Diagnosis Kanker Rahim

350
diagnosis kanker rahim
Shutterstock

Diedit:

Para dokter menggunakan beragam tes untuk cara mendeteksi dan diagnosis kanker rahim. Mereka juga melakukan tes-tes untuk mempelajari seberapa jauh perkembangan kanker di dalam tubuh. Dokter mungkin juga meninjau hasil-hasil tes untuk menentukan jenis pengobatan yang sesuai keadaan pasien.

Pada sebagian besar kasus kanker, biopsi adalah satu-satunya cara bagi dokter untuk mengetahui apakah suatu area dalam tubuh memiliki kanker. Dalam melakukan biopsi, dokter mengambil sedikit sampel dari jaringan untuk memeriksanya di laboratorium. Jika biopsi tidak mungkin dilakukan, dokter mungkin menyarankan jenis tes lain untuk menegakkan diagnosis kanker rahim.

Artikel ini akan menjelaskan pilihan-pilihan tes kanker rahim yang tersedia untuk menegakkan diagnosis kanker rahim. Tidak semua tes di bawah ini akan dilakukan oleh setiap pasien. Dokter mungkin akan mempertimbangkan berbagai faktor dalam memutuskan jenis tes mana yang akan disarankan kepada pasiennya.

Pemeriksaan Panggul

Dokter akan memeriksa area rahim, vagina, ovarium, dan rektum untuk mengecek apakah ada yang tidak biasa. Tes Pap, sering kali dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul, terutama digunakan untuk mendeteksi kanker serviks. Kadang-kadang tes Pap sanggup mendeteksi sel-sel kelenjar abnormal, yang disebabkan oleh kanker rahim.

Biopsi Endometrium

Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sedikit sampel dari jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Tes-tes lain bisa menunjukkan tanda-tanda kanker di dalam tubuh, tapi hanya biopsi yang mampu menegakkan diagnosis secara pasti.

Seorang ahli patologi akan menganalisa sampel. Ahli patologi adalah dokter yang mengkhususkan diri untuk mengkaji tes-tes laboratorium dan mengevaluasi sel, jaringan, dan organ untuk diagnosis penyakit.

Untuk biopsi endometrium, dokter mengambil sedikit sampe dari jaringan menggunakan tabung yang sangat tipis. Tabung dimasukkan ke dalam rahim melalui serviks, dan jaringan diambil dengan dihisap. Proses ini memakan waktu beberapa menit.

Baca juga:  Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Rahim Stadium 2?

Setelahnya, pasien mungkin mengalami kram dan perdarahan vagina. Keluhan tersebut biasanya akan cepat hilang dan bisa diredakan dengan minum obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) yang diresepkan dokter.

Hasil biopsi endometrium sering kali merupakan cara akurat untuk diagnosis kanker rahim. Orang-orang yang mengalami perdarahan abnormal dari vagina sebelum melakukan tes ini mungkin masih harus menjalankan dilatasi & kuretase, bahkan meski tidak ada sel-sel abnormal yang ditemukan selama biopsi.

Dilatasi dan Kuretase (D & C)

D & C adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan dari rahim. Pasien akan dibius selama prosedur ini untuk mematikan rasa sakit. D & C sering kali dilaksanakan bergabung dengan histeroskopi agar dokter bisa melihat lapisan rahim selama prosedur tersebut. Selama histeroskopi, dokter memasukkan tabung tipis yang fleksibel melalui serviks ke dalam vagina dan rahim.

Setelah jaringan endometrium diambil, selama biopsi atau D & C, sampel akan diperiksa untuk mendeteksi apakah ada sel-sel kanker, hiperplasia endometrium, atau tanda-tanda bermasalah lainnya.

Transvaginal Ultrasound

Ultrasound menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar dari organ-organ dalam. Dalam ultrasound transvaginal, tongkat ultrasound dimasukkan ke dalam vagina dan ditujukan ke rahim untuk memperoleh gambarnya. Jika endometrium terlihat terlalu tebal, dokter mungkin memutuskan untuk melakukan biopsi.

CT atau CAT scan

CT (computed tomography) scan menciptakan gambar 3 dimensi dari keadaan dalam tubuh menggunakan sinar-X yang diambil dari berbagai sudut pandang. Lalu komputer menggabungkan gambar-gambar itu menjadi sebuah gambar yang terperinci untuk menunjukkan jika ada kelainan atau tumor. CT scan dapat digunakan untuk mengukur ukuran tumor.

Kadang-kadang, suatu zat pewarna khusus bernama media kontras diberikan sebelum pemindaian untuk memberikan gambarr yang lebih terperinci. Pewarna ini bisa disuntikkan melalui pembuluh vena pasien atau diberikan dalam bentuk cairan untuk diminum.

Baca juga:  5 Ciri-Ciri Kanker Rahim yang Paling Mudah Dikenali

MRI untuk Diagnosis Kanker Rahim

MRI (magnetic resonance imaging) menggunakan medan magnet, bukan sinar-X, untuk menghasilkan gambar-gambar terperinci dari kondisi dalam tubuh. MRI bisa digunakan untuk mengukur ukuran tumor.

Zat pewarna khusus bernama media kontras diberikan sebelum pemindaian untuk menciptakan gambar yang lebih jelas. Pewarna tersebut diberikan dengan suntikan ke pembuluh vena pasien. Gambaran terperinci dari MRI khususnya berguna jika pilihan pengobatan utama seorang pasien adalah terapi pengendalian hormon.

MRI sering kali digunakan pada wanita penderita kanker tingkat rendah untuk melihat seberapa jauh pertumbuhan kanker ke dinding rahim. Mengetahui hal tersebut membantu menentukan apakah seorang wanita masih punya kesempatan untuk memiliki anak.

Setelah tes-tes untuk cara mendeteksi kanker otak selesai, dokter akan mengulas seluruh hasilnya dengan Anda. Jika diagnosisnya ditegakkan sebagai kanker, maka dokter mungkin akan meminta Anda menjalankan tes-tes kanker otak tambahan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan kankernya.

Informasi dari hasil tes-tes itu berguna untuk membantu dokter menentukan stadiumnya. Dokter juga mungkin perlu mencari tahu apakah kanker sudah menyebar, atau bermetastasis, ke luar area rahim. Bergantung pada diagnosis kanker rahim yang ditegakkan, jenis pengobatan dan obat kanker rahim juga akan disesuaikan.

Advertisement
Alinesia