Enema Kopi: Terapi yang Diklaim Bermanfaat Untuk Sembelit, Detoks, Bahkan Kanker

485

Diedit:

Apakah Anda pernah mendegar istilah Enema Kopi? Belakangan istilah ini bermunculan dalam sejumlah informasi kesehatan. Apa sebenarnya Enema Kopi dan bagaimana prosedur ini dilakukan?

Tak cukup sampai situ, mari kita melihat lebih jauh apa saja manfaat dari prosedur ini dan bagaimana risiko-risiko yang mungkin akan Anda hadapi setelah menjalankan prosedur Enema Kopi secara rutin?

Menurut Healthline.com, Enema Kopi adalah metode untuk membersihkan area kolon (usus besar) menggunakan terapi pengobatan alternatif. Metode atau prosedur ini lazim dilakukan pada Terapi Gerson—salah satu metode alternatif modern untuk pengobatan kanker. Tetapi, prosedur Enema Kopi juga dapat dilakukan sekadar untuk perawatan, pembersihan kolon, dan penanganan untuk sejumlah keluhan kesehatan lain.

Sebenarnya terapi ini sudah ditemukan lama sejak awal 1900-an, namun baru dikenal sejak konsep Terapi Gerson diperkenalkan oleh Max Gerson, salah satu periset kanker asal Jerman. Menurutnya, kanker dapat diatasi dengan serangkaian terapi yang terdiri dari diet makanan organik, jus buah, sayuran mentah, serta Enema Kopi.

Apa Sebenarnya Enema Kopi Itu?

Sederhananya yang Anda lakukan dalam prosedur Enema Kopi adalah dengan memasukkan cairan kopi ke dalam usus besar melalui lubang rektum (anus). Pernahkah Anda mendengar terapi atau obat pelancar BAB yang disuntikan langsung lewat anus? Ya, konsep Enema Kopi serupa dengan terapi tersebut.

Bahan dasar yang diperlukan adalah bubuk kopi. Sangat disarankan untuk memilih jenis kopi berkualitas baik, murni, dan sebaiknya dari jenis organik. Jika tidak sedang dipakai, bubuk kopi bisa disimpan terlebih dulu di dalam freezer lemari es sampai Anda siap menggunakannya untuk Enema Kopi.

Anda bisa membuat adonan kopi dengan komposisi 2 sendok makan kopi bubuk organik dan 3 cangkir air. Sebaiknya gunakan jenis air mineral berkualitas atau air terfilterisasi untuk menjamin kualitas adonan serta keamanannya. Masak adonan sampai mendidih lalu diamkan sampai suhunya turun dan muncul endapan di bagian bawahnya.

Biasanya Anda butuh peralatan enema untuk memasukkan cairan kopi ini ke dalam rektum dengan mudah. Setelah itu diamlah dalam posisi berbaring selama setidaknya 15 menit untuk menahan cairan dalam area usus besar. Kadang akan lebih baik jika sambil mengangkat tinggi posisi kaki dan pantat sehingga cairan lebih mudah naik ke area usus. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan dorongan untuk BAB—inilah proses dari Enema Kopi.

Apa Manfaat dari Terapi Enema Kopi?

Selain dari melancarkan BAB, adakah manfaat lain dari prosedur Enema Kopi? Menurut ulasan Livestrong.com, setidaknya terdapat 3 aspek manfaat utama dari prosedur Enema Kopi, yakni:

1. Mengatasi Konstipasi (Sembelit)

Pada dasarnya prosedur ini diciptakan untuk membantu mengembalikan fungsi dari usus besar, membantu menstimulasi kinerja sistem peristaltik otot usus besar, memberi terapi enzim pada saluran pencernaan sehingga menarik lebih banyak air ke dalam saluran pencernaan.

Dari sanalah kemudian Enema Kopi memberi manfaat utama untuk mengatasi konstipasi dan keluhan pada sistem pencernaan secara menyeluruh. Sesaat setelah Anda menjalankan terapi, maka usus mulai melakukan gerakan dan menarik lebih banyak air menuju usus. Dan tak lama dorongan dan gerakan ini membuat Anda ingin segera melakukan pembuangan melalui BAB.

Baca juga:  Cara Aman dan Sehat Mengonsumsi Kopi

Kinerja Enema Kopi sebagai perawatan untuk usus dan pencernaan secara umum dapat Anda baca dalam sebuah jurnal bertajuk ‘Coffee Enema for Preparation for Small Bowel Video Capsule Endoscopy: A Pilot Study’ dalam Clinical Nutrition Research tahun 2014.

Mereka yang memiliki masalah konstipasi memang dapat merasakan manfaat tindakan ini terhadap pencernaan mereka. Jika rutin menjalankan terapi Enema Kopi, maka mereka juga akan merasakan pencernaan menjadi lebih lancar. Bahkan prosedur ini bisa membantu menurunkan berat badan dan mengurangi lingkar pinggang secara efektif.

2. Sebagai Detoksifikasi

Tubuh secara alami memanfaatkan sistem pembuangan, entah melalui feses, urin, atau keringat, untuk membuang kotoran, residu metabolisme tubuh, serta toksin. Bisa Anda bayangkan bila pencernaan tidak lancar atau tidak berhasil membuang seluruh kotoran dari usus, maka peran pembuangan residu dan toksin ini juga akan berjalan buruk.

Tubuh menimbun banyak toksin dan berubah menjadi beban bagi tubuh. Seluruh tubuh akan merasakan efek sampingnya, karena sebagian besar dari residu dan toksin ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh.

Sehingga sewaktu menjalankan prosedur Enema Kopi, maka Anda sama saja dengan melakukan pembersihan (detoksifikasi) pada sistem pembuangan. Sekaligus membantu mengatasi penimbunan residu dan toksin dalam tubuh. Sebagaimana dijelaskan dalam ulasan DrLindaI.com menurut pandangan Linda L. Isaacs, MD, PC.

Di sisi lain, ketika tubuh mengalami masalah dengan pembuangan, maka toksin-toksin yang tertumpuk dalam tubuh tersebut akan menjadi beban bagi hati. Hati harus bekerja ekstra untuk mengatasi toksin-toksin ini. Sehingga beberapa pakar sepakat bahwa Enema Kopi bisa membantu menjaga kesehatan hati dengan membersihkan toksin dari dalamnya.

Selain mengatasi toksin dan residu metabolisme, ternyata Enema Kopi juga dikatakan baik untuk membantu menormalkan kembali komposisi bakteri dalam pencernaan. Juga membantu membuang bakteri-bakteri jahat pada pencernaan.

3. Membantu Pemulihan Penyakit

Terapi dengan Enema Kopi juga baik untuk membantu proses pemulihan. Meski kelihatannya tidak ada kaitannya antara terapi Enema Kopi dengan proses penyembuhan, namun perannya ternyata cukup relevan.

Perlu Anda ketahui bahwa ketika pencernaan seseorang sehat, maka fungsi imunitas dari orang bersangkutan juga akan meningkat. Demikian pula ketika fungsi hati seseorang pulih, maka dengan sendirinya fungsi seluruh tubuh yang lain menjadi lebih optimal, termasuk pula fungsi imunitas.

Sejumlah penyakit yang berkaitan dengan infeksi akan lebih cepat teratasi berkat kemampuan imunitas yang terstimulasi dengan sangat baik. Hati adalah pusat industri glutathion yang menjadi aspek utama proses regenerasi sel dan perlawanan terhadap sel-sel abnormal.

Hasilnya beberapa penyakit degeneratif yang berkaitan dengan penurunan fungsi jaringan dan organ akibat penuaan, juga penyakit kanker, memiliki kemungkinan untuk sembuh. Bukan hanya itu, dalam ulasan Mindbodygreen.com, juga dikatakan bahwa terapi Enema Kopi akan membantu memperbaiki produksi hormonal, termasuk hormon yang berkaitan dengan emosi dan mood.

Adakah Risiko dari Terapi Enema Kopi?

Di sisi lain, beberapa pakar masih tidak setuju dengan terapi ini. Mereka berpandangan bahwa peran usus dan kebersihan usus terhadap keseluruhan fungsi tubuh sebenarnya tidak signifikan. Salah satu pendapat kontra terhadap manfaat Enema Kopi dapat Anda lihat dalam pengungkapan The Journal of Lancaster General Hospital tahun 2014 yang berjudul ‘Colon Cleansing: Medical Breakthrough or Myth?’

Baca juga:  Bagaimana Manfaat Kopi untuk Perawatan Kulit?

Tidak hanya itu, jika seseorang berminat ingin mencoba terapi ini, prosedur Enema Kopi harus dilakukan secara hati-hati. Beberapa pakar berpendapat bahwa prosedur ini baiknya hanya dilakukan sehari sekali sewaktu seseorang sedang mengalami masalah kesehatan, konstipasi, atau dalam perawatan khusus. Jika untuk perawatan saja, disarankan untuk melakukannya hanya 3 – 8 hari sekali, tergantung situasi.

Menurut catatan FDA (Food and Drug Administration), setidaknya ada beberapa risiko cukup serius yang bisa mengancam, bahkan ditemukan 3 korban kematian yang diduga akibat prosedur Enema Kopi. Tentu saja kasus-kasus kematian ini harus diteliti secara saksama sebelum menyimpulkan bahwa 100 persen disebabkan Enema Kopi. FDA hanya memberi peringatan untuk waspada, tanpa melarangnya.

Berdasarkan sumber Livestrong.com, memang terdapat sejumlah risiko dari prosedur Enema Kopi yang perlu Anda waspadai. Beberapa risiko tersebut antara lain:

  • Hipoglikemia
    Seorang pakar diabetes, Dr. Lawrence Wilson, berpendapat bahwa prosedur ini bisa menyebabkan tubuh membuang kelebihan glukosa serta mendorong penarikan gukosa dari dalam darah secara berlebihan. Akibatnya seorang pasien diabetes, yang memang sudah menjalankan terapi medis diabetes, akan berisiko mengalami hipoglikemia (kondisi rendah glukosa).
  • Ketidakseimbangan Elektrolit
    Menarik banyak air ke dalam usus akan sangat membantu melicinkan saluran pembuangan feses. Namun kadang prosedur ini menarik terlalu banyak air berikut dengan elektrolit yang terkandung di dalamnya. Ini memberi risiko dehidrasi dan ketidak seimbangan elektrolit yang kadang bisa menjadi cukup serius. Dua kasus kematian, yang disinggung di atas, diduga berkaitan dengan masalah ketidakseimbangan elektrolit yang berat.
  • Efek Ketergantungan di Otot Usus
    Otot usus yang terus terstimulasi akan mengalami efek ketergantungan. Prosedur Enema Kopi membuat otot usus melemah, bahkan mungkin rusak atau kehilangan sensitivitasnya. Tanpa dorongan dari pemasukan kopi secara oral, maka usus akan sulit bereaksi terhadap feses yang terbentuk alami. Bahkan Dr. Ralph W. Moss, kontributor untuk The Cancer Chronicles, memperkirakan kerusakan bisa cukup berat karena usus juga kehilangan sejumlah elektrolit yang berperan besar terhadap fungsi sistem saraf.

Singkatnya, sejumlah sumber membenarkan adanya manfaat prosedur Enema Kopi untuk kesehatan. Beberapa pakar sepakat mengenai kegunaannya dalam penyembuhan kanker, masalah infeksi, serta membantu memperbaiki fungsi hati. Sementara beberapa pakar lain masih melihatnya hanya sebagai teori yang belum sepenuhnya bisa dipercaya.

Namun satu hal yang pasti, lakukan prosedur ini dengan bijak jika Anda tertarik mencobanya. Pastikan Anda memilih jenis kopi yang baik, pelaksanaan yang bersih, dan tata cara yang tepat serta aman. Sebaiknya jangan lakukan terapi ini dalam jangka panjang setiap hari, karena Anda juga perlu berhati-hati dengan sejumlah risiko dari prosedur Enema Kopi ini.

Advertisement
Alinesia