Share:

Penyebab kanker rahim masih belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal yang diketahui sanggup memperbesar risiko kita untuk mengembangkan penyakit ini. Pelajari apa saja yang bisa memicu kanker rahim, lalu waspadai dan berupayalah hindari yang bisa dicegah.

Penyebab utama dari sebagian besar kanker rahim adalah karena di dalam tubuh terlalu banyak hormon estrogen daripada hormon progesteron. Ketidakseimbangan hormon ini mengakibatkan lapisan di rahim menjadi lebih tebal dan semakin tebal. Bila lapisan terus menumpuk dan tetap seperti itu, maka sel-sel kanker dapat mulai tumbuh.

Beberapa faktor telah diidentifikasi mampu meningkatkan risiko berkembangnya kanker di rahim. Mereka disebut sebagai faktor-faktor risiko kanker rahim. Di bawah ini akan dijelaskan sejumlah faktor risiko yang paling umum.

1. Usia

Risiko Anda untuk mengembangkan kanker rahim semakin meningkat seraya usia menua. Mayoritas dari kasus penyakit ini terjadi pada wanita berusia 40 – 74 tahun, dengan hanya 1% dari kasus kanker rahim didiagnosis pada wanita di bawah 40 tahun.

2. Estrogen

Penyebab kanker rahim sering dikaitkan dengan paparan tubuh terhadap hormon estrogen. Estrogen adalah salah satu hormon yang mengatur sistem reproduksi wanita.

  • Estrogen merangsang pelepasan sel-sel telur dari ovarium (indung telur) dan menyebabkan sel-sel di lapisan rahim untuk membelah diri.
  • Progesteron mempersiapkan lapisan rahim Anda untuk menerima sel telur dari ovarium.

Kadar hormon estrogen dan progesteron di tubuh Anda biasanya seimbang satu sama lain. Jika estrogen tidak diseimbangkan oleh progesteron, maka kadarnya dalam tubuh bisa meninggi. Keadaan ini disebut ‘estrogen tanpa lawan’ (unopposed estrogen).

Setelah melewati menopause, tubuh berhenti menghasilkan progesteron. Akan tetapi, masih ada sejumlah kecil estrogen yang diproduksi tubuh. Keadaan ‘estrogen tanpa lawan’ ini membuat sel-sel di endometrium (lapisan rahim) membelah diri, sehingga dapat memperbesar risiko kanker rahim.

Baca juga  Kanker Rahim

3. Terapi Penggantian Hormon

Karena hubungan antara peningkatan kadar estrogen dan penyebab kanker rahim, maka terapi penggantian hormon estrogen seharusnya hanya diberikan kepada wanita yang sudah diangkat rahimnya (melalui operasi histerektomi).

Dalam semua kasus lainnya, terapi penggantian hormon haruslah menggunakan kombinasi antara estrogen dan progesteron, agar risiko kanker rahim tidak menjadi terlampau besar.

4. Kegemukan atau Obesitas

Karena estrogen bisa diproduksi di jaringan lemak, maka menjadi kegemukan atau obesitas akan meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh Anda. Ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan Anda untuk menderita kanker rahim.

Wanita yang kegemukan menjadi tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker ini dibandingkan dengan wanita yang berat badannya wajar. Dan wanita yang sangat kegemukan (obesitas) menjadi enam kali lebih mungkin mengembangkan kanker ini daripada wanita yang berat badannya sehat.

Satu cara untuk meninjau apakah berat badan Anda tergolong wajar/sehat adalah dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) Anda. Pada umumnya, nilai IMT yang tergolong kegemukan adalah jika angkanya berada di atas 25.

Rumus IMT = Berat Badan dalam kilogram : (Tinggi Badan x Tinggi Badan dalam meter)

5. Riwayat Reproduktif

Wanita yang tidak pernah punya anak berada pada risiko lebih besar untuk menderita penyakit ini. Ini mungkin disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron dan penurunan kadar estrogen yang terjadi selama masa kehamilan memiliki efek perlindungan terhadap kaner pada lapisan rahim.

6. Tamoxifen Penyebab Kanker Rahim

Wanita yang dirawat dengan tamoxifen (perawatan hormon untuk kanker payudara) bisa mengalami peningkatan risiko kanker rahim. Akan tetapi, risikonya tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang diberikan tamoxifen untuk mencegah kanker payudara.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya secara teratur periksakan diri ke dokter jika menjalani pengobatan dengan tamoxifen, terutama jika mengalami gejala pendarahan dari vagina yang tak wajar.

Baca juga  Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Rahim Stadium 4?

7. Diabetes

Wanita penderita diabetes dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker di rahim. Diabetes menyebabkan peningkatan jumlah insulin dalam tubuh Anda, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kadar estrogen Anda.

Banyak wanita penderita diabetes tipe 2 juga kegemukan, sehingga semakin memperbesar risiko kanker mereka.

8. Sindrom Ovarium Polikistik

Wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik berada pada risiko lebih besar untuk mengidap penyakit ini, sebab mereka memiliki kadar tinggi estrogen dalam tubuh mereka.

Para penderita sindrom ini mempunyai beberapa kista di ovarium mereka, yang bisa menimbulkan keluhan seperti periode menstruasi tak teratur, atau sama sekali tidak menstruasi, juga kesulitan untuk hamil, berat badan naik, jerawatan, serta pertumbuhan rambut di tubuh yang berlebihan (hirsutism).

9. Endometrial Hiperplasia

Endometrial hiperplasia adalah kondisi dimana lapisan di rahim menjadi lebih tebal. Wanita yang mengalami kondisi ini mungkin punya risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker rahim.

Mencegah Kanker Rahim dengan Herbal

Herbal yang dapat diandalkan untuk membantu pencegahan kanker rahim adalah Sarang Semut Papua. Herbal ini mengandung sejumlah antioksidan bermanfaat untuk melawan dampak buruk radikal bebas sebagai penyebab timbulnya kanker.

Sarang Semut juga mengandung multi-mineral yang dapat menjaga stamina tubuh secara keseluruhan. Sistem imun tubuh yang kuat akan membantu tubuh terhindari dari berbagai serangan penyakit.

Bahkan dengan beragam kandungan bermanfaat yang dimilikinya, herbal ini pun sering dimanfaatkan sebagai obat kanker rahim.

Demikianlah berbagai faktor risiko yang paling sering dikaitkan dengan penyebab kanker rahim. Ingatlah bahwa mempunyai satu atau beberapa faktor risiko di atas bukan artinya Anda secara otomatis akan mengembangkan kanker ini. Juga, tidak memiliki satu pun faktor risiko di atas juga bukan berarti Anda sama sekali lepas dari ancaman penyakit ini.

Oleh sebab itu, ada baiknya kita sebagai wanita—tidak soal usia berapa pun—lebih memperhatikan kesehatan sistem reproduksi kita. Upayakanlaha cara mencegah kanker rahim dengan menghindari faktor-faktor risiko penyebab kanker rahim yang bisa dicegah, dan waspadai yang tak dapat dicegah.

Fery Irawan

Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.


Artikel di-posting oleh Fery Irawan dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.