Bagikan Artikel Ini:

Diedit:

Cara mencegah kanker rahim berfokus pada upaya untuk sebisa mungkin menurunkan risiko Anda terkena kanker ini. Dengan melakukan pencegahan kanker rahim, maka angka kejadian penyakit ini akan berkurang. Semoga hal ini juga dapat meminimalkan angka kematian yang disebabkan olehnya.

Kanker rahim adalah salah satu kanker invasif pada sistem reproduksi yang paling sering dialami oleh kaum wanita. Sebagian besar kasus kanker ini memang tampaknya tidak bisa dicegah, tetapi ada sejumlah hal yang dapat kita upayakan demi mengurangi risiko kita mengembangkan penyakit ini.

1. Upayakan dan Pertahankan Berat Badan Sehat

Satu cara untuk mencegah kanker rahim adalah melakukan semampunya menghindari faktor-faktor risiko penyakit ini. Sebagai contoh, wanita yang kegemukan atau obesitas memiliki peningkatan risiko sebanyak 3 – 6 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang berat badannya wajar. Sebab itu, mengupayakan serta mempertahankan berat badan ideal adalah salah satu cara mencegah kanker rahim.

2. Menjadi Aktif secara Fisik

Penelitian telah mengaitkan tingkat aktivitas fisik yang tinggi dengan berkurangnya risiko dari kanker rahim. Karena itu, berupaya aktif secara fisik dengan teratur olahraga mungkin juga adalah cara untuk membantu meminimalkan risiko kanker ini.

Selain itu, gaya hidup aktif bisa membantu Anda untuk tetap memiliki berat badan sehat, sekaligus juga menurunkan risiko dari berbagai penyakit berbahaya lain, seperti darah tinggi dan diabetes—salah satu faktor risiko kanker rahim.

3. Pola Makan Sehat

Mengupayakan pola makan yang rendah lemak tetapi banyak menyertakan buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker rahim. Risikonya mungkin juga akan menurun dengan memasukkan makanan dari kedelai sebagai bagian dari pola makan Anda.

4. Konsumsi Herbal Anti-Kanker

Herbal yang dapat diandalkan untuk membantu pencegahan kanker rahim adalah Sarang Semut Papua. Herbal ini mengandung sejumlah antioksidan bermanfaat untuk melawan dampak buruk radikal bebas sebagai penyebab timbulnya kanker.

Sarang Semut juga mengandung multi-mineral yang dapat menjaga stamina tubuh secara keseluruhan. Sistem imun tubuh yang kuat akan membantu tubuh terhindari dari berbagai serangan penyakit.

Bahkan dengan beragam kandungan bermanfaat yang dimilikinya, herbal ini pun sering dimanfaatkan sebagai obat kanker rahim.

5. Konsultasi ke Dokter Untung-Rugi dari Terapi Hormon

Terapi estrogen untuk mengatasi gejala-gejala menopause tersedia dalam beragam bentuk, misalnya dalam bentuk pil, krim, suntikan, dan cincin vagina. Jika Anda ingin menggunakan terapi estrogen untuk meringankan gejala-gejala menopause, tanyakanlah dulu dengan dokter bagaimana pengaruhnya terhadap risiko kanker rahim.

Progestin (obat yang sifatnya seperti hormon progesteron) dapat mengurangi risiko kanker rahim pada wanita yang menjalani terapi estrogen. Tetapi gabungan dari estrogen dengan progestrin justru mampu memperbesar risiko kanker payudara. Jika Anda masih memiliki organ rahim dan sedang ingin menjalani terapi estrogen, pertimbangkanlah dulu baik-baik bersama dokter Anda.

6. Mendapatkan Pengobatan untuk Masalah Endometrium

Mendapatkan pengobatan yang tepat untuk masalah-masalah pra kanker di endometrium (lapisan rahim) adalah cara lain untuk pencegahan kanker rahim. Kebanyakan kanker rahim berkembang selama bertahun-tahun. Banyak dari kasus kanker ini diketahui diawali dari masalah-masalah di endometrium yang tampaknya tidak berbahaya, misalnya endometrial hiperplasia.

Beberapa kasus dari hiperplasia ini memang bisa sembuh sendiri tanpa diobati, tetapi adakalanya juga membutuhkan perawatan dengan terapi hormon atau bahkan operasi. Perawatan dengan progestin dan operasi histerektomi bisa mencegah hiperplasia agar tidak berubah menjadi kanker.

Pendarahan dari vagina yang tak wajar adalah gejala paling umum dari masalah endometrium pra kanker dan yang sudah kanker. Karena itu gejala ini harus diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter.

7. Konsultasi ke Dokter Jika Memiliki Sindrom Lynch

Wanita yang memiliki sindrom Lynch (hereditary nonpolyposis colon cancer atau HNPCC) punya risiko yang sangat besar untuk menderita kanker rahim. Mereka mungkin memilih untuk membiarkan rahim mereka diangkat (melalui histerektomi) setelah memiliki anak agar kanker rahim tidak berkembang.

Satu penelitian mendapati bahwa dari 61 wanita yang memiliki sindrom Lynch (HNPCC) yang telah menjalani histerektomi untuk pencegahan, tidak satu pun yang ditemukan mengalami kanker rahim. Sementara, 1/3 dari wanita yang tidak menjalani operasi didapati terdiagnosis kanker rahim dalam jangka 7 tahun ke depan.

Uji Klinis Cara Mencegah Kanker Rahim

Uji klinis pencegahan kanker rahim dilakukan untuk meneliti cara-cara mencegah kanker rahim dengan menurunkan risikonya. Beberapa uji pencegahan kanker dilakukan pada orang-orang sehat yang tidak pernah menderita kanker tetapi memiliki peningkatan risiko kanker.

Uji pencegahan lain dilakukan pada orang-orang yang pernah menderita kanker dan sedang mencoba mencegah kanker rahim agar tidak kambuh kembali, atau agar tidak berkembang jenis kanker lainnya. Sedangkan yang lainnya dilakukan oleh para relawan sehat yang yang diketahui tidak mempunyai faktor risiko kanker rahim.

Tujuan dari uji klinis pencegahan kanker ini adalah untuk mencari tahu apakah ada upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah kanker. Pengujian klinis ini mungkin melibatkan konsumsi buah dan sayur, olahraga, berhenti merokok, atau mengonsumsi obat, vitamin, mineral, atau suplemen makanan tertentu.

Memang kanker ini sering kali tidak bisa dihindari, namun bukan berarti kita hanya bisa pasrah dan berharap tidak terkena penyakit ini. Jika kita berusaha terus aktif secara fisik dan menjaga pola makan sehat, itu bisa menjadi cara mencegah kanker rahim supaya tidak berkembang dalam tubuh kita.

Disamping upaya-upaya pencegahan kanker rahim di atas, ada lagi yang perlu kita perhatikan. Kita harus mengetahui seperti apa gejala atau ciri-ciri kanker rahim. Salah satu gejala yang patut diwaspadai adalah pendarahan tak wajar dari vagina. Oleh sebab itu, segeralah periksa ke dokter jika mendapati pendarahan padahal Anda tidak sedang menstruasi atau sudah melewati menopause.