9 Cara Alami yang Terbukti Meningkatkan Hormon Testosteron

734

Diedit:

Testosteron memiliki peran sangat besar dalam tubuh manusia. Selama ini kita mungkin hanya mengenal hormon testosteron sebagai hormon seksual. Tak salah memang bila anggapan ini muncul, hanya saja sebenarnya hormon ini juga memiliki peran lain dalam tubuh, termasuk dalam fungsi pembakaran energi hingga fungsi pembentukan otot.

Hormon testosteron sebenarnya dimiliki baik oleh pria maupun wanita, namun pada wanita jumlahnya lebih sedikit. Dan kebanyakan fungsinya berfokus pada menjaga kualitas aktivitas seksual dan massa otot. Tubuh wanita membutuhkan testosteron dalam kadar yang seimbang dengan estrogen dan progesteron.

Namun pada pria, hormon ini memiliki peran sangat penting. Berkaitan erat pada fungsi kesuburan, pembentukan energi, sampai masalah pembentukan otot. Testosteron juga berperan terhadap kesehatan tubuh secara umum untuk mencegah obesitas dan sejumlah keluhan kesehatan serius termasuk jantung, diabetes, dan kolesterol.

Masalahnya, setelah melewati usia 40 tahun biasanya kadar testosteron akan terus menurun. Sementara itu beberapa riset yang diulas ulang oleh Authoritynutrition.com membuktikan bahwa mereka yang berusia di atas 40 tahun dan membiarkan kadar testosteronnya terus menurun ternyata bisa lebih cepat mengalami kematian.

Apakah Anda memiliki kadar testosteron yang rendah? Cari tahu apa saja gejala-gejala kadar testosteron rendah di artikel: Efek Samping dan Akibat Testosteron Rendah pada Pria.

Oleh sebab itu agar bisa berumur panjang, Anda perlu menjaga kadar hormon testosteron dalam tubuh. Dan bila kadar testosteron mulai menurun akibat penuaan, penting pula untuk mulai menjalankan pola hidup sehat yang akan membantu meningkatkan hormon testosteron. Apa saja cara-cara yang terbukti dapat membantu menaikan testosteron? Berikut di antaranya.

1. Olahraga dan Latihan Beban

Aktivitas yang berpusat pada adrenalin, latihan beban yang bertujuan memberi tekanan pada otot dan membantu memacu detak jantung akan sangat membantu menstimulasi tubuh memproduksi lebih banyak hormon testosteron.

Ada kaitan erat antara hormon adrenalin dan fungsi-fungsi pembentukan sel-sel otot dengan hormon testosteron. Pada dasarnya tubuh membutuhkan testosteron untuk membentuk otot yang padat. Dan demi proses inilah tubuh akan memproduksi testosteron setelah olahraga.

Hal tersebut dijelaskan dalam European Journal of Applied Physiologyst tahun 2012 dengan jurnal bertajuk ‘Physically active men show better semen parameters and hormone values than sedentary men..

Anda bisa memilih aktivitas olahraga berupa angkat beban dan jenis olahraga High-Intensity Interval Training (HIIT) bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan kenaikan kadar testosteron dengan lebih efektif. Dalam sumber lain dikatakan beberapa jenis olahraga fisik outdoor seperti panjat tebing bisa menjadi pilihan lain meningkatkan hormon testosteron.

2. Kendalikan Kadar Stress

Ada kaitan kuat antara kadar hormon testosteron dalam tubuh dengan tingkat stress. Semakin buruk kondisi stress Anda, semakin buruk juga kadar testosteron dalam tubuh. Informasi ini dijelaskan dalam Journal of Psychosomatic Research tahun 1999 bertajuk ‘Chronic burnout, somatic arousal and elevated salivary cortisol levels.’

Ini berkaitan dengan efek stress yang dapat meningkatkan hormon kortisol—hormon yang sanggup mengubah suasana hati menjadi buruk dan menimbulkan rasa kehilangan semangat. Masalahnya, hormon ini memiliki efek samping menurunkan kadar testosteron. Anda bisa mendapatkan info seputar apa fungsi dari hormon kortisol di artikel: Saat Anda Stress, 3 Hormon Inilah yang Pegang Kendali.

Baca juga:  Kadar Normal Testosteron pada Pria maupun Wanita

Selain itu kortisol juga membuat tubuh terasa lemas sehingga memberi sinyal kepada otak untuk menghasilkan hormon ghrenin yang mendorong rasa lapar. Akhirnya mereka yang stress biasanya juga mudah lapar dan memiliki selera makan tinggi. Di saat seperti inilah stress bisa menyebabkan obesitas yang jelas berbahaya untuk kadar testosteron.

3. Perhatikan Asupan Protein, Lemak, dan Kalori

Kadang karena pola makan yang tidak berimbang atau karena menjalani diet-diet khusus, seseorang hanya mengasup terlalu sedikit kalori, lemak, atau protein dalam jangka panjang. Tanpa disadari pola makan tidak berimbang ini bisa menyebabkan kadar testosteron turun.

Tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah memadai untuk menjaga level testosteron. Ini karena testosteron mendorong tubuh memproduksi lebih banyak energi, dan bila kalori dalam tubuh tidak mencukupi tubuh akan bekerja sebaliknya dengan menekan produksi testosteron.

Sementara itu, tubuh juga membutuhkan protein karena fungsinya dalam menjaga massa otot juga membantu mencegah terjadinya penimbunan lemak berlebihan. Anda juga disarankan mengendalikan asupan lemak—mengonsumsi makanan berlemak sehat dan menghindari lemak jahat. Ini akan mencegah terbentuknya lemak perut yang ternyata sangat berbahaya untuk kinerja kelenjar produsen testosteron.

4. Pastikan Kualitas dan Kuantitas Istirahat

Testosteron berkaitan erat dengan fungsi metabolisme tubuh, dan mereka yang kurang tidur atau merasa lelah biasanya akan mengalami gangguan fungsi metabolisme. Jadi penting untuk mencukupi kebutuhan tidur maupun istirahat, untuk menjaga metabolisme tubuh aktif dan menghasilkan energi cukup untuk menunjang kinerja testosteron.

Sebuah riset membuktikan bahwa mereka yang tidur dibawah 5 jam per hari, akan mengalami penurunan kadar testosteron hingga 15 %. Ini dijelaskan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) tahun 2011 bertajuk ‘Effect of 1 week of sleep restriction on testosterone levels in young healthy men.’

5. Berjemur Di Bawah Sinar Matahari

Vitamin D berperan penting untuk meningkatkan hormon testosteron dalam tubuh. Sebuah riset membuktikan bahwa mereka yang mengasup suplemen vitamin D secara rutin berhasil menaikkan kadar testosteron dalam tubuh. Ini diungkap dalam publikasi Journal of Hormone and Metabolisme Research 2011 bertajuk ‘Effect of vitamin D supplementation on testosterone levels in men.’

Cara paling alami untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah dengan banyak mengonsumsi sayuran dan kacang-kacangan serta jangan lupa untuk menghabiskan sedikit waktu Anda di bawah sinar matahari. Optimalkan di waktu pagi dan sore hari untuk beraktivitas di luar ruangan yang terkena terpaan cahaya mentari. Tubuh membutuhkan bantuan cahaya ini guna memproses vitamin D yang dikonsumsi tubuh.

Namun bila dirasa tak cukup, Anda boleh mengonsumsi suplemen sumber vitamin D. Studi membuktikan 12 bulan mengasup suplemen vitamin D sebanyak 3000 IU perhari akan meningkatkan hormon testosteron dalam level aman. Bahkan kenaikannya diperkirakan bisa mencapai angka 25 %.

6. Pola Makan Seimbang

Setiap orang harus menjaga keseimbangan pola makan—dimana Anda memastikan tubuh cukup mendapat vitamin serta mineral, di samping kebutuhan nutrisi utama lain seperti kalori, protein, dan lemak.

Baca juga:  Yang Harus Diketahui Setiap Pria untuk Meningkatkan Testosteron secara Alami

Faktanya ternyata vitamin dan mineral ini memainkan peran sangat besar dalam menjaga keseimbangan hormonal. Termasuk memastikan kadar testosteron dalam tubuh dalam konisi normal sesuai kebutuhan.

Beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, E, B, dan C, juga jenis mineral seperti zink memiliki peran penting dalam memastikan testosteron tetap berada dalam kadar normal. Nutrisi-nutrisi ini bekerja untuk menjaga kinerja seksual, termasuk libido, kesuburan, fungsi produksi sperma, dan masalah sirkulasi darah, juga pembentukan energi.

Kadang-kadang untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi, Anda juga membutuhkan suplemen. Suplemen akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang tidak bisa Anda penuhi seluruhnya dari asupan makanan sehari-hari.

7. Mengasup Sumber Makanan Stimulan Testosteron

Cara tercepat yang bisa dilakukan untuk mendorong tubuh memproduksi lebih banyak testosteron adalah mengonsumsi makanan yang memiliki kemampuan mendorong produksi testosteron. Dengan sifatnya sebagai stimulan meningkatkan hormon testosteron, efeknya bisa terasa lebih cepat dan aman—karena pilihan ini bekerja dengan cara lebih alami ketimbang suplemen kimia.

Beberapa pilihan sumber makanan tersebut antara lain pasak bumi atau tongkat ali, ginseng, jahe, beberapa jenis makanan afrodisiak seperti kerang dan seafood.

8. Hindari Sumber Makanan Pembawa Faktor Estrogen

Sejumlah makanan bekerja berkebalikan dengan poin 7 yakni justru menstimulasi tubuh memproduksi lebih banyak estrogen. Sebagaimana diketahui, estrogen bekerja berlawanan arah dengan testosteron. Sehingga ketika tubuh terstimulasi untuk memproduksi lebih banyak estrogen maka tubuh juga akan mengurangi kadar testosteron dalam tubuh.

Beberapa makanan seperti kedelai dan turunannya memiliki efek kenaikan estrogen. Selain itu, beberapa hal lain seperti paparan toksin berlebihan juga bisa memengaruhi ketidakseimbangan hormonal. Seperti paparan polusi berlebihan, penggunaan wadah plastik, atau efek paparan logam berat.

9. Pola Seks Sehat

Seks yang sehat dan dilakukan secara teratur juga menjadi salah satu kunci mendapatkan kadar testosteron yang normal. Mereka yang tidak aktif secara seksual atau tidak rutin menjalankan aktivitas seksual diyakini akan mengalami penurunan kadar testosteron. Ini dijelaskan dalam jurnal Physiology and Behaviour tahun 1992 dengan tajuk ‘Male and female salivary testosterone concentrations before and after sexual activity.’

Mempertahankan hubungan yang harmonis dengan pasangan juga berperan dalam membantu menstimulasi kadar testosteron secara alami. Mereka yang tidak merasa nyaman dengan pasangannya kadang kesulitan memperoleh libido karena situasi dalam otaknya menghambat produksi hormon seksual termasuk testosteron.

Tak selamanya mengatasi keluhan seksual dan penurunan kadar testosteron harus dengan obat-obatan berbahan kimia dan bersifat candu. Anda masih bisa mengatasi kondisi ini dengan memperbaiki pola hidup dan menjalankan hubungan yang sehat serta harmonis. Sembari mencoba mengatur ulang pola makan Anda dengan memilih asupan yang membantu meningkatkan hormon testosteron dalam tubuh.

Namun ingatlah bahwa jika Anda sudah mengupayakan cara-cara di atas akan tetapi tidak juga berhasil meningkatkan hormon testosteron, atau justru malah semakin menurun, sebainya konsultasikanlah dengan dokter. Dokter dapat membantu untuk menemukan apa penyebab sebenarnya dari kadar testosteron rendah yang Anda alami sehingga Anda bisa memilih jenis pengobatan yang lebih tepat sasaran.

Advertisement
Alinesia