Hormon Serotonin: Fungsi, Kadar Normal, dan Cara Meningkatkannya


By Cindy Wijaya

Peran hormon serotonin sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, termasuk untuk mengendalikan mood dan membuat kita lebih bahagia. Kekurangan hormon ini dapat menimbulkan berbagai masalah, termasuk depresi, kecemasan, dan insomnia. Berapa kadar normal hormon ini dan bagaimana cara memperbaiki kekurangan serotonin?

Dalam artikel ini kita akan melihat secara garis besar mengenai serotonin, mulai dari perannya, kaitannya dengan kesehatan mental, kadar normalnya, dan cara meningkatkan kadar serotonin. Pertama-tama mari kita perhatikan apa sebenarnya yang dimaksud serotonin.

Apa Itu Hormon Serotonin?

Serotonin adalah senyawa kimiawi yang diproduksi oleh sel-sel saraf tubuh kita. Serotonin mengirimkan sinyal antar sel-ser saraf kita. Serotonin sebagian besar ditemukan pada sistem pencernaan, namun juga terdapat di trombosit darah dan di seluruh sistem saraf pusat.

Zat kimiawi ini terbuat dari asam amino esensial triptofan. Asam amino ini diasup oleh tubuh kita melalui makanan dan biasanya terdapat pada kacang-kacangan, keju, dan daging merah. Kekurangan triptofan bisa menurunkan kadar serotonin, yang kemudian bisa menyebabkan gangguan mood, seperti kecemasan atau depresi.

Walaupun serotonin terutama dianggap sebagai senyawa kimiawi yang bertugas menyampaikan sinyal antar sel-sel saraf (disebut “neurotransmitter”), namun banyak juga yang menganggapnya sebagai hormon.

Apa Peran dari Serotonin?

Serotonin punya pengaruh pada setiap bagian tubuh kita, mulai dari emosi hingga kemampuan motorik kita. Serotonin dianggap sebagai hormon penstabil suasana hati alami. Bahkan juga dapat membantu dalam tidur, makan, dan mencerna. Selain itu senyawa kimiawi ini juga berperan dalam:

  • Mengurangi depresi
  • Mengendalikan kecemasan
  • Menyembuhkan luka
  • Menstimulasi mual
  • Menjaga kesehatan tulang

Berikut adalah bagaimana cara kerja hormon serotonin dalam berbagai fungsi tubuh kita:

Pergerakan usus: Serotonin terutama ada di lambung dan usus. Ini membantu mengontrol pergerakan dan fungsi dari usus kita.

Mood: Serotonin di otak dianggap dapat mengendalikan kecemasan, kebahagiaan, dan suasana hati. Kadar senyawa kimiawi ini jika rendah dikaitkan dengan kondisi depresi, dan peningkatan kadar serotonin yang dipicu oleh obat dianggap dapat menurunkan gairah.

Mual: Serotonin adalah salah satu dari penyebab mual. Pada diare, produksi serotonin meningkat untuk mendorong makanan yang berbahaya atau mengganggu. Senyawa kimiawi ini juga meningkat di dalam darah, yang menstimulasi bagian otak yang mengontrol rasa mual.

Tidur: Senyawa kimiawi ini bertanggung jawab untuk menstimulasi bagian-bagian di otak yang mengontrol tidur dan bangun tidur. Tidur dan bangun tidur kita dipengaruhi oleh area tertentu yang distimulasi dan jenis reseptor serotonin yang digunakan.

Pembekuan darah: Trombosit darah melepaskan serotonin untuk membantu menyembuhkan luka. Serotonin menyebabkan pembuluh arteri kecil menyempit, membantu pementukan gumpalan darah.

Kesehatan tulang: Serotonin berperan dalam kesehatan tulang. Kadar serotonin yang sangat tinggi pada tulang bisa mengakibatkan osteoporosis, yang membuat tulang lebih lemah.

Fungsi seksual: Kadar serotonin yang rendah dikaitkan dengan peningkatan libido, sedangkan kadar serotonin yang meningkat dikaitkan dengan penurunan libido.

Apa Kaitan Hormon Serotonin dengan Kesehatan Mental?

Serotonin membantu mengendalikan mood kita secara alami. Ketika kadar serotonin kita normal, kita akan merasa:

  • Lebih bahagia
  • Lebih tenang
  • Lebih fokus
  • Tidak cemas
  • Lebih stabil secara emosi

Sebuah penelitian di tahun 2007 mendapati bahwa orang dengan depresi sering memiliki kadar serotonin yang rendah. Kekurangan serotonin juga dikaitkan dengan kecemasan dan insomnia.

Namun ada ketidaksepakatan antara para pakar mengenai peran serotonin dalam kesehatan mental. Beberapa peneliti dalam sebuah penelitian yang sudah lama mempertanyakan apakah peningkatan atau penurunan serotonin bisa memengaruhi depresi. Tetapi penelitian yang lebih baru mengklaim yang sebaliknya.

Sebagai contoh, sebuah penelitian pada hewan tahun 2016 meneliti tikus-tikus yang kekurangan autoreseptor serotonin yang menghambat sekresi serotonin. Tanpa autoreseptor ini, tikus punya kadar serotonin yang lebih tinggi di otak mereka. Para peneliti menemukan tikus-tikus ini menunjukkan lebih sedikit kecemasan dan perilaku terkait depresi.

Berapa Kadar Hormon Serotonin yang Normal?

Umumnya kisaran normal kadar serotonin dalam darah kita ialah 101 – 283 nanogram per mililiter (ng/mL). Tolok ukur ini, bagaimanapun, mungkin sedikit berbeda tergantung pada pengukuran dan sampel yang diuji, jadi sebaiknya konsultasikan pada dokter mengenai kadar serotonin Anda.

Kadar serotonin yang tinggi bisa jadi merupakan tanda sindrom karsinoid. Ini melibatkan sekelompok gejala yang berkaitan dengan tumor di:

  • Usus halus
  • Apendiks (organ tambahan pada usus buntu)
  • Usus besar
  • Tabung bronkial

Seorang dokter dapat melakukan tes darah untuk mengukur kadar serotonin dalam darah Anda, guna mencari tahu apakah ada tanda-tanda penyakit.

Bagaimana Cara Mengatasi Kekurangan Hormon Serotonin?

Kita bisa mencoba memperbaki kekurangan serotonin dengan cara yang alami. Menurut penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Psychiatry and Neurosciense, berikut sejumlah cara alami meningkatkan serotonin:

  • Berjemur sinar matahari: Berjemur sinar matahari biasanya merupakan terapi yang disarankan untuk mengobati depresi musiman.
  • Olahraga: Olahraga secara teratur bisa meningkatkan suasana hati kita.
  • Pola makan yang sehat: Makanan yang dapat meningkatkan kadar serotonin termasuk telur, keju, kacang-kacangan, salmon, tahu, dan nanas.

Selain dengan cara alami, ada juga cara medis untuk meningkatkan kadar serotonin. Terapi medis biasanya diperlukan oleh mereka yang mengalami depresi, kecemasan, dan insomnia. Banyak dokter meresepkan obat selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk mengobati depresi. Ini adalah jenis antidepresan yang paling sering diresepkan.

SSRI meningkatkan kadar serotonin di otak dengan cara menghambat penyerapan serotonin ulang, jadi akan ada lebih banyak serotonin yang masih aktif. Contoh obat SSRI adalah fluoxetine dan sertraline.

Jika Anda menggunakan obat serotonin, Anda tidak boleh menggunakan obat lain tanpa terlebih dulu bicara dengan dokter Anda. Mencampur obat dapat membuat Anda berisiko terkena sindrom serotonin.

Mengenai Sindrom Serotonin…


Obat-obatan bisa membuat kadar hormon serotonin naik dan terkumpul di tubuh sehingga dapat menyebabkan sindrom serotonin. Sindrom ini biasanya terjadi setelah kita mulai mengonsumsi obat baru atau meningkatkan dosis obat yang sedang dikonsumsi. Gejala-gejala dari sindrom serotonin antara lain:

  • Gemetaran
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Pupil mata melebar
  • Merinding

Ada juga gejala-gejala yang lebih parah yang bisa dialami oleh penderita sindrom ini, antara lain:

  • Otot berkedut
  • Hilangnya kelincahan otot
  • Otot menjadi kaku
  • Demam tinggi
  • Jantung berdetak cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Jantung berdetak tidak beraturan
  • Kejang-kejang

Belum tersedia tes medis yang dapat mendiagnosis sindrom serotonin. Karena itu dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu apakah pasiennya mengidap sindrom ini.

Sering kali gejala sindrom ini akan hilang dalam sehari jika pasien minum obat yang menghambat serotonin atau mengganti obat yang memicu kondisi ini.

Penting untuk diketahui bahwa sindrom serotonin dapat membahayakan jiwa jika tidak ditangani.

Serotonin memengaruhi setiap bagian dari tubuh kita. Itu bertanggung jawab untuk banyak fungsi penting yang membuat kita bisa melewati hari demi hari. Apabila kadar serotonin kita tidak seimbang, itu bisa memengaruhi mental, fisik, dan emosi. Dan kadang ketidakseimbangan serotonin adalah tanda adanya masalah serius. Jadi penting untuk memperhatikan tubuh kita dan periksakan ke dokter jika ada yang mencurigakan.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang hormon serotonin. Semoga informasi ini dapat membuat Anda semakin peduli terhadap kesehatan tubuh Anda. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Healthline. Serotonin: What You Need to Know. Updated: 2020-08-19. URL: https://www.healthline.com/health/mental-health/serotonin

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}