringan saraf, aliran darah, kelenjar dan sistem limfosit dari penis.

Stadium II

Persebaran dan perkembangan kanker mulai merambah area lebih dalam dari penis. Pada stadium ini pembengkakan pada kepala atau batang penis kadang mulai terlihat. Invasi juga sudah mulai dilakukan sehingga kinerja penis terganggu. Pasien mulai mengeluhkan gangguan urinasi dan ereksi. Pada fase ini, jaringan limfosit dan aliran darah besar kemungkinan sudah terserang.

Stadium III

Kerusakan pada jaringan pada penis mulai terganggu lebih jauh. Sejumlah pasien pada stadium ini mulai mengalami gangguan lebih masif dalam berurinasi. Terbentuk luka yang lebih terlihat dan memunculkan rasa nyeri pada penis. Kerusakan pada jaringan limfosit dan sistem sirkulasi darah juga lebih serius.

Stadium IV

Pada stadium ini, besar kemungkinan jaringan kanker mulai masuk ke dalam sirkulasi darah dan bermetastasis ke sejumlah organ lain. Persebaran sel kanker mulai menginvasi sejumlah kelenjar, organ dan jaringan lain, sehingga mungkin pasien juga mulai mengalami gangguan pada organ prostat dan saluran kencing.

Bagaimana Pengobatan Medis untuk Kanker Penis?

Tindakan medis yang dilakukan untuk kanker di penis selalu disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Pasien akan menjalankan sederetan test untuk menentukan letak, ukuran, stadium, persebaran, tingkat keganasan sampai efek yang ditimbulkan dan dikeluhkan.

Baca juga:  6 Gejala Kanker Penis yang Paling Mudah Dikenali

Bercermin dari hasil test, kemudian sejumlah tindakan medis akan direkomendasikan. Secara umum, ada sejumlah terapi medis yang lazim direkomendasikan untuk pasien, seperti:

Sunat

Secara umum tindakan ini memang sedikit banyak menyerupai proses sunat, karena pengangkatan dilakukan hanya pada bagian ujung dari kepala penis. Itupun hanya dilakukan pada lapisan kulit dari kepala penis. Tindakan ini lazim diberikan pada pasien kanker penis stadium awal.

Terapi Laser

Tidak banyak berbeda dengan tindakan sunat, tetapi penindakan dan pengangkatan jaringan dilakukan dengan sinar laser. Tingkat pencahayaan laser dengan intensitas tinggi ditembakan pada area dimana kanker penis berkembang. Cara ini dianggap efektif untuk kanker stadium awal, karena tidak banyak menyisakan luka basah di akhir prosedur.

ilustrasi pengobatan kanker penis
Ilustrasi Pengobatan Kanker Penis (independentnurse/istock)

Chyrotherapy

Prosedur alternatif ini juga lazim diberikan pada kanker penis stadium awal. Dianggap efektif, mudah dilakukan dan memberi efek samping minimal. Area penis yang sudah terserang kanker akan dibekukan, kemudian jaringan kanker diangkat di saat kondisi beku. Proses ini dianggap bebas efek luka dan tidak banyak menyebabkan keluhan pada pasien.  Prosedur ini juga efektif diterapkan bila kanker terbentuk pada saluran dalam penis.

Tindakan Moh’s Surgesy

Tindakan ini dilakukan dengan mengangkat jaringan lunak dan kulit dari penis yang sudah terinvasi kanker. tindakan ini dilakukan dengan prosedur pengelupasan dan bukan pemotongan. Diutamakan untuk tetap menyelamatkan penis seutuh mungkin, dengan pengamatan secara mikroskopik bertahap pada setiap jaringan pada penis. Sehingga sel sehat dapat dipertahankan seoptimal mungkin.

Penektomi

Tindakan operasi radikal yang dilakukan dengan memotong penis. Dapat dilakukan parsial yakni dengan hanya memotong bagian kepala dari penis dan menyisakan bagian batang utama. Atau dengan ekstrim atau radikal penektomi dengan mengangkat seluruh penis berikut dengan jaringan lain di sekitarnya yang sudah terserang kanker.

Karena prosedur ini dilakukan dengan pengangkatan organ, bukan sekedar pengangkatan jaringan, maka proses penyembuhannya akan lebih memakan waktu. Beberapa dokter juga sekaligus melakukan prosedur rekonstruksi penis untuk menggantikan keberadaan penis. Atau dengan melakukan pembuatan saluran urinasi baru di sekitar perineum ( antara saluran kencing dan anus) sebagai pengganti saluran urin yang turut terangkat.

Pada umumnya penektomi dianggap menakutkan bagi pria, mengingat ini dianggap sebagai prosedur kebiri. Tetapi sebenarnya pria tidak sepenuhnya kehilangan fungsi seksualnya dengan prosedur ini.

Pria dapat terpuaskan secara seksual dengan sisa penis yang ada, karena pada batang penis juga terdapat jaringan saraf dan sistem sirkulasi darah yang mendukung ereksi. Sedang pada radikal penektomi, proses penetrasi dan ereksi memang akan mustahil. Aktivitas seksual akan dapat dilakukan, dan mungkin tetap dapat memuaskan, tetapi tanpa proses ereksi sama sekali.

Kemoterapi

Terapi kimia yang diterapkan dengan cara suntik atau infus. Senyawa ini ini bersifat menyerang sel kanker dan melemahkannya sehingga lebih mudah mati. Kadang serangan ini juga turut melemahkan sel sehat dalam tubuh.

Saat ini terdapat alternatif kemoterapi bernama targeted therapy. Targeted therapy adalah metode modern yang dilakukan dengan menembakan senyawa kimia khusus yang sudah dimodifikasi untuk menyerang sel kanker sesuai dengan jenis dan karakter dari sel kanker tersebut. Harapannya, serangan kimiawi ini dapat lebih akurat menyerang sel kanker tanpa memberi efek samping berlebihan pada sel sehat.

Radioterapi

Selain dengan kemoterapi, terapi dengan radiasi juga lazim diberikan. Terapi radiasi ini dilakukan dengan menembakan sinar atau gelombang radiasi khusus pada area penis untuk membantu menghancurkan sel kanker. cara ini tidak kalah efektif, meski kadang efek radiasi juga dapat merusak sel sehat pada penis.

Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan terapi fotodinamik yang dilakukan dengan menyuntikan senyawa khusus pada area kanker di penis yang bekerja meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap efek radiasi. Sehingga intensitas radiasi yang ditembakan dapat lebih kecil namun efektif.

Solusi lain dengan brachitherapy yang dilakukan dengan menembakan radiasi khusus dalam intensitas tinggi secara mikro ke arah dimana sel kanker berkembang. Ini membantu meminimalisir efek tembakan laser pada bagian lain di sekitar penis.

Herbal Sarang Semut untuk Pendamping Pengobatan Kanker Penis

Pada stadium awal, penanganan kanker dengan terapi non-medis dapat menjadi pengobatan alternatif atau pendamping. Tentu saja pastikan Anda memilih terapi yang sudah terbukti efektif baik, seperti di antaranya terapi dengan Sarang Semut.

herbal sarang semut
Herbal Sarang Semut (flickr)

Herbal asal Papua bernama ilmiah Myrmecodia pendans ini dikenal efektif sebagai anti kanker. Sebagaimana dijelaskan dalam Pakistan Journal of Biological Sciences tahun 2010.

Dalam jurnal Unissula tahun 2011 sebagaimana dilaporkan dalam Medica Journal of Medicine and Health tahun 2011 dijelaskan kandungan cytotoxic dalam Myrmecodia pendans ini terbukti efektif membantu mengatasi kanker serviks pada stadium awal. Dan ini dapat diasumsikan  komponen cytotoxic yang sama juga dapat bekerja efektif pada kanker penis.

Kanker di penis memang bukan jenis kanker yang lazim ditemukan. Meski sama-sama disebabkan oleh infeksi HPV, temuan akan kanker ini tidak sebanyak kanker serviks pada wanita. Tetapi efek dari kanker ini yang cukup serius, jelas perlu Anda waspadai. Dan karenanya, kenali lebih baik penyakit kanker di penis ini untuk pencegahan, diagnosa dan penanganan yang tepat.

Demikianlah ulasan artikel ini tentang kanker penis. Semoga informasi di artikel ini dapat membantu Anda lebih memahami dan mengantisipasi penyakit yang ganas ini. Temukan juga info-info penting lain seputar penyakit kanker dan masalah kesehatan lain hanya di Deherba.com.


Shannon Johnson. Healthline. Penile Cancer (Cancer of the Penis). URL: https://www.healthline.com/health/cancer-penis. Accessed: 2019-03-25. (Archived by WebCite®)

Jenna Fletcher. Medical News Today. Everything you need to know about penile cancer. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/323554.php. Accessed: 2019-03-25. (Archived by WebCite®)

Ian Franks. Healthline. Penectomy for the Treatment of Penile Cancer. URL: https://www.healthline.com/health/mens-health/penectomy. Accessed: 2019-03-25. (Archived by WebCite®)