Inilah Manfaat Buah Jeruk yang Bikin Anda Sehat Tiap Hari!

551

Diedit:

Menurut salah satu situs internasional yang fokus pada masalah nutrisi, Whfoods.org dikatakan bahwa untuk menjaga kesehatan secara optimal Anda bisa lakukan dengan mengonsumsi jeruk sehari sekali.

Kenapa bisa muncul saran tersebut dan apa sebenarnya manfaat buah jeruk untuk kesehatan? Kami mencoba mengulasnya untuk Anda berdasarkan informasi yang kami himpun dari Whfood.

Jeruk adalah salah satu jenis buah yang paling populer dan paling mudah didapatkan di sekitar Anda. Buah ini selalu tumbuh di segala musim, dan tidak mengenal iklim. Bahkan di beberapa daerah sub arktik masih bisa Anda jumpai pohon jeruk yang berbuah di masa-masa menjelang musim gugur. Demikian mudahnya sehingga buah ini bisa menjadi salah satu cara termudah mendapatkan asupan buah-buahan.

Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal jeruk sebagai sumber vitamin C. Dan semenjak muncul berbagai pemberitaan mengenai manfaat berry dan kandungan berry tertentu yang dikatakan melebihi manfaat buah jeruk, maka muncul banyak pandangan bahwa tak perlu lagi mengonsumsi jeruk bila bisa mendapatkan asupan suplemen dari ekstrak berry.

Dengan fakta bahwa tidak mudah mendapatkan berry sebagaimana Anda mendapatkan jeruk, maka akhirnya muncul pasar suplemen berry yang mengklaim mengandung seluruh manfaat berry atau setidaknya mengandung sebagian besar vitamin C dalam berry.

Faktanya, menurut sebuah riset yang dikembangkan pada The Division of Human Nutrition at the University of Milan, Italia dan dilaporkan dalam British Journal of Nutrition pada tahun 2012 dikatakan bahwa ada manfaat lebih baik dari 1 gelas 150 cc jus jeruk konsentrasi 70% daripada 150 cc air suplemen vitamin C.

Test ini dilakukan selama 2 pekan dengan pengambilan test darah sebanyak 3 kali terhadap 14 orang dengan kondisi pra kanker pada taraf yang sama. 7 orang mengonsumsi jus jeruk dan 7 orang mengonsumsi suplemen vitamin C. Test darah diambil ½ jam sebelum mengonsumsi, 3 jam setelah mengonsumsi dan 24 jam setelah mengonsumsi.

Dari hasil test ini ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi jus jeruk menunjukan hasil perbaikan DNA dan pengecilan struktur pra kankernya setidaknya 18% setelah 3 jam mengonsumsi jus jeruk. Efek ini masih berlanjut karena setelah 24 jam, terjadi perbaikan DNA setidaknya 15 %. Sementara dengan suplemen vitamin C biasa, Anda tidak akan dapat menunjukkan efek serupa sebagaimana pada jus jeruk.

Baca juga:  Manfaat Jeruk untuk Cegah Penyakit, Turunkan Darah Tinggi & Kolesterol

Dr. Selena Guarniere yang menjadi penanggung jawab riset mengatakan ada lebih dari sekedar kandungan vitamin C dalam jeruk sehingga mampu memberikan manfaat lebih baik dari sekedar suplemen vitamin C yang biasa Anda dapatkan.

Dalam riset lain yang sempat diterbitkan dalam jurnal The Commonwealth Scientific and Food Industrial Research pada tahun 2003 juga dijelaskan bahwa asupan jeruk yang rutin dalam porsi wajar akan memberi efek penyembuhan secara bertahap terhadap asam urat, arthritis, asma, flek paru-paru, dan membantu mencegah Alzheimer. Asupan jeruk juga dikatakan efektif mencegah masalah pada area usus dan pencernaan.

Kami juga menemukan adanya laporan riset lain mengenai jeruk dari Kanada dalam The Journal of Agricultural and Food Chemistry. Riset ini melibatkan hewan yang mendapatkan asupan jeruk dalam bentuk ekstrak elemen menunjukan hasil penurunan kolesterol hingga 27% setelah 3 hari.

Penyebabnya adalah sederet fitonutrient yang terkandung dalam jeruk dan menjadikannya satu paket bersama vitamin C dalam membantu memperbaiki kesehatan, kerusakan DNA bahkan membantu mengangkat residu, toksin termasuk pula mengatasi endapan kolesterol.

Dalam sebuah jeruk ditemukan sejumlah senyawa fitonutrient seperti:

  • Citrus Flavonones

    Sejenis flavonoid dengan kandungan asam yang dapat bekerja lebih efektif terhadap endapan lemak dan kolesterol ketimbang flavonoid biasa. Warna dominan dari citrus flavonone adalah jingga berbeda dengan flavonoid biasa yang cenderung bening, putih, atau merah tua.

  • Antosianin

    Meski tidak dalam jumlah besar sebagaimana dalam buah berry, kandungan antosianin dalam jeruk cukup baik untuk membantu memperbaiki kerusakan dan penyimpangan pada DNA tubuh.

  • Polifenol

    Keberadaan polifenol dalam jeruk menandakan bahwa jeruk juga mengandung vitamin E. Sementara vitamin E sangat penting dalam pembentukan kolagen bersama vitamin C, membantu proses regenerasi sel dan membantu memudahkan sel mati terangkat dan tergantikan dengan sel baru.

  • Herperidin

    Ini adalah senyawa unik yang tidak banyak dijumpai selain pada jenis tanaman asam. Kandungan uniknya membantu membersihkan saluran pembuluh darah dan membantu melancarkan aliran darah. Ada manfaat herperidin terhadap saraf meski belum sepenuhnya diteliti, ini terkait dengan kemampuannya meningkatkan keaktifan sel otak.

  • Naringenin

    Elemen ini menjadi aspek penting bersama vitamin C untuk melakukan stimulasi terhadap vitamin C, mengaktifkan jaringan limfosit dan jaringan tiroid tubuh sehingga memiliki kemampuan lebih baik menghadapi inflamasi, serangan bakteri, dan menjaga sistem temperatur tubuh.

  • Polimetoksilan

    Sejenis senyawa yang muncul dalam bulir jeruk ini ternyata bisa bekerja sebagai anti kolesterol. Dalam senyawa ini ditemukan elemen bernama tangerin yang berfungsi menetralisir kelebihan kalsium dan mencegah pembentukan batu pada ginjal.

  • Liminoid

    Dalam jeruk juga ditemukan sejenis asam liminoid. Dan semakin menarik karena liminoid dalam jeruk cenderung kuat dan tidak mudah rusak. Liminoid akan membantu memecah lemak, aspek anti hipertensi dan aspek anti kolesterol.

  • Limonin

    Adalah bentuk ekstrak dari liminoid yang sifatnya paling tidak mudah rusak. Elemen ini bersama salah satu senyawa lain bernama asam hidrosinamik akan bekerja sebagai anti karsinogen dan membantu fungsi kardiovaskular. Fungsi jeruk terhadap kardiovaskular sempat diulas mendalam dalam salah satu jurnal dari The Commonwealth Scientific and Food Industrial Research tahun 2003.

Masalah yang biasa muncul hanyalah ketika Anda terlalu banyak mengonsumsi jeruk tanpa diimbangi minum air putih, maka potasium dan magnesium dalam jeruk akan menyebabkan terjadinya endapan dalam ginjal. Namun dalam skala konsumsi wajar, seharusnya hal semacam ini tidak akan terjadi.

Perhatikan pula proses pengolahan karena vitamin C dan sejumlah elemen fitonutrient di dalamnya cenderung larut dalam air dan mudah hilang bersamaan dengan menguapnya kuah dalam proses masak. Sebaiknya simpan jeruk dalam lemari es, dalam keadaan terbuka dan tidak dibungkus untuk mencegah proses pembusukan cepat.

Maka dari pembahasan yang cukup panjang ini, bisa ditarik kesimpulan yang sederhana. Ketimbang Anda bersusah payah mencari buah berry dengan harga yang mahal, Anda bisa memilih mengonsumsi jeruk sekali sehari dan dapatkan manfaat buah jeruk yang tidak kalah dengan buah berry, bahkan mungkin lebih banyak manfaatnya dalam jangka panjang.