Gigi Palsu: Beberapa Hal yang Perlu Anda Perhatikan

302
Gigi Palsu yang Pas Mempercantik Penampilan
(Credit: moodboard / Alamy Stock Photo)

Bagi mereka yang kehilangan gigi karena sudah rusak atau karena dicabut, gigi tiruan bisa menggantikan posisi gigi asli. Apakah Anda sedang mempertimbangkan untuk memasang gigi tiruan ini? Anda mungkin masih bingung tentang jenis yang cocok, cara pasang gigi tiruan, dan apakah perlu memakai lem perekat gigi palsu atau tidak.

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai jenis-jenis, cara pasang, dan lem perekat gigi palsu. Jika memakai jenis yang tepat, tahu cara pasang yang benar, dan tahu kapan harus menggunakan lem perekat gigi palsu, Anda akan tetap merasa nyaman selama memakainya. Selain itu Anda juga akan terhindar dari masalah yang muncul akibat pemakaian gigi tiruan yang tidak benar.

Apa Saja Jenis-Jenis Gigi Palsu?


Gigi palsu, atau denture, adalah gigi tiruan yang bisa dilepas-pasang untuk menggantikan gigi yang hilang dan jaringan di sekitarnya. Terdapat dua jenis utama yaitu gigi palsu lengkap dan sebagian. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis ini.

Jenis Gigi Palsu Lengkap:

Jenis gigi palsu lengkap digunakan untuk menggantikan seluruh gigi yang hilang, baik di rahang atas maupun bawah. Jenis ini dapat dibuat secara “konvensional” ataupun secara “segera”. Gigi tiruan “konvensional” dibuat setelah gigi asli dicabut dan jaringan gusi mulai pulih, sehingga siap dipasang di mulut kira-kira 8 – 12 minggu setelah gigi dicabut.

Gigi tiruan yang dibuat “segera” dibuat terlebih dahulu sebelum gigi asli dicabut dan dapat segera dipasangkan setelah gigi dicabut. Karena itu cara pasang gigi palsu ini tidak harus menunggu jaringan gusi pulih. Akan tetapi tulang dan gusi dapat menyusut seiring waktu, terutama selama masa pemulihan setelah gigi dicabut.

Di situlah kekurangan dari jenis gigi palsu yang dibuar “segera” dibandingkan yang dibuat secara “konvensional”. Gigi tiruan yang dibuat “segera” harus lebih sering disesuaikan supaya posisinya benar selama masa pemulihan dan umumnya hanya digunakan sebagai solusi sementara sampai gigi tiruan “konvensional” selesai dibuat.

Jenis Gigi Palsu Sebagian:

Jenis gigi palsu sebagian biasanya terdiri dari gigi pengganti yang dilekatkan dengan perekat pada dasar berwarna merah muda atau berwarna mirip gusi. Kadang-kadang jenis gigi tiruan ini disambungkan dengan kerangka logam yang menahan gigi tiruan tetap pada posisinya di mulut. Gigi tiruan sebagian digunakan apabila salah satu atau beberapa gigi asli masih ada di rahang atas atau bawah.

Cara pasang gigi palsu ini pertama-tama dengan menempatkan bridge pada satu atau beberapa posisi gigi yang hilang, kemudian menempatkan crown pada gigi di kedua sisi ruang dan melekatkan gigi tiruan ke crown itu. Bridge ini kemudian disemen ke tempatnya.

Jenis gigi tiruan sebagian bukan hanya mengisi ruang kosong dari gigi yang sudah hilang, tetapi juga mencegah gigi-gigi lain untuk berubah posisi. Gigi tiruan yang posisinya tepat dapat dilepas-pasang dan memiliki perekat internal, bukan jepitan yang ditempelkan ke crown terdekat. Cara pasang gigi palsu yang seperti ini akan terlihat lebih alami.

Baca juga:  Behel Gigi: Perbaiki Senyum dengan Kawat Gigi Khusus
Dokter Membuat Gigi Palsu
(Credit: RyanKing999 / iStock)

Bagaimana Dokter Membuat Gigi Palsu?


Proses pembuatan gigi tiruan membutuhkan waktu beberapa minggu dan Anda harus beberapa kali kembali ke dokter gigi. Setelah dokter gigi menentukan jenis gigi palsu yang terbaik bagi Anda, berikut adalah beberapa tahap yang perlu dilakukan dokter:

  • Membuat serangkaian cetakan dari rahang dan mengukur bagaimana rahang-rahang Anda terhubung satu sama lain dan seberapa banyak ruang di antara mereka.
  • Membuat model, bentuk lilin, dan/atau pola plastik dalam bentuk dan posisi gigi tiruan yang tepat untuk dibuat. Anda akan diminta mencoba model ini beberapa kali dan model gigi tiruan ini akan disesuaikan warna, bentuk, dan kecocokkannya sebelum model yang sebenarnya dibuat.
  • Membuat gigi tiruan yang sebenarnya.
  • Melakukan beberapa penyesuaian yang diperlukan.

Saat baru dipasang, gigi tiruan mungkin terasa sedikit aneh atau longgar selama beberapa minggu. Selama waktu itu, otot-otot di pipi dan lidah akan belajar untuk menyesuaikan dan mempertahankan posisi gigi tiruan di tempatnya. Setelah itu Anda akan semakin merasa nyaman saat memasang dan melepaskannya.

Selain itu, tidak jarang akan terjadi iritasi ringan atau rasa nyeri dan peningkatan air liur pada waktu awal-awal menggunakan gigi tiruan. Namun masalah itu biasanya akan terus berkurang sewaktu mulut mulai menyesuaikan dan sudah terbiasa.

Apakah Gigi Tiruan Dipasang 24 Jam Sehari?

Dokter gigi Anda lah yang akan memberi petunjuk berapa lama harus menggunakan, bagaimana cara pasang, dan kapan harus melepaskan gigi palsu. Anda mungkin akan diminta untuk memakainya sepanjang waktu, termasuk sewaktu tidur. Mungkin ini akan terasa kurang nyaman, tapi inilah cara paling cepat untuk tahu apakah gigi tiruan itu perlu disesuaikan.

Begitu dokter gigi membuat penyesuaian yang diperlukan, Anda mungkin akan diminta untuk melepaskannya setiap sebelum tidur. Ini supaya jaringan gusi punya waktu untuk beristirahat dan membersihkan diri dengan lidah dan air liur pada waktu Anda tidur. Gigi tiruan bisa dipasang kembali besok paginya.

Apa Harus Menggunakan Lem Perekat Gigi Palsu?


Lem perekat gigi palsu mungkin akan disarankan oleh dokter pada beberapa situasi berikut:

  • Untuk menambah kenyamanan dan rasa aman penggunanya. Lem perekat akan meningkatkan retensi (ketahanan), kestabilan, dan kekuatan gigitan dari gigi palsu.
  • Untuk membantu pengguna yang memiliki kondisi mulut kering. Kondisi mulut kering membuat gigi tiruan kurang melekat, dan kondisi ini dapat terjadi pada orang yang minum obat flu, memiliki cacat neurologis seperti stroke, dan pada orang yang sudah tua.
  • Untuk menambah kestabilan dan keamanan pada pengguna yang harus sering menggunakan otot-otot wajahnya, misalnya pada pemusik atau pembawa acara (MC).
Baca juga:  Pemasangan Behel Gigi: Tepat Menggunakan Kawat Gigi

Siapa yang Tidak Dianjurkan Menggunakan Lem Perekat?

Ada beberapa situasi dimana lem perekat gigi palsu tidak dianjurkan, diantaranya yaitu:

  • Jika digunakan untuk memperbaiki gigi palsu yang tidak pas atau yang cara pasang nya tidak benar. Jika gigi tiruan mulai terasa tidak nyaman atau menyebabkan luka, sebaiknya temui dokter gigi sesegera mungkin.
  • Jika gigi tiruan sudah tidak diperiksa oleh dokter gigi untuk waktu yang cukup lama. Gigi tiruan dipasang di gusi dan tulang rahang, yang akan menyusut dan memburuk seiring waktu. Karena itu, gigi tiruan seharusnya disesuaikan lagi atau diganti dengan yang baru.
  • Jika kebersihan mulut dan gigi tidak dijaga dengan baik.
  • Jika lem perekat telah digunakan untuk waktu yang lama, terutama jika jarang periksa ke dokter gigi, dan jika lem perekat semakin sering digunakan. Itu menunjukkan bahwa gigi tiruan perlu disesuaikan lagi atau diganti dengan yang baru.
  • Jika pengguna memiliki alergi pada bahan-bahan yang ada dalam lem perekat gigi palsu.

Bagaimana Cara Pasang Lem Perekat Gigi Palsu?

Berikut ini adalah sejumlah tips yang bisa Anda ikuti untuk memasang lem perekat gigi palsu:

  • Gunakan sesedikit mungkin. Coba dulu pakai jumlah yang paling sedikit, lalu secara bertahap tambahkan sampai Anda merasa sudah nyaman dengan gigi tiruannya.
  • Sebarkan lem perekat secara merata pada permukaan dasar dari gigi tiruan.
  • Ulangi pakai lagi jika dirasa perlu untuk menambah rasa nyaman.
  • Selalu oleskan lem perekat ke gigi tiruan yang sudah dibersihkan dengan menyeluruh.
  • Ingatlah bahwa lem perekat dapat berfungsi secara maksimal jika gigi tiruan sudah pas.
Gigi Palsu
(Credit: Tuned_In / iStock)

Lem perekat gigi tiruan aman digunakan asalkan sesuai petunjuk. Jika gigi tiruan sudah pas, lem perekat hanya berfungsi sebagai penambah kestabilan, dan tidak akan menimbulkan efek buruk. Jika lem perekat digunakan berlebihan, misalnya untuk mengisi lubang pada gigi palsu yang tidak pas, itu bisa berbahaya bagi jaringan lunak dan keras di dasarnya.

Kadang itu bisa menyebabkan peradangan pada jaringan lunak tersebut. Selain itu, karena menggesek-gesek jaringan lunak dan tulang di dasarnya, gigi tiruan yang tidak pas dapat menyebabkan pengeroposan tulang tersebut.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang gigi tiruan. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk menggunakan gigi tiruan. Temukan ulasan-ulasan menarik lainnya seputar tips perawatan gigi hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi:

WebMD. Dental Health and Dentures. Reviewed: 2019-04-23. URL: https://www.webmd.com/oral-health/dental-health-dentures. Accessed: 2019-08-14