Hiperfosfatemia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

598
hiperfosfatemia
Depositphotos

Diedit:

Istilah hiperfosfatemia bagi Anda mungkin cukup asing di telinga. Penyakit ini memang tidak terlalu banyak dikenal, tetapi bukan berarti jarang terjadi. Penyakit ini berkaitan dengan tingginya kadar fosfor dalam darah.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya masalah hiperfosfatemia. Kebanyakan terjadi akibat masalah gagal ginjal. Tetapi tidak menutup kemungkinan beragam penyebab lain menjadi pemicu dari penyakit ini.

Apa Itu Fosfor?

Fosfor adalah elemen mineral yang penting bagi tubuh. Tubuh membutuhkannya untuk menjalankan sejumlah fungsi seperti dalam proses pembentukan sel tulang, fungsi pencernaan, fungsi pembuangan, kinerja otak, metabolisme, dan lain sebagainya.

Anda bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai apa saja manfaat fosfor di artikel: Inilah Manfaat Fosfor untuk Hidup Lebih Berkualitas!

Meski dibutuhkan sejumlah fungsi organ dalam tubuh, tubuh hanya membutuhkan fosfor dalam kadar yang terbatas. Orang dewasa pada umumnya hanya membutuhkan fosfor dalam kadar 550 – 1000 mg perhari. Kebutuhan fosfor seseorang tergantung tingkat aktivitas yang dilakukan.

Sedangkan anak-anak membutuhkan asupan fosfor dalam kadar lebih tinggi karena proses pertumbuhan. Mereka membutuhkan asupan hingga 50% lebih tinggi daripada orang dewasa.

Dengan asupan hingga 550 mg, secara normal tubuh hanya mentoleransi kadar fosfor hingga 2,5 – 4,5 mg / dl. Dan bila kadar fosfor dalam darah Anda melebihi angka tersebut, artinya Anda sudah mengalami hiperfosfatemia.

Apa Penyebab Hiperfosfatemia?

Menurut Medicalnewstoday.com, ada banyak alasan kenapa seorang mengalami masalah hiperfosfatemia. Dan beberapa di antara penyebab hiperfosfatemia yang utama adalah:

  • Gagal Ginjal

    Ini adalah penyebab hiperfosfatemia yang paling sering ditemukan, yaitu penyakit gagal ginjal. Data menunjukan lebih dari 80% kasus hiperfosfatemia berkaitan dengan gangguan ginjal.

    Ginjal membutuhkan fosfor untuk membantunya bekerja dengan optimal membuang sisa metabolisme. Tetapi ginjal pula yang akan bekerja membuang kelebihan fosfor dari dalam darah.

    Bila ginjal mengalami gangguan, besar kemungkinan fungsi pembuangan ini tidak berjalan dengan baik. Dan memungkinkan terjadinya peningkatan kadar fosfor dalam darah.

    Tetapi selain akibat dari masalah ginjal, ada sejumlah penyebab lain yang dapat menjadi penyebab masalah hiperfosfatemia.

  • Masalah Hipoparatiroid

    Selain akibat kerusakan ginjal dan masalah pola makan yang tidak berimbang, Anda juga bisa mengidap hiperfosfatemia karena gangguan pada fungsi kelenjar paratiroid di leher. Ketika produksi hormon paratiroid tidak sesuai kebutuhan tubuh.

    Hormon paratiroid memiliki fungsi mengendalikan kadar fosfor, vitamin D, dan kalsium dalam darah. Karena paratiroid menurun kadarnya, maka fungsi kendali juga akan menurun. Ini dapat memicu terjadinya penurunan kadar kalsium dalam darah (hipokalsemia) dan peningkatan kadar fosfor dalam darah (hiperfosfatemia).

  • Terlalu Banyak Mengonsumsi Fosfor

    Kita sering kali makan tanpa menyadari berapa kah kadar nutrisi yang telah kita asup dalam sehari. Beberapa makanan mengandung banyak fosfor, dan ketika dikonsumsi dalam waktu berdekatan bisa meningkatkan kadar fosfor dalam darah.

    Sebagaimana disebutkan, dalam sehari tubuh hanya membutuhkan 550 mg fosfor. Sedangkan dalam satu gelas susu terdapat kandungan 247 mg fosfor. Anda juga akan mendapatkan asupan fosfor hingga di atas 350 mg untuk satu mangkuk kecil yoghurt.

    Fosfor juga dapat diperoleh dari ikan-ikanan, daging merah, kacang-kacangan, dan sereal. Jumlahnya dalam beberapa makanan tersebut bisa mencapai kisaran 150 mg per porsi.

    Bisa dibayangkan bila Anda mengonsumsi 2 gelas susu, semangkuk yoghurt, seporsi kacang di waktu senggang, dan 2 porsi ikan dalam sehari saja. Itu cukup untuk membuat kadar asupan fosfor Anda sudah lebih dari 1000 mg dan besar kemungkinan kadar fosfor dalam darah Anda akan naik.

    Sebenarnya dalam kondisi normal, ginjal dan fungsi paratiroid akan mengendalikan kadar fosfor berlebih ini dan membuangnya. Tetapi ketika fungsi ginjal menurun, maka fungsi pembuangan ini akan terganggu.

    Biasanya keluhan hiperfosfatemia ini akan terjadi jika Anda berlebihan mengonsumsi makanan kaya fosfor, sementara Anda mengidap diabetes atau hipertensi. Kedua penyakit ini dalam jangka panjang dapat memicu penurunan fungsi ginjal.

Selain itu, rupanya mereka yang menderita iskemik pada usus, pasien kanker yang menjalankan kemoterapi, dan memiliki keluhan terkait gangguan darah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperfosfatemia. Ini karena ada kaitan penurunan fungsi ginjal atau paratiroid seiring dengan pasien mengalami keluhan-keluhan di atas.

Mengenali Gejala Hiperfosfatemia

Sulit untuk mengenali adanya gejala hiperfosfatemia ini pada tubuh Anda. Gejalanya tidak kentara dan biasanya terdiagnosis karena kecurigaan terhadap keluhan kesehatan lain, seperti masalah ginjal atau diabetes jangka panjang.

Tingginya kadar fosfor dalam darah pada umumnya tidak mengakibatkan kondisi yang dikenali tanpa uji laboratorium. Hanya saja, penyakit ini dapat dengan cepat memengaruhi kesehatan tulang Anda.

Karena untuk membentuk dan menjaga kepadatan tulang dalam jangka panjang, tubuh membutuhkan asupan fosfor dan kalsium dalam jumlah yang tepat. Dan bila kadar fosfor menjadi berlebihan, maka tubuh akan membuang kalsium lebih banyak.

Kadar kalsium dalam darah akan menurun dan ini akan menurunkan kepadatan tulang. Karena tubuh otomatis akan melepas lebih banyak kalsium dari tulang dan mengurangi komposisi kalsium dari tulang.

Biasanya pasien dengan keluhan hiperfosfatemia akan memiliki struktur tulang yang lebih rapuh. Mudah mengalami keluhan cedera tulang dan sering mengeluhkan kedinginan, linu, hingga nyeri pada tulang karena tulangnya yang tidak terlalu padat.

Meski demikian, tidak selamanya keluhan yang berkaitan dengan kepadatan tulang selalu diakibatkan oleh masalah kadar fosfor. Untuk lebih akurat, ketika Anda merasa memiliki keluhan ginjal, paratiroid, atau memiliki diabetes, serta hipertensi jangka panjang, ada baiknya Anda melakukan pengecekan secara medis.

Dan yang perlu Anda pahami, ketika keluhan nyeri dan linu pada tulang sudah dialami, maka sebenarnya kondisi tulang Anda sudah mulai rapuh. Akan lebih baik pastikan Anda bebas dari hiperfosfatemia atau penyebab kerapuhan tulang lain sebelum tulang menjadi benar-benar rapuh.

Anda juga sulit untuk mengenali gejala hiperfosfatemia ini pada anak-anak. Tetapi bila Anda menemukan anak-anak yang cenderung lebih pendek dan memiliki tulang yang terlihat tidak tumbuh dengan baik seperti bengkok atau gigi yang mudah patah ada baiknya segera Anda periksakan.

Bagaimana Pengobatan Hiperfosfatemia?

Pada dasarnya untuk mengatasi hiperfosfatemia, Anda perlu menemukan penyebab utama keluhan ini muncul. Yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengatasi penyebabnya sembari membantu menurunkan kadar fosfor mencapai titik normal.

Tanpa mengatasi sumber masalah, keluhan hiperfosfatemia ini akan kembali muncul berulang meski Anda sudah membantu menormalkan kadarnya dengan pengobatan medis.

Untuk metode pengobatan hiperfosfatemia, biasanya pasien akan diminta mengonsumsi suplemen kalsium dan menjalankan diet rendah fosfor. Sembari menjalankan terapi yang sesuai dengan kondisi yang diderita pasien.

  • Pada Pasien Diabetes

    Pada pasien diabetes, penting untuk mencegah terjadinya kondisi ketoacidosis. Kondisi ini merujuk pada tingginya kadar keton dalam tubuh yang berlebihan dan tidak lagi dapat ditoleransi oleh ginjal. Kondisi ini membuat tubuh menjadi sangat asam dan mengalami efek oksidasi yang berat.

    Keton adalah senyawa yang dilepas tubuh ketika Anda membakar energi dari lemak. Dalam kadar moderat tubuh Anda masih bisa mentoleransi keton selama Anda juga mengimbanginya dengan minum yang banyak.

    Tetapi pada pasien diabetes yang gagal merespon insulin, tubuh akan memproduksi keton dengan berlebihan dan memicu terjadinya ketoacidosis. Ini berbahaya dan merusak ginjal. Sekaligus juga memicu naiknya kadar fosfor dalam tubuh.

  • Pada Pasien Hipertensi

    Masalah hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan hiperfosfatemia. Karena pada gilirannya hipertensi memiliki intensitas tinggi mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan menggangu kinerja ginjal.

    Menjaga stabilitas tekanan darah dengan terapi medis teratur dan pola makan yang sehat rendah kolesterol dan garam akan membantu mencegah kerusakan ginjal. Kemudian imbangi pula dengan pola diet rendah fosfor untuk mengontrol kadar fosfor dalam darah.

  • Pada Pasien Hipoparatiroid

    Bila Anda mengalami hiperfosfatemia akibat keluhan hipoparatiroid, maka yang perlu Anda lakukan adalah menormalkan kembali produksi hormon paratiroid.

    Sementara Anda menjalankan diet rendah fosfor dan tinggi kalsium untuk menjaga stabilitas kadarnya dalam darah.  Anda perlu menjalankan terapi untuk paratiroid, seperti natpara, untuk membantu fungsi paratiroid bekerja.

  • Pada Pasien Gagal Ginjal

    Ada banyak penyebab seseorang mengalami gagal ginjal atau kerusakan ginjal. Tetapi ketika kerusakan sudah terjadi, Anda perlu melakukan perawatan kompleks yang terdiri dari diet ketat, terapi medis hingga mungkin terapi cuci darah atau dialisis.

    Secara umum kerusakan ginjal hanya dapat mendapatkan terapi untuk mengurangi perkembangan penyakit dan mengurangi efek sampingnya pada tubuh. Tetapi sulit untuk diatasi atau disembuhkan 100%.

Tak banyak orang mengenal penyakit hiperfosfatemia, tetapi bukan lantas penyakit ini bisa dianggap sepele. Penyakit ini mengintai kita yang terbiasa mengonsumsi makanan tanpa melihat keseimbangan nutrisi. Juga mereka yang mengidap diabetes, hipertensi, dan keluhan darah dalam jangka panjang.

Untuk itu, penting untuk merawat kesehatan tubuh Anda dengan mengatur pola makan sehat yang seimbang dan lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar gula darah dan tekanan darah Anda. Ini untuk mencegah Anda mengidap penyakit hiperfosfatemia maupun masalah ginjal.

Advertisement
Alinesia