Kanker Testis

kanker testis
Credit: Independent.co.uk

Diedit:

Kanker testis terjadi di area testikel (testis), yang terletak di dalam skrotum, yaitu kantung kulit longgar yang terletak di bawah penis. Testis menghasilkan hormon-hormon seks pria dan sperma untuk reproduksi.

Dibandingkan dengan jenis kanker lain, kanker ini merupakan jenis yang langka. Tetapi penyakit ini adalah kanker yang paling umum diderita oleh pria berusia antara 15 sampai 35 tahun di Amerika Utara dan Eropa. Setiap tahun, 8000 pria di Amerika Serikat didiagnosis kanker testis, dan 390 pria meninggal akibat penyakit ini.

Penyebab Kanker Testis

Kanker testis bermula di sel-sel pada testis. Memang, sampai saat ini masih belum jelas apa yang sebenarnya membuat sel-sel tersebut berubah menjadi sel-sel kanker. Tetapi sedikitnya kita bisa berupaya memahami bagaimana proses perkembangan kanker testis dan apa saja faktor-faktor yang diduga dapat memicu perkembangan tersebut.

Awal Mula Kanker Testis

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan jelas apa penyebab kanker testis yang sebenarnya. Para dokter hanya tahu bahwa kanker ini terjadi jika sel-sel sehat di testikel mengalami perubahan.

Sel-sel sehat berutmbuh dan membelah diri secara teratur untuk menjaga tubuh tetap berfungsi normal. Tetapi kadang-kadang beberapa sel mengembangkan kelainan, sehingga menyebabkan pertumbuhannya jadi tak terkendali—sel-sel tersebut terus membelah meskipun tidak dibutuhhkan sel-sel baru. Akibatnya, terbentuk massa dari penumpukan sel-sel di testikel.

Hampir semua kasus kanker ini dimulai di sel-sel germ (nutfah)—sel-sel di testikel yang menghasilkan sperma yang belum matang. Namun masih belum jelas apa penyebabnya sehingga sel-sel germ mengalami kelainan lalu berkembang menjadi kanker.

Faktor Risiko Kanker Testis

Para ahli telah meninjau sejumlah faktor risiko yang tampaknya berkaitan dengan penyebab kanker testis. Menurut situs web MAYO CLINIC, faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi kriptorkismus (testis tidak turun): Di saat janin berkembang, testis terbentuk di area perut dan biasanya menurun ke skrotum sebelum dia dilahirkan. Tetapi jika testis tidak turun, maka anak tersebut akan memiliki risiko lebih besar untuk menderita kanker ini dibandingkan dengan anak yang testisnya normal. Risiko ini tetap ada meskipun dia sudah menjalani operasi membenarkan posisi testis.
  • Kelainan perkembangan testis: Kondisi yang menyebabkan testis berkembang tidak normal, misalnya sindrom Klinefelter, dapat menaikkan risiko penyakit ini.
  • Riwayat keluarga: Jika ada keluarga dekat yang memiliki kanker testis, berarti Anda juga berisiko.
  • Usia: Kanker ini menyerang remaja dan pria-pria muda, terutama mereka yang berusia 15 hingga 35 tahun. Akan tetapi kanker ini juga bisa terjadi pada usia berapa pun.

Ingatlah, memiliki faktor-faktor risiko seperti di atas tidak secara langsung membuat kita pasti terserang kanker testis. Sebaliknya, tidak punya faktor risiko juga tidak berarti kita bebas dari ancaman kanker ini. Ada penderita penyakit ini yang sebelumnya tidak memiliki faktor risiko apa pun. Jadi kita semua perlu tetap waspada terhadap risiko kanker kita.

Adakah Cara Mencegah Kanker Testis?

Tidak ada cara mencegah kanker testis yang benar-benar efektif. Beberapa dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan testis sendiri di rumah agar dapat menemukan tanda-tanda kanker testis sejak dini. Jika Anda tidak tahu caranya, cobalah tanyakan dengan dokter yang Anda percayai.

Ciri-Ciri Kanker Testis

Jika Anda melihat keberadaan dari ciri-ciri kanker testis di bawah ini, segeralah periksa ke dokter. Banyak dari keluhan berikut memang lebih mungkin disebabkan oleh masalah lain selain kanker. Tapi jika masalahnya adalah kanker, maka alangkah bersyukurnya kita karena sudah memeriksakannya sejak awal.

Baca juga:  Obat Kanker Testis Alami Khas Indonesia

Benjolan atau Bengkak di Testis

Sering kali, gejala kanker testis yang pertama muncul adalah benjolan di testis, atau testis menjadi bengkak atau membesar. (Ingatlah, wajar jika satu testis tampak sedikit lebih besar dari yang lain, dan yang satu tergantung lebih rendah dari yang lain).

Beberapa tumor testis mungkin menimbulkan rasa sakit, tapi biasanya tidak. Pria penderita penyakit ini juga mungkin merasa ‘berat’ atau nyeri di perut bagian bawah atau di skrotum.

Dada Membesar atau Terasa Nyeri

Dalam sebagian kecil kasus, sel-sel tumor germ dapat membuat dada membesar atau menjadi terasa nyeri. Ini terjadi karena jenis sel germ tertentu melepaskan kadar tinggi hormon bernama human chorionic gonadotropin (HCG), yang merangsang pertumbuhan dada.

Sejumlah tumor sel Leydig menciptakan hormon estrogen (hormon seks wantia), sehingga bisa memicu pembesaran dada atau hilangnya gairah seksual.

Pubertas Dini

Beberapa sel tumor Leydig bisa menciptakan hormon androgen (hormon seks pria). Tumor penghasil androgen mungkin tidak menimbulkan gejala-gejala spesifik pada pria, tetapi pada anak laki-laki mereka bisa mengalami tanda-tanda pubertas di usia dini, misalnya suara terdengar lebih berat serta tumbuh rambut di wajah dan tubuh.

Ciri-Ciri Kanker Testis Stadium Lanjut

Bahkan jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, banyak pria tidak langsung merasakan gejala-gejalanya. Tetapi ada juga yang akan merasakan gejala-gejala kanker testis seperti berikut:

  • Nyeri punggung bagian bawah, akibat kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di bagian belakang perut.
  • Sesak napas, nyeri dada, atau batuk (bahkan batuk berdarah) dapat terjadi akibat penyebaran kanker ke paru-paru.
  • Sakit di perut, mungkin akibat pembesaran kelenjar getah bening atau karena kanker sudah menyebar ke hati.
  • Sakit kepala atau kebingungan, akibat kanker telah menyebar ke otak.

Memang, ada masalah-masalah kesehatan lain, seperti cedera atau peradangan di testis, yang bisa menimbulkan keluhan-keluhan mirip seperti gejala kanker testis. Peradangan di testis (disebut orkiditis) dan peradangan di epididimis (epididimitis) bisa menyebabkan bengkak dan rasa nyeri di testis. Kedua penyakit ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Beberapa orang yang terkena penyakit ini sama sekali tidak merasakan gejala apa pun, dan kanker mereka baru ditemukan sewaktu menjalani pemeriksaan medis untuk keperluan lain. Kadang, tes pencitraan yang dilakukan untuk mencari penyebab dari kemandulan seorang pria berhasil mendeteksi kanker testis yang berukuran kecil.

Pengobatan Kanker Testis

Pilihan pengobatan kanker testis yang diberikan oleh dokter mungkin akan bergantung pada sejumlah faktor, yang antara lain termasuk jenis dan stadium dari kanker, kondisi kesehatan pasien, dan pilihan pribadi dari pasien.

Baca juga:  5 Ciri-Ciri Kanker Testis yang Paling Mudah Dikenali

Operasi

Tindakan operasi yang umumnya digunakan untuk mengatasi kanker testis yaitu:

Operasi pengangkatan testis (radical inguinal orchiectomy)

Adalah pengobatan awal untuk hampir setiap jenis dan stadium kanker testis. Untuk mengangkat testis, dokter bedah menyayat bagian selangkangan dan mengambil seluruh testis melalui sayatan itu. Testis buatan, berisi garam, dapat dimasukkan sebagai pengganti. Pada kasus kanker testis stadium awal, operasi ini mungkin satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan.

Operasi pengangkatan kelenjar getah bening terdekat (retroperitoneal lymph node dissection)

Dilakukan melalui sayatan di perut. Dokter bedah harus hati-hati agar tidak merusak saraf-saraf sekitar kelenjar getah bening, tapi kadang hal itu tak terhindarkan. Saraf yang rusak bisa mengakibatkan masalah ejakulasi, tapi pasien tetap bisa ereksi.

Jika operasi satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien, maka dokter akan menjadwalkan pemeriksaan rutin. Pada pemeriksaan itu, biasanya setiap beberapa bulan sekali, pasien akan menjalani tes darah, CT scan, dan prosedur lain untuk memeriksa apakah ada tanda-tanda kanker testis kambuh kembali.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan pancaran energi kekuatan tinggi, misalnya sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas sebuah meja dan sebuah mesin akan bergerak di sekitar sambil memancarkan energi pada titik-titik tertentu di tubuh pasien.

Terapi radiasi adalah pilihan pengobatan yang kadang digunakan pada penderita kanker testis jenis seminoma. Terapi radiasi mungkin direkomendasikan setelah dilakukan operasi pengangkatan testis.

Efek samping dari terapi ini antara lain mual dan kelelahan, serta kemerahan di kulit dan iritasi di area perut dan selangkangan. Terapi radiasi juga mungkin akan sementara jumlah sperma serta memengaruhi kesuburan.

Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat-obatan kemoterapi mengalir ke bagian-bagian tubuh untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin sudah berpindah dari lokasi aslinya.

Kemoterapi bisa menjadi satu-satunya pilihan pengobatan kanker testis bagi seorang pasien, atau mungkin direkomendasikan setelah atau sebelum operasi pengangkatan kelenjar getah bening.

Efek samping kemoterapi yang muncul bergantung pada jenis obat yang digunakan. Tetapi umumnya efek samping yang muncul adalah rasa lelah, mual, rambut rontok, dan sering infeksi. Ada obat dan perawatan untuk mengurangi efek samping tersebut. Adakalanya kemoterapi juga menyebabkan kemandulan, yang kadang sifatnya permanen pada beberapa pasien.

Pengobatan Kanker Testis secara Alami

Anda mungkin mendengar bahwa ada obat kanker testis alami yang belum pernah disinggung oleh dokter Anda. Memang hingga saat ini semakin banyak tersedia pengobatan kanker testis alternatif yang diperlihatkan sanggup membantu mengatasi atau mengurangi keparahan gejala-gejala kanker.

Salah satu alternatif obat kanker testis adalah herbal Sarang Semut Papua, yang telah dibuktikan sanggup mengatasi tumor maupun kanker. Penelitian ilmiah oleh Pusat Bioteknologi LIPI menunjukkan bahwa herbal ini mengandung berbagai senyawa aktif yang sudah dikenal kemampuannya untuk pengobatan beragam jenis kanker.

Contohnya adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang berguna sebagai antioksidan dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker, sehingga sangat baik jika Sarang Semut dimanfaatkan untuk pencegahan serta pengobatan kanker testis. Hasil penelitian tersebut selaras dengan pengakuan para pengguna herbal ini.

Reaksi Cepat Sarang Semut

Rata-rata para pengguna Sarang Semut yang sudah diolah dalam bentuk kapsul ekstrak mengungkapkan bahwa mereka sudah mulai merasakan manfaat dari herbal ini setelah mengonsumsinya selama 1 – 3 bulan saja!

Tak sedikit juga dari mereka yang sebenarnya sudah menjalani pengobatan medis, tetapi menambahkan pengobatan dengan Sarang Semut, lalu merasakan proses pemulihan yang berangsur lebih cepat daripada sebelumnya. Jadi tak heran bila semakin banyak yang meminati Sarang Semut sebagai pilihan obat kanker alami mereka.

Jika Anda sedang mempertimbangkan berbagai pilihan pengobatan kanker testis, secara medis ataupun alami, ingatlah untuk mendiskusikannya matang-matang bersama tim dokter yang menangani juga keluarga atau orang-orang yang Anda percayai.

Demikianlah informasi artikel ini yang membahas mengenai penyebab, ciri-ciri, serta pilihan metode pengobatan kanker testis yang umumnya tersedia. Semoga dengan membaca artikel ini, kita semua jadi lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga tercinta kita.