Kekurangan Hormon Testosteron: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya


By Cindy Wijaya

Hormon testosteron penting agar seorang pria punya perkembangan dan fungsi seksual yang normal. Hormon ini memengaruhi kesuburan dan gairah seks, juga berperan dalam pembentukan massa otot dan tulang. Sayangnya tak sedikit pria yang kekurangan hormon testosteron, sehingga mengalami berbagai gejala pada fungsi seksual maupun kebugarannya.

Sebenarnya hormon ini cenderung turun seraya umur bertambah. Bahkan diperkirakan hampir 40% pria berumur 45 tahun ke atas memiliki hormon testosteron rendah. Di samping pengaruh usia, ada juga faktor-faktor lain yang dapat membuat testosteron turun lebih rendah dari normalnya.

Hormon testosteron rendah pada pria disebut juga hipogonadisme pria.

Berapa kadar normal hormon testosteron? Apa penyebab testosteron rendah? Seperti apa gejala kekurangan hormon testosteron? Bagaimana cara mengatasi kekurangan hormon testosteron?

Silakan membaca artikel ini sampai habis untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.

Berapa Kadar Normal Hormon Testosteron?

Secara umum, kisaran normal testosteron pada pria adalah antara 270 sampai 1070 ng/dL, dengan rata-rata 679 ng/dL. Bila kadarnya di bawah kisaran normal maka dianggap memiliki hormon testosteron rendah.

Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa pria yang sangat sehat memiliki kadar testosteron antara 400 sampai 600 ng/dL.

Kadar testosteron pria sehat mencapai puncaknya pada usia sekitar 20 tahun, dan kemudian perlahan-lahan menurun.

Apa Penyebab Testosteron Rendah?

Terdapat dua jenis utama dari kondisi kekurangan hormon testosteron, yaitu hipogonadisme primer dan hipogonadisme sekunder. Masing-masing mempunyai penyebabnya sendiri.

Penyebab Hipogonadisme Primer

Hipogonadisme primer disebabkan oleh kurang aktifnya organ testis, maksudnya testis tidak menghasilkan testosteron yang cukup untuk pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.

Kurang aktifnya testis dapat disebabkan oleh kelainan bawaan, atau dapat diakibatkan oleh cedera atau penyakit.

Berikut sejumlah kelainan bawaan yang menyebabkan kekurangan hormon testosteron:

  • Testis tidak turun: Testis gagal turun dari perut sebelum lahir.
  • Sindrom Klinefelter: Dilahirkan dengan tiga kromosom seks (X,X, dan Y).
  • Hemokromatosis: Terlalu banyak zat besi dalam darah menyebabkan kegagalan fungsi testis atau kerusakan hipofisis (yang juga mengganggu produksi testosteron).

Sedangkan cedera atau penyakit yang dapat menyebabkan kekurangan hormon testosteron antara lain:

  • Cedera fisik pada kedua testis.
  • Gondongan orkitis: Infeksi parotitis epidemika (gondongan) pada testis.
  • Perawatan kanker: Perawatan kemoterapi atau radiasi dapat merusak testis.

Penyebab Hipogonadisme Sekunder

Hipogonadisme sekunder disebabkan oleh masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus. Keduanya merupakan bagian dari otak dan berfungsi mengontrol produksi hormon di testis.

Berikut sejumlah kelainan bawaan yang dapat menyebabkan hipogonadisme sekunder:

  • Gangguan hipofisis akibat obat-obatan, gagal ginjal, atau tumor.
  • Sindrom Kallmann: Ketidaknormalan pada fungsi hipotalamus.
  • Penyakit peradangan: Misalnya tuberkulosis, sarkoidosis, dan histiositosis.
  • HIV/AIDS: Dapat memengaruhi kelenjar hipofisis, hipotalamus, dan testis.

Ada juga faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan hipogonadisme sekunder antara lain:

  • Penuaan alami: Penuaan memengaruhi produksi dan respons terhadap hormon.
  • Obesitas: Lemak tubuh yang berlebihan dapat memengaruhi produksi dan respons hormon.
  • Konsumsi obat nyeri opioid dan steroid.
  • Penyakit yang terjadi bersamaan: Stres emosi atau stres fisik yang parah akibat penyakit atau operasi dapat menyebabkan sistem reproduksi berhenti sementara.

Anda dapat mengalami hipogonadisme primer, sekunder, atau gabungan. Hipogonadisme gabungan lebih sering terjadi dengan bertambahnya usia.

Seperti Apa Gejala Kekurangan Hormon Testosteron?

Ada berbagai gejala yang bisa terjadi jika produksi testosteron turun drastis di bawah normal. Namun sering kali gejala hormon testosteron rendah tidak kentara. Berikut adalah 9 gejala kekurangan hormon testosteron yang perlu diperhatikan.

Kurang Gairah Seksual

Testosteron berperan penting pada libido (gairah seks) pria. Beberapa pria mengalami penurunan libido seraya usia bertambah tua. Namun jika Anda memiliki hormon testosteron rendah, maka Anda mungkin menyadari penurunan gairah seks yang lebih drastis.

Kesulitan Ereksi

Testosteron juga membantu dalam mencapai dan mempertahankan ereksi. Jika Anda punya hormon testosteron terlalu rendah, Anda mungkin kesulitan mencapai ereksi sebelum berhubungan seks atau mengalami ereksi yang spontan (misalnya saat tidur).

Produksi Semen yang Rendah

Testosteron berperan penting dalam produksi semen (air mani), yaitu cairan putih yang membantu motilitas sperma. Pria dengan hormon testosteron rendah sering menyadari penurunan pada jumlah air mani mereka saat ejakulasi.

Kerontokan Rambut

Hormon ini juga berperan dalam beberapa fungsi tubuh, termasuk produksi rambut. Kebotakan adalah bagian alami dari penuaan pada banyak pria. Meskipun ada faktor keturunan dari kebotakan, namun kekurangan hormon testosteron juga dapat memicu kerontokan pada rambut tubuh dan wajah.

Kelelahan

Jika Anda merasa sangat lelah dan kurang energi, itu bisa jadi gejala kekurangan hormon testosteron. Biasanya rasa lelah itu terus ada sepanjang hari meski sudah cukup tidur, atau Anda merasa tidak ada motivasi untuk berolahraga.

Massa Otot Berkurang

Karena testosteron membantu pembentukan otot, maka salah satu gejala kekurangan hormon testosteron adalah berkurangnya massa otot. Penelitian menunjukkan bahwa testosteron memengaruhi massa otot, tetapi tidak selalu berpengaruh pada kekuatan atau fungsi otot.

Lemak Tubuh Bertambah

Pria dengan hormon testosteron rendah mungkin punya lebih banyak lemak tubuh. Kadang juga menyebabkan pembesaran pada dada, menyerupai payudara. Gejala ini diyakini terjadi akibat ketidakseimbangan antara testosteron dan estrogen pada pria.

Massa Tulang Berkurang

Gejala kekurangan hormon testosteron juga dapat terlihat pada massa tulang. Rendahnya hormon ini dapat menipiskan tulang, sehingga lebih rentan terhadap keretakan atau patah tulang, khususnya pada pria yang lebih berumur.

Mood yang Buruk

Hormon ini juga dapat memengaruhi mood dan kapasitas mental seorang pria. Penelitian menunjukkan bahwa pria dengan hormon testosteron rendah lebih mungkin mengalami depresi, gampang marah, atau kurang fokus.

Bagaimana Cara Mengatasi Kekurangan Hormon Testosteron?

Kondisi kekurangan hormon testosteron dapat diatasi dengan terapi penggantian testosteron, yang dapat diberikan dengan sejumlah cara:

  • Secara topikal, misalnya berupa gel, krim, cairan, dan
  • Injeksi ke otot, biasanya setiap 10 – 14 hari sekali.
  • Dalam bentuk pellet yang ditanam di bawah kulit setiap 2 bulan.

Terapi penggantian hormon hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan dokter. Dokter akan membahas dengan Anda tentang manfaat dan risiko dari terapi ini.

Cara Mengatasi Kekurangan Hormon Testosteron dengan Herbal

Ada alternatif alami untuk meningkatkan hormon testosteron, yaitu menggunakan herbal Tongkat Ali (Eurycoma longifolia) yang dikenal sebagai herbal terbaik peningkat performa pria.

Penelitian menunjukkan bahwa herbal Tongkat Ali bekerja dengan membantu meningkatkan produksi kadar testosteron oleh tubuh.

Tongkat Ali untuk Cara Mengatasi Kekurangan Hormon Testosteron
Credit Photo: wasanajai – Shutterstock

Dr. James Stoxen dari University of Illinois, Chicago, mengatakan bahwa Tongkat Ali dapat menghambat umpan balik negatif ke hipotalamus dan kelenjar hipofisis, sehingga tubuh terus memprduksi testosteron dalam jumlah lebih banyak.

Manfaat herbal ini juga nyata dari hasil-hasil positif yang telah dirasakan para penggunanya. Mereka rata-rata mengakui bahwa Tongkat Ali membuat mereka punya lebih banyak energi, tidak mudah lelah, juga peningkatan pada gairah dan performa seksual mereka.

Dan karena Tongkat Ali adalah suplemen herbal, maka jauh lebih aman daripada obat-obat kimiawi yang dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan Anda.

Kesimpulan tentang Kekurangan Hormon Testosteron

Berapa kadar normal hormon testosteron? Kisaran normal testosteron pada pria adalah antara 270 sampai 1070 ng/dL. Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa pria yang sangat sehat memiliki kadar testosteron antara 400 sampai 600 ng/dL.

Apa penyebab testosteron rendah? Hipogonadisme primer disebabkan oleh kurang aktifnya organ testis, sedangkan hipogonadisme sekunder disebabkan oleh masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus.

Seperti apa gejala kekurangan hormon testosteron? Gejalanya antara lain: kurang gairah seksual, kesulitan ereksi, produksi semen yang rendah, kerontokan rambut, kelelahan, massa otot berkurang, lemak tubuh bertambah, massa tulang berkurang, dan mood yang buruk.

Bagaimana cara mengatasi kekurangan hormon testosteron? Dokter dapat membantu mengatasinya dengan terapi penggantian testosteron. Ada juga alternatif alami menggunakan herbal Tongkat Ali yang dapat membantu meningkatkan produksi testosteron oleh tubuh.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang kekurangan hormon testosteron. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan informatif lain seputar masalah kesehatan dan solusi herbalnya hanya di Deherba.com.

Sumber

Cleveland Clinic. Low Testosterone (Male Hypogonadism). URL: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15603-low-testosterone-male-hypogonadism

Healthline. 12 Signs of Low Testosterone. URL: https://www.healthline.com/health/low-testosterone/warning-signs

MedicineNet. High and Low Testosterone Levels in Men. URL: https://www.medicinenet.com/high_and_low_testosterone_levels_in_men/views.htm

Healthline. What’s Causing My Low Testosterone?. URL: https://www.healthline.com/health/low-testosterone-causes#causes

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>