Cegah Kanker dengan Menghindari 5 Karsinogen Utama Penyebab Kanker Ini!

528
Shutterstock

Diedit:

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia. Menurut lembaga Cancer Research UK, di tahun 2012 saja terdapat sekitar 14.1 juta kasus baru kanker di seluruh dunia, dan ada 8.2 juta kematian akibat kanker.

Penyakit ini adalah pembunuh yang tidak pilih kasih. Tidak soal siapa Anda, dimana Anda tinggal, atau berapa banyak uang yang Anda hasilkan—tidak ada yang “kebal” terhadap kanker. Anda mungkin rajin olahraga, makan dengan baik, tidak pernah merokok, tapi tetap bisa terkena kanker.

Hingga sekarang, belum ditemukan “obat mujarab” yang bermanfaat untuk setiap penderita kanker. Karena itu, Anda perlu mempelajari risiko-risiko penyebab kanker, memahami setiap cara yang dibutuhkan untuk mencegah kanker, dan kalau sudah terdiagnosa kanker, Anda harus pelajari bagaimana cara melawannya.

Apa Penyebab Kanker?

Sampai saat ini penyebab kanker yang sebenarnya masih merupakan misteri. Istilah “kanker” sendiri merujuk pada lebih dari 100 penyakit yang memengaruhi setiap bagian tubuh Anda.

Apa yang diketahui oleh para ilmuwan sekarang adalah bahwa terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena kanker, yang memicu pertumbuhan serta penyebaran kanker di dalam tubuh Anda. Ada faktor risiko yang khusus untuk beberapa jenis kanker tertentu.

Salah satu pemicu kanker adalah karsinogen. Karsinogen adalah zat kimia, fisik, biologis, atau zat apa pun yang menjadi agen penyebab kanker.

Jika karsinogen dibiarkan terus berada dan menumpuk di dalam tubuh manusia dalam jumlah besar atau untuk waktu lama, maka ada kemungkinan yang lebih besar bagi sel-sel di tubuh untuk dirusak, sehingga memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

5 Kategori Utama Karsinogen Penyebab Kanker

Asap Rokok: Entah Anda perokok aktif atau pasif, seluruh penelitian ilmiah membuktikan bahwa rokok adalah kebiasaan utama penyebab kanker. Menariknya, bukan tembakau itu sendiri yang menyebabkan kanker, tetapi lebih kepada bahan-bahan kimia yang digunakan untuk membuat produk tembakau tersebut.

Merokok secara langsung dikaitkan dengan kanker paru-paru, kerongkongan, saluran pernapasan, kandung kemih, dan pankreas. Selain itu diduga bahwa rokok juga secara tidak langsung memicu kanker lambung, hati, dan ginjal. Sekitar 90% kasus kanker paru-paru—pada perokok dan non-perokok—disebabkan oleh rokok.

Baca juga:  Bagaimana Alkohol Dapat Menyebabkan Kanker?

Tingkat kelangsungan hidup pada kanker paru-paru adalah salah satu yang paling rendah di antara pasien kanker—kurang dari 20%–dan ini adalah pembunuh utama pria serta wanita di antara semua kanker. Jadi kalau Anda merokok, cepatlah berhenti! Bacalah tips berhenti merokok di artikel: Berhenti Merokok: Tips untuk Melewati Hari-Hari Awal yang Sulit.

Pola Makan: Apa yang seseorang makan juga bisa menjadi karsinogen pemicu kanker. Pola makan orang Barat, yang didominasi lemak, gula, dan garam, mengakibatkan epidemi (wabah) obesitas. Lalu ada makanan-makanan hasil rekayasa genetika (GMO) dan toksin-toksin kimiawi yang digunakan dalam industri makanan.

Karena itu, pencegahan kanker sebenarnya dimulai dari apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh. Pilihlah makanan-makanan yang memberi makan sel-sel dengan baik, mengoptimalkan kekebalan tubuh, serta menghambat pertumbuhan kanker. Itu sangat penting untuk menghindari penyakit berat ini. Pelajari mengenai pola makan anti-kanker di artikel ini: Sudah Terbukti! Pola Makan Sehat Terbaik untuk Penderita Kanker.

Patogen: Beberapa virus, bakteri, dan parasit dapat menjadi penyebab kanker. Hepatitis B dan C, human papillomavirus (HPV), dan Epstein-Barr dapat bersifat karsinogen di dalam tubuh manusia. Organisme parasit adalah penyebab kanker yang utama di sejumlah negara berkembang.

Di area-area tertentu dari Asia dan Afrika, parasit fluke hati—Clonorchis sinensi—dapat menyebabkan kanker hati. Di Afrika Utara, infeksi akibat parasit Schistosoma haematobium menyebabkan kanker kandung kemih. Kunci untuk mencegahnya adalah dengan minum air bersih, jaga kebersihan, dan sediakan sanitasi yang memadai untuk mengurangi penyebaran patogen pemicu kanker.

Radiasi: Meskipun orang-orang yang bekerja dengan peralatan radioaktif (seperti teknisi sinar X) memiliki risiko kanker yang tinggi, tetapi mereka bukanlah bagian terbesar dari para penderita kanker akibat karsinogen radiasi penyebab kanker.

Terlalu banyak terkena sinar ultraviolet (UV) dari cahaya matahari telah dibuktikan sebagai penyebab dari penuaan dini, kerusakan kulit, serta kanker. Kanker kulit adalah jenis yang paling umum di seluruh dunia dan jumlah kasusnya terus bertambah setiap tahun.

Baca juga:  Apa Saja Sebenarnya Jenis Jenis Kanker?

Walaupun berjemur di bawah sinar mentari pagi adalah hal yang bagus dan sehat, tetapi Anda harus melindungi kulit jika bekerja atau berada di luar ruangan selama lebih dari setengah jam. Pelajari cara melindungi kulit dari sinar ultraviolet di artikel: Cegah Kanker Kulit dengan Melindungi Diri dari Sinar Ultraviolet!

Bahaya Lingkungan dan Pekerjaan: Polusi udara, air, dan tanah dapat menjadi pemicu kanker di paru-paru dan kandung kemih. Lebih banyak kasus kanker paru-paru terjadi di kota-kota yang memiliki banyak polusi udara.

Sedangkan bahaya dari pekerjaan berlaku pada orang-orang yang bekerja dengan karsinogen penyebab kanker seperti asbes, timbal, benzena, dan vinil klorida. Dimana Anda bekerja dan tinggal sangat memengaruhi kehidupan Anda.

Pastikanlah untuk meminimalkan paparan dari toksin-toksin berbahaya di lingkungan maupun pekerjaan, dengan begitu Anda bisa menurunkan risiko untuk terkena karsinogen pemicu kanker. Baca juga informasi yang membahas cara meminimalkan polusi udara di artikel: Bagaimana Polusi Udara Dapat Menyebabkan Kanker Paru-Paru?

Karsinogen penyebab kanker lain: Asbes, benzena, batu bara, formaldehida, virus Hepatitis B & C, yperit (gas mustard), radiasi sinar matahari, radiasi ultraviolet, dan debu kayu.

Mempelajari fakta-fakta mengenai karsinogen pemicu kanker adalah langkah pertama untuk mengetahui bagaimana caranya menghindari mereka dari kehidupan Anda. Pengetahuan adalah kuncinya dan bagaimana Anda menggunakan pengetahuan tersebut lah yang menentukan seberapa besar risiko kanker pada diri Anda maupun keluarga.

Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari separuh dari semua jenis kanker sebenarnya bisa dicegah. Ungkapan “lebih baik mencegah daripada menyembuhkan” sepertinya sangat cocok jika digunakan dalam kasus kanker. Ya, yang paling penting dalam hal kanker sebenarnya bukan deteksi dini gejala-gejalanya, melainkan mengetahui apa saja penyebab kanker lalu berupaya untuk mencegahnya.

Advertisement
Alinesia