Kerap Mengalami Serangan Migrain? Coba Konsumsi Suplemen Untuk Mencegah Migrain Ini


By Nurul Kuntarti

Bagi Anda yang kerap mengalami serangan migrain, mungkin menjadi akrab dengan obat obatan penghilang nyeri. Pengobatan dengan cara ini memang dianggap manjur meredakan nyeri karena migraine. Hanya saja, terus menerus mengonsumsi obat pereda nyeri juga dapat menyisakan efek samping. Jadi bila Anda bisa mencegah migrain dengan suplemen untuk mencegah migrain, kenapa Anda tidak mencobanya?

Dalam sejumlah studi ditemukan fakta bahwa migrain juga dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh. Dan dari alasan inilah kemudian sejumlah ahli melihat potensi pencegahan migrain dengan terapi suplemen.

Bagaimana Suplemen Untuk Mencegah Migrain Bekerja?

Migrain memang untuk sementara dapat diatasi dengan cepat menggunakan obat pereda nyeri. Ada begitu banyak pilihan yang tersedia di pasaran untuk Anda gunakan di sini. Dari skala ringan seperti parasetamol, aspirin dan ibuprofen. Hingga sejumlah pilihan lebih berat seperti naproxen, sumaptripan dan eletriptan.

Tetapi, perlu ditegaskan bahwa obat obatan pereda nyeri ini, sebaik apapun efeknya sifatnya sebenarnya hanya sementara. Rasa nyeri di kepala mungkin hilang setelah obat dikonsumsi. Tetapi tidak menutup kemungkinan rasa nyeri muncul kembali.

Selama masalah utama yang menjadi pemicu migrain tidak diatasi dan dituntaskan. Maka migrain akan mungkin untuk muncul kembali. Dan inilah yang menjadi tantangannya. Karena mengatasi pemicu migrain tidak sesederhana mengatasi keluhan nyeri pada migrain.

Karena bisa jadi setiap pasien memiliki aspek pemicu yang berbeda beda. Sehingga penanganan pencegahan migrain supaya tidak kambuh sifatnya akan berbeda beda sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

Ada banyak aspek yang dapat menjadi pemicu migrain, seperti aspek hormonal, kebiasaan minum alkohol, gangguan tidur, stress, tekanan darah rendah atau tinggi, gangguan penglihatan, gangguan pada sistem saraf, perubahan cuaca ekstrim, makanan dan aspek pemicu lain.

Biasanya, seseorang yang pernah mengalami migrain cenderung akan lebih rentan untuk mengalami serangan migrain kembali. Ini karena mereka yang pernah mengalami migrain pada umumnya memiliki kondisi tertentu pada tubuh mereka yang tidak bekerja optimal dan ini dapat dikaitkan dengan migrain.

pencegahan migrain dengan vitamin
konsumsi suplemen untuk mencegah migrain (apester)

Memahami peran Mikro Nutrisi pada Migrain

Sejumlah kondisi memang dianggap memiliki efek meningkatkan resiko seseorang untuk lebih rentan mengalami serangan migrain. Sebut saja seperti kondisi gangguan pada fungsi saraf, stress, gangguan tidur, kondisi endokrin atau hormonal, gangguan pada sirkulasi darah, anemia hingga masalah metabolisme.

Yang kemudian oleh para pakar ditarik benang merahnya pada potensi kekurangan mikro nutrisi. Ini karena secara medis diakui bahwa sejumlah vitamin, mineral dan unsur hormon tertentu memiliki efek signifikan dalam menjaga fungsi tubuh berjalan lancar.  Vitamin dan mineral ini yang kemudian secara medis disebut sebagai mikro nutrisi.

Pandangan ini menjadi dasar sejumlah riset diadakan untuk melihat potensi pencegahan kambuhnya migrain dengan mengonsumsi suplemen khusus dengan komposisi vitamin dan mineral tertentu.

Suplemen untuk mencegah migrain ini menutup kekurangan unsur mikro nutrisi dalam tubuh. Harapannya dengan meningkatkan kadar mikro nutrisi ini dalam tubuh, maka sejumlah fungsi tubuh terkait dapat diperbaiki dan ini akan membantu mencegah kambuhnya migrain.

Tentu saja, pandangan tentang penggunaan suplemen untuk mencegah migrain ini harus dilakukan dengan catatan penting sebagai garis bawah. Bahwa sifat dari terapi ini tidak mutlak berhasil. Karena, sebenarnya tidak ada cara yang bersifat pasti untuk pencegahan migrain.

Dan karena setiap suplemen bersifat spesifik bekerja pada sistem tertentu pada tubuh, maka Anda perlu memastikan dulu apa sebenarnya gangguan yang tengah Anda alami dan diduga kuat sebagai pemicu migrain. Supaya terapi suplemen untuk mencegah migrain ini berjalan dengan optimal.

vitamin dan mineral untuk migrain
practicalpainmanagement/gettyimages

Apa saja Suplemen Yang Baik Untuk Pencegahan Migrain?


Lalu apa saja suplemen untuk mencegah migrain yang direkomendasikan? Berikut beberapa di antaranya yang terbukti secara klinis berpotensi kuat mengatasi kondisi kondisi yang dapat menjadi pemicu migrain.

  • Magnesium

    Mineral satu ini dikenal memiliki efek baik untuk mencegah migrain. Menurut informasi American Migraine Foundation, mengonsumsi suplemen magnesium sekitar 400 mg sampai 600 mg dapat membantu memberi efek pencegahan migrain.

    Dijelaskan bahwa suplemen ini efektif untuk pencegahan migrain yang dapat dikaitkan dengan masa menstruasi, karena magnesium sendiri berperan dalam fungsi endokrin. Magnesium juga dikenal bekerja pada fungsi pusat saraf.

    Magnesium juga diklaim memberi efek positif dalam membantu mengendalikan stress dan membantu memperbaiki masalah tidur. Magnesium juga terbukti berperan dalam pembentukan darah merah, sehingga akan efektif mengatasi anemia.

    Magensium juga memberi efek baik dalam mengendalikan tekanan darah tinggi dan gangguan kardiovaskular. Artinya juga akan membantu memperbaiki masalah sirkulasi darah yang juga sangat berkaitan dengan migrain.

    Dalam penjabaran jurnal Pain Physician tahun 2016, dijelaskan bahwa mengonsumsi suplemen magnesium akan efektif membantu mengendalikan migrain untuk tidak sering kambuh. Namun sifatnya hanya akan efektif bila dikonsumsi oleh mereka yang terbukti mengalami defisiensi magnesium.

    Dalam The Journal of Headache and Face Pain tahun 2018, dijelaskan bahwa sebuah riset yang menerapkan pemberian suplemen magnesium 600 mg selama 3 bulan akan menurunkan kekerapan kambuhnya migrain hingga 42%.

  • Vitamin B2 atau Riboflavin

    Vitamin B2 adalah salah satu jenis vitamin B yang terbukti klinis dapat membantu mengurangi kekerapan kambuhnya migrain. Ini karena pengaruh vitamin B terhadap fungsi metabolisme tubuh sehingga dianggap membentu kebugaran lebih baik.

    Ini berdasar penjelasan Mark W. Green, MD, Profesor pakar neurologi, anestesi, and rehabilitasi dari headache and pain medicine at Icahn School of Medicine at Mount Sinai. Metabolisme ini akan mencegah penimbunan lemak dan gula.

    Sementara lemak dan gula yang berlebihan dalam tubuh ditengarai sangat mempengaruhi performa sirkulasi darah dan dapat meningkatkan tingkat resiko seseorang untuk terserang migrain.

    Tetapi manfaat dari vitamin B2 ini tidak hanya pada metabolisme tubuh. Asupan suplemen untuk mencegah migrain ini juga terbukti memberi manfaat pada kesehatan mata, otot dan kerja saraf.

    Vitamin B2 juga terbukti berperan dalam mengikat zat besi dan membantu dalam proses pembentukan sel darah merah. Sehingga akan cukup baik membantu mengatasi anemia. Sehingga dapat meningkatkan stabilisme suplai oksigen menuju otak dan sudah tentu penting untuk mencegah migrain.

    Dalam the International Journal for Vitamin and Nutrition Research tahun 2016 dijabarkan adanya potensi asupan suplemen riboflavin secara rutin dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas migrain tanpa efek samping yang perlu dikhawatirkan.

    Sedang dengan penjelasan senada, riset pendahulunya dalam the European Journal of Neurology tahun 2008 juga membuktikan pemberian riboflavin dalam dalam dosis tinggi selama 6 bulan terbukti memberi manfaat dalam mengurangi intensitas dan frekuensi migrain.

    Namun demikian, tidak disarankan untuk mengonsumsi vitamin B2 ini dalam dosis lebih dari 400 mg dalam sehari. Pastikan untuk mengonsumsinya dalam 2 bagian dosis dalam sehari masing masing 200 mg.

    Kurangi dosis serta intensitas konsumsi vitamin B2 bila dirasa keluhan migrain sudah jauh membaik. Kurangi pula dosis vitamin B2 bila Anda sedang mengonsumsi antibiotik supaya tidak menurunkan efek dari antibiotik pada tubuh.

  • Vitamin D

    Vitamin D acapkali identik dengan kesehatan tulang. Padahal peran vitamin D lebih kompleks dari itu. Vitamin D berperan dalam banyak aspek di dalam tubuh, termasuk pada imunitas tubuh, sistem kerja saraf, proses produksi insulin, kesehatan pembuluh darah, fungsi endokrin, suport kerja pernafasan dan sebagai perlindungan DNA.

    Karena itu, defisiensi vitamin D juga dapat menyebabkan potensi kambuhnya migrain. Dan karenanya sejumlah pakar sepakat bahwa suplemen untuk mencegah migrain dapat berupa suplemen dengan kandungan vitamin D.

    Sebagaimana dijelaskan dalam Journal of Research in Medical Sciences tahun 2015. Pemberian vitamin D dalam dosis 50 ribu IU per minggu dapat membantu mengurangi kekerapan seseorang untuk mengalami serangan migrain.

    American Heart Association Journal tahun 2010 mengakui adanya potensi kekurangan vitamin D dalam meningkatkan resiko seseorang mengidap tekanan darah tinggi. Sehingga juga dapat berpotensi memicu migrain.

    Sedang vitamin D dalam kacamata medis juga dianggap sebagai prohormon. Artinya, perannya penting dalam proses pembentukan hormon dan sudah tentu akan penting untuk menjaga keseimbangan hormonal. Dalam banyak kasus, migrain dapat diasosiasikan dengan gangguan hormonal. Baik itu hormon seks dan reproduksi atau hormon mood di dalam fungsi otak.

    Tidak ada penjelasan detail soal seberapa dosis yang disarankan untuk dikonsumsi sebagai upaya pencegahan migrain. Namun, menjadikan vitamin D sebagai uplemen untuk mencegah migrain bisa menjadi pilihan.

    Anda bisa coba konsumsi dalam dosis ringan dan lakukan rutin selama beberapa pekan untuk melihat hasilnya. Atau awali dulu dengan berkonsultasi medis untuk memahami kebutuhan vitamin D yang perlu Anda konsumsi.

  • Coenzyme Q10

    Tidak banyak yang paham apa sebenarnya Coenzyme Q10 ini. Meski sebenarnya peran dari senyawa ini cukup besar di dalam tubuh. Tetapi peran utama yang perlu dipertimbangkan adalah efeknya dalam mencegah dan mengatasi efek oksidasi sel.

    Meski tidak dapat dikategorikan sebagai anti oksidan, senyawa Coenzyme Q10 efektif mencegah kerusakan sel akibat paparan unsur oksidan. Ini baik untuk  melindungi pembuluh darah, sel sel tubuh dan termasuk pula sistem saraf tubuh.

    Mereka dengan kondisi penyakit tahunan biasanya juga memiliki kadar Coenzyme Q10 dalam kadar rendah. Dan di antaranya adalah mereka yang memiliki tingkat frekuensi dan intensitas migrain yang tinggi.

    Meski tidak banyak riset yang membuktikan efektivitasnya, tetapi dalam American Headache Society’s guidelines dijelaskan bahwa Coenzym Q10 ini memiliki potensi cukup menjanjikan sebagai terapi sulemen untuk mencegah migrain.

    Pandangan ini di antaranya didasarkan pada Journal of Neurology tahun 2005. Di sini digambarkan sebuah uji klinis pilot terhadap penggunaan suplemen dengan kandungan Coenzyme Q10 pada penderita migrain. Dan dari terapi ini menunjukan hasil penurunan intensitas dan frekuensi migrain hingga 50%.

    Menurut pandangan American Headache Society’s guidelines, untuk mendapatkan hasil optimal mencegah migrain, Anda bisa mulai mengonsumsi Coenzyme Q10 dalam dosis 100 mg 3 kali sehari.

  • Melatonin

    Melatonin adalah hormon yang disekresi pada kelenjar pineal dalam otak. Ini yang membaca sinyal adanya kelelahan atau kurangnya asupan oksigen menuju otak. Sehingga muncul rasa kantuk, juga mendorong Anda tidur dengan nyenyak.

    Melatonin penting untuk menjaga kualitas tidur Anda. Sedang kurangnya kualitas dan kuantitas tidur acapkali berkaitan dengan gangguan migrain. Dalam The Journal of Head and Face Pain tahun 2010 dijelaskan bahwa adanya tingkat temuan yang tinggi pada penderita migrain untuk mengalami gangguan tidur. Dan dari penelusuran ditemukan adanya tingkat temuan masalah kekurangan hormon melatonin yang relatif tinggi.

    Hal senada juga disampaikan pada Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry tahun 2018. Di sini dijelaskan bahwa terapi dengan melatonin yang baik untuk meregulasi kualitas dan kuantitas tidur memiliki potensi besar membantu mencegah kambuhnya migrain.

    Terapi melatonin dianggap memiliki resiko efek samping relatif rendah. Kecuali pada beberapa orang akan ada masa adaptasi yang membuat mereka lebih mudah mengantuk sampai ritme produksi melatonin dapat kembali diatur ulang dan normal.

    Namun melatonin juga dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Jadi sebaiknya lakukan konsultasi lebih dahulu untuk memastikan Anda cukup aman mengonsumsi melatonin. Bila Anda memutuskan mengonsumsi melatonin sebagai suplemen untuk mencegah migrain, pastikan Anda mengonsumsi dalam dosis kisaran 3 mg perhari. Konsumsi secara rutin pada malam hari menjelang waktu kantuk datang untuk menstimulasi produksi melatonin secara normal.

Akan lebih baik bila terapi pencegahan dengan suplemen ini dilakukan dengan didahului konsultasi medis. Pastikan bahwa tubuh Anda memang membutuhkan tambahan unsur mikronutrisi tersebut. Lakukan pemantauan dalam 2 pekan pasca konsumsi rutin untuk melihat sejauh mana progresnya terhadap keluhan migrain yang Anda alami.

Apa Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengonsumsi Suplemen Untuk Mencegah Migrain?

Meski diakui secara klinis bahwa suplemen di atas dapat bekerja membantu mengurangi frekuensi dan intensitas migrain, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen untuk mencegah migrain ini sembarangan.

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen tersebut seperti beberapa aspek berikut.

  • Apakah Anda sedang hamil

    Kehamilan merupakan kondisi tubuh khusus dimana terjadi perubahan hormon, perubahan metabolisme dan mungkin sejumlah perubahan besar lain dalam tubuh. Di antara kondisi ini, pasien berpotensi untuk mengalami migrain.

    Biasanya keluhan akan hilang seiring waktu dan keluhan pada umumnya bersifat ringan hingga sedang sehingga tidak dianggap sebagai keluhan serius. Selain itu sejumlah suplemen bisa jadi mempengaruhi tumbuh kembang janin. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen untuk mencegah migrain.

  • Apakah Anda mengidap penyakit tertentu dan mengonsumsi obat tertentu

    Alasan utama mengapa Anda perlu awali dulu dengan berkonsultasi medis adalah karena beberapa suplemen untuk mencegah migrain bisa jadi berinteraksi dengan obat obatan tertentu.

    Bisa jadi suplemen ini menyebab penyerapan tubuh terhadap obat obatan tertentu menurun. Bisa jadi pula suplemen ini dapat memicu penurunan kondisi karena reaksi tubuh terhadap asupan suplemen tersebut.

  • Bila Anda memiliki gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan seperti masalah lambung, usus atau usus besar dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan. Dan ini perlu diperhatikan ketika Anda mengonsumsi suplemen tertentu.

    Beberapa orang mungkin akan kesulitan untuk menyerap suplemen tersebut, sedang beberapa suplemen memicu masalah pencernaan semakin memburuk. Jadi pastikan untuk konsultasikan dulu rencana Anda ini.

Bila Anda terus menerus mengalami migrain dengan frekuensi dan intensitas yang cukup berat. Bisa jadi, Anda sedang mengalami defisiensi vitamin atau mineral tertentu. Dan pilihan untuk mengonsumsi suplemen untuk mencegah migrain ini bisa menjadi pilihan untuk Anda coba.

Namun penting untuk selalu Anda pahami, bahwa terapi suplemen ini tidak bekerja mutlak dengan hasil beragam pada setiap penderita. Anda juga bisa mencoba pilihan alami sebagai suplemen  untuk mencegah migrain. Sebagaimana dijelaskan di sini.

Sumber

suplemen untuk mencegah migrain:

Juliann Schaeffer. Healthline. 2020. 5 Vitamins and Supplements for Migraines. https://www.healthline.com/health/migraine/migraine-vitamins

Sabrina Felson, MD. Web.MD. 2020. Vitamins and Supplements for Headache Treatment. https://www.webmd.com/migraines-headaches/vitamins-supplements-migraines

Zia Sherrell, MPH. MedicalNewsToday. 2021. Migraine vitamins: Do they work?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/migraine-vitamins

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>