Diet Atkins, Diet secara Alami dan Sehat


By Cindy Wijaya

Beberapa pola diet sehat yang populer selalu menyarankan untuk menambahkan porsi sayur dan buah dalam menu harian diet. Seolah sayur dan buah adalah perangkat penting dalam proses penurunan berat badan. Bagaimana kalau Anda termasuk orang yang tidak suka sayur dan buah? Adakah solusi diet yang aman dan bisa menjadi pilihan Anda?

Diet Atkins, sebuah pola diet yang sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1972 oleh seorang pakar nutrisi Amerika bernama Robert K. Atkins. Diet ini juga sudah diperbarui oleh beberapa pengembangan riset baru di tahun 2000-an melalui bukunya New Atkins For A New You.

Secara garis besar Atkins menemukan fakta mengenai bagaimana glukosa memiliki pengaruh besar pada obesitas. Dan untuk bisa mencapai penurunan berat badan secara efektif dan sehat, maka penting untuk seseorang mengurangi sampai menghilangkan sama sekali asupan sumber glukosa termasuk karbohidrat.

Untuk memenuhi kebutuhan energi, diet Atkins menggunakan asupan protein. Atkins membolehkan segala jenis sumber protein masuk, baik itu dari kacang kedelai, ikan, telur sampai daging. Malah daging merah dianggap sebagai solusi sumber protein terbaik untuk membantu tubuh menghadapi efek lemas karena tidak mengkonsumsi gula dan karbohidrat.

Ini membuat diet Atkins juga dikenal sebagai diet tinggi protein. Asupan karbohidrat bisa menjadi setidaknya sekitar 20 gram perhari dan sepenuhnya porsi diganti oleh olahan daging sederhana. Upayakan setiap olahan rendah lemak seperti di sup atau dipanggang dengan rendah garam. Uniknya, justru dalam periode awal, diet ini menyarankan pelakunya mengkonsumsi sayuran dan buah dalam porsi kecil.

Dalam proses penurunan berat badan, Atkins membagi proses diet dengan 4 tahapan. Dan 4 tahapan dari metode diet Atkins adalah sebagai berikut:

1. Fase “Induksi”

Fase ini terfokus pada penurunan semaksimal mungkin timbunan lemak dengan memanfaatkannya sebagai sumber cadangan energi. Fase ini biasanya dijalankan sekitar ½ bulan dengan menurunkan asupam karbohidrat hingga 20 gram perhari. Pelaku diet justru diminta memperbanyak konsumsi sumber protein, mulai dari yang rendah lemak seperti ikan, kacang-kacangan dan ayam, sampai tinggi lemak macam daging merah.

Tentu saja, bijaklah dalam mengkonsumsi daging merah dan padukan secara seimbang dengan jenis protein lain. Pada fase ini sayuran dan buah sangat dibatasi, kecuali bila fungsinya sebagai pengganti sumber karbohidrat dan gula. Artinya setelah buah Anda tidak boleh makan karbohidrat dan sumber gula lain lagi.

2. Fase “Ongoing”

Fase ini adalah fase lanjutan dengan pola diet yang lebih ringan dan tidak mengikat. Anda boleh meningkatkan asupan karbohidrat hingga 25 gram perhari. Menu masih didominasi oleh asupan protein seperti daging merah, ikan, kacang-kacangan, dan ayam. Anda mulai boleh mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam porsi terbatas, dimana sayuran dan buah tidak boleh melebihi porsi protein dan tentu saja hindari sayuran dan buah dengan rasa manis. Fase ini berjalan sekitar 2 minggu dan pilihan menu nantinya bergantung pada target penurunan berat badan yang Anda ingin capai selama fase ini.

3. Fase “Maintenance”

Pada fase ini di asumsikan Anda sudah bisa mencapai penurunan berat badan setidaknya lebih dari separuh target Anda. Itu sebabnya berhenti untuk terlalu ketat pada diri Anda dengan mulai menambah konsumsi karbohidarat sampai 40 gram perhari. Anda mulai bisa mengkonsumsi secara normal, dengan syarat: porsi protein tetap mendominasi menu Anda. Sayuran dan buah bisa Anda tambahkan lagi dengan tetap membatasi asupan buah dan sayuran manis.

4. Fase “Get Target”

Pada fase ini diasumsikan Anda sudah cukup dekat dengan target berat badan ideal Anda. Lanjutkan pola diet sehat ini dengan mengelola hidangan harian Anda. Kendalikan asupan karbohidrat dan gula ke dalam tubuh. Pilih gula sukrosa dan fruktosa yang lebih aman dan minimalkan asupan menu kaya karbohidrat sederhana semacam pasta dan nasi putih.

Diet Atkins diklaim dapat menurunkan berat badan setidaknya hingga 8 – 10 kg dalam 2 bulan. Untuk mencapai target penurunan berart badan tersebut, maka seimbangkankanlah dengan olahraga teratur setidaknya 30 menit satu hari. Ini akan memaksimalkan pembakaran lemak dan meningkatkan kecepatan penurunan berat badan.

Dan menariknya, diet tinggi protein ini akan membuat hasil akhir diet Anda memuaskan. Tidak ada tubuh yang terlihat longgar, karena justru selama diet, massa otot Anda terbentuk dan tubuh menjadi terlihat lebih kencang.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}